Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Story Of Generation


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya ❣️...



........☕.......


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


.........☕.........


Huft.......


Helaan nafas panjang terdengar dari sosok wanita paruh baya cantik yang kini menatap jengkel sosok suaminya.


Freya mendesah,wanita cantik itu duduk di sofa tepat disamping sosok James suaminya yang kini duduk menatap intens sosok gadis remaja seusia mungkin beberapa tahun dari keponakannya, Archana.


"Pa, sudah kembali ?" Pasangan paruh baya itu menatap tangga lantai dua dimana sosok Alarik turun dengan santai sembari ditanganya terlihat sebuah tab yang disana menampilkan sosok tegas Arkansas.


"Dad...Alarik tutup dulu,nanti akan Alarik lapor ke Mansion" Pria muda itu berhenti ditengah tangga dan pamit ragu pada sosok paruh baya yang menatapnya tajam dari balik layar gadget-nya.


"Baiklah tidak perlu lapor,Daddy akan datang sendiri sebentar lagi ke vila papa James kalian"


Tut....


Alarik mendengus,selalu seenaknya saja ayah mereka satu ini!.


"Archa sudah kamu pastikan nyaman tidurnya? sini duduk dulu papa mau penjelasan" James mengkode Alarik mendekat dengan lambaian tangannya.


Namun.


Manik hitam pria itu menatap satu sosok asing di kediaman salah satu papa-nya itu.


Gadis mungkin seusia adiknya yang terlihat lebih kurus dengan rambut sebahu.


Gadis itu menunduk tak berani menatap kala aura pria muda nan tampan itu tak bersahabat sama sekali,meski pria itu tak menampilkan ekspresi tidak sukanya dengan jelas.


"Maaf pa,Rik masih ada hal yang harus diurus di kantor.Mungkin nanti malam kami akan tiba saat makan malam,pamit ya pa...ma" Alarik menolak halus dan segera berjalan ke pintu keluar vila kala gadget-nya terus berbunyi sibuk.


Bahkan melirik gadis asing itu kembali ia enggan.


Dan James sadar akan sikap penolakan anak dari sahabatnya itu,Axel.


Hening......


Setelah suara mobil Alphard Alarik terdengar menjauh,kini James nampak kembali menatap sosok asing didepanya itu dengan wajah penuh arti.


"Jadi? bisa mama beri tahu papa siapa gadis ini? ingat ma...di dalam keluarga besar yang berhubungan dengan clan Wiguna,tidak ada orang asing yang bisa masuk tanpa alasan yang jelas" James menatap tegas wajah Freya yang terlihat mengangguk setuju.


"Ia pa,mama faham.Ini salsa,dia tadi yang menolong mama saat di jalan pulang tadi di cegat oleh beberapa preman! salah mama juga tidak diantar supir" Jelas Freya menatap wajah James dengan senyum lembut nya.


James mendesah dan mengusap wajah istrinya sayang.


"Jadi? bisa jelaskan mengapa gadis ini mama bawa pulang?" James duduk bersandar pada sofa dengan kaki bersilang lelah.


Benar,dirinya baru kembali dengan Arkansas dari luar negri dalam kebut sehari semalam akibat kasus Archa,dan saat pulang melihat sosok asing didalam tempat tinggalnya tentu saja James butuh penjelasan.


"Dia adalah anak yatim piatu berasal dari Indonesia pa,dia kemari karena beasiswa dan ingin berkuliah di Cambridge university.Tapi saat turun dari pesawat dia ditipu entah bagaimana dan akhirnya terlunta-lunta di jalan selama beberapa minggu dan tidak mampu kembali pulang akibat seluruh paspor dan data dirinya hilang,mama kasihan pah.Maka dari itu mama ajak dia tinggal disini untuk kedepannya nanti mama inginnya berunding dengan papa" Freya menjelaskan dengan sabar melihat reaksi takut dari salsa yang bahkan tak berani membuka mulutnya.


"Baiklah...kau boleh tinggal,tapi...jaga batasanmu "James bangkit dan berlalu pergi menuju lantai dua ingin melihat putri kecil mereka,yah.Archana putri kecil seluruh orang tua dari clan Wiguna.


"Maaf ya salsa,suami bibi memang termasuk orang yang sulit menerima orang baru" Freya sungguh kasihan melihat wajah sendu gadis muda didepanya itu.


"Tidak apa bibi,salsa paham apa status salsa disini" Salsa tersenyum manis dan menatap wajah keibuan Freya dengan malu-malu.


"Baiklah...bibi tinggal ke dapur dulu melihat para maid bekerja mempersiapkan makan malam,yah karena mungkin malam ini akan ramai karena putri kecil keluarga kami menginap disini,entah bisa jadi menginap atau tidak nanti,hahaha...gadis kecil itu" Freya melenggang setelah tertawa samar mengingat kelakuan ayah kandung dari gadis kecil Wiguna itu nanti.


Setelah kepergian Freya, Salsa menatap lantai dua dengan sorot mata.


Iri,mungkin?.


"Betapa beruntungnya gadis itu? mengapa bukan aku saja yang mendapatkan semua kasih sayang itu?! aku ingin lihat,gadis itu sebaiknya apa hingga suami bibi Freya yang begitu kaya ini sampai memperlakukan gadis itu sangat baik! bahkan menganggap dia seperti putrinya sendiri!! paman James,aku harus bisa membuat dia membuat diriku masuk dan menikmati semua kemewahan dan kasih sayang dari keluarga ini!!" Salsa tersenyum penuh arti menatap dinding yang terisi begitu banyak bingkai foto,foto yang terlihat begitu banyak pria muda tampan yang gadis itu tak tau siapa mereka!.

__ADS_1


..........🍷..........


Ceklek.....


James terkekeh melihat sosok putri dari Axel yang tertidur dengan tidak elitnya.


Tapi, bagaimana putri dari Axel itu bisa tidur di kamar khusus putri kecil keluarga besar Wiguna,Archana?.


"Astaga!! ini anak gadis apa titisan preman coba? tidur tidak ada anggunnya sama sekali!"


James terkekeh mendekati ranjang queen size tempat dua orang putri keluarga mereka tidur.


Archana dan Acella.


Acela tidur dengan begitu tidak elitnya.


Kaki pada posisi dikepala dan satu kaki yang menjuntai kebawah.


Selimut jatuh kelantai dengan sungai Amazon yang mengalir dari sudut bibirnya.


Puftttt......


James mati-matian menahan tawa melihat mulut kecil Archana terlihat menggerutu dengan mata setia terpejam.


"Ihhh...Daddy mau marshmellow!! tapi kenapa marshmellow-nya bau?" Archana mengingau dengan lucu dalam tidurnya.


Dasar maniak marshmellow.


Puftttt.....


James menutup mulutnya dengan telapak tangan sembari menatap iba kala satu kaki acella sudah hampir mendekati wajah adiknya itu.


"Nyam...nyam....ayam goreng mami Angel,nyam..nyam!!" Acella mengigau sembari mengigit lengan mungil adiknya,Archana tersentak kaget saat merasa tangannya begitu sakit entah mengapa?.


BWAHAHAHA......


James terbahak tak kuasa lagi,Archana terbangun dengan wajah kaget sembari memukul wajah kakak perempuannya yang masih santai mengigit lengannya dengan mata terpejam.


HUAAAAA...


"huuuuu...papa sakit!!!!" Archana menangis keras kala lengan putihnya memerah akibat gigitan tak berakhlak acella.


"Eh...kenapa...kenapa? !!" Acela bangun dengan linglung.


Archana sudah bangkit dan menerjang memeluk tubuh James yang masih tertawa tak berdosa.


"Hah...sudah..sudah...ayo bangun putri-putri papa,lukanya diobati dulu setelah itu mandi dan kita semua makan malam" James mengatur nafasnya lelah tertawa lepas melihat wajah linglung Acella dan wajah merenggut Archana.


"Pufff...masih sakit sayangnya papa? sini papa tiup nanti rabies lagi!" Gelak James sembari meniup lengan gigitan acella dengan lembut.


"Kenapa coba ini papa? rabies apa lagi? disini lagipula mana ada puppy !!" Acella mendengus masih tak sadar akan ulahnya selama tidur tadi.


"Kamu itu puppy-nya!! sudah sana bangun,anak gadis tidur seperti kerbau!!" Ejek James menatap puas wajah kesal keponakannya itu.


"Sembarangan!! nanti cella adukan papa James sama mama cella ya,enak saja putri nyonya Amber tralala...ini disamakan dengan puppy,tidak level!!" Cerocos Acella dengan gaya anehnya.


"Ya..ya..ya...suka hati kamu,sekarang mandi sana! lihat,liurmu menggenang membentuk pulau di sana! ck...ck..ck...Marilah Archa,pergi mandi dan bersiap,sebentar lagi Daddy kamu datang kita semua makan malam dirumah papa James!" James mengelus rambut Archana dengan sayang,ada mimpi apa dirinya semalam hingga putri manis clan Wiguna ini bisa berada di vilanya untuk ia manjakan.


Acella menyengir malu melihat noda sebuah pulau di bantal guling yang dirinya pakai,entah bagaimana posisi tidurnya bisa terbalik begini? Acella jadi malu sendiri.


Ayolah!!


Dirinya sudah 24 tahun,dan Archana sang adik bahkan bisa tidur lebih anggun darinya.


Sialan!..


..........🍷...........


Disebuah kamar tamu cukup faminim dengan nuansa putih pink disalah satu kamar di vila James.



" Aku sudah bosan hidup miskin!!"Monolognya saat puas melihat pakaian serba mahal yang kini memanjakan matanya.


Salsa mematut dirinya didepan sebuah cermin full body.Dirinya harus memberi kesan pertama yang baik saat keluarga besar Freya akan berkumpul nanti di vila ini.


Mungkin hari ini semua mimpinya memiliki keluarga kaya raya yang mampu memenuhi seluruh keinginannya akan tercapai.


Salsa tersenyum memandang pantulan dirinya didepan cermin.


Ia belum melihat wajah sosok dua gadis yang tadi naik kelantai dua rumah mewah ini.


Tapi dari foto-foto yang dirinya lihat di dinding penjuru vila mereka cukup cantik.


Tidak!.


Salsa tidak mau mengakui bahwa memang benar kedua gadis keluarga ini sangat cantik,terutama gadis yang usianya tak beda jauh dari dirinya.


Sementara itu......


Freya tengah menyisir dan menata rambut lembut putri Liora itu dengan sayang.


"Cella,kamu itu lulusan stylish dan fashion! coba kalau berpenampilan itu yang rapi,mana kamu itu anak gadis lagi,cela....cela....sudah tua juga kamu itu tidak berubah-ubah!!" Kesal Freya yang melihat Acela yang sehabis mandi justru berguling kembali diatas tempat tidur dengan kemeja dan celana panjang piyama yang benar-benar tak singkron sama sekali.

__ADS_1


"Malas mama,Cela pakai apa saja tetap cantik! style dan fashion cella itu hanya untuk costumer di salon dan butik,selepasnya ya seperti ini,free style!" Jawab Acela dengan santai,malas memperpanjang omelan kereta api sang ibu.


"Dasar kukang!!" Dumel Freya kesal sendiri.


"Archa mau mama gerai atau ikat rambut panjangnya?" Freya kembali sibuk dengan rambut putri kecil mereka.


"Ikat pony tail dua boleh ma?" Gadis mungil itu menatap lucu wajah gemas Freya yang balik menatapnya dari cermin.


"Bolehlah sayang...masa tidak! supaya makin cantik anak mama!!" Gelak Freya mencubit pipi mulus Archana.


Sungguh andai dirinya bisa memikiki satu saja putri seperti Archana!.


Angan-angan yang sangat menyakitkan kala ia harus terima fakta bahwa dirinya mandul,bersyukur suami dan seluruh keluarganya menerima keadaan ini dengan suka cita.


"Emmm...Cela, Archa.Mama boleh bicara sesuatu" Freya bertanya ragu-ragu pada dua putri kesayangan clan Wiguna family itu


"Mau bicara apa ma? bolehlah...masa tidak boleh!" Cela menjawab jenaka.


"Begini....hari ini mama membawa pulang seorang gadis yang usianya 2 tahun lebih tua dari Archana,mama harap kalian sebagai putri keluarga kita tidak sedih atau marah ya sayang...kalian akan tetap jadi satu-satunya putri keluarga kita.Namanya Salsabila Amanda,dia yatim piatu dari Indonesia yang menolong mama dari preman saat mama pulang berbelanja" Freya memandang wajah kedua gadis itu sedikit cemas.


Bagaimana jika kedua gadis ini tidak menerima kehadiran salsa?.


Bagaimana jika keputusannya membuat tuan besar Wiguna marah?.


Bagaimana jika semua ipar dan para tetua tidak menerima?.


Freya cemas,disisi lain ia terlalu tak sampai hati membiarkan salsa diluar sana seorang diri meski suaminya berkata akan membiayai hidup gadis itu.


Tapi,ini adalah negara asing dimana gadis itu tidak kenal siapapun.


Freya bimbang.


Mungkin merawat gadis itu selama beberapa tahun dan melepasnya mandiri sendiri setelah itu akan lebih baik.


Yah,Freya hanya membiarkan gadis itu menumpang sementara waktu.


"Kenapa harus sedih atau marah ma? Justru Archa senang kalau ada teman selain kak Acela yang terkadang sibuk! anggap saja Archa mendapat teman baru" Archana meraih tangan halus Freya,Archa tau ibunya satu ini memang orang yang tak tegaan.


"Salsa ya?" Acella berguman sembari menatap wajah manis adiknya penuh arti.


"Cela, bagaimana dengan kamu sayang? apa tidak apa mama bawa gadis lain untuk sementara waktu ini saja?" Freya menatap Acela dengan cemas.


Acela ini memang ceria dan bar-bar,namun kekerasan kepalaan dan sifat penolakan orang baru gadis itu hampir sama saja dengan para pria muda dikeluarganya .


"Terserah mama dan papa James saja, lagipula gadis itu akan tinggal sama kalian bukan? ya sudah...selama dia tidak melewati batas toleransi keluarga kita,cela tidak masalah" Freya mendesah lega mendengar jawaban putri Axel itu.


Ceklek.......


"kecil!!"


"Kakak!!!" Archana menoleh kearah pintu dimana sosok Raino dan Raider terlihat berdiri disana dengan setelan santai mereka.


Kaos dan celana jins panjang.


Hitam dan putih.


Grephhhh......


Gadis itu berlari menubruk tubuh tegap kakak kembarnya.


Raino mendengus,ini dia yang berdiri didepan mengapa dilewati seperti tak kasat mata?.


Mendengus kala senyum seringai Raider seakan mengejeknya.


"Sudah pulang kalian?" Acela bangkit dan berjalan memeluk tubuh Raino dan Raider.


"Makin jelek saja kau ce!" Raino terkekeh melihat wajah malas Cela.


Benar,gadis itu terlalu malas mengurus penampilan.


"Sudah...sudah..mari keruang makan, sebentar lagi pasti para saudara kalian datang juga ayah kalian yang lainnya" Freya menarik Archana dari pelukan raider dengan tak berdosa.


"Ma......" desah Raider jengkel.


Ia masih betah menghirup aroma manis stroberi dari tubuh adiknya,pekerjaaan menumpuknya butuh penawar lelah!.


Dan ibunya satu ini seenaknya merebut obat penawarnya dengan tak berdosa-nya!.


"Ma,tunggu sebentar" Freya yang sudah berjalan beberapa langkah berhenti,melihat wajah datar raider dengan helaan nafas panjang.


Sabar....sabar.....


Raino dan Acela berjalan bersama Archana meninggalkan keduanya dalam kebingungan.


Yah,terkecuali acella.


Archana? gadis polos itu tak akan mengerti .


"Siapa gadis itu?!" Wajah datar Raider benar-benar tak bersahabat.


.......🍷.......


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2