
...Vote,like dan coment ya 🌹...
...🍁 Happy reading 🍁...
Hari ini mansion besar Wiguna terlihat lenggang.
Rafendra dan Anggi belum kembali dari berlibur di Indonesia,tepatnya pasangan lansia itu menghabiskan waktu mereka di Bali.
Sedangkan Rion juga Kayra pergi membawa Archana untuk mengembalikan suasana hati buruk shura akibat beberapa waktu lalu terus menjadi korban kejahilan Raino,yah.Anak laki-laki yang biasa berbuat kenakalan dan menjahili orang lain itu akhirnya mendapat karma saat jiwa usil Raino bangkit!.
Sedang kembar R dari pagi buta sudah pergi mengurus ekspedisi besar yang akan menuju Rusia,mengingat masalah terakhir yang menyangkut hall of death.Maka Raider dan Raino turun langsung demi menghindari masalah saat pemimpin mereka sendiri sedang pergi dalam bisnis trip.
Sedangkan Arkansas,pria itu punya sedikit urusan bersama Brixton dan entah apa para penghuni mansion lainya tidak tau?.
Kini, Asline yang duduk sendiri di mansion mertuanya itu merasa bosan.
Dari semalam adik iparnya,Arshenio tidak pulang meski jendral muda itu sendiri tidak memiliki misi.
"Hufttt...bosan sekali! siaran televisi tidak ada yang bagus! Chanel satelit Indonesia isinya semua perselingkuhan terus....kalau aku punya suami model itu,sudah kutembak mati kepalanya! heran ya..di Indonesia apa lagi viral status plakor? jadi perempuan tidak ada harga diri sama sekali... bagaimana mau maju? yang ditonton semua isinya suami selingkuh...selingkuh sana selingkuh sini! istrinya lagi,bodoh sekali masa suami selingkuh dimaafkan terus! pintar sedikit kenapa? ck..ck..ck..kenapa jadi aku yang emosi?!" Asline membanting remote televisi ruang santai itu tanpa sadar.
"Santai kakak ipar....."Asline tersentak kaget saat suara jenaka seseorang terdengar dari belakang.
"Arshen?! sejak kapan kamu pulang dek? masuk tidak ada suaranya?" Asline terkekeh menyembunyikan rasa malunya akibat kedapatan marah-marah sendiri akibat sebuah tayangan televisi.
"Ya kakak nontonnya serius sekali..mana paket acara marah-marah lagi.apa coba yang bikin kakak emosi sendiri?" arshen duduk dan menyambar sebuah roti lapis diatas meja.
"Makan pelan-pelan saja Shen! bagaimana kakak tidak emosi? lihat serial televisi ini! Masa suami sudah tau selingkuh masih saja istrinya bodoh! ya suaminya selingkuh terus dibelakangnya...kalau kakak kamu Rayga bermain selingkuhi kakak! kakak tidak pake acara curiga-curigaan langsung saja pinjam Revolver milik Daddy dan kutembak burungnya!" Asline berucap dengan berapi-api.
Arshen bergidik sembari merapatkan kedua kakinya.
"Gila kak Rayga menikahi seekor singa betina! Garangnya! tidak kalah dari mami kayra..." Batin Arshenio mendoakan keselamatan kakak sulung nya.
Kruyukkk...
Tatapan pasangan adik dan kakak ipar itu bertemu,tak lama keduanya menarik pandangan kearah perut yang tertutupi dengan jaket armi itu.
"Hahahaha...kamu lapar arshen?" Asline tertawa dengan gelengan kepala geli melihat wajah memerah malu adik iparnya itu.
Arshen meringis,rasanya ingin sekali ia menenggelamkan dirinya di samudra Atlantik! Hilang sudah wibawa jenderalnya!.
"Hehehe..Aku lupa dari semalam memang belum makan kak!" Arshen tertawa canggung, asline menghela nafas setelah tawanya reda.
"Sudah berapa kali nenek,mami dan kakak katakan padamu? jangan suka terlambat apalagi lupa makan arshen! kamu itu seorang pemimpin, bagaimana jika kamu tumbang hanya karena maag kamu kambuh? tunggu disini kakak akan buatkan makanan!" Meski mengomel kesal, asline tetap bangkit dan menuju dapur khusus dibawah tatapan binar adik iparnya itu.
"Kakak memang terbaik!!" Arshen menjilat dengan wajah berbinar cerah.
Asline sampai menyipitkan matanya akibat cerahnya senyum jendral muda itu.
"Tidak perlu menjilat kakak! kakak akan tetap melaporkanmu pada mami..biar panas telingamu nanti!" Dengus asline sambil berlalu dibawah ratapan sabar arshenio melihat betapa pendendam kakak iparnya itu.
Harus siapkan mental ini..!
"KAK KALAU BEGITU AKU BERSIH DIRI DULU!"arshenio berteriak saat tubuh asline sudah tenggelam dalam pintu masuk dapur.
"IYA NANTI KALAU SUDAH SIAP KAKAK PANGGIL TURUN".Terdengar balasan dari balik pintu dapur .
Para maid dan penjaga hanya bisa menggelengkan kepala geli.
Jika bersama asline,seakan wibawa jendral seorang Arshenio lantak tak bersisa!.
Asline membuka kulkas besar dapur.
"Hm...waktu sarapan sudah lewat lama...tapi waktu makan siang juga masih beberapa jam lagi...masak apa yang buat arshen?" Asline menatap bahan-bahan masakan didalam kulkas.
Bibirnya tertarik ringan saat melaju beberapa butir telur ayam,sosis,bakso.
"Nasi goreng sepertinya bagus?!" Asline segera meraih semua bahan dan mulai mengolah dengan cepat.
Untungnya arshenio bukanlah seseorang yang suka pilih-pilih makanan,pria muda itu akan makan apa saja selama perutnya kenyang.
Profesi sebagai seorang prajurit militer menuntunnya untuk selalu bisa menerima apapun yang bisa dimakan selama makanan itu layak dan tidak beracun.
.........
Arshen turun setelah selesai membersihkan diri,kini pria itu hanya menggunakan kaos hitam polos ditutupi jaket kulit hitam dengan celana jins hitam serta sepatu kets putih.
Ada sebuah jam rolex berwarna silver melingkar apik di pergelangan tangannya.
Rambutnya masih terlihat basah dengan gaya acak-acakan.
Tampan......
Satu kata yang bisa tergambar dibenak para maid wanita yang menatap sang tuan muda penuh puja.
__ADS_1
"Shen..sini cepat makan sebelum makanan ini dingin" Asline memanggil dari arah meja makan.
Arshen tersenyum lebar dan melangkah cepat.
Perutnya sudah keroncongan dan dia butuh makan cepat sebelum pergi lagi.
"Rapi sekali.....mau pergi lagi?" Asline duduk dihadapan adik iparnya yang mulai duduk.
"Woahhh fry rice? so yummy!" Seru Pria muda itu dengan binar puas.
"Bukan Shen!!! omurice....jawab dulu pertanyaan kaka"Asline berdecak kesal,pria muda itu suka sekali membuat orang lain darah tinggi!.
"Hehehe..maaf kak,ya.Aku akan pergi setelah ini,ada beberapa hal yang harus ku urus.entah mengapa perasaanku tidak enak tentang Sera,jadi aku akan pergi melihatnya setelah ini!" Lirihan terlahir yang tentu saja tak didengar oleh asline.
"Kamu itu baru kembali... istirahatkan dirimu jangan kerja terus!" asline menasihati dengan sabar.
Arshen mengunyah makanannya sembari mengangguk saja.
Kalau dijawab bisa panjang narasi kakak iparnya itu.
Asline menatap intens wajah tampan adik iparnya itu,merasakan tatapan menyelidik itu.Arshen semakin menundukkan wajahnya tenggelam dalam makanannya berusaha agar ekspresi wajahnya tak terlihat oleh istri dari kakak sulungnya itu.
"Kamu.......tengah mendekati seorang gadis?"
UHUKKKKK..
Arshen seketika tersedak hebat saat satu kalimat telak terujur dari mulut kakak iparnya itu.
Asline dengan panik berdiri memutar meja makan dan menepuk punggung tegap itu panik.
Arshen terus terbatuk sembari memukul dadanya nyeri.
"Aduh Arshenio...kenapa sampai tersedak begini?! pertanyaan kakak hanya pertanyaan candaan dan kamu bereaksi hebat begini? kalau kamu mati tersedak kakak bisa dipancung oleh Daddy!!!" Asline dengan panik meracau tanpa berfikir.
Arshen yang wajahnya sudah memerah seketika mendatarkan wajahnya kesal sendiri.
Batuknya reda dan asline bernafas lega.
"Begitu enaknya masakan kakak sampai kamu makan buru-buru dan akhirnya tersedak?! tidak diragukan lagi memang kakak iparmu ini memang pandai memasak!!" Asline dengan bangga menepuk pundak arshenio dengan senyuman lebar.
"Kakak tau...?" Arshen yang sudah merasa cukup kenyang berdiri,menatap kearah kakak iparnya dengan wajah mengiba.
"Apa?" asline mengernyit atas ekspresi wajah arshenio.
Hingga...
"Masakan kakak biasa...saja.....hahahaha!!" arshenio dengan wajah penuh kemenangan berlari keluar setelah berhasil membuat wajah asline yang semula begitu bangga langsung jatuh tercengangnya .
"ARSHENIO!!!! DASAR LAKNAT KAMU YA!!" Asline menarik nafasnya mulai mengatur rasa jengkelnya.
Tersenyum saat bayangan pria muda itu sudah tak lagi nampak.
"Teruslah mengalihkan perhatian Arshen,kakak tau kamu sedang jatuh cinta! hahaha...dasar!" Asline tertawa renyah sembari menatap piring berisi omurice yang sudah bersih tanpa sisa.
"Biasa saja? dasar pembohong yang buruk!" Asline segera berlalu menuju pintu keluar,yah.Sebaiknya dia kembali ke Z Resident mengingat di mansion pun tak ada siapapun.
..........
Vila Sebasta.
Keheningan terjadi saat Sera baru saja menapakan kakinya kembali.
Setelah semalam Arshenio mengantarnya pulang,Sera yang melihat mobil Mikhael masih ada di depan gerbang vila Keluarganya akhirnya menelpon Langit dan memberi tahu bahwa dia akan menginap di rumah keluarga pria itu.
Keluarga Hudson.
Orang tua langit sudah begitu baik pada Sera,langit hanya anak tunggal sehingga kedatangan Sera disambut baik layaknya putri keluarga itu sendiri.
Dan pukul 10 pagi ini,ayah langit.
Robert Hudson sendiri yang mengantar Sera kembali,namun pria paruh baya itu tak masuk hanya mengantar sampai gerbang karena dia sendiri harus bergegas ke kantornya.
Wajah cantiknya seketika menjadi lebih dingin saat melihat adegan didepanya.
Di sofa ruang keluarga.
Ketiga kakak laki-laki dan ayahnya ,tidak ada satupun dari mereka yang berangkat bekerja.
Semuanya duduk dalam satu ekspresi wajah.
Dingin!...
"Akhirnya pulang juga kamu?!" Carol langsung menghardik putri kandungnya itu begitu melihat Sera .
__ADS_1
Aubrie menangis dengan terisak didalam pelukan Carol.
Nyutttt...
Sera merasakan sakit bak tikaman menusuk jantung,mata ibunya hanya ada kemarahan.Berbanding terbalik saat menatap Aubrie.Mata itu penuh kasih sayang dan pengertian.
"Apa ini semua Seravina?! katakan pada mama! Semalaman kamu tidak pulang...bersama dengan laki-laki asing dan bahkan melukai Aubrie hanya karena dia menasehatimu?!" Carol menjerit begitu marah.
PLAKKKK...
Sebelum bahkan Sera membalas.
Setumpuk foto dilempar keras oleh Carol tepat diwajahnya.
Sera menunduk,menatap belasan foto yang tercecer dilantai.
Foto itu diambil secara acak dan disana yang paling menonjol adalah foto dirinya yang tengah di gendong oleh arshenio,posisi wajah mereka begitu dekat seakan sesuatu hal yang tak layak terjadi begitu panas.
"ANAK TIDAK TAU DIRI!! KAMU MASIH REMAJA DAN SUDAH BELAJAR MENJADI PEL*CUR?!! SAYA MENYESAL MELAHIRKAN KAMU!!!!!"
Deggggg...
Sera yang masih linglung atas foto-foto itu sekali lagi terhantam betapa kasar dan beracun nya kata-kata ibunya.
Apakah wanita paruh baya itu tak sadar betapa hancur hati putrinya sendiri?.
"Apa yang kalian ingin dengar?apakah jika aku menyangkal kalian akan percaya? akan percaya bagaimana sifatku dengan tuduhanmu..mama?" Dengan getir Sera menunduk,berjongkok dan meraup semua foto yang beberapa telah diedit itu dengan tubuh gemetar.
Carol terpancing emosi,Aubrie yang melihat itu semakin kuat terisak.
"Hiks....Sera kamu jangan bohong lagi sama mama! Mikhael sendiri ada disana dan kamu tak menolak saat pria itu membawamu? hiks...Sera sebagai perempuan kita tidak boleh begitu mudah bergaul dengan laki-laki! pria asing itu...hiks...setelah semua anak-anak geng Alfalous?! Sera martabat seorang gadis akan rusak jika dia terlalu banyak bergaul dengan laki-laki! hiks..bahkan semalam kamu tidak pulang...aku dan Mikhael mencemaskan dirimu maka dari itu dia menginap disini...hiks..teganya kamu membiarkan teman-temanmu memukul Mikhael?!" Aubrie menangis keras dengan Mikhael yang memeluk tubuh wanita itu sembari melirik Sera dingin.
PLAKKKK.....!
Ricky bangkit menarik tubuh Carol saat tindakan wanita itu mulai lepas kendali.
Sera terjatuh dengan sudut bibir berdarah.
"APA?! YA AKU TAU INI SALAHKU YANG TIDAK BISA MENDIDIKNYA SEBAGAI IBU! TAPI APA PERLU DIA MEMPERMALUKAN SELURUH HARGA DIRI KITA?! DIA BERMALAM DENGAN LAKI-LAKI LIAR ENTAH SIAPA DAN BERANI MENGANIAYA AUBRIE?! DASAR TERKUTUK! LEPASKAN AKU RICKY..AKU AKAN MEMBERI PELAJARAN MORAL UNTUK GADIS HINA INI!" Carol meraung bak orang tidak waras,Sera berdiri kosong dengan senyum nanar.
Rimba,kakak sulung dari Aubrie itu meraih kedua bahu adiknya itu.
Mengguncang tubuh ringkih itu dengan geram.
"Katakan?! dimana kamu semalam dan apa yang kalian lakukan?!" Rimba mencoba sedikit lunak,rasa sakit tergambar saat melihat tatapan kosong itu .
Sera mengangkat wajahnya,menatap kakak sulungnya yang bahkan tak pernah pulang sejak pria itu berhasil membeli sebuah apartemen di pusat kota.
"Kak...Sera lelah....bisakah kita jadi keluarga yang normal seperti orang-orang diluar sana?tak ada sehari saja Sera tidak menerima cacian,tamparan bahkan tuduhan mama! papa sibuk kerja...kak rimba,kak Alger dan kak Ares...kalian sibuk sendiri-sendiri.Pernahkah kalian fikirkan Sera? pernahkah kalian tau bagaimana kepribadian Sera diatas semua tuduhan yang selalu mama katakan atas laporan Aubrie?" Sera dengan nafas tercekat berujar lirih.
Titik balik semua emosinya berkumpul menjadi satu.
Bukan hanya tidak mendapat kasih sayang ibunya sejak dirinya berusia 7 tahun,tapi kini ibunya.Ibu kandungnya bahkan menghina dirinya sebagai perempuan nakal?.
Betapa sakit dan hatinya tak lagi bisa bertahan.
Rimba dan kedua adik laki-lakinya mematung dengan ekspresi wajah tertampar.
Ricky menggeleng dan mendekati putrinya itu,namun Sera bergerak mundur.
Grephhh..
" Mama!!" Alger meraung saat Carol justru menyeret tubuh Sera kearah Aubrie.
"KAMU JANGAN BERFIKIR DENGAN MEMAINKAN EMOSI AYAH JUGA KAKAKMU,KAMU AKAN LOLOS DARI HUKUMAN! SEKARANG MINTA MAAF PADA AUBRIE JUGA MIKHAEL!" Carol menghempas tubuh Sera ,gadis itu berdiri dihadapan Aubrie yang duduk menangis di sofa .
"MINTA MAAF!!" Raung Carol memaksa.
Sera berdiri dengan wajah memerah penuh amarah,kedua tangannya terkepal erat hingga kuku-kuku itu menembus kulit telapak tangannya .
"Sera berdiri disitu...jangan menunduk pada siapapun!"
Deggg...
Sera mematung,tubuhnya kaku bak sebatang kayu.
Semua orang segera menoleh kearah pintu masuk.
Sera menatap sosok arshenio yang berjalan masuk dengan wajah menggelap.
Dibawah tatapan tercengang keluarga Sebasta,terutama Alger.
Mengapa jendralnya ada disini?!!..
__ADS_1
.....TBC.....
Seru? Kalau seru vote ya buat El makin semangat up tiap hari...komen yang panjang juga sepanjang jalan kenangan kita dari Wiguna season 1-3😘