
...Vote,like dan komentar ya 🌹...
...♣️.....♣️...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...♣️.....♣️...
Suara deru motor sport melaju kencang membelah jalanan senggang malam.
Manik yang terlihat acuh itu menatap lurus ke depan dibalik helm full face yang menutupi wajahnya,wajah cantik seorang gadis muda.
Ckittt.....
Tak jauh sebelum melewati London bridge, Motor sporty bewarna hitam itu berhenti dengan satu kaki turun menopang berat body motor besar itu.
Kaca helm gadis itu naikkan hingga menampakkan mata indah bergradisi sedikit gelap.
Menatap lurus ke depan dimana seorang pria terlihat menghadapi 10 orang pria berbadan besar dengan jaket denim dan sebuah masker menutupi mulut.
Wush....
Helm hitam itu terbuka,dan rambut hitam lurusnya meluncur indah bak air terjun yang mengalir dibalik punggung sempit berlapis jaket kulit.
Bip....
Getar ponsel terdengar dari balik saku jaketnya,meraih benda itu dengan tatapan lurus menatap perkelahian tak seimbang didepannya.
"Apa?" gadis itu berseru dengan nada penuh kemalasan.
"Misi sudah selesai bukan?! cepat kembali dan melapor pada Mr Kendrick! kau ini kenapa belum kembali ke kantor? cepat....!!"
Gadis bermanik coklat gelap itu mendengus kala telinganya berdengung akibat suara memekakkan telinga dari sebrang sana.
"Aku akan kirim kepala orang itu nanti subuh,semua bukti telah aku bakar! apa lagi? sekarang biarkan aku free!"
Tut.....
Gadis itu menutup sambungan telpon,melihat sebuah tas ransel yang tergantung di stang motornya dengan senyum dingin.
Killer!...
Itu adalah pekerjaannya sejak berusia 14 tahun hingga kini didirinya memasuki usia 22 tahun.
Turun dari motornya,melepas helm dan membuka sebuah bungkus permen karet dan mengunyah dengan seringai dingin kala melihat perkelahian didepan sudah mulai timpang meski pria yang terlihat hampir tumbang itu masih berdiri .
Berjalan dengan menyugar rambut panjangnya kebelakang.
"Sudah pecundang,main keroyokan! ck...ck...ck...malu sama tiang tegak dibawah kalian itu"
Suara lembutnya mengalun dingin.
Para pria itu berhenti bertikai dan menoleh kebelakang.
"Well...siapa ini?" Pria yang terlihat seperti ketua itu bertanya,bangkit setelah tendangan tiba-tiba yang ia rasakan hingga tubuhnya terhempas.
Gadis itu mendengus dingin.
Menatap kearah pria yang terlihat babak belur tak jauh darinya dengan malas.
Ketua dari 10 orang pria itu menyeringai,menatap kearah dada gadis itu yang terlihat mengintip kala resleting jaketnya terbuka sebatas perut.
Gadis itu terkekeh sarkas,berjalan mendekat dan kedua mata mereka bertemu .
Pria dengan alis terbelah itu bersiul nakal.
Hingga....
Bughhhh....
Uhukkkk......
Pria itu terbatuk-batuk seketika oleh hantaman tiba-tiba yang mengenai telak perutnya.
"Kemana matamu pergi?! pecundang seperti kalian terlalu rendah untuk disebut sebagai laki-laki! banci?" Gadis itu tertawa renyah,dan pria yang terduduk menatap semua itu dari atas terotoar seketika terkekeh,maniknya tak berkedip menatap kearah gadis asing yang datang tiba-tiba masuk dalam perkelahiannya.
Raino....
Pria itu mengelap darah diujung bibirnya dan menatap kearah gadis asing itu penuh minat .
"Hei...jangan ikut campur kau! sebaiknya jadilah gadis baik dengan tidak ikut campur dan temani saja kami bermain di hotel setelah semua ini selesai!"
Salah satu pria berjaket denim dengan sebuah tongkat baseball berseru menunjuk gadis itu dengan lidah yang menjilati bibir dan mata terarah bak menelanj*ngi setiap jengkal tubuh gadis itu.
"Ia nona manis...ikut saja bermain dengan kami pasti puas!"
"Benar..menyingkir dan biarkan kami menyelesaikan tugas"
Gadis itu acuh,tatapannya terarah kearah pria tampan yang terduduk lemas diatas terotoar.
Wajah tampannya terdapat lebam,bibirnya robek dan pakaiannya terlihat kacau.
Gadis itu tak menampik,meski wajah pria itu telah lebam namun wajah tampan dengan seringai menggoda itu tak mampu menipu mata!.
Dengan helaan nafas panjang,gadis itu berjalan mendekat dan menatap kearah pria yang nampak tersenyum simpul menatap dirinya.
Kini pria itu terlihat mulai berbaring tak perduli trotoar kotor menjadi alas tubuhnya.
"Sial kepalaku pusing!" Batin Raino jengkel.
Gadis itu berjongkok,tangan lentik itu terulur menyentuh wajah yang terlihat mata itu akan terpejam.
"Kau tampan.....tapi pria lemah yang kalah hanya oleh 10 tikus seperti ini hanyalah banci! " Ucap gadis itu yang sukses membuat manik Raino terbuka horor.
Apa......?
Sial......
__ADS_1
Raino menatap gadis itu tak percaya,jika saja gadis itu tau seberapa brutalnya dia dalam membunuh dalam keadaan prima dan sadar!.
Raino yakin,gadis itu akan menarik kembali kata-kata jahatnya.
Jangankan 10,50 orang akan ia tumbangkan jika tubuhnya dalam kondisi prima.
Berdiri kembali,gadis itu menatap 10 pria yang menatapnya linglung.
Ini mereka diacuhkan?....
Sialan.....
"Hei...kau pria lemah! apa kau masih bisa bangun dan kembali pulang sendiri? sungguh aku tidak mau repot!" Gadis itu melirik Raino yang mendengus oleh kata-kata sarkas itu.
"Hm....." Balas Raino tak niat lagi menyahuti gadis itu.
Raino ingin melihat,apa gadis ini cukup tangguh?.
Dilihat dari garis tubuh dan tempramennya, sepertinya gadis itu akan mampu mengurusi para tikus berandal itu,hingga dirinya punya sedikit waktu untuk beristirahat sejenak.
Gadis itu mendengus mendengar balasan acuh pria itu.
"Kalian mau menyingkir atau mati saja?!" Kembali menatap kearah para pria besar itu dengan wajah kesal,dirinya ingin tidur dan menikmati empuknya ranjang kesayangannya setelah misi berdarah yang ia lakukan selama tiga hari.
Gadis itu mengeluarkan sebuah short gun dan membidik dengan wajah tenang.
Bwahahahah.....
Raino mendengar tawa dari orang-orang bodoh itu.
Raino tau pasti senjata jenis apa itu.
Dan orang bodoh itu justru tertawa tanpa tau apa-apa? betapa kasihan.
"Puftttt...nona...jangan bergurau dengan kami...senjata mainan yang ayahmu berikan itu tak akan berguna mengancam kami...pulang dan katakan pada ayahmu,berikan senjata asli jika ingin bermain tembak menembak dengan kami! hahaha..."Ketua dari mereka terbahak-bahak.
"Benar...coba tembak...ini tembak hatiku dengan cin-"
Dorrrrr......
Brughhhh
Seringai picik Raino terbit.
Tubuh pria itu tumbang dengan jantung tertembus peluru berdiameter 9mm tepat.
"Kau meminta dan aku memberi.....indah bukan?!" Gadis itu berucap dengan suara bak lantunan melodi biola terindah yang pernah didengar oleh Raino seumur hidupnya.
"Bang*at!! bunuh gadis itu!!" Raung ketua dari para penyerang Raino kalap.
Gadis itu terkekeh sarkas.
Mereka meminta,dan dia memberi.Lalu apa salahnya?.
Sembilan yang tersisa segera mengeluarkan senjata mereka masing-masing,Raino melihat itu dengan manik berkilat dingin.
Membidik tanpa siapapun sadari.
Dorrrrr.......
Sepasang baretha kembar berwarna silver itu menembak laharnya dengan akurat.
Gadis menoleh kebelakang dengan manik membola.
Kalau pria itu punya senjata,untuk apa dia repot-repot berkelahi tangan? sinting!.
Gadis itu menggeleng miris.
"Kenapa?" Suara serak Raino sukses membuat bulu kuduk gadis itu berdiri.
Mereka tertembak tanpa mereka sadari.
Khem.....
Gadis itu berdehem canggung.
"Kau masih bisa pulang sendiri bukan? jangan cosplay jadi gembel disini...dan jangan membuatku susah memapah dirimu,bye....." Tanpa banyak bicara lagi,gadis itu berbalik bersiap pergi menaiki motornya.
Namun..
"Hai nona...kau sudah menolongku...menolong orang jangan setengah-setengah,kemari dan papah aku,mobilku disana dan aku tak sanggup berjalan sendiri!!" Raino berucap dengan licik,kelicikan yang tertutup sempurna dengan wajah dramatis.
Lemah tak berdaya!.
Sungguh omong kosong yang menjijikan jika para anggota apa lagi para inti mendengar ucapan dari second leader BE itu.
Tapi Raino tak perduli,ia hanya ingin mengetahui bagaimana reaksi gadis itu.
Gadis itu mengeram kesal,berbalik dan berjalan kembali.
Menatap kearah pria yang asik berbaring diatas aspal.
"Ck....kau ini pria,kenapa begitu lemah?!" Gadis itu mendumel,namun tak ayal berjongkok dan meraih satu lengan Raino dan memapahnya kearah sebuah mobil Lamborghini Aventador hitam yang terparkir tak jauh dari tempat mereka berada.
Raino terkekeh,menghirup aroma manis layaknya anggur paling memabukkan yang samar bercampur aroma darah.
Aroma unik yang sangat menarik.
"Tidak hanya wajahmu yang cantik...ternyata bibirmu juga sangat tajam ya...." Raino terkekeh namun.
Nyuttttt...
"ADUH!!" pria itu terpekik kala sebuah cubitan maut mendarat di perut sixpack miliknya.
"Selain lemah kau juga banyak tingkah ya!" Balas gadis itu sinis.
Raino terkekeh,wajah cantik gadis itu tepat didepan matanya kala dirinya menoleh sedikit saja.
Deg.....
Raino terpaku,maniknya tenggelam meresapi keindahan disampingnya itu,gadis asing yang memapah tubuh kekarnya meski tertatih.
Raino berdiri depan pintu kemudi,gadis itu telah melepaskan rangkulannya dari tubuh kokohnya.
"Sudahkan? selamat tinggal...." Berbalik dan rambut panjang gadis itu terayun mengikuti langkahnya menjauh.
Raino terdiam,menatap dengan seringai penuh arti, tubuhnya yang lemah seketika tegak berdiri.
Rasa pening dikepalanya masih berdenyut hebat.
Namun wangi tubuh gadis itu bak mantra penawar diatas obat yang bekerja padanya.
Meraih ponselnya dan mendial sebuah nomor.
Tut.....
"Kau sudah tau dan tidak perlu kuberi tahu bukan?" pernyataan santai Raino dibalas dengusan malas pria diseberang sana.
"Lalu kau mau apa?! obat rendahan seperti itu saja kau tepar! bagaimana menghadapi kaisar tua itu...kakek Rafendra! kau akan digantung jika tau kau kalah hanya oleh sebuah obat bius!" suara remeh terdengar mengejek.
Raino mencibir kesal.
__ADS_1
"Sudahlah...kurasa obat murah yang kau sebut itu tidak semudah kelihatannya...obat itu tidak berwarna...tidak berbau dan tidak berasa! jika tidak bagaimana aku bisa kecolongan?! cepat cari siapa dalang dari penyerangan ini...dan....." Raino menyeringai,menjilat bibirnya yang terasa kering.
Tenggorokannya seakan terbakar.....
"Baik...baik...kau ingin aku cari tau gadis asing itu bukan? bukan masalah...akan kudapatkan pagi ini!'
Tut......
Raino mendengus kala Alarik menutup telponnya begitu saja.
Sahabat laknat memang.....
Raino memasuki mobilnya,meraih sebuah botol kecil dan sebuah jarum suntik.
Dirinya harus segera menetralisir pengaruh bius ini sebelum kembali ke mansion.
Sudah cukup wajah tampannya penuh lebam dan ia tak ingin ibunya melihat tubuhnya lemah.
Bisa merepet mulut wasabi permaisuri dari Arion Drew leander Wiguna.
Ibunya merepet dan ayahnya si tukang bully.
Dan saudara kembar laknat yang suka menambah bensin diatas bara api.
Keluarga yang sangat harmonis bukan?.
Sialan......
Raino ingin menginap saja di markas, tapi....
Ya sudahlah.....
Pulang saja dan terima nasib
Dan akhirnya Raino pulang dengan berat hati.
........♣️........
Mansion megah itu terasa sepi.
Para penghuni telah menyelami alam mimpi dan hanya sederet penjaga yang hilir mudik memenuhi shif jaga mereka.
"Aman....." Raino masuk dan menghela nafas mengelus dada penuh kelegaan,memasuki dapur lantai satu dan membuka kulkas besar berisi berbagai macam kue dan minuman dingin.
Hingga.....
"AAAAAA ada maling!!! mami...papi.....Daddy...kakak.....ada maling!!!!! huaaaaaa!!"
Bugh
Bugh
Bugh
"Aduh!! berhenti....aku ini bukan maling! berhenti.....aduh astaga!! demi Tuhan!" Raino terpekik kala merasakan rasa sakit luar biasa menghantam tubuhnya kala sebuah sapu mengenai telak punggungnya.
"Mana ada maling mengaku maling! kamu berani....beraninya masuk ke mansion punya keluarga Archa ya?! nih....rasakan pukulan sapu dari Archa!!" Gadis cantik dengan piyama kelinci putih itu terus memukul dengan bringas.
Bughhhh...
Bughhhh...
"ASTAGA.....YA TUHAN SIAPAPUN TOLONG!!" Raino memekik putus asa.
Tak lama....
Seluruh lampu di mansion seketika menyala terang.
"Astaga Archa! hentikan sayang itu kakakmu!" Kayra memekik horor.
"Ya ampun Rion ...kenapa anakmu seperti gembel begitu rupanya!!" Kayra berlari memeluk tubuh kecil Archa yang masih asik mengayunkan sapu kearah tubuh kakaknya itu.
Rion terbahak tanpa dosa diikuti gelengan miris raider yang nampak baru keluar dari lift.
Arkansas berdecak kesal,meraih tubuh putrinya dan mengambil sapu ditangan kecil Archa dengan lembut.
"Sudah sayang...itu kakakmu,kak Raino!" Tekan Arkansas geli sendiri melihat manik bulat melotot archana yang menatap wajah lebam Raino dengan horor.
"Daddy bohong! kakak Archa itu tampan.....lalu gembel ini bagaimana bisa Dady sebut kak Raino?! mami lagi....gembel jelek,kucel dan maling makanan ini masa dibilang kakak Archa sih?! mana sini Archa tidak percaya!" Gadis mungil itu kekeh,ia menatap tajam wajah nelangsa Raino.
Jlebbbbb....
Raino tergugu pias.
Pria itu menatap sang adik dengan manik berkaca-kaca.
Sebegitu hancurnya image dirinya dimata sang adik?.
BWAHAHAHAHAH..
Pecah sudah tawa Rion dan raider.
Dua ayah dan anak itu tertawa dengan nistanya.
Kayra menggeleng miris menatap wajah putranya yang kini sudah kucel.
"Archa....ini benar kak Raino! lihat lagi...." ucap Raino dengan wajah nelangsa.
Archa melepas pelukan sang ayah,berjalan dengan ragu-ragu kearah Raino yang tengah didudukan kayra di sofa santai.
"Mana sini Archa lihat lagi...." Archa yang masih mengantuk mengucek matanya perlahan,menangkup wajah penuh derita Raino dengan kedua tangan kecilnya, manik bulatnya mengerjap polos.
"Kak Raino Archa tampan.... kamu jelek!" Ucap Archana dengan wajah polosnya.
Jlebbbbb....
"Sakit ya?! sabar no...sabar!!" Batin Raino jengkel.
"Apa lagi Cha?" Raider dengan jahil kembali bertanya dikala mode sang adik masih setengah sadar.
"Em....kak Raino modis...ini kucel seperti gembel! mana bau lagi...." Tambah Archana dengan gelengan mirisnya.
BWAHAHAHAHAH....
Rion kembali terbahak sembari mengebrak meja didepanya dengan desah miris kayra sang istri.
"Nasib begini sekali ya?!! sudahlah minggir kakak mau tidur saja..." Raino bangkit melewati tubuh Archana yang menatapnya dengan kerjapan mata polos.
Raino memasuki lift melirik ayah dan saudara kembarnya sinis.
"Yah....merajuk......" Kekeh Rion dengan sudut mata berair lelah tertawa.
Plak...
Satu pukulan kayra berikan di lengan suaminya itu dengan geram.
"Kamu itu jadi ayah tidak ada wibawanya! masa anak babak belur begitu kamu tertawa?! sinting!!" Kayra mengomel,Rion mengendik bahunya acuh.
Selama dirinya bahagia dan anaknya menderita,tak masalah bukan tertawa?.
Definisi ayah Dajjal memang!.
__ADS_1
...♣️...
...TBC...