
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya πΉ...
...π₯...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...π₯...
Sinar rembulan bersinar redup,angin dingin seakan menambah suasana mencekam yang kini begitu terasa.
Sosok mungil dengan tubuh bergetar itu bersembunyi begitu dalam didalam dekapan pelukan hangat sosok wanita paruh baya cantik yang kini menatap wajah-wajah muda dan tampan didepannya itu dengan frustasi.
"Apa yang mau kamu katakan? mau pembelaan bagaimana?!jawab Daddy! siapa yang mengizinkan archa untuk berinteraksi begitu dekat dengan laki-laki selain keluarga kita?! Kekasih? lelucon apa yang kini archa perlihatkan pada Daddy?!"
Pria paruh baya penuh kharisma itu, Arkansas.Dengan nafas memburu mencerca sang putri dengan manik berkilat murka.
Apa yang dirinya lihat juga dengar begitu dirinya menapakkan kaki kembali ke negara ratu Elizabeth itu sungguh membuat darahnya mendidih.
Setelah seminggu lamanya melakukan bisnis trip,berita yang para putranya sampaikan benar-benar membuat amarahnya naik!.
Disisi lain,para putra Wiguna berdiri dibalik sofa ayah mereka dengan wajah datar.
Menatap wajah sayu sang adik dengan tajam.
"Hiks..maaf Daddy.. sebenarnya cha-cha salah apa hiks...ar-"
"Apa begini pengaruh putra mahkota itu padamu? kamu sudah mendebat dan mempertanyakan ayah juga kakakmu?"
Nyuttt...
Archana menatap sakit wajah kakak sulungnya,bahkan menyebut nama saja sang kakak terlihat enggan.
"kamu itu masih kecil archana! bukan saatnya kamu tenggelam dalam perasaan seperti itu! apa lagi dengan pria bernama Brixton itu! kakak tau dia banyak membantu kak Rayga saat kakak ipar diculik zergan! namun itu bukan jalan dia bisa mengacaukan hidupmu!!!" Arshenio meraung dengan sengit.
"Hiks...tapi archa han-"
"Cukup!" Archana semakin menutup matanya yang telah basah oleh air mata,kini suara sang kakek terdengar dingin menusuk.
Yah,kini dirinya duduk dengan para kakaknya,ayah juga sang kakek yang melempar dirinya dengan kata-kata dingin tajam menusuk.
Diam,menunduk penuh kesedihan.
.
Gadis polos itu sebenarnya tak tau apa kesalahannya hingga bahkan seakan para kakaknya begitu jauh meski terlihat begitu dekat.
"Tunggu Kansas! Mommy tidak ingin seperti ini..jangan terlalu keras menekan archana dia sudah beranjak dewasa,cobalah beri sedikit kelonggaran.Apa salahnya archa hanya pergi ke taman hiburan dengan Brixton! mengapa mommy merasa kalian semua terlalu banyak memberi tekanan!" Anggi angkat bicara,meski tekanan udara seakan menghimpit jantungnya oleh aura bengis para cucu juga putra dan suaminya,namun disini Anggi harus turun tangan karena menantunya sendiri tak mampu bersuara kala keadaan semakin mencekam.
Brakhhhh.
Anggi menutup mata dengan archana yang semakin memeluk erat tubuh kayra begitu Arkansas menghantam meja ruang keluarga dengan keras.
Kaca tebal meja itu retak.
"Mommy tidak tau bebanku prihal archana mom! Aku sudah melihat kejamnya dunia lebih dari yang mom tau! archana adalah berlian terakhir Liora untukku dan para putraku,mom tidak tau dampak ini padaku!" Nafas Arkansas naik turun dengan manik yang memerah dan tubuh bergetar samar.
Tangisan archana pecah,tak pernah dirinya melihat ayahnya yang begitu marah.
Seakan emosi dan kontrol diri yang begitu dibanggakan itu lepas!.
Archana yang selalu melihat kelembutan,kasih sayang juga senyum cinta dari ayahnya itu kini.
Wajah itu penuh kemarahan,manik yang selalu terlihat lembut itu memerah dan archana yakin,satu kedipan mata dan setetes cristal bening itu akan jatuh!.
Segitu besarkah kesalahan ini?!.
"Kansas! bukan begitu maksud mommy...lihatlah nak, putrimu kini sudah beranjak dewasa...kalian tak bisa selamanya terus mengekang dia seperti ini,biarkan dia menikmati masa-masa mudanya! mom yakin meski kita bebaskan archa bergaul..dia pasti tahu batasan,baik dan buruk! cobalah mengerti mommy hanya t-"
__ADS_1
"Cukup nenek! baik dan buruk? nenek tidak tau seperti apa konflik royal kingdom itu! yah...memang yang mulia raja dari generasi ke generasi itu tak pernah mengambil selir...lalu apa? masa depan tak ada yang tau! saat masuk sebagai anggota kerajaan,maka hubungan dengan dunia luar akan terputus! para wanita yang masuk ke istana hanya bisa keluar jika raja memberi izin,keluar hanya jika itu adalah urusan diplomatik! fikirkan itu.... apa yang terjadi nanti? apa nenek tau!?" Rayga berucap rendah dengan wajah dingin menatap sang nenek,untuk pertama kali pria muda itu menghardik sang nenek.
Rayga bangkit berdiri menatap sang adik dengan wajah dingin penuh kesedihan terselubung.
Sampai matipun,Rayga tak akan pernah rela adiknya masuk keistana itu!.
Berlalu dengan wajah dingin tak mengindahkan apapun lagi.
"Dengar archana...kami memang menyayangimu! tapi jika kamu melanggar batasan kami....pria itu adalah yang pertama akan terbunuh! baik olehku...kakak atau.... Daddy!" Arshenio berucap rendah,bangkit dan pergi setelah menyambar kunci sebuah mobil dari laci penyimpanan dibalik meja.
"RAYGA... ARSHENIO KEMBALI!" Anggi merasa kemarahan melesat bak gemuruh petir.
Mengapa rasanya begitu sesak? kasih sayang para cucu juga putranya bak rantai tak kasat mata!.
Bahkan dibanding arabela dulu,mungkinkah kepergian Liora telah merubah kasih sayang itu menjadi rantai besi ?!.
"Para putraku benar mom! Archana...diam dikamarmu dan renungkan kesalahanmu! sampai kau mengerti jangan pernah keluar dari mansion ini...jangan anggap perkataan Daddy ini sebuah lelucon!" Arkansas bangkit dan berlalu diikuti Rion juga kedua putra kembarnya .
Anggi menghempas tubuh tuanya pada sandaran sofa,menengadah menatap langit-langit mansion dengan perasaan campur aduk.
Tangisan teredam archana terasa menyayat hatinya,tubuh tuanya tak sanggup menanggung beban lagi.
Archana,dirinyalah yang merawat sedari kecil.Ditengah kesibukan para putra,cucu juga menantunya!.
Dirinya tau, bagaimana polosnya gadis itu.
"Archa... bagaimana archa dan Brixton menjadi kekasih? katakan pada nenek sayang...." Anggi bangkit dan duduk disisi kiri archana dimana kanan gadis itu duduk kayra yang tengah menenangkan tangisan gadis mungil itu .
"Bicaralah sayang...katakan pada nenekmu! mami bahkan masih merasa tidak percaya akan laporan kakak-kakak mu itu! Daddy mu sangat marah!" Kayra berucap iba.
Archana mengangkat wajahnya yang sudah dipenuhi air mata,menatap lamat wajah cantik kayra,ibunya.
"Hiks... sebenarnya....."
Dan penjelasanpun mengalir dibawah tatapan dua wanita beda generasi itu.
"Archa memangnya tau kekasih itu seperti apa?" Kayra bertanya hati-hati,sungguh masalah ini sebenarnya sangat sederhana.Namun dibawah cakar tajam para putra Wiguna itu,semua akan berubah pelik!.
Gadis itu mengangguk dengan bibir melengkung kebawah.
" Ya Tuhan! betapa naasnya hari tuaku!! bahkan seseorang dengan licik berani merusak otak polos cucuku....... sepertinya membiarkan para anak kurang ajar itu bermain-main lebih baik!"
Degggg..
Anggi maupun kayra,terlebih archana.
Ketiganya menoleh patah-patah kearah sofa single yang berada di area terpojok ruang keluarga.
Astaga demi tuhan!...
Iblis tua ini,bahkan meski sudah lama tertidur.Namun cakar tajam masih tersembunyi apik dibawah kulit tua-nya!.
"Ra.. Rafen! kamu masih ada disini?!" Cerca Anggi sungguh, bagaimana bisa dia melupakan keberadaan suaminya sendiri?!.
Bahaya!...
"Jadi cha-cha sayang.. bagaimana kamu bisa dengan riang menyebut si kurang aja itu boyfriend?! Dan apakah kamu benar-benar tau apa arti kata itu sendiri? astaga archana! kamu ingin membuat kakekmu ini gila?!' Ucap rafendra dengan senyum nanar diwajahnya.
Sungguh,seumur hidupnya baru kali ini dirinya mengetahui apa itu rasanya putus asa hingga tak tau apakah harus tertawa atau menangis!.
"Hiks..kakek jangan melotot begitu lihatnya...hiks..kata Brixton kekasih itu adalah orang yang menemani kita disaat susah dan senang....memberi kita rasa aman juga menjauhkan archa dari kesepian! hiks... Brixton baik pada archa! dia membawa archa kemanapun archa mau saat kakak,ayah atau kakek sibuk! hiks..saat tak ada satupun dari kalian memiliki waktu luang untuk archa! kakak pasti akan memiliki seseorang suatu hari nanti! sepeti kak Rayga memiliki kak asline untuk dia jaga...."
Air mata archana jatuh bak hujan,wajah gadis itu sembab menatap sang kakek.
"Satu demi satu kakak archa nanti juga akan pergi! Kak raider bersama kak rael,kak Raino akan bersama kak Victoria,kak alarik sudah akan menikahi kak Aira,kak Ryuga! dia bahkan sudah resmi dengan kak Rubi! lalu kakak archa yang lain.....mereka hiks..mereka pasti akan pergi juga suatu hari nanti! lalu archa dengan siapa? archa akan sendirian apalagi saat Daddy pergi bisnis trip! Brixton hanya berkata maukah archa menjadi kekasihnya? mendengar apa itu kekasih darinya archa katakan ia! archa butuh teman dalam kesepian archa di mansion ini kakek! hiks... kesalahan apa yang archa buat hingga Daddy dan kakak semua begitu marah?! hiks...archa tidak tau!" Rafendra menatap wajah memerah penuh air mata cucu kesayangannya.Anggi menghela nafas panjang dengan kayra yang memeluk tubuh bergetar itu sakit hati.
Bagaimana menjelaskan semua pada archana?.
Semua tidak semudah kelihatannya, terutama.
Andai saja Brixton bukanlah seorang putra mahkota, seseorang yang akan menggantikan posisi raja Britania raya dimasa depan!.
Rafendra berdiri,aura suram begitu pekat dari wajahnya yang sudah dipenuhi jejak waktu.
"Kamu tidak akan mengerti archana...kata kekasih bukan prihal bagaimana para pria di keluarga kita menjaga wanita mereka.... Brixton,dibalik kehidupannya ada berjejer sisi gelap.Intrik politik,jejak permainan para menteri yang berusaha memasukkan para putri mereka kedalam istana tak perduli membunuh atau dibunuh! Ada kegelapan yang lebih besar dari pada sisi keluarga kita sendiri! kakek tidak mau mendengar masalah ini lagi,masuk kamarmu dan introspeksi diri! jangan pernah keluar dari mansion ini hingga hari penobatan Putri mahkota 30 hari lagi!"
Bahu archana turun dengan putus asa.
Kepergian rafendra dihiasi tangisan pecah archana atas keputusan kurungan dirinya selama satu bulan penuh.
Tapi....
Hari pemilihan putri mahkota?.
Kenapa rasanya sesuatu tiba-tiba mencengkram kuat jantungnya.
...........
Istana timur..
Brixton menghela nafas panjang,menatap sisi taman istana miliknya dengan nanar.
__ADS_1
Tak perduli luka lebam yang kini menghiasi wajah dan tubuhnya akibat kemarahan para putra Wiguna itu.
"Your higness... istirahatkan diri anda..dokter Jose sudah melarang anda terlalu bergerak sampai luka ditubuh anda pulih!" Gerry berucap frustasi, Brixton semenjak kembali dari taman bersama archana hampir saja meregang nyawa .
Baru saja beberapa jam lalu diobati kini pria itu sudah sibuk mengurus dokumen dan kini justru berdiri di balkon dengan kaca yang terbuka lebar membiarkan angin malam masuk.
"Apa yang sedang dia lakukan,Gerry? apa dia baik-baik saja? dia tidak sedang menangis kan?" Brixton berucap dengan nada suara rendah,pahit seakan membanjiri seluruh Indra perasaanya.
Gerry,pria yang menjadi ajudan sekaligus sahabat sang putra mahkota hanya bisa menepuk pundak tegap itu dengan iba.
"Tidak apa-apa! mereka keluarganya,mereka tak akan membuatnya menangis,sekarang istirahatkan dirimu besok yang mulia raja meminta kamu menghadapnya!" Gerry berucap sabar,berbalik dan pergi.
Klik...
Wushhhh....
Begitu pintu tertutup .
Sebuah anak panah seperti jarum namun dalam ukuran sedikit lebih besar menghunus cepat kearahnya, Brixton dengan gesit memutar tubuh.
Prankkkk....
Kaca balkon berlubang dengan ukuran yang begitu akurat!.
Jarum itu menancap diantara sofa kerjanya kemudian!.
Brixton menyipitkan matanya berbahaya!.
Disini,di istananya!.
Bahkan seseorang berani datang untuk mengincar nyawanya?!.
Brixton meraih sebuah bunga dengan tangkai terbuat dari besi,bunga hias pajangan ruang kerjanya.
Wushhhh....
Tangkai berhias mahkota bunga indah itu sekejap mata berubah menjadi senjata!.
Wushhhh...
Wushhhh...
............Melesat cepat menghantam jarum yang datang selanjutnya.
Tiga tangkai melesat cepat.
Jlbbbb....
Jauh dibalik sebuah pilar diantara taman bunga istana timur.
"Bedebah!...ishhhh...." Sosok dengan masker hitam itu meringis menatap geram bahu kanannya yang kini terhias setangkai bunga dengan darah segar yang membasahi.
"Bagaimana bisa dia membidik?!" Seorang lagi dengan kaca mata intra berteknologi tinggi bertanya tertegun.
"Cabut dulu benda sialan ini! Khe..khe...khe...memang pantas diberi gelar your higness! dia bisa membalas bidikanku! " Pria dengan masker hitam itu terkekeh rendah.
Bukan hanya bahu,tapi lengan kiri juga perutnya terkena telak tiga tangkai beruntun.
Sial saja posisinya yang menyerang didepan,sehingga seluruh balasan Brixton terkena telak padanya!.
"Sial! darahmu memghitam! cepat kembali biarkan Diego atau Gion menawar ini!" Pria dengan kaca mata intra itu berucap sengit.
Menatap sekali lagi kearah balkon kerja sang pangeran,disana.
Brixton menatap tajam arah pilar yang terlihat cukup gelap.
Membuka maskernya dengan kasar,menggerakkan giginya menahan amarah.
Maxim menahan rasa sakit,dibantu xain mereka mencabut tangkai-tangkai bunga buatan ini dengan wajah terdistorsi.
Bagaimana bisa bunga hias dijadikan senjata?! apalagi ini beracun!.
"Back off!" Xain menekan earpeace dan bergerak cepat membawa tubuh memgigil max keluar dari halaman istana.
Disisi Brixton.
Pria itu tersenyum samar saat bayangan hitam dengan cepat pergi seakan tak pernah ada apapun disana.
"Jadi mereka ingin menghabisi ku? archa...kamu lihat Kittie? Betapa tidak masuk akalnya para kakakmu!" Brixton terkekeh ditengah rasa geramnya.
Apakah mencintai itu begitu sulit? sebuah dosa jika ia mencintai gadis mungil itu?!.
Mereka bahkan sudah membuatnya hampir sekarat!
Dirinya bahkan tidak melawan saat para pria itu menyerang dirinya saat itu,tapi apakah itu tidak cukup membuktikan dirinya begitu tulus pada adik mereka?.
Dirinya mengalah,dan kini bahkan pembunuh bayaranpun datang!.
Apakah dirinya terlalu baik hati hingga terlihat mudah ditindas?!.
......TBC......
__ADS_1
Sorry upnya lama...El juga harus kerja ditambah ide mandat! So....kasih El semangat ya meski harus nulis ditengah malamπ