
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote,like dan komen...
Banyak sekali ya spekulasi tentang part kemarin,tapi El mau kasih tau sesuatu....
Semua salah! hahahaha.....
Dan untuk Mateo.
Dia tidak akan jadi musuh baru Rayga,tenang saja so..mari menyelam sambil minum air,mari membaca sambil nikmati👋
...🥀...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...And...
...Keep spirit...
...🥀...
...# Flash back on #...
18 tahun yang lalu...
Hujan deras menyelimuti kota Moskow Rusia,disebuah taman yang terletak tak jauh dari alun-alun kota.
Seorang anak laki-laki,dengan wajah tampan yang tertutup topeng separuh wajah.
Terduduk dibawah guyuran hujan sembari menengadah menatap langit yang begitu gelap.
Helaan nafasnya terdengar keras,menutupi kekesalannya.
Salahnya juga hingga terpisah dari rombongan orang tuanya, meninggalkan tas berisi ponsel pintar yang mana terdapat pelacak disana.
Alat yang membuatnya selalu dalam pantauan para penjaga yang ditugaskan kedua orang tuanya.
Menjadi anak tunggal satu-satunya ditengah keluarga yang begitu tersohor juga berkecimpung didalam dunia bawah membuatnya selalu kesepian juga rentan bahaya.
"CK...sialan! kemana aku harus pergi?! aku tidak mengerti bahasa negara ini...aku juga lupa di mana tempat pesta itu berada! mengapa kau sangat bodoh Teo?! harusnya kau jangan mengikuti orang asing yang terlihat mencurigakan itu tanpa persiapan!" Mateo,yah.
Sosok kecil dengan seluruh tubuh ternoda cipratan darah yang telah terguyur hujan itu bergumam jengkal.
Noda darah dari orang-orang yang sudah membuatnya terpisah dari rombongan orang tuanya.
Anak laki-laki berusia 10 tahun itu mengusap wajahnya frustasi.
Hingga....
__ADS_1
"Nak....kenapa kamu disini?"
Mateo terdiam,kala mendengar suara lembut seorang wanita menyapa gendang telinganya.
"Kakak...main hujan itu tidak baik..nanti sakit.."
Deggg...
Mateo yang sedang menengadah segera menolehkan wajahnya kesamping.
Seorang wanita dewasa dengan seorang gadis kecil yang tengah wanita itu gendong berdiri di samping kursi taman yang ia duduki,dengan payung berwarna biru.
Mateo terdiam dengan perasaan tidak tergambar.
Rasa hangat entah bagaimana mengetuk hatinya kala mendengarkan ucapan lembut wanita dewasa itu.
"Nak...aunty bertanya padamu" Wanita dewasa itu mengusap pipi Mateo yang terdapat noda darah disana dengan tatapan khawatir.
"Apakah ini rasanya dicemaskan oleh seorang ibu?"
Batin Mateo mematung.
"Kakak...kakak kenapa diam?" Dan gadis kecil digendongan wanita itu bertanya dengan tatapan polosnya.
"Kamu tidak mengerti apa yang aunty katakan? sepertinya kamu bukan dari negara ini? kamu dari mana? sebutkan saja negaranya mungkin aunty bisa membantumu?"
Wanita dewasa itu bicara secara perlahan,namun hanya satu kata yang Mateo pahami.
Country!.
Negara?!.
"Amerika.." Mateo berucap untuk pertama kalinya sangat sopan.
Wanita dewasa itu tersenyum teduh,menarik satu tangan Mateo dan Mateo dengan tak sadar mulai berdiri.
Dirinya yang tak pernah menganggap keberadaan orang lain,apalagi sampai disentuh sembarangan oleh orang asing.Untuk pertama kali menurut dengan wajah memerah malu.
"Amerika...baiklah sekarang aunty akan bicara dengan bahasamu agar kamu mengerti" Mateo akhirnya mengangguk,bahasa Rusia sudah berganti dengan bahasa negara yang ia pahami,Amerika latin.
Mateo menatap gadis kecil itu teduh.
Teduh? jika kedua orang tuanya melihat ini,mereka akan terkena serangan jantung!.
"Jika aku memiliki adik seperti ini...pasti hari-hari membosankan ini akan lebih berwarna! dia lucu....meski aku tak mengerti dia bicara apa!" Mateo membatin frustasi.
Wanita dewasa itu tertawa geli sembari tetap menggandeng tangan mateo menuju mobilnya terparkir.
"Namamu siapa nak? ini putri aunty..namanya Asline,dan nama aunty adalah amrita.Tadi putri Tante bertanya mengapa kamu disini?"
Amrita,yah.
Sosok itu adalah Amrita dan asline kecil yang baru kembali dari mengantar makan malam sang ayah,benar.Santanu akan lembut maka dari itu amrita mengantarkan makanan untuk Samtanu dan saat kembali,asline kecil melihat sosok Mateo yang duduk sendiri ditengah guyuran hujan .
Mateo tersenyum samar, tangannya menggenggam erat tangan halus amrita.
Bahkan bersama ibunya rasanya tak seperti ini!.
"Mateo..nama saya Mateo,aunty Amrita"
Amrita mengangguk dan tersenyum kala anak laki-laki dengan topeng menutupi separuh wajah itu menanggapi ucapanya.
"Aunty...tidak apa baju Teo basah? nanti mobil auty ikut basah..." Mateo menatap mobil sedan itu ragu,amrita tertawa renyah.
"Tidak apa nak...mobil bisa diatasi nanti..kalau kamu sakit bagaimana?"
Mateo tersenyum dan mengangguk tanpa ekspresi kaku lagi diwajahnya.
Dan lihat,Mateo bahkan mulai menjahili asline kecil begitu mereka memasuki mobil.
Gadis kecil itu tertawa riang kala Mateo menoel-noel gemas pipi bulat nya.
"Saya tersesat..." Mateo kembali berucap,namun hanya dua kata itu tidak lebih.
__ADS_1
"Lalu..kenapa banyak sekali noda darah di pakaian Mateo tadi? katakan pada aunty nak...aunty akan bantu Mateo sebisa aunty!" Ucapan amrita sukses membuat tawa gembira mateo yang berhasil membuat asline kecil cemberut sirna.
Menyadari keterdiaman Mateo,amrita mengangguk paham,wanita cantik itu mengusap rambut basah Mateo lembut.
"Kalau tidak mau cerita aunty tidak apa...sekarang Mateo ikut dulu ya ke vila keluarga auty...." Mateo mengangguk sambil tersenyum samar.
Tahun itu,adalah tahun dimana Santanu belum tinggal di kediaman utama gradian.
Meniti kehidupan rumah tangga dengan tinggal disebuah vila sederhana di pusat kota.
20 menit perjalanan, akhirnya mobil tiba di sebuah vila sederhana dengan gaya bangunan ala Eropa klasik.
Amrita membawa Mateo kecil masuk.
"Teo mari ikut aunty... bersihkan diri dulu,lalu ganti baju setelahnya.Kamu untuk sementara pakai baju kakaknya Asline dulu ya..aunty rasa ukurannya pas!" Mateo mengangguk,merasa kecewa saat tau ternyata gadis kecil yang ia inginkan menjadi adiknya itu ternyata telah punya seorang kakak!.
"Asline...punya...kakak?" Mateo berusaha bertanya dengan wajah frustasi.
Asline kecil memiringkan kepalanya tak mengerti.
Mateo menarik rambutnya frustasi.
Hingga amrita datang membawa sepasang piyama anak-anak bergambar Transformers!.
Tapi ...
Mengapa ada sepasang telinga kelinci ditudungnya?!.
Mateo ingin menangis!.
Setelah kejadian itu,Mateo sering datang dan mulai belajar berbahasa Rusia dengan giat.
Selama sebulan berada di Rusia mengurus bisnis keluarganya,kedua orang tua Mateo bahkan tak mengetahui kejadian yang menimpa mateo.
Dan itu menjadi rahasianya sampai akhir.
Dan pada malam terakhir di Russia.
"Alin...kakak punya sesuatu untuk Aline...kak Teo akan pulang ke Amerika...dan tidak tau kapan akan kembali lagi...Aline jangan lupakan kakak ya..." Mateo memanggil asline kecil dengan panggilan kesayangannya.
Asline menatap Mateo dengan manik berkaca-kaca.
Amrita menggeleng geli.
Sebulan bersama anak laki-laki itu,amrita bahkan tak tau siapa keluarganya.
Mateo terlalu tertutup mengenai itu,namun tak masalah .
"Mama Rita...ini sepasang gelang hadiah dari Teo untuk mama dan adik Aline...dengan ini..Teo harap kalian akan tetap mengingat Teo sampai kita suatu hari bisa ketemu lagi..." Amrita menatap gelang yang sudah Mateo pakaikan di tangannya itu dengan wajah termenung.
Sementara, asline kecil tertawa riang kala Mateo memakaikan gelang di tanganya.
"Nah..sekarang Aline adalah adik Teo!"
18 tahun telah berlalu,tanpa kedua belah pihak sadari latar belakang masing-masing.Hanya mengenal nama kecil tanpa tau latar belakang masing-masing.
...# Back off #...
Manik tajam itu terbuka perlahan.
"Sudah bukan waktunya kembali ke masa lalu.."
Mateo bangkit dari duduknya.
Meraih kunci mobil dan mantel yang diserahkan oleh asistennya.
"Gradian hotel...."
__ADS_1
Entah mengapa,ada rasa berdebar hebat saat menyebut nama itu,rasanya sesuatu akan datang!.
.....TBC.....