
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote,like dan komen...
...🍃 Happy reading and keep health 🍃...
Berdiri di pintu masuk hotel,sosok rayga bak srigala buas yang memindai dalam kegelapan.
"Kak...."
Arshenio datang,mayor jenderal itu telah melepas jas pernikahannya .
Keduanya berdiri dibawah sinar rembulan dimana angin malam semakin berhembus membawa hawa dingin.
Arshenio menatap revolver berlapis perak ditangan kakak sulungnya.
Senjata api itu telah terisi penuh.
"Shen....kakak akan pergi...sebagai seorang ayah,tangis putri kecilku membuat hatiku tak tenang....kau tinggal disini....dari laporan papa Gabriel..." Arshen terdiam mematung,ini kali pertama dirinya bisa berdiri bersisian dan mendengar kalimat yang cukup panjang dari kakak sulungnya yang terkenal akan irit bicara.
Memilih diam menjadi pendengar.
"Racun persilangan black mamba dan black widow bukan racun yang bisa didapat dengan mudah.Seseorang harus punya akses black market untuk membeli bahkan untuk racun dengan dosis 5 mili.Kakak akan susul Raino kau bantu raider dan Maxim berjaga disini..Ryu dan Cristian sudah kembali kemarkas membawa dua wanita itu...sementara ini instingku merasakan bahaya jika kita semua terpencar...stay here..." Rayga menepuk bahu Arshenio,berlalu menuju parkiran demi menaiki salah satu mobil yang tak terpakai disana.
Arshenio menatap mobil Hurucan yang melaju meninggalkan area hotel,mobil dengan kaca anti peluru dan body berlapis baja.
Giginya bergemeratuk tajam,kedua tangannya terkepal dan hawa hitam menyeruak pekat.
Pernikahannya hancur!
Dan mereka berani mengancam keselamatan keluarganya ! .
Sudah cukup!.
Jika sang kakak turun maka apa dirinya harus berdiam diri? Arshenio meriah ponselnya.
"Sisir area hotel Mariot hingga radius 500 meter! pergi ke pulau Honshu dan cari siapa penanggung jawab black market dari hari ini sampai sebulan belakangan bawa dia ke barak militer! " Titah Arshenio geram.
"Copy that Mayjend!"
Tut......
..........
Rayga melajukan mobil dibawah sinar rembulan yang bersinar redup tertutup awan.
Mobil dengan kecepatan tinggi membelah malam semakin menjauh dari area kota menuju markas gelap Blood Eagle.
Semakin sedikit rumah-rumah penduduk,gedung perkantoran bahkan pertokoan disepanjang jalan mulai tak terlihat .
Rayga menatap lurus ke depan,mengendalikan stir kemudi dengan manik menyorot dingin.
Bayi manisnya terus menangis menatap sosok Raino yang pergi dengan kemarahan.
Rayga mencengkram stir kemudi hingga urat-urat lengannya tercetak jelas.
Masih butuh 2 jam lebih untuk sampai di tanah tersembunyi markas tempat dimana para musuh ditahan kemudian di lenyapkan hingga tak terdengar lagi oleh dunia.
Manik tajam itu semakin memicing,beberapa puluh meter dari jarak mobilnya.
Tiga buah mobil hitam melaju cepat dengan belasan motor trail mengejar sebuah mobil sport yang nampak melaju cepat didepan.
Itu mobil saudaranya! Raino.
Dorr.....!
Ckittt.....!
Lamborghini Aventador yang di kemudikan Raino sedikit oleng saat sebuah peluru menembak spion luar mobil itu.
Raino tak akan bisa membalas saat dia sendiri harus fokus menjaga kemudi.
Jalanan ini dipenuhi tikungan dan turunan tajam,maka dari itu markas dibangun diarea itu.
Rayga memicing,menginjak pedal gas dan beralih ke mode kemudi otomatis.
Waktunya hanya 10 menit hingga kemudi harus kembali ke mode manual.
Krakhhhh...
Rayga meraih senapan laras panjang,mengisi dua buah revolver dengan peluru dan membuka tas berisi bom mini rakitan.
Mobil didepan ditambah belasan motor trail yang mengejar bak tikus oenganggu.
Dari lirikan singkat,rayga dapat melihat tiga orang mengeluarkan separuh badan mereka dari mobil dan segera menembaki Lamborghini yang sudah dipenuhi noda bekas tembakan.
Sementara itu, orang-orang dari atas motor terus menghujam pedang berusaha melukai Raino yang fokus melaju setidaknya hingga markas dan mendapat bantuan.
Sayang sinyal buruk diarea ini hingga sulit meminta bantuan datang.
Brrrrrrmmmmm....
Ckittt...
Raino yang sibuk menjaga kemudi dan sesekali menembak dengan satu tangan.
__ADS_1
Terkejut saat sebuah mobil melaju disisi mobilnya.
"BROTHER!!" Raino memekik tak percaya atas munculnya rayga.
Rayga membuka pintu mobilnya dengan keras.
Kiri dan kanan!.
Brakhhh...
Booommm....
Duarr....
Satu motor sisi kiri jatuh,diikuti satu lagi di sisi kanan.
Segera motor yang melaju kencang itu saling bertabrakan dan meledak oleh sebuah bom rakitan yang terlempar tiba-tiba!.
Rayga berhasil menumbangkan 4 dari 15 motor trail dalam sekali gerakan.
Raino menatap tak percaya.
Begitu mudah?!.
Rayga menatap Raino dengan senyum menyeramkan.
"Kau menunggu apa? mau mati? cepat masuk!!!"
Rayga mengeram atas tingkah Raino yang justru menatapnya lingkung.
Raino tersentak,pria itu menatap kebelakang.
Body mobilnya sudah tak tertolong,para penembak itu kini bukan lagi memakai pinstol,namun senapan angin!.
Dorr......
Segera serentetan tembakan menghantam body mobil rayga yang sudah tak memiliki pintu depan.
Jika pengendara motor itu beralih target,maka rayga akan dalam masalah!.
Rion segera membuka seat belt.
Mengganti porsneling.
Wushhhh....
Dor....
Dor....
Dor....
Hujan timah panas segera terjadi saat tubuh Raino melompat kearah mobil Hurucan rayga.
Bagian pintu yang telah rusak kini,sebuah lempengan baja naik keatas menutupi bagian yang lubang dari mobil.
Segera...
Mobil itu kembali tertutup.
Transfer berhasil,Raino duduk dengan wajah lega.
"Bodoh!" Maki rayga yang dijawab wajah masam Raino.
Rayga melemparkan dua buah desert Eagle dengan peluru penuh.
"Buka sedikit dan tembak lihat dari pantulan spion!" Titah rayga cepat.
Raino mengangguk.
Rayga memegang stir dan satu senapannya mengarah pada lubang bagian jendela mobil yang sudah berganti jaring baja.
Dorrrr.....
Brakhhh....!!!
Dua buah motor jatuh dan saling menabrak.
Mobil dibelakang menghindar namun peluru lain menyusul.
Duasssshhhhh
Ban mobil tertembak dan mobil hitam itu segera berhenti hingga kepulan asap menguar dari dalam kap mobil.
Ckittt...
Rayga bermanuver.
Duakhhh.....
Segera,motor yang mengikuti dari belakang harus menabrak body depan mobil rayga dan terhempas hingga tubuh si pengendara melayang melewati mobil dan jatuh dengan kepala menghantam aspal.
Motor mereka ringsek dan tergilas roda mobil berlapis baja layaknya sebuah tank!.
Kembali,rayga membanting stir mobil berputar 360° dan pergi meninggalkan kemarahan pria-pria yang berada di dalam mobil hitam.
"Sialan! tangguh sekali!"
"Cepat habisi dan komisi kita akan berlipat ganda!'
__ADS_1
" Tapi aku tak melihat jelas..siapa yang mengemudi?! auranya sangat tajam!"
"Siapa perduli?! kita ini adalah kelompok yang sudah membunuh ratusan orang-orang penting dunia! takut apa ? ledakkan mobil itu maka selesai!"
Orang-orang didalam mobil hitam itu saling berkomunikasi lewat earpeace.
Rayga menatap saat kecepatan mobil bertambah dengan formasi berubah.
Jika awalnya motor menyerang serampangan.
Kini dua mobil tersisa berderet menjadi satu dengan motor tersisa menjaga didepan dengan senapan semua terarah kearah mobilnya.
Rayga mencibir dingin .
"Raino bereskan motor trail itu...ada senapan rundung di bagian belakang mobil,ambil itu! ." Rayga membuka kap atas mobil,Raino berdiri dan sebuah senapan rundung yang sudah dirinya genggam.
"Apa-apaan orang itu?! dari mana senapan itu berasal?!!" pengendara motor segera memekik dibalik helm full face.
Dorrrr..........dorr.................
Percikan api segera menerangi jalan gelap.
Raino menembak dengan bengis.
"Hahahaha rasakan ini!!!"
Tawa puas bergema digelap malam.
Duarr......
Motor trail itu tak bisa menghindari.
Segera jatuh dan meledak bersama-sama dengan tewasnya pengendara.
Benkkkkkk....!!
Ban mobil hitam meledak, kecepatan yang begitu tinggi membuat mobil itu tak mampu mengelak,mobil terbalik dengan posisi depan menghadap tanah!.
"lapor semua tak terkendali... rekan-rekanku tewas dan hanya sisa kami berempat didalam mobil!!"
"Aku tak mau tau! kalian sudah dibayar mahal bunuh mereka atau mati saja!"
Pengemudi terakhir menatap rekan-rekan yang duduk satu mobil denganya.
Segera,para penghuni mobil pertama yang tertembak ban-nya kembali dengan motor yang sebelumnya terjatuh akibat terhantam pintu mobil rayga.
"Kami akan menyerang kalian tabrak bamper belakang mobil itu!"
..........
Asline menatap bulan,gelisah dan menunggu suaminya.
Arshenio telah mengatakan bahwa rayga pergi menyusul Raino.
Bayi kecilnya,Zia.
Setelah hampir sejam menangis.
Akhirnya tertidur bersama para kakak bayi kecil itu.
Sedang putra sulungnya,Archer .
Bayi laki-laki yang tak pernah menangis selain saat ia lahir itu, telah tertidur nyenyak disamping laxross ,singa jantan itu seperti penjaga yang menganggap Archer sebagai tuan.
Arezian,bayi kedua ini justru tidur nyenyak ditengah televisi yang menyala memutarkan lagu twingkle little star.
Asline merasa perilaku ke tiga bayinya sangat random!.
"Arshen..apa ada kabar dari kakakmu? ini sudah hampir fajar.." asline bertanya kala Arshenio menghampirinya dengan segelas coklat hangat.
Para wanita telah terlelap tepat pukul 3 pagi.
Meski cemas, tubuh tak bisa lagi menahan lelah dan akhirnya dengan paksaan para ayah para wanita tertidur.
Kayra dan Raels tidur sekamar dengan menantu generasi ketiga lainya.
Sedang amber tidur bersama para saudarinya yang lain.
Anak-anak tidur satu kamar dengan para kakek mereka.
Asline berdiri di balkon aula yang telah kosong.
Hotel ini lantai 10 sepenuhnya menjadi area pribadi seluruh keluarga besar Wiguna.
Arshenio menyodorkan segelas coklat hangat dan Asline menerimanya dengan senyum samar.
"Kak rayga belum memberi kabar...mungkin mereka tengah mengurus sesuatu...tenanglah kakak ipar tidak ada satupun yang bisa menumbangkan kakakku dengan mudah! Sekarang tidurlah kakak ipar wajahmu sudah nampak lelah...kakak bisa tidur bersama Cha atau Sera.. Brixton menjaga Arezian di ruang santai ,Xain bersama Archer dan laxross bersama bayi sulung kakak itu..tidurlah kakak setidaknya jangan membuat kak rayga cemas" Ucap Arshenio kala melihat wajah asline yang mulai terlihat kuyu.
Asline meneguk coklat hangat ditangannya dengan perlahan.
"Shen..suami kakak belum kembali..dia pergi tanpa pamit pada kakak...tidak ada istri yang bisa tidur nyenyak saat suaminya pergi dalam keadaan seperti saat ini.Tidak apa..kakak akan tidur saat suami kakak kembali..." Arshenio menghela nafas pasrah.
Duduk disebuah kursi kayu dan menatap bulan menemani kakak iparnya itu menunggu.
"Kakak ipar...biar kuberi tahu...mungkin saja saat ini kakak sulungku tengah..ya..kakak ipar pasti tau kehidupan kami seperti apa? senjata...darah...kematiannya..siksaan bahkan setiap hari tak ada hari tanpa musuh! tapi kami selalu bertahan karena kami tau..ada yang menunggu kami saat kami pulang..jadi...kak rayga pasti kembali..jangan siksa diri kakak ipar dengan terjaga sepanjang malam dan berakhir sakit karena kurang darah! terjaga semalam itu tidak baik terutama kakak yang tengah dalam masa menyusui tiga orang bayi..tidurlah kak..." Kembali Arshenio membujuk.
Asline menatap bulan dan akhirnya mengangguk pasrah.
"Tolong minta seseorang bangunkan kakak saat suami kakak kembali...selamat malam menjelang fajar adik ipar..." Ucap asline disambut tawa renyah Arshenio.
__ADS_1
"Yah..selamat malam menjelang fajar kakak ipar..."
.....TBC.....