
Hai.......
Bulan puasa ini part 21+ El sedikit blur ya...
Maaf El up lama juga,soal sekarang sudah mulai bikin kuker buat jualan hari raya nanti...
So...maaf ya semoga tetap terhibur🌹
...E...
...N...
...J...
...O...
...E...
...Y...
...A...
...N...
...D...
...H...
...A...
...V...
...E...
...F...
...U...
...N...
.........
Malam terisi oleh hawa godaan yang begitu berbahaya.
Sepasang garis romansa ciptaan Tuhan,keduanya terlarut dalam gelombang penyatuan yang begitu menggelora.
"Sekarang...jangan takut amour...biarkan aku memimpin...." Suara serak penuh gelombang panas pengendalian diri itu datang bak ombak menyapu pantai.
Tangan kokoh nan panas itu menjalar disepanjang punggung sempit nan mulus sang gadis.
Asline.
Gadis cantik dengan wajah memerah bak kelopak bunga itu terengah-engah kala tubuhnya perlahan mulai terjamah.
Bersandar pada tubuh kokoh yang begitu memabukkan dengan aroma hutan Pinus.
Rayga memeluk tubuh indah asline,memeluknya begitu erat seakan ingin menyatukan tubuh keduanya dalam malam panas yang hanya diisi keheningan.
Cup....
Asline menutup mata kala bibir yang terasa dingin itu mengecup keningnya.
"Jangan takut amour...aku bersamamu..." Suara yang terdengar membujuk dalam kelembutan yang tiada akhir.
Takhhhh...
Asline mengigit bibir bawahnya kala kait b*a miliknya terlepas sempurna.
Gadis itu bersandar sepenuh pada tubuh kokoh sang dominan.
"AKKHHHHH..." Segera,jeritan ditengah rasa yang begitu indah terdengar.
Sebuah gigitan akhirnya mendarat di leher mulus nan jenjang itu.
Bibir itu turun dan mulai bersarang dikedua gunung polos yang terlihat begitu montok dengan sepasang bunga sakura yang terlihat mekar merah muda.
"Lapar....."
"AKHHH....RAYGA!!" Asline memekik kala gigi yang terasa tajam itu mengigit ujung dadanya dengan ganas.
Rayga tenggelam dalam rasa yang begitu membakar akal sehatnya.
Wajahnya terbenam,bermain dengan ganas.
Pada titik ini,Zeus yang agung telah kehilangan akal sehatnya!.
Brukhhh..
Tubuh asline yang bersandar padanya didorong jatuh diatas ranjang.
Manik tajam itu menggelap dengan senyum miring yang mengerikan.
"Hubby.... ahhhh" Asline merengek dengan godaan manja yang terasa manis.
Rayga terkekeh rendah,wajahnya semakin turun dan terus turun.
"Ahhhhh....." Tubuh asline menegang dan bergetar hebat kala lidah panas itu menyapu kulit perutnya yang putih mulus.
Cuppp...
"Engghhhh..." Rayga kembali naik dan meruap bibir membengkak istrinya dengan satu tangan mencengkram lembut pinggang ramping gadis yang sebenatar lagi akan menjadi wanita nya.
"Apakah kamu menginginkannya amour...? jawab aku dengan manja..." Rayga terkekeh main-main,senyum nakal terbit dari bibirnya yang selalu terlihat lurus tanpa riak.
Melihat keadaan menggoda asline yang sudah terbakar, rayga tanpa sadar memiliki godaan menjahili istrinya yang sudah panas dingin.
Asline mengangguk ribut kala rasa pening yang membuat tubuh dan fikiranya melayang datang .
Masa bodoh!...
Srakh...
Pada akhirnya....
Suara kain terakhir yang menutupi tubuh atletis dewa Zeus itu terlepas.
Dan...
Pada titik ini,asline yang menatap pusaka tegak nan besar itu menjadi linglung.
Gadis itu terdiam dan fikiran kosong tak mampu berfikir lagi.
Cahaya lampu tamaram mendarat pada dua tubuh yang sudah dihiasi peluh.
Jlebbb.....
__ADS_1
"AKKHHHHH... RAYGA SAKIT!!" asline yang tenggelam dalam fikiranya akhirnya menjerit kala rasa sakit membuat seakan tubuhnya terbelah menjadi dua.
Rasa sakit yang luar biasa.
Rayga terdiam sesaat.
Cup....cup...
"Tenang amour...sakitnya hanya sebentar,percaya padaku hm..." Rayga berucap dengan geraman tertahan.
Sensasi rasa sakit yang luar biasa tak mampu ditolak.
"Bolehkan aku bergerak sekarang?" Rayga bertanya sembari mengecup kedua pipi yang sudah merekah merah bak kelopak bunga itu.
Asline dengan ragu mengangguk .
Dan pada akhirnya,hanya ada desah dan jeritan panas yang mengisi keheningan malam.
.
Di fajar yang mulai menyingsing,nampak dua orang wanita berbeda usia bertudung dengan pakaian serba hitam mulai memasuki kawasan sebuah vila bergaya modern klasik dengan mengendap.
Langkah demi langkah perlahan mulai melewati sistem keamanan dengan begitu mudah tanpa hambatan!.
"Syuttt....mom apa kita harus lakukan ini? bagaimana jika Zeus tidak waras itu tau? sungguh mom kita kembali saja...." wanita dengan tudung hitam dan masker berwarna merah gelap menarik tangan wanita yang satu lagi,keduanya berhenti melangkah dengan manik mengedar keseluruh penjuru vila.
"Tenanglah kayra! mommy hanya ingin pastikan malam tadi berjalan lancar atau tidak! kau tau mom hanya takut anak itu melukai cucu menantu mom karena tempramen nya!" Bisik wanita dengan usia lebih tua.
Benar...
Siapa yang mengira fajar seperti itu seorang Anggi sang nyonya besar Wiguna bersama menantu keduanya memasuki vila sang cucu dengan cara yang terbilang luar biasa!.
"Mom..bahkan aku sangsi kita bisa mencuri dengar!" Kayra menarik tangan sang ibu mertua sebelum keduanya mulai menaiki tangga.
Anggi mendengus jengkel akan sikap maju mundur sang menantu,bukankah yang memberi ide awal adalah kayra sendiri? lalu mengapa sekarang justru ingin mundur?!.
Wanita tua itu menepuk punggung tangan kayra dengan senyum berbahayanya.
"Sudahlah jangan banyak bicara atau mommy tidak sungkan mengajakmu mengelilingi mall seharian penuh!" Anggi menyerigai licik dan kayra segera diserang panik.
Sungguh,demi apapun dirinya benci berbelanja sampai menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk membeli barang tak berguna!.
Kayra benci berbelanja!..
Menggangguk lesu,kayra akhirnya menaiki tangga menuju lantai dua vila.
Menggunakan lift...
Lupakan saja karena benda itu berbunyi cukup nyaring!.
"Mom..tidak ada suara...." kayra berbisik begitu mereka berdiri dengan telinga menempel pada daun pintu.
"Anak kurang ajar itu pasti mengaktifkan kembali sensor kedap suara! " Anggi menyahut geram.
"Mom..kita kembali saja...apa kata pekerja nanti kalau mereka datang dan lihat kita mengendap seperti pencuri?!" Kayra sungguh menyesali ide gilanya saat ini.
Kriettt....
"MOM!! LETS GO OUT OF HERE..SOMEONE COMING!!" Kayra berteriak lirih tepat ditelinga sang ibu mertua,Anggi sontak tersentak kaget.
Suara pintu dari mana itu?!.
Segera,tanpa perduli kondisi horor kayra.
Anggi mengambil langkah seribu dan pergi tanpa perduli wajah shock kayra yang dirinya tinggalkan.
Dan begitu kedua wanita berbeda usia itu turun,sosok pria muda berwajah kalem keluar dari sebuah pintu diujung lorong lantai dua.
"Perasaan ada orang tadi? " Imanuel,sang kepala butlet vila rayga keluar dari ruang penyimpanan dapur disisi lantai dua.
Menatap sekeliling dengan bahu terangkat acuh dan kembali memeriksa stok gudang.
Pagi menyingsing cerah dengan kicauan burung yang saling bersahutan riang.
Dapur West vila Wiguna...
Tiga orang koki,para pelayan bagian dapur bahkan Imanuel.
Berdiri menatap horor sosok yang sibuk membalik pan khusus dengan hanya memakai kaos polos juga celana pendek.
Simple namun tidak pada carakternya!.
Rayga sibuk mengaduk cream soup dan beberapa menu sarapan pagi,menguasai dapur tanpa perduli wajah horor para maid juga butlernya.
"sttttt..apa matahari terbit terbalik?mengapa tuan muda bisa berada di dapur?!'"
" Kecilkan suaramu!! apapun yang dilakukan majikan kita para pelayan diam saja!"
"Aku tak percaya bisa melihat pemandangan seperti ini dipagi hari selama 5 tahun kubekerja untuk clan Wiguna!"
" lihat gerakan tuan muda! bahkan keterampilan kepala koki terlihat tak sebanding dengan bagaimana dia memasak!"
"Hmmm..aku mimisan!"
" Jika seperti ini para koki tidak berguna!"
Imanuel menghela nafas berat,mimpi apa dirinya semalam bisa melihat Zeus yang agung juga sombong itu mau memasuki dapur,bahkan memasak!.
Sementara itu...
Asline,gadis itu membuka mata dengan ringisan kesakitan luar biasa.
Bangkit perlahan demi perlahan,menarik selimut tebal yang kini menutupi tubuh polosnya .
"Ck...Rayganta Alzeus Theodore Wiguna! Orang itu....bukan manusia!!" Geram asline meratapi kondisi tubuhnya yang terasa hancur lebur tak bersisa.
Bahkan rasanya seluruh tulangnya berubah menjadi jeli!.
Tidak sekali...
Namun dirinya digempur habis-habisan sepanjang malam!.
Bahkan pria tiran itu melepaskannya hanya saat jam menunjukkan pukul 4 pagi!...
Gadis,tidak!.
Wanita,asline kini menyandang gelar sebagai wanita seutuhnya.
Dirinya bukan lagi seorang gadis!.
Wanita cantik dengan kantung mata gelap juga rambut panjang kusut itu menghela nafas kala menatap noda darah pada sprai berwarna biru itu.
Hingga....
"Sudah bangun amour? coba lihat aku membawakanmu sarapan!" Rayga berucap dengan wajah dipenuhi kebahagiaan tanpa dosa penyesalan sedikitpun.
__ADS_1
Terlihat jelas bagaimana seakan ada aura lingkaran bunga yang mengelilingi pria tampan itu.
Pria tampan itu bahkan begitu bahagia oleh rasa puas akibat penyatuan semalam,yang bahkan kini ia sadar atau tidak akan perubahan wajah istrinya .
Sebuah kereta troli dengan dua porsi pancake buah serta dua cangkir kopi serta susu hangat terlihat didorong sendiri oleh sang Zeus memasuki kamar.
Rayga menarik table mini diatas ranjang tepat dihadapan sang istri yang menatapnya linglung.
Aroma manis dan pancake hangat dengan lelehan madu serta potongan buah segar dilengkapi dengan segelas susu full cream hangat tersaji dihadapannya.
Mengangkat wajah saat merasakan sisi dihadapannya bergerak.
Sang Zeus terlihat menaiki ranjang dan meletakkan sarapan untuknya juga.
"Aku tau kamu belum sanggup turun dan berjalan untuk meraih sarapanmu sendiri..jadi aku melayani dirimu sebagai suami yang baik" Rayga dengan senyum manis meraih tangan sang istri hingga asline kini memegang garpu juga pisaunya.
"Siapa yang membuatku menjadi seperti ini?!" Sinis asline menatap wajah tak berdosa suaminya dengan geraman tertahan.
Rayga terkekeh kikuk,Asline mulai menusuk pancake dihadapan dengan tatapan menusuk kearah suaminya yang melempar senyum manis tak berdosa.
Meski menggerutu asline terlihat makan dengan begitu lahap.
Rayga terkekeh geli, asline terlihat begitu lucu dengan pipi menggembung penuh makanan dan wajah marahnya itu.
Pria tampan itu duduk berpangku tangan menatap intens wajah lucu yang makan begitu lahap seakan tak ada hari esok.
"Hm..koki sangat hebat! pancake ini begitu pas tanpa rasa manis berlebih!" Asline berucap riang.
Melupakan rasa marahnya kala rasa lapar menang.
Hingga.
"Bukan koki...aku yang memasak semua ini.."
Uhukkk.....
Begitu selesai berucap,rayga dihadiahi asline yang tersedak hebat .
"Pelan sayang...tidak ada yang akan merebut makananmu!" Rayga tertawa renyah sembari meraih tisu dan mengusap bibir istrinya lembut .
Blushhh...
Asline tertunduk dengan wajah memerah malu.
Sialan Zeus cab*l ini!!!...
Asline melirik malu-malu,dibawah kekehan geli sang Zeus.Wanita cantik itu seakan kehilangan arah.
Dan harga diri!...
Diam-diam,rayga menggeser set meja mini miliknya,dibawah ketidaksadaran istrinya.
Pria itu mendekat,dan semakin mendekat.
Deggg...
Asline melotot horor kala bibirnya tanpa aba-aba telah tertutup sempurna oleh bibir dingin dengan sentuhan kenakalan itu..
Diantara sentuhan panas yang datang tiba-tiba.
Sebuah lidah menyapu masuk dan menarik keluar pancake manis yang baru saja masuk kedalam mulutnya dan tentu saja belum sempat dirinya kunyah!.
Meledak!..
Ada sengatan listrik bertegangan tinggi saat lidah itu memainkan lidahnya dan memaksanya menelan separuh pancake yang dimana telah raib separuhnya kedalam mulut sang Zeus...
Deg....deg...deg...
Jantung asline berdentum kuat,cepat dengan ritme brutal.
Kedua tangannya tanpa sadar terulur hendak mendorong iblis ca*ul yang sayangnya berwajah tak manusiawi itu.
Namun...
Begitu selimut yang terbalut itu tanpa sadar melorot jatuh!.
Asline tak sadar kala manik Zeus tampan itu menggelap melihat pemandangan indah nan menggoda dari tubuh polosnya!.
Rayga mundur,menyeka sudut bibirnya yang terhias basah dan mulai menjilat ujung bibinya dengan manik berkilat .
"Aku suka sarapan ini...tapi aku lebih suka...."
Deggg..
Tubuh asline menegang,tapi semua telah terlambat saat dirinya menyadari kondisinya!.
Zeus itu membungkukan wajahnya,mendorong set table asline dan menerjang tubuh manis itu sekali lagi!.
"Tapi aku lebih suka makanan ini...susu murni hehehe!!"
" RAYGA!!!!!" Pada akhirnya,Asline hanya bisa berteriak kesal sekaligus kaget akan kelakuan suami cab*l ini!.
Jelas-jelas pria ini adalah dewa Zeus yang terhormat juga tak tersentuh oleh pesona wanita manapun!.
Tetapi....
Mengapa pria itu sejak awal selalu bersikap layaknya seorang perampok yang selalu mencuri keuntungan dari ketidaksadarannya?!.
"RAYGA KAMU BANDIT JAHAT! LEPASKAN AKU!! BERAPA BANYAK LAGI TANDA YANG INGIN KAMU BUAT DITUBUHKU?!! AKKHHHHH..RAYGA IBLISH JAHAT JANGAN GIGIT ITU!!" Asline menjerit kesal sekaligus, entah melihat kelakuan rayga kini dirinya ingin tertawa atau menangis?!.
Mengapa pria ini tidak pernah merasa lelah setelah semalaman penuh menghabisi setiap jengkal dirinya?!.
"Hahaha...Dihadapan istriku yang cantik...aku tak masalah menjadi penjahat yang gila!!" Rayga tertawa rendah,terus mengigit setiap jengkal kulit cantik istrinya dengan liar.
"Istriku yang cantik...sebaiknya diam saja aku masih merasa lapar sejak merasakan hidangan nikmat semalam darimu...aku lapar...dan terus lapar!!! hahaha" Rayga benar-benar gila!.
Asline terus gemetar disetiao sentuhan panasnya.
Ranjang itu kembali diterjang badai,hembusan AC yang dingin pada kekuatan maksimal tak mampu mendinginkan panasnya tubuh sang dominan.
Salahkan saja mengapa asline begitu menggoda dengan setiap jengkal tubuhnya yang cantik!.
"Rayga kuperingatkan! kamu tidak boleh terus menindas ku diatas ranjang ini!!" Asline tanpa sadar merengek dengan putus asa.
Sungguh dirinya lelah!..
Namun rayga yang mendengar rengekan manja dengan wajah memerah bak kelopak bunga itu bukannya berhenti,pria itu semakin merasa lapar oleh makhluk cantik nan menggoda dibawahnya itu!.
"Aku mendindasmu?! sungguh sayang...aku akan membuatmu melihat sekali lagi,apa itu menindas!" Rayga menyerigai dengan licik dan aura mendominasi menguar membuat semua niat mencaci asline kembali tenggelam dalam fikiranya .
"AKHHHH...SETAN CA*UL KAU RAYGA!! JANGAN TARIK ITU DENGAN GIGIMU!!"
Yah,pada akhirnya Asline hanya bisa menjerit keras kala Zeus itu memainkan dada dan seluruh tubuhnya dengan ganas...
__ADS_1
...🍃...
...TBC...