
...Sebelum lanjut El mau minta maaf ya karena sudah tidak update selama beberapa hari,El lagi susun ending dari QOZ dan El juga memang lagi sakit....
...Cuaca hujan panas ini bikin drop belum lagi El kena banjir,jadi teman-teman reader lapak El mohon maklum ya....
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote,like dan komen...
...Kasih ulasan dan terimakasih...
...🥀...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...And...
...Keep spirit...
...🥀...
...----------------...
Sudah 2 hari berlalu sejak asline,istri cantik dari Zeus itu akhirnya diperbolehkan pulang .
Yah,tentu saja dengan segala bujuk rayuan maut agar Zeus posesive itu mengizinkan pulang!.
Hanya luka jahit kecil dan Zeus tampan itu memaksanya agar dirawat selama seminggu penuh dirumah sakit,beruntung asline cukup lihai merayu si tiran agar mengalah!.
Yah,meski ujungnya wanita cantik itu rasanya ingin terjun bebas atas kelakuan centilnya!.
"Bukankah sudah kuijinkan pulang dear? kenapa cemberut begitu wajahnya?" Rayga bertanya dengan jahil, sebenarnya rayga tau jelas apa yang membuat Istri cantiknya itu terus menatapnya cemberut.
"Diam!" Balas sengit wanita cantik itu gemas sendiri.
"Cemberut terus lama-lama itu bibir aku terkam mau?" Rayga terkekeh sembari memajukan wajah tampannya begitu dekat hingga manik grey cantik itu membola horor.
Plak....!
"Dear....?!" Rayga mengelus dada sabar atas usapan sayang dari tangan lentik itu pada bibirnya.
"Bwahahahah.....dad.... pagi-pagi sudah dapat sarapan saja dari mommy!" Rayga menoleh pada pintu,menatap datar Arez yang baru saja memasuki ruang inap itu dengan tawa nistanya.Ada juga Rexion, Raindres dan yang paling minim aura kehadirannya ialah putra sulungnya.
Archer.
Pria kecil satu ini berjalan saja suara tapak kakinya tak terdengar!.
Benar-benar luar biasa!.
Arkansas berjalan dengan wajah pokernya dibelakang keempat cucunya.
Namun,manik tajam itu segera melembut kala menatap sosok bayi perempuan manis yang sibuk sendiri diatas sofa, tepatnya sibuk menonton spons kuning dengan botol dot yang sudah kosong,botol yang menggantung dengan gigi kelinci itu sebagai pengaitnya.
Lihatlah manik bak boneka itu begitu berbinar bak bintang!.
Manik Rayga ikut menatap kemana ayahnya menatap.
"ZIZI.....!!!"
Rexion dan Arez berlari berebut hendak menerjang sang adik dengan pelukan maut mereka.
Greph....
"Eh?" Zia mengerjap kaget saat kini tubuhnya sudah berada di dekapan sang ayah.
__ADS_1
Melihat kesisi kiri,wajah kakeknya bertekuk masam!.
Takhhh!!..
Takhhh!!..
Takhhh!!..
"KAKEK!!!" Jerit Rex,Arez juga Raindres.
Archer menggeleng miris menatap saudara juga ayah dan kakeknya.
Anak kecil dengan wajah begitu rupawan namun minim ekspresi itu lebih memilih menghampiri sang ibu dengan sebuket bunga mawar putih yang ia bawa.
"Kakek ini kejamnya tidak pernah luntur! sakitnya itu bukan main...." Drama rexion sembari mengusap keningnya yang baru saja terkena sentilan sayang sang kakek.
Arez sibuk memelototi sang kakek dan Raindres sudah memaki dalam hati.
"Mau apa kalian?! mau buat cucu kakek mati terkejut oleh kelakuan kalian yang seperti kera lepas kandang itu?!" Arkansas memelototi ketiga cucu laki-lakinya itu jengkel,yah.Tepatnya menyalurkan kekesalannya atas kelakuan Rayga yang mencuri start duluan.
"Kakek marah pada Daddy jangan jugalah kami dijadikan samsak-nya...." Sinis Raindres seketika telak.
Namun,Arkansas bukan merasa kalah.
Pria baya itu justru menyerigai licik.
"Kalau samsak kenapa? berani kalian? kalau cucu kakek sampai terkejut terus sakit gara-gara suara sumbang kalian...kalian kakek jadikan makanan Alfa!"
Rexion mendengar ucapan itu bukanya takut,justru semakin menatap sinis sang kakek.
Hingga..
"Aha..mommy...kemalin z ada ketemu paman tampan baik hati loh....hali itu paman itu janji jika mommy kelual dali lumah cakit,paman tampan mau kilim z hadiah! "
Seketika semua orang menatap batita manis itu lamat, mendengar ucapan polos putri kecilnya ini.
"Paman tampan? siapa itu? apa paman Sagara? tapi paman Sagara baru saja sadar kamarin malam,kapan paman bertemu z? lagian dibanding paman Sagara,kakak lebih tampan!" ucap Arez kesal.
Z menggeleng polos,lalu dari gendongan sang ayah.
Menatap ibunya yang menatapnya penasaran.
"Paman tu bilang,dia adalah tatak na mommy! aduh...ciapa ya nama na? Z lupa! "
Disaat semua orang sibuk menerka.
"Aduh...!"
"Z!!!"
"BABY!"
"ADEK!!"
Pekikan serentak terdengar,wajah semua orang jatuh ketakutan saat wajah polos itu terlihat kesakitan sembari memegang kepalanya sendiri.
...Manik bulat itu menatap kearah sebuah jembatan kota,satu demi satu puing mulai berjatuhan ....
...Sementara,sebuah mobil sport berisi seorang pria dewasa dan dua orang anak kecil berada didekat jembatan melintas tanpa sadar bahaya!....
"Danan! !"
Deg.....
...----------------...
Sementara itu....
Dentingan jarum jam terus bergulir,dan pria tampan yang kini duduk sembari menatap sosok pria baya dengan kursi roda itu dingin.
Namun,pria baya yang sudah terbakar emosi itu tak menyadari bahayanya!.
"KAU! BUKANKAH AKU SUDAH MEMINDAHKAN KEPEMILIKAN TAMBANG ITU PADAMU?! LALU APA? APA YANG SUDAH KAU BERHASIL BUAT?! PARA WIGUNA ITU MASIH BERDIRI TANPA KEKURANGAN! KAU MENIPUKU, KOVACIC!"
Mateo,pria dengan topeng perak menutupi separuh wajahnya itu menyeringai dingin.Tak terpengaruh atas ucapan penuh kemarahan Zantos.
Zantos menarik nafas panjang dan melempar gelas jatuh.
Prankkkk....!
Tak lama,ujung senjata api para penjaga mengarah pada pria baya itu.
"Turunkan...tidak perlu..." Mateo berucap acuh.
"KAU BAHKAN MEMBIARKAN DANTE DAN ISTRINYA MATI! SEBENARNYA BAGAIMANA KAU BEKERJA?!" Urat biru tercetak jelas di pelipis Zantos,pria baya itu terengah-engah oleh kemarahannya.
Mateo,pria itu duduk bosan.
__ADS_1
"Kau bertanya bagaimana aku bekerja?"
Mateo bangkit saat pintu terbuka dan Nathan masuk dengan wajah penuh arti.
Pria muda dengan rambut di warnai dark blue itu mendekat dan berbisik.
"Dia sudah sadar...Sagara,kita bisa menemui dia sekarang!"
Mateo menyerigai puas.
Menatap sosok Zantos yang menatapnya nyalang.
"Kau tau ...asline....istri dari Zeus itu adalah adikku! jika kau berani sakiti dia,akan kubinasakan dirimu! dan ingat... sebaiknya aku tak mendengar kabar buruk soal keluarga adikku,atau kau akan kuhancurkan detik itu juga!"
Deg....
"A...adik? bagaimana.. bagaimana mungkin?!!" Zantos menatap punggung tegak yang perlahan menjauh diikuti para bawahan.
Meninggalkan dirinya sendiri didalam ruangan VIP restoran bintang lima itu.
"Tuan...."
Pintu kembali terbuka,dan seorang bawahannya masuk menyadarkan kebingungan Zantos.
"Kembali..kita..kita kembali dulu" Zantos berucap linglung.
Bawahan Zantos segera meraih kursi rodanya,berbalik dan melangkah keluar dari restoran.
......................
Healthy hospital.
Suasana terasa canggung,terlebih ketika dua orang pria dewasa terdiam tanpa kata.
Mateo menghela nafas gusar.
"Gara..lama tidak bertemu" Sagara menatap wajah acuh tak acuh itu prihatin.
Apakah seperti ini sapaan seseorang yang sudah lama tak bertemu?.
Yah,Mateo sudah tak menggenakan topengnya.
Hanya orang-orang yang dirinya anggap penting dan berharga saja yang dapat melihat wajahnya.
Selain itu,topeng adalah pilihan .
Sagara adalah kakak dari adiknya,dan putra dari ibunya.
Yah,meski tak memiliki darah sama.
Amrita menyayangi Sagara,begitupun Alin adiknya.
" 18 tahun..." Sagara berucap sembari bersandar pada ranjang.
Wajah ini,tak akan pernah ia lupakan!.
Wajah anak laki-laki yang dulu merebut perhatian adiknya!.
Posisi sebagai kakak dulu hampir terancam lengser akibat sosok ini!.
Tapi ya sudahlah....
"Mama...papa.... bagaimana k-"
"Mereka sudah tiada tak lama-"
Sagara tak lagi bersuara,maniknya menerawang jauh dengan kilat kesedihan disana.
Deg..
Mateo terdiam,tubuhnya mundur linglung hingga Nathan dengan cepat menyangga tubuh kokoh itu .
"Ti..tiada? bagaimana bisa?!"
.....TBC.....
Beberapa part lagi novel ini akan ending ya guys...
Dan Qoz adalah akhirnya dari perjalanan Wiguna generasi!.
So...
Beri El kenangan kalian dengan support El terus agar tetap semangat!.
Mau sad ending? or happy ending?.
__ADS_1