Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
When you ready to go


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya...



...πŸƒ...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...πŸƒ...


Rayga...


Pria tampan berbalut toksedo putih itu menatap pantulan wajahnya disebuah cermin full body dengan manik menerawang jauh.


Bibirnya terukir lurus namun maniknya terlihat lembut.


Menghela nafas dan mulai kembali berjalan bolak-balik layaknya sebuah seterika yang tengah bekerja !.


Sungguh ekspresi wajah juga sorot mata sangat tidak singkron!


Bahkan beberapa pria berwajah tampan yang duduk diruangan yang sama menatapnya miris.


Mau bicara takut terkana lahar!..


Mau tertawa takut nyawa melayang!..


Serba salah!..


"Big bro...bisakah kau jangan bergerak seperti itu? kepalaku pening melihat ulahmu!" Raider,akhirnya membuka suara diangguki oleh para saudaranya yang lain.


Rayga melirik,menatap dingin dan kembali pada kegiatan awalnya .


Sungguh,dia dilanda serangan panik tiba-tiba!..


Tidak pernah terjadi! meski dia harus menghadapi belasan hewan liar yang dilepas sang kakek,atau musuh yang mencoba menghabisi nyawa!..


Rayga tak pernah gugup,namun ini!...


Keringat dingin membasahi telapak tangannya,berbagai spekulasi negatif menyerang fikirannya!..


Arshenio,Ryuga,alarik,Diego, Cristian sibuk bertugas diluar,sedang disini.


Maxim,Gion,Raino,raider,xain tengah sibuk ingin tertawa melihat kelakuan ajaib bos sekaligus saudara mereka ini.


Raider menghela nafas kala ucapanya bak angin lalu tak digubris!.


Raino menyikut Maxim yang sibuk terbatuk menahan tawa,sedang Gion dan xain sudah menunduk dengan bahu bergetar dalam tawa mereka!.


Yah,bisa dikatakan hanya raider yang waras dan mengerti rasa gugup saudaranya itu.


"Brother...calm down! kau seorang pria ,ingat?! jika kau gugup begini lalu bagaimana calon istrimu nanti? tarik nafas tenang....." Raider berucap bijak,Rayga menghela nafas.


Benar....


Tapi...


Deg...deg...deg...


Holy S*it!!!!


Rayga mengumpat kala jantungnya tak bisa diajak bekerja sama.


Bagaimana cantik asline nanti?...


Bagaimana senyum calon istrinya nanti?..


Bagaimana ekspresi manis itu nanti jika cincin janji suci mereka telah terpasang?...


"ARKHHHH....AKU GILA!!!"Sentak Rayga tiba-tiba hingga mengagetkan para saudaranya yang lain.


"KAU MEMANG GILA DARI LAHIR BROTHER!" Raino sontak menutup mulutnya yang tak sadar kelepasan,melotot horor kala melihat sepasang mata predator menatapnya buas.


Bwahahah....


Pecah tawa Maxim...


"Ma*pus kau no!!" Maxim terbahak nista,Gion bahkan sampai memukul meja kala melihat xain yang tersedak wine.


Wajah tampan putra Xander itu bahkan sudah memerah dengan manik melotot jengkel pada Rayga sang tersangka.


Sayang...


Mau marah tak berani,bukanya takut sekali.Hanya saja dirinya terlalu malas berurusan dengan manusia setengah es itu.


Sungguh xain tak sadar diri!...


"Kau oke Xain? minum dulu.." Raider memberi sebotol air mineral pada xain yang sibuk mengatur nafas.


"Sialan kau Ray! kira-kira kalau mau membuat jantung kami disko! " Raider menggerutu sakit sekali kepalanya menghadapi Zeus yang gugup ini,susah !.


Maxim berdiri setelah puas tertawa,berdehem dan menepuk bahu Rayga dengan senyum jenaka.


"Seorang bidadari akan menghampiri dirimu dude! kalau kau gugup lari sudah bidadari itu...Pagi ini masih dessert-nya,malam nanti baru main course-nya! " Maxim berbisik dengan seringai andalannya,mesum!.


Mencuci otak bosnya lumayan menarik juga!..


Sekali-kali menjadi dalang dan membuat bosnya layaknya boneka dalam hal cinta tak masalah bukan? Maxim terkekeh geli.


Rayga dalam diam menyeringai licik,benar juga!.


Sebentar lagi dia akan mendapatkan kucing kecil itu! kucing garang yang sudah susah payahnya dirinya jinakkan!.


Tak sabar rasanya menunggu kucing itu bertingkah manja dan malu-malu! bukankah akan terlihat sangat menggemaskan?.


Rayga tersenyum begitu dalam kala mengingat tubuh harum itu akan mendusel manja diatas tubuhnya nanti.

__ADS_1


"DAMN IT!!" Maxim melompat kaget kala Rayga tiba-tiba memaki keras tepat disamping telinganya .


"Brengs*k kau Rayga! telingaku kau jadikan korbanmu!!" Raung Maxim mengusap telinganya jengkel menatap wajah acuh Rayga.


Sabar...sabar....


Raino dan Gion,kedua pria itu tak berhenti tertawa melihat kelakuan Rayga juga dampaknya!..


Benar-benar gila!..


"Bisakah kalian tenang boys?! " Mata semua pria muda tampan itu menoleh kearah pintu masuk,disana seorang pria paruh baya tampan masuk dengan senyum mirisnya.


Rayga melirik acuh dan kembali untuk merapikan toksedo ya lagi yang terlihat sedikit berantakan akibat kelakuannya beberapa menit yang lalu.


Axel menghela nafas panjang,Rayga.Pangeran es ini benar-benar tidak bisa membuat orang lain senang!.


Terlalu acuh!..


"Baiklah boys..sudah waktunya! Raider bersiap dan Rayga..." Axel menyeringai licik.


"Papa sudah melihat calon istrimu,dia......." axel menyeringai puas menatap wajah penasaran Rayga yang tersembunyi dibalik wajah datarnya.


Sayang sekali,Axel tak bisa tertipu oleh wajah es itu.


"Dia bagaimana papa?? cantik? manis? bak seorang malaikat?! bagaimana papa??" Maxim semakin ikut dalam permainan membuat panas Rayga ,buat pria itu panas dalam rasa penasaran.


"Dia...." axel tertawa keras dalam hati, mempermainkan putra es itu lebih menyenangkan dari membobol data musuh!.


Para pria muda itu memasang wajah penasaran tingkat tinggi!..


Menatap wajah salah satu ayah mereka itu tanpa berkedip.


"Lihat sendiri.." Axel berucap tanpa beban lalu berlalu pergi bersama Gabriel yang terkekeh geli dibelakang saudaranya itu.


"Oh iya,papa lupa bilang..." Gabriel berhenti dan berbalik menatap wajah -wajah jengah putra-putranya yang menatap dirinya sinis.


Gabriel terkekeh,Axel yang berbuat dirinya yang terkenak imbas.


"Cepat sudah waktunya!" Gabriel pergi setelah melempar senyum geli melihat wajah-wajah muda nan tampan yang melempar senyum permusuhan padanya.


Sabar...sabar....


Kedua pria paruh baya itu sukses membuat naik pitam putra-putra mereka.


Rayga bahkan terlihat mengeram menahan emosinya.


Ayah-ayah tak berakhlak memang!..


Sudah dibuat terbang tinggi lalu mereka dijatuhkan dengan keras!..


Sakitnya itu bukan main......


"Papa setan!!" Gion mengumpat kesal.


"Dajjal !!" Maxim memaki sembari menatap pintu yang terlah tertutup itu dengan sinis.


"Tahan ya mama amber dengan pria kurang waras itu?" Raino menghela nafas dramatis.


"Kalau kata Diego pasti seperti ini ' Kita ini korban ghosting' " Xain membuat dua kutip dari gerak tangannya,raider tertawa renyah.Sungguh konyol!.


"Pemberi harapan palsu!" Raider berucap jenaka.


Yah,sekejam apapun mereka diluar sana.Tetao didalam lingkaran keluarga akan tetap hangat dengan candaan masing-masing.


Hening sesaat..


"Sudah beres tentang penyusup itu?" Rayga berucap dengan langkah menuju pintu keluar ,para saudaranya berdiri dari duduk mereka.


"Red Eagle kelompok arshenio dan IT forst yang dipimpin Alarik sudah berhasil menyingkap wajah penyusup itu!" Raider berjalan tepat disamping Rayga,disisi kiri.


Dibelakang keduanya ada Raino dan Maxim lalu Gion juga xain yang nampak memasang telinga tajam mereka.


Rayga tak bergeming,hanya menatap lurus ke depan,lorong dimana katedral akan terlihat setelah nya.


Raider menghela nafas,susah sekali membuat Zeus ini bicara lebih sedikit saja.


"Tapi tidak ada data personil dari wajah itu! sudah dapat disimpulkan... wajah itu adalah palsu..no identitas no person! artinya it just a mask!" Raino menyambung apa yang ingin disampaikan raider saudara kembarnya.


Manik Rayga berkilau dingin,bibirnya mengulas senyum dingin.


"Sidik jari! " Rayga berucap sebelum membuka pintu belakang yang langsung menuju altar suci.


"Hah? what do you talking about?" Maxim berujar tak paham.


Xain menepis kesal kepala saudaranya itu dengan keras.


Maxim melotot jengkel kala kepalanya keras berdenyut akibat ulah xain yang tak berakhlak.


"Dasar bodoh! diam saja kau!" xain menatap jengah wajah sinis Maxim.


Dirinya terkadang heran.


Bagaimana bisa Houston Intertaiment semakin berjaya sedangkan CEO perusahaan itu sendiri dipimpin oleh pria berotak udang seperti Maxim ini?!.


Sungguh keajaiban!...


Yah,fakta selain berotak encer dalam bisnis.Maxim ini adalah pria yang tak peka akan kehidupan!.


Fakta miris memang,bahkan sang ibu Jessi sudah angkat tangan akan kepekaan sekitar putranya itu.


Rayga menyeringai buas.


"Pernikahan..setiap tamu,selain undangan mereka..periksa sidik jari,wajah bisa dimanipulasi namun sidik jari dibawa mati!" Rayga menyeringai bengis kala mendengar xain menangkap jelas maksudnya.


"Bahkan 1000 wajah sekalipun...sekali aku menangkap bajingan itu! aku akan menghabisinya sendiri!" Rayga terkekeh dengan suara rendah yang menyeramkan.


Raino yang berjalan tepat dibelakang menggigil horor.


"Big bro..tolong kondisikan auramu..jangan sampai para pendeta itu akan kabur takut olehmu..apa nanti kata calon istrimu?"Raino berucap dengan senyum paksa,sial memang memiliki saudara dengan aura tiran sejati!.


.........πŸƒ..........


Arshenio bergerak cepat bersama Diego memimpin para anggota BE dan RE mengawal juga mengawasi para tamu.


Setiap mobil mewah yang berhenti akan dijaga ketat,tak satupun lolos dari sinar pemindai dari gerbang masuk katedral.



Anggota RE telah bersiap dengan senjata mereka,memasang posisi waspada karena acara pernikahan ini akan berlangsung satu hari penuh hingga pesta resepsi.


Mobil-mobil para tamu segera disambut oleh setiap anggota delta BE.



...( Abaikan wajah )...


Tak berapa lama iringan konvoi dari pihak kerajaan tiba,mereka dikawal langsung oleh Tim elit dari BE sendiri,mengingat bahkan yang menghadiri undangan sendiri adalah sang raja, ratu juga putra mahkota sendiri.

__ADS_1



...( Abaikan bendera )...


Segera halaman parkir Katedral telah dipenuhi tamu undangan,hingga area parkir diperluas lagi.


Mobil yang didalamnya duduk prince Brixton berhenti, Arshenio berdecak malas dan menginterupsi pada Ryu untuk bergerak .


Ryu membawa beberapa timnya menuju keluarga kerajaan,pintu terbuka oleh bodyguard dan prince Brixton keluar dengan wajah dingin penuh intimidasi.



Sedang mobil yang didalamnya raja dan ratu Brizian akhirnya berhenti dengan pengawalan ketat.



Sungguh pernikahan sederhana dengan deretan tamu luar biasa.


Sederhana?..


Sebuah mobil sedan hitam berhenti cukup jauh dari pintu masuk gereja,salahkan saja tak ada lagi tempat parkir yang tersisa dekat pintu masuk.


Tak lama sebuah sepatu pantofel kulit hitam keluar diikuti dua buah sepatu high heels berhak tinggi setelahnya.


Dante merangkul pinggang lucinda dan mengulas senyum manis yang sungguh terpaksa kala melihat siapa tamu-tamu yang menjadi undangan pernikahan keponakan mereka itu.


Grizela mengepalkan kedua tangannya menahan iri juga amarah.


"Kenapa?! kenapa jal*ng itu harus mendapatkannya semua berkah ini?!! anak yatim piatu kurang ajar itu!! bahkan aku melihat mobil dengan lambang kerajaan diparkiran para tamu! sialan!!!!!" Grizela memaki emosi,melihat berderet mobil mewah bernilai fantastis itu.


"Jaga ekspresi wajahmu zela....kau tidak lihat para pengawal itu?! sekali perintah atas ketidak senangan aslien saja..kepala kita bisa tertembus peluru!" Desis Lucinda akan kemarahan anaknya yang tak bisa disembunyikan.


"Jangan membuat ulah ditengah para pemimpin dan taipan kaya ini! papa akan cari cara memperkenalkan dirimu nanti kepada salah satu tamu taipan kaya itu! ingat..walau bagaimanapun,asline adalah sepupumu! kita bisa manfaatkan status itu mengambil perhatian orang-orang Borjuis itu!" Dante menyeringai licik,otaknya penuh rencana meraup untung!.


..........πŸƒ...........


Asline dengan diiringi para sahabatnya yang membantu mengangkat ekor gaun pengantin nya.


Berjalan dengan gemuruh jantungnya menuju katedral utama.


Hingga.....


Pintu masuk menuju aula tepat dihadapannya,para tamu telah masuk sepenuhnya hingga luar katedral kosong.


Dan disanalah kini asline bersama para Bridesmaids-nya berdiri,para sahabatnya.


"Tarik nafas Line....here we go!!" Victoria dan raels mengangguk tegas,kedua gadis itu mulai membuka pintu besar katedral.



Alunan musik merdu mulai terdengar dari kelompok simphoni yang disewa Rafendra.


Pupil manik indah itu bergetar,disana.


Didepan altar suci,berdiri pria yang sebentar lagi akan menjadi masa depannya.


Pria tampan dengan toksedo putih bak prince dari negri dongeng.


Tersenyum dengan manik tajam yang memerah menatapnya.


Asline tergugu,menggenggam erat buket bunga yang ia bawa.


Dan disana..


Dipojok altar,sebuah piano hitam elegan dengan seorang gadis remaja cantik bergaun putih bergradasi biru duduk dan mulai bermain dengan suara merdu.


...🎢🎢...


...Mmmm...yeahh.....


...I can read your mind...


...And i know your story...


...I see what you're going throught...


...Yeah.....


...It's an uphill climb...


...And i'm feeling sorry...


...But i know it will come to you...


...Yeah.....


Bukan,bukan hanya asline yang tersentak.


Namun para Wiguna famili,melihat princess mereka duduk dan bernyanyi disana dengan penuh penghayatan.


Bahkan Arkansas terdiam dengan pupil bergetar.


Rayga tersenyum.


Manik para tamu menatap sang pengantin wanita.


...Don't surrender cause you can win...


...In this thing called love...


...When you want it the most...


...There's no easy way out...


...When you're ready going to go...


...And your heart's left in doubt...


...Don't give up on your faith...


...Love come to those who believe it...


...And that's the way it is...


Asline terkekeh dengan air mata berderai,langkahnya menuju masa depan ditemani taburan kelopak bunga mawar putih.


Lagu yang dibawakan oleh putri bungsu clan Wiguna itu,sukses menggambarkan semangat yang ia butuhkan.


...TBC...


Besok El sambung,halaman tak cukup untuk 2000 word lebih...


So wait ya my reader....


Terimakasih untuk yang selalu kasih poin,like juga komen panjang...


Silent reader...like itu gratis jangan pelit dan buat El down dengan banyaknya silent reader yang numpang baca disini tapi pelit jejak!.

__ADS_1


Dan buat kakak Ningsih Gustia, terimakasih koin-koinnya😍



__ADS_2