Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
G Vs V


__ADS_3

...Vote,like and komentar ya...



...🍂...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🍂...


Victoria tersenyum simpuls,gadis cantik dengan style yang begitu sporti itu nampak menghentikan laju mobil Ferrari milik raino yang ia pakai tanpa permisi itu tak jauh dari sebuah gedung megah pencakar langit.


Pusat bisnis dari salah satu pasar saham milik Wiguna properti.


Victoria terkekeh melihat sosok yang ia tunggu akhirnya keluar dengan raut wajah masam!.


"Hei..kenapa dengan wajahmu itu Raels?..apa karena aku menganggu acara makan siang romantismu dengan raider hingga kau memberiku wajah masam begitu?...." Victoria berucap dengan senyum miring menatap sosok sahabatnya itu.


Raels,yah.


Bahkan dirinya harus berdebat cukup panjang dengan raider agar pria itu melepaskannya pergi bersama Victoria.


"Bahkan hari ulang tahun panti tempat kita dulu tinggal itu masih ada dua hari lagi ria!!! kenapa harus buru-buru?! astaga kau membuat bayi besarku merajuk...." Hela Raels frustasi.


Victoria terkekeh geli,dapat ia bayangkan wajah tampan saudara kembar raino itu yang suram dan pada akhirnya melempar api permusuhan dengannya!.


Lucu sekali....


"Hahaha..come on Raels....aku tidak suka melakukan sesuatu dalam waktu terburu-buru, melakukan lebih awal akan jauh lebih baik.Sudah cepat masuk dan jangan pikirkan bayi besarmu itu!!" Kekeh Victoria menyeret raels memasuki mobil dengan cepat.


Dan disinilah mereka....


Great mall salah satu pusat ritel dibawah kerja sama Wiguna dan Wishnutama.



The Great mall palace!.


Kedua gadis itu berjalan dengan senyum cerah memasuki toko yang menjual berbagai macam mainan anak-anak,berlanjut memasuki toko peralatan sekolah dan pada akhirnya.


Kedua gadis itu berjalan dengan senyum cerah melihat satu mobil box berisi kebutuhan makanan dan mainan anak-anak yang akan dibawa langsung ke panti asuhan oleh pihak ritel.


"Woahhhh...kakiku akan patah jika berjalan selama ini! well.. bagaimana membeli beberapa pakaian baru?" Raels frustasi melihat binar cerah bak anak kucing minta dipunggut itu.


Inilah sisi lain dari Victoria.


Shopaholic sejati!.


Dan yah,Raels hanya menatap kartu hitam atas nama raino itu dengan miris.


Semoga pria itu kuat bekerja demi memuaskan kegilaan belanja sahabatnya!.


Begitu memasuki salah satu toko pakaian dengan brand ternama.


Manik Victoria berbinar begitu melihat sebuah dress indah yang terpasang di salah satu pajangan toko.



Brand ternama yang terukir namun motif dan juga warnanya yang lembut cukup membuat Victoria berfikir Raels pasti akan terlihat cantik dengan dress itu,seketika dirinya jatuh cinta.


"Tolong ambilkan dress itu!" Victoria berucap pada pekerja toko,dan mereka segera bergerak meraih dress itu,yang sangat kebetulan hanya tersisa satu-satunya ditoko mereka.


Tak lama setelah Raels masuk, Victoria masuk ke bilik yang lain untuk mencoba pakaian pilihanya juga.


Raels keluar setelahnya dan sungguh wajahnya penuh binar kepuasan.


Pelayan toko tersenyum dan menerima dress yang kini diserahkan oleh Raels untuk dibungkus.


Hingga..


"Woahhhh..bukankah itu sahabat dari sepupumu? membeli dress mahal disini hanya karena dia berhasil menjerat tuan muda kaya? tidak tau malu sekali ya...." Rael memutar tubuhnya kebelakang begitu mendengar suara penuh hinaan dan tawa mengejek setelahnya.


"Kau....." Rael tersenyum palsu,menatap ketiga wanita glamor yang dirinya tau pasti siapa yang berdiri paling depan.


.......🍃.......


Prankkkk...


Botol anggur itu hancur menghantam dinding .


"MAMA MENYURUHMU BERTINDAK CEPAT DEVANO!! ADIKMU KEHABISAN WAKTU! 7 HARI LAGI DAN KAU JUSTRU MINUM-MINUM DISINI BERSAMA SEKUMPULAN JA*ANG!!" Wanita paruh baya dengan penampilan high menerobos masuk kesebuah club private,dan meraung pada sosok pria yang diapit dua orang wanita setengah naked.


Ini masih siang dan anaknya sudah berbuat hina! meski ia tak perduli namun waktu memaksanya bertindak.


Patricia meradang!.


Devano bangkit dan melepaskan jeratan tubuh kedua wanita itu dari tubuhnya.


"Tenang ma...sebentar lagi Dev akan bawa dia untuk putri mama..tenang!' Devano menyerigai licik dan Patricia akhirnya mengangguk paksa.


"Mama tunggu..jika kamu tidak bergegas maka jangan harap mama izinkan kau menikahi nya!"


Patricia berlalu dengan kilatan dingin Devano.


......🍃......

__ADS_1


Toko pakaian itu terisi oleh hawa mencekam kala lima orang perempuan itu berhadapan sengit.


Victoria terkekeh rendah,menepuk bahu Raels mundur.


Raels berdecak,sungguh mengahadapi para putri manja yang terlahir dengan sendok perak itu sangat merepotkan!


"Grizela....kau sepupu tidak tau diri asline bukan? tidak kusangka lama tidak terlihat dilayar kaca wajahmu terlihat aneh begitu!! berapa banyak operasi plastik yang kau lakukan pada wajahmu?" Victoria berucap jenaka,memutari tubuh grizela dengan senyum miring.


Benar...


Ketiga wanita glamor itu adalah grizela dan kedua teman satu agensi nya.


"Diam kau miskin tidak jelas...!! menjauh dari teman kami!" Wanita bergaun kuning ketat disisi kanan grizela meraung jijik


Victoria terkekeh geli.


Grizela menatap dress yang hendak dibungkus oleh pelayan toko dengan manik berkilat.


"Apa yang kau lakukan?!! ini dress edisi terakhir dari Gucci! aku menginginkan dress itu berikan padaku!" Grizela meraung sengit dan meraih kotak penyimpanan dress yang baru setengah terbungkus itu dengan kasar.


Grappphhh..


Victoria menyerigai,tangan gadis itu lebih cepat bergerak dan menyimpan kotak itu dibalik tubuhnya dengan senyum hina.


Pelayan toko menunduk sesal.


"Maaf nona grizela..tapi nona ini yang pertama akan membayarnya anda tidak bisa memiliki dress ini lagi..." Ucap penjaga toko itu tertekan.


"Membayarnya?!..." Grizela mendesis jijik.


Grizella menatap penampilan Victoria dan Raels atas dan bawah.


Tidak ada pakaian bermerk hanya ada pakaian orang biasa setengah asal.


Tidak seperti gadis kota kaya lainya!.


"Apakah kamu tau dia mendapat uang dari mana sebelum membayar dress itu? Harusnya kau tidak membiarkan orang-orang tidak jelas ini membeli dari toko kalian ini!! mengotori nilai kerja para designer... lagipula aku ragu mereka mampu membayar..." Sarkas grizela puas melihat wajah geram keduanya.


Victoria yang hendak membalas tersentak kala wanita bergaun kuning tadi sudah mencuri kotak itu darinya dengan picik.


Dan wanita itu memberikan kotaknya pada grizela dengan cepat.


"Kembalikan atau kau akan tau akibatnya!!' desis Victoria tersenyum menyeringai.


"Kau fikir kau siapa berani menantang ku?! kau bahkan mungkin tak akan mampu membayar dress ini!!"


Dan tak lama setelah hinaan itu jatuh.


"Heh..sekarang bagaimana?" Victoria menyerigai licik setelah menjejerkan sederet kredit card diantas meja kasir.



Manik semua orang membola horor.


Tercengang!..


Siapa tak mengenal sederet kartu itu,terutama mereka yang hidup dikalangan sosial atas?!.


Kartu-kartu itu adalah kartu kredit ekslusif hanya bisa dikeluarkan oleh bank dunia hanya untuk para taipan kaya yang memiliki nominal uang melebihi digit bank nasional.


Dia menyentuh golden card!..


Melihat Balck card...


Dan bisa menggesekkan platinum card!..


Astaga.....!


Seberapa kaya orang dibelakang para gadis ini?!.


Grizela gemetar oleh rasa marah.


dibanding kartu miliknya hasil dari menjual tubuhnya untuk para investor belang itu,mereka tak lebih dari butiran debu dibanding satu saja kartu Victoria yang berdebit paling rendah!.


Apa salahnya? mengapa dunia sangat tak adil?!.


"Diatas langit masih ada langit,jadi....buka matamu itu grizela....jual diri saja bangga!!" Victoria berbisik sinis setelah memasukkan kembali kartu-kartu bernilai fantastis itu.


Setelah keluar dari toko, Victoria dan Raels mendengar jelas teriakan saat grizela jatuh tak sadarkan diri oleh kemarahan yang tak tersalurkan.


"Woahhhh..jangan bilang kartu itu milik raino?" Raels berucap horor.


Victoria terkekeh geli dan mengangguk tanpa dosa.


"Tentu saja...dompetnya terlalu tebal oleh kartu...aku curi beberapa tak masalah bukan? lagipula diakan kaya dan calon suamiku juga. jika dia pelit akan kucari pria lain!' Ucap Victoria terkekeh tanpa dosa.


"Kau ini......" raels menghela nafas panjang.


Sudahlah....


Lagipula mereka menang bukan?.


........🍃..........


Kediaman clan Lumiro


London pukul 6 petang....



Decakan demi decakan penuh kekesalan terus terdengar,wanita paruh baya yang masih terlihat cantik meski dengan rambut pendeknya itu tak henti-hentinya menatap sengit wajah frustasi putranya itu.


"Mi...tolonglah jangan lihat aku seperti itu terus?! aku merasa seperti tersangka saja disini!" Pria tampan dengan kaos hitam polos menyempurnakan penampilan santainya itu merenggut jengkel akan ulah sang ibu.


Amber berdecih,wanita itu sekali lagi melempar tatapan sinis pada sang putra dan suaminya yang kini juga ikut terkena dampak.


Berlalu menuju dapur menemui dua gadis muda kesayangannya.


Asline juga calon menantunya,Aira!.


Amber sebelum benar-benar pergi.


Plakkkkkk..


"ASTAGA AXEL...LIHAT BETAPA KASAR ISTRIMU!!!" alarik meraung setelah tamparan maut mengenai belakang kepalanya .


Axel mengelus dada sabar,tidak anak tidak istri setiap hari membuat kerutan diwajahnya semakin bertambah oleh tingkah mereka!.

__ADS_1


"Heh anak kurang ajar...kalau kau lupa istriku itu adalah ibumu bodoh! dasar punya otak tidak dipakai,pantas saja betapa lamanya Aira mau menerimamu..." Ejekan Axel sebelum berlalu tak perduli akan wajah gelap alarik,putranya itu.


"Dasar tua bangka!!" Desis alarik hingga.


Bughhhh...


"BAJINGAN MANA YANG BERANI MEMUKULKU DARI BELAKANG?! LIHAT SAJA AKAN AK-"


Semburan lahar alarik terhenti saat melihat siapa gerangan yang sudah memukulmu cukup kuat.


Manik hitam cantik itu menyorot tajam,sedang manik coklat lainya menatap geli.


"Ehhh...my ai...hehehe..." Alarik terkekeh kikuk menghadapi sorotan tajam Aira dibelakangnya.


Horor....


Sementara asline sibuk terkekeh dan berlalu mencari suaminya yang dirinya tau tengah sibuk ditaman belakang latihan menembak bersama Xain juga Gion.


Yah,vila Lumiro juga vila Luksius dan Smith berjarak dekat.Mereka bisa dikatakan bertetangga.


Hingga saat tau rayga tengah bertamu ke vila Lumiro,kedua tuan muda itu segera meluncur dari harus merasa bosan divila mereka sendiri tanpa kegiatan berarti.


Bisa dikatakan,man'times.


Dan disisi Aira..


Gadis itu melotot bengis.


"R..Ra...?" Sungguh alarik takut sekarang!.


"Apa?! kamu mau apa pada orang yang MEMUKULMU?!! mau fight?! sini!!!!" Aira menggulung lengan blouse yang ia kenakan dan sungguh wajahnya begitu mengerikan Dimata alarik kini!.


"Hehehehe..tidak Rara sayang...mana tega aku memukulmu....kamu saja yang pukul aku,aku rela...tapi mukulnya dengan cinta ya...diatas ranjang...." Alarik mengering nakal,menggaruk tengkuknya menghilangkan takut dan canggung.


Gila...


Maxim benar-benar guru yang hebat dalam tempat untuk belajar menggoda para gadis!.


Lihatlah wajah blusing Aira,si cantik pemarah yang selalu tersenyum palsu itu !.


Alarik tertawa iblis...


Plakkkkkk..


"ASTAGA AIRA!!" pekik alarik yang terkena tamparan wajah ditengah lamunannya.


Dan yah,Aira sukses membuat suasana hati alarik jungkir balik!


"Itu salahmu alarik..senyummu itu seperti setan! jadi jangan salahkah Aira jika memukul wajahmu biar kau sadar! kalau kau kerasukan siapa yang mau mengurusmu?" Alarik menoleh dan menatap sengit sosok cantik dan montok yang sibuk bermanja-manja dibawah dekapan sang Zeus yang kini melempar seringai mengejek.


Sialan....!


"Nah...kami sebelumnya ingin memanggil kalian makan malam...sekarang cukup main-main dan cepat panggil papi dan mami..kita makan sama-sama!" Asline bertitah dan diangguki oleh ketiga pria tampan itu,minus alarik yang menatap gadis cantik gradian itu sinis.


"Perlu kucongkel matamu...Rik?!..."


Brrrrrr..


Alarik menggeleng ngeri,sialan aura dewa iblis ini!.


"Awas jika kau mengatai buruk papi juga mamiku...KUPOTONG adikmu!" Alarik menoleh cepat pada sosok yang kini berbisik ditelinganya dengan senyum miring.


Alarik bergidik.


Tidak Aira tidak ibunya sama-sama titisan iblis betina!.


"Itu kedua orang tuaku juga sayang....." Alarik merengek saat Aira membela ayah juga ibunya tanpa perduli disini dirinyalah yang selalu ternistakan oleh tuan dan nyonya besar Lumiro itu!.


Nasib....nasib....


Malam pukul 7 tepat....


Ruang makan keluarga clan Lumiro...



Berbagai makanan telah terhidang menggugah selera.


Setelah para maid selesai mengatur hasil dapur asline yang tentu dibantu oleh Aira dan dua orang koki,kini semua sudah duduk dimeja makan.


"Woahhhh...aku tebak.....pasti semua masakan ini dominan dimasak sama saudari ipar asline?! yah..semua juga tau mami amber tidak bisa masak...dan Aira bahkan hanya tau membuat spaghetti sederhana....makan besar kita!!" Gion dengan santai bercelatuk heboh.


Asline terkekeh geli,ia membalik piring suaminya untuk dirinya isi dengan makanan.


"Xain..Gion.. makanlah,aku tau kalian suka udang jadi aku membuat udang asam manis.." Asline berbicara geli melihat binar kelaparan dari dua tuan muda itu,terutama gion.


Pria itu menatap seporsi besar udang yang terhidang menggiurkan dengan warna coklat berkilau oleh bumbu.



Terkahir kali mereka makan makanan rumahan besar adalah saat asline memasak di vila singgah rayga dulu,dan itu sudah beberapa bulan berlalu.


"Kau menghina mami Gion?! kalau begitu pulang sana mami usir kau dari sini!!" Desis amber kesal,yah.


Dirinya tau memang tidaklah tau sama sekali soal memasak!.


Tapi selama mereka punya banyak uang mengapa harus susah? minta saja pelayan mereka berurusan dengan dapur itu!.


Amber sangat tidak suka harus bertarung dengan minyak dan segala macam bumbu dapur menyengat itu!.


Amber sungguh jengkel melihat senyum jahil putra dari Gabriel dan dan Daisy itu.


"Sudah mi..jangan marah..asline dan Aira sudah menyiapkan masakan favorit semua orang!" Semua orang minus rayga menoleh kala sosok dengan pakaian santai terkesan asal menuruni tangga.


"Apa kabar acella..lama sekali tidak melihatmu!" Asline menyapa dan menggeleng melihat cara berpakaian saudari kembar alarik itu yang terkesan asal.


"Baik saudari ipar.. hm..senang sekali ada favorit ku dimeja makan" Acella membalas riang,duduk dan membalik piring dengan cepat.


Sungguh dia lapar..


"Baiklah mari makan dan jangan lupa syukuri nikmat Tuhan hari ini..." Axel membuka suara dan semua menunduk hening sebelum memulai makan.


...🍃...


...TBC...


Well..niat hati mau up banyak,apa daya otak tak sejalan 😅

__ADS_1


__ADS_2