Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
You and I


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya 🌹...



...♣️......♣️...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...♣️.....♣️...


Malam perlahan menyapa,diruang santai sebuah resident,terlihat seorang gadis cantik tengah duduk diatas sebuah karpet bulu tebal dengan sebuah meja kecil didepannya.


Sebuah laptop menyala dan jari-jari lentik itu mengetik dengan perlahan saat hati sang gadis terasa risih oleh debaran aneh yang menyerang jantungnya.


Bukannya apa-apa!.


Gadis itu menunduk semakin dalam tak berani bahkan untuk melihat kedepannya.


Disebuah kursi sofa tunggal,tempat dimana seorang pria muda yang begitu tampan dengan seringai begitu menggoda menatap kearahnya.


Rambut hitam yang ditata rapi kebelakang,bertopang dagu dengan lengan bertumpu diatas lutut dan kedua kaki bersilang angkuh.


Pria itu terus memperhatikan setiap gerak-gerik sekecil apapun yang dilakukan oleh sosok cantik nan manis dihadapanya.


Gadis yang tengah mempelajari laporan untuk asetnya.


Deg....Deg...Deg....


Asline,gadis itu menutup mata dan merutuk kesal kala tatapan panas dari sosok tampan tak manusiawi itu seakan membakar seluruh tubuhnya.


"Jadi konsisten dari laporan tahun lalu dan tahun ini di gradian world cukup timpang...kau lihat grafik yang kukirim Miss asline?" Suara Alarik terdengar diantara rasa kesal pria itu akan sosok yang kini bak predator menatap mereka tajam dari sofa tunggal.


Asline mengangguk kikuk,terus mengetik.


Sementara gadis itu sibuk,dua orang pria muda itu kembali duduk dengan tatapan jengah menatap kelakuan pemimpin mereka itu.


"Setan......." ******* penuh kekesalan terdengar dari salah satunya,Gionandes.


"Big bro! kau bisa tidak jangan menatap Miss gradian seperti seorang pedofil begitu?! kami saja yang melihat kelakuanmu tidak nyaman,apalagi asline sendiri! sadarlah bos...kau bukan anak remaja lagi!" Kesal Alarik,Asline menatap Alarik yang berani bersuara itu dengan manik berbinar senang.


Rayganta menaikan sebelah alisnya menatap tajam kearah kedua saudaranya itu .


"Sepertinya kau sudah bosan bekerja di ruangan ber-AC?! kau ingin ke Afrika...atau Libanon?" Smirk Rayha licik.


Alarik mengangga dengan wajah linglung.


"Iblis ini benar-benar!!" Batin Alarik kesal.


"Lagipula apa asline protes ditatap oleh prince of London sepertiku?" Rayganta menatap remeh wajah melongo kedua saudaranya itu.


Asline menatap tak percaya akan sosok tampan itu.


Sejak kapan seorang Rayganta Alzeus menjadi begitu menjengkelkan?.


Darimana semua kepercayaan diri itu berasal?.


Yah meski memang ucapannya benar!.


"Bos...bukan begitu juga... lagipula nona asline sudah lelah berdebat dengan pria otoriter seperti dirimu...maksud kami tatapan itu biasa sajalah,aku yakin nona asline sudah mau muntah melihat kepercayaan diri selangit-mu itu!" Ucap Gion mengejek.


"Asline? muntah melihat kepercayaan diri ku? kau kalau iri bilang saja?! tidak perlu banyak drama!" Kembali Rayganta mengeluarkan kata-kata menjengkelkan menusuk.


Alarik melongo,sejak kapan tiran cacat ekspresi ini bicara sepanjang dan sebanyak itu?.


Wah.....


Keajaiban!....


"Ta..tapi apa yang Alarik dan Gion katakan itu.. sebenarnya memang benar! to..tolong jangan tatap aku seperti itu Rayganta...." Asline mencicit nyalinya menciut begitu melihat mata itu kini menyorot langsung kedalam matanya dengan kelam.


"Mau bukti kata-kata mereka salah? dan aku benar?" Ucap rayga dengan suara serak nan dalam.


Alarik menggeleng miris,Gion terbengong horor.


Mau apa iblis tiran ini?!


Rayganta bangkit,berjalan mendekat dengan kedua tangan tersimpan didalam saku celananya.


Deg.....Deg....deg....


Manik Asline membola horor.


Alarik menahan nafas menonton dengan ngeri sebuah drama baru yang akan terjadi pertama kali dalam hidup mereka para inti.


Gion?....


Entah sejak kapan sebuah apel sudah dikunyah olehnya cepat.


Rayganta berjalan mendekat kearah asline dengan seringai ala predatornya.


Alarik memegang sebuah handycame ditangannya yang sudah kemetar dengan perasaan euphoria.


Hingga....


"OH ASTAGA DIMANA KUNCI MOBIL AVENDOR YANG KUTINGGAL-"


Raino,menutup mulutnya horor.


Brukhhh...


Baru saja dirinya menabrak tubuh tegap sepupunya.


Big bos....


Cup......


Raino, Alarik,Gion tercengang horor.


Asline,tubuh gadis itu membeku dengan manik terbelalak.

__ADS_1


"SO SWEET.........." Raino terpekik heboh.


Rayganta terjatuh menimpa tubuh asline dengan posisi asline terbaring dengan bibir mereka yang menyatu.


"BIG BOS.... KESEMPATAN DALAM KESEMPITAN!!"Gion bersorak kegirangan.


"WOW...WOW...WOW..... TAMAN BUNGA BERMEKARAN!" Raino terpekik heboh


"CUIT....CUIT!!" heboh para anggota yang baru saja tiba ingin melapor bersama raider.


"Berdosa kau anak muda!" Raider menggeleng dramatis.


"BWAHHAHAHA......GILA....SAKIT MATAKU!!" Maxim terpingkal begitu masuk.


"Harus lapor sama Kanjeng mami kayra juga ibu suri Veleri bahwasanya sang pangeran telah menemukan sang putri maka,kami sebagai abdi akan segera mengirim laporan pada Baginda kaisar Rafendra dan yang mulai raja Arkansas!" Diego masuk dengan wajah penuh dramatis.


Rayganta berdiri dengan wajah tampa dosanya,sudut bibirnya berkedut melihat wajah kaget asline.


"KAU GILA?! KENAPA MENCIUMKU DIDEPAN ANAK BUAHMU?!!" Asline tersadar dan meraung dengan rasa malu yang tak tak terhingga.


Rayganta mengangkat bahu acuh dan menunjuk Raino dengan dagunya.


"Dia mendorongku....aku menciummu... selesai!" Ucapnya tanpa beban.


"Kau...akan kutampar!!!" Asline tak perduli alasannya,lagipula siapa yang akan percaya tubuh tegap nan kekar itu akan jatuh hanya dengan senggolan kecil?.


Siapa yang ingin pria itu tipu?.


Rayganta menyeringai,para anggotanya mulai duduk bersama para inti dengan sebuah apel merah ditangan mereka.


Pertunjukan yang tidak mungkin akan terjadi! dan ini tidak boleh terlewatkan!.


Menunduk dan memajukan wajahnya menatap tepat setiap jengkal wajah cantik nan manis gadisnya,asline gadis pemilik hatinya kini dan untuk selamanya!.


Deg...


"Kau ingin menamparku?"


Suara berat menggoda itu terdengar bertiup ditelinga asline,mengantarkan perasaan geli yang menggaruk hati.


"Kau...kau sangat menjengkelkan!! aku...jika aku bisa berjalan dengan tegak lagi,aku akan berlari dan menampar wajah sombongmu itu!!!!" Jerit Asline kesal.


Para anggota meringis ngilu.


Para inti terkekeh samar setengah mati menahan tawa,jaga wibawa right?!.


"Hahaha..baiklah" Rayga tertawa renyah,membelai pipi lembut asline dengan seringai yang terlihat bak senyum seorang pedofil!.


"Kau boleh tampar aku...tampar pipiku ini dengan bibir ranummu yang manis!!" Bisik Rayga nakal sembari mengigit daun telinga asline dengan gemas.


"CUHUII............" Pekik para anggota muda dengan heboh.


Asline menutup wajah memerahnya malu.


Sial....


Jantungnya berdebar kencang, ribuan bunga seakan bermekaran dihatinya.


Bugh.....


Bugh....


Bugh....


"Diam...diamlah kau dasar pria sinting...bajingan mesum....pria gila!!!" Raung asline begitu malunya dirinya menjadi tontonan pada bawahan Rayga yang memenuhi ruang santai ini.


Berkas yang digulung ia gunakan memukul dada kokoh pria itu,Rayga tergelak dan meraih tangan halus asline dengan lembut.


"Menggemaskan! aku ingin memakanmu sekarang juga!" Sentak Rayga mengering jahil.


"CIEEEE......JOMBLO...JOMBLO...MARI MERAPAT!!" Maxim yang menonton sedari awal langsung terpekik heboh sendiri.


"Nasib...nasib...big bos jangan nistakan kami!!" Gion menimpali dengan nada penuh kenakalan.


"Aku akan cari jodohku!" Raino berdiri dan berjalan keluar dengan wajah kesal,dia iri.


Dia juga ingin punya kekasih yang cantik!.


Raino mendesah dan keluar dari Resident Alzeus dengan wajah kesal.


Raider menggeleng, tersenyum simpul begitu mengingat wajah manis gadis-nya,gadis yang masih bermain tarik ulur dengannya.


Berdiri dan pergi mengikuti Raino.


Terkekeh, sepertinya melihat sejenak wajah gadis galak itu cukup menarik!.


Alarik terbahak,menyimpan Vidio luar biasa yang tertangkap oleh cameranya.


Momentum sang tiran yang sangat tidak masuk akal!.


Rayga sendiri menanggapi santai reaksi heboh dari para anggotanya,lebih senang lagi melihat wajah merona asline.


Sepertinya mulai kini jalannya akan semakin mudah!.


Pria muda dengan aura bak seorang kaisar.


Asline mendongak melihat sosok yang dikelilingi aura tenang dengan wajah tampan, ekspresi teduh dan bentuk tubuh yang benar-benar jantan.


Reyganta Alzeus....


Milyuner muda dengan tatapan tajam dengan iris mata sehitam malam..


Tatapan itu, dulu saat pertama kali asline bertemu dengan manik itu.


Hanya ada rasa takut,rasa terintimidasi dan perasaan seakan dipaksa tunduk dibawah kendali pangeran muda dari clan Wiguna itu .


Namun kini,entah mengapa semua tak seperti kenangannya dulu.


Asline menatap mata itu dengan wajah menengadah.


Tidak ada sorot tajam penuh intimidasi lagi.


Tidak ada aura menekan bak kaisar tirani.


Semua itu sirna.


Dimata pria itu hanya ada sorot mata teduh,aura yang asline rasakan adalah.


Seakan bersama Rayga,dia tak perlu takut menghadapi apapun.


Pria itu melindungi dirinya,menjaganya meski terkadang tingkah jahil sesekali kambuh hingga membuat tubuhnya panas dingin.


Grephhh...


"Ra... Rayga!" Asline terpekik saat tubuhnya diangkat ala bridal ke arah sebuah pintu putih di lantai satu itu.


Kamar tamu.....


Kamar yang bahkan menyamai kemegahan kamar utama.


"Rik...kau urus laporannya dan biarkan raider menandatangani.Aku akan bawa asline istirahat karena besok dia harus terapi lagi" Rayga bertitah dan Alarik hanya bisa mengangguk pasrah.

__ADS_1


Menolak juga tak berani,masih sayang nyawa yang hanya sebiji jagung.


"Asline istirahat dear..." Rayga tersenyum lembut,asline melingkarkan kedua tangannya dileher kokoh pria itu.


Rayga tersenyum simpul.


Asline terdiam,menutup mata meresapi aroma maskulin yang menguar dari tubuh jantan itu.


Aroma segarnya padang rumput berpadu dengan mint dingin dan coklat samar.


Aroma jantan seorang pria berkuasa!.


"Ra..Rayga...biarkan aku pakai kursi rodaku...pasti berat!" Asline terduduk menahan semburat merah di pipinya.


Meremas ujung dress rumahan yang ia kenakan.


Rayganta terkekeh gemas melihat reaksi manis dari gadis berdress soft pink itu.



Meraih kedua telapak tangan asline dan menggenggamnya perlahan.


"Kamu tidak berat dear...meski kamu menjadi gemuk sekalipun,rasanya tetap akan sama seringan bulu.Jangan cemas" Rayga menarik lengan asline dan mengecup pergelangan tangannya lembut.



"Berbaringlah dan tidur,tutup mata indah ini dan mimpikan aku" Jenaka Rayga begitu tubuh Asline ia pindahkan keatas ranjang.


Asline mengangguk kaku,terlalu malu atas perbuatan Rayga yang begitu frontal.


"Jawab dear...." Rayga berdiri bersidekap dada menatap geli gadis dengan wajah merona itu puas.


"I..ia" Asline menutup mata,memaki dirinya saat cicitan seperti tikus terjepit lah yang terucap dari bibirnya.


Asline berbaring cepat,berbalik memunggungi Rayga dan menutup erat-erat matanya gugup.


Terkekeh, Rayganta menggeleng gemas melihat kelakuan calon istrinya.


Eh?.....


Pria itu menggeleng geli sendiri.


"Asline....." Panggil Rayga dengan suara serak nan berat.


Menggigil.....


"Lihat aku....." Ucap rayga dengan tegas.


Asline berbalik badan dengan takut-takut.


"Ap-"


Cuppp.....


"Sleep well baby..." Rayga melenggang dengan wajah penuh kemenangan,berlalu dengan jempol yang mengusap bibirnya kala rasa dan aroma manis dari jeruk begitu terasa sampai ke hatinya.


Pintu tertutup dengan wajah syok asline yang menatap kearah pintu dengan manik membola horor.


Harus berapa kali ia terkena serangan jantung dalam satu hari?.....


"AAAAAA AAAAAA....... MESUM..... SERIGALA.....PRIA SINTING!!!!!!" Asline meraung jengkel.


Wajahnya panas....


Tubuhnya panas dingin...


Rayganta yang bersandar dengan kedua tangan bersidekap dada dibalik pintu terkekeh,Asline-nya sangat menggemaskan!.


"Bos...kau masih waras bukan? tolong...jangan tersenyum lagi....kau membuat bulu kuduk kami berdiri" Gion bercelatuk disertai anggukan kompak para anggota mereka.


"Kau mau mati?!" Desis Rayga geram.


"TIDAK!! BAIKLAH... TERSENYUM SAJA SAMPAI BULAN TUKAR TEMPAT DENGAN MATAHARI!!"


Gion berbalik dan berlari keluar begitu saja dengan wajah ngeri.


Sialan....


Pasangannya sudah tidak ada dan Serigala buas itu kembali seperti semula!.


Rayga melirik tajam kearah para inti yang masih menelaah situasi.


"Kalian ingin Sparing partner rupanya? baiklah tetap disini dan kutunggu di basemant arena" Smirk Rayga bengis.


Alarik,Diego,Maxim yang tersisa di ruangan segera menggeleng ribut,berbalik teratur dan berlari dengan wajah pias.


"Sialan serigala licik itu..." maki Alarik begitu keluar dari pintu dengan nafas terengah-engah akibat tarikan kuat maxim.


"Hah...hah...bedebah memang...ada asline dia berprilaku jinak seperti anak puppy!hah...hah...sialan seringainya itu!!" Maxim terengah-engah.


Gila...jarak ruang bersantai dan pintu utama setara dengan dua kali besarnya stadion sepak bola!.


"Host....host...host....Aku...tidak akan mengusik pangeran iblis itu jika....jika tidak ada pawangnya lagi!" Diego pundung dengan nafas memburu.



Ketiganya akhirnya pergi,memasuki mobil mereka yang terparkir apik disepanjang pelataran manor.


..........♣️..........


Disebuah tempat,dijalan sepi melewati London bridge.


Pria tampan dengan kancing kemeja terbuka dua bagian atasnya,sudut bibir sobek mengeluarkan darah dan kedua tangan yang kosong tanpa senjata.


"Hahaha...akhirnya kami bisa mendapatkan anugrah tuhan dengan kesempatan untuk membunuhmu tuan muda Ketiga Wiguna!" Raino berdecih sinis.


Sepulang dari pemotretan dan wawancara dengan majalah Forbes,dirinya harus menghadapi para tikus kurang ajar yang berani menghalangi jalan pulangnya.


Entah bagaimana dirinya bisa sampai lemas saat ini?!.


"Wanita sialan itu pastilah yang sudah memberikan obat bius! bedebah! jika aku melihatnya lagi,akan kupatahkan kedua tanganya.Bisa malu aku jika dilihat para inti...apalagi iblis tiran itu! mereka akan tertawa nanti!' Raino,pria itu menggeleng miris mengingat akan kebodohannya.


Andai saja ia tak percaya wanita cantik yang menawari minum setelah selesai wawancara ekslusif.


"Habisi pria sombong itu!! ketua akan senang jika kita bisa melukai tuan muda Ketiga Wiguna!" Seru ketua dari sepuluh orang pria yang menghadang Raino.


Bughhhh.....


Perkelahian tejadi,Raino menghindari meski kepalanya berdenyut keras.


Hingga.....


Duakhhh....


kesepuluh pria yang mengepung Raino tersentak kaget begitu ketua mereka terhempas dengan tiba-tiba.


"Well....siapa ini?"


Seruan bernada jahat terdengar,bukanya tatapan marah,mereka terlihat terperangah dalam lamunan kotor!.


...♣️...

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2