
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya 🌹...
...🥀...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🥀...
Manik biru itu menatap kosong pada keramaian halaman taman rumah sakit terbesar Inggris itu.
Beberapa kali helaan nafas panjang terdengar dengan sesekali makian samar yang terucap.
"Kakek merasa lucu melihat tingkahmu...." Pria dengan kemeja putih itu tersentak dan menoleh kebelakang saat tepukan tak manusiawi bertengger dibahunya.
Diego meringis jengkel,pria tua ini benar-benar tak punya hati!.
Rafendra terkekeh ditengah wajahnya yang terlihat telah menua dengan guratan segala pengalaman hidup yang telah banyak ia lalui, hingga menjadi sosok yang begitu dihormati diusianya yang memasuki senja.
Duduk disamping sang cucu terduduk,bangku panjang berwarna putih itu kini menjadi tempat seorang pria tua yang selalu terlihat dingin tak punya perasaan kini duduk menatap lembut wajah sang cucu.
Diego tertegun,hatinya menghangat oleh tepukan samar dari tangan besar sang kakek pada punggung tangannya.
"Dengar Diego....didalam keluarga kita,tak perduli masalah sebesar apapun kalian para generasi muda tak boleh merahasiakan itu dari para tetua.Masalah yang kalian hadapi akan menjadi tombak ukur seberapa dewasa cara kalian berfikir untuk mencari solusi.Diego,kamu tau bagaimana kakek dan para ayah kalian hidup sampai kini? kami membagi masalah kami didalam keluarga! taukah kamu?" Rafendra menatap wajah serius Diego yang tengah mendengar semua nasihatnya dengan senyum tipis.
"Dulu....kakek selalu bicara dengan nenek kalian akan masalah apapun yang kakek hadapi.Tidak perduli itu tentang legal maupun ilegal.diamnya dirimu juga tatapan mata Gion saat meminta kantung darah tadi memberi kakek suatu perasaan jelas" Rafendra menatap langit dengan senyum diwajahnya yang telah berumur.
"Asline dan Rayga....kakek langsung mengerti ini tentang mereka... bagaimana kedepannya? Diego....memang ada masalah yang perlu dirahasiakan,namun ada beberapa orang yang harus tau demi mencegah dampak yang lebih buruk! Katakan pada kakek,jangan membuat kakek terlebih Daddy kalian mencari tahu sendiri...kau tau tempramennya?" Rafendra terkekeh rendah,Diego bergidik.
"Kakek... sebenarnya....." Tatapan gelisah dengan wajah tertekan juga keringat dingin yang membasahi telapak tangannya,Diego merasa beban besar diletakkan di punggungnya!.
"Sebenarnya....."
..........🥀...........
Empat kantung darah segera dibawa masuk kedalam ruang operasi,asline kehilangan begitu banyak darah dengan luka sayatan mengangga di sekujur tubuhnya!.
"Bagaimana ini dokter?! darah ini belum cukup!" Seorang dokter muda berujar panik saat CC darah ternyata tidak sesuai dari yang diperkirakan.
Seorang perawat mengusap wajah Gion yang berpeluh,tangan dokter muda itu tak berhenti bergerak.
Kapas demi kapas penuh darah terlihat memenuhi kantung pembuangan.
"Gion keluar dulu! minta Rayga bekerja mencari darah tambahan! kita tak bisa meminta Willie lagi untuk mendonor,cepat disini papi tangani!" Gabriel berujar tegas,Gion melepas pisau set miliknya dan mengangguk.
Membiarkan dokter lain melanjutkan menjahit luka sayatan asline.
Pintu terbuka kembali setelah 3 jam.
"Dengarkan aku! Big bro..kita kekurangan banyak darah! darah paman Wil tidak akan cukup,butuh 5 kantung lagi!" Gion berujar cepat setelah pintu terbuka.
"Daddy urus!" Arkansas bangkit meraih ponselnya.
"Minta Bank darah seluruh ibukota mencari darah Rh- suruh anggota mencari kepenjuru rumah sakit di ibu kota!"
Arkansas bertitah tegas dan segera sambungan terputus.
Tubuh Rayga menegang,istrinya belum lolos dari cengkraman maut?!.
"Tenanglah semua akan baik-baik saja..berdoalah nak..." Anggi memeluk tubuh tegap cucunya dengan senyum teduh.
Rayga terdiam menutup mata.
Hingga.....
"Jangan risau....kakek sudah tangani.. sebentar lagi akan ada selusin kantung darah itu datang!" Semua menoleh dan menatap rafendra yang tiba bersama Diego.
" Kakek, bagaimana bisa? darah Rh null adalah tipe langka! bahkan Bank darah sekalipun tak mungkin menyimpan stok mereka kecuali ada penyumbang tetap untuk golongan itu! bahkan sangat bagus jika kita bisa mendapat 1-2 kantung bahkan jika kita harus merampok seluruh rumah sakit!" Raino yang terduduk lemah di samping kayra sang ibu menatap sang kakek tak percaya.
Sungguh mustahil!...
Rafendra menatap dingin cucu laki-lakinya itu,anak laki-laki yang tak pernah bisa mengerem mulutnya sedari cucunya itu masih anak-anak.
__ADS_1
"Kau fikir siapa kakekmu ini? apa yang tidak bisa kudapatkan? Ingat ini...." Tunjuk rafendra pada seluruh cucu laki-lakinya juga pada putranya yang ada.
"Aku adalah Rafendra Adyaksa Wiguna! pemimpin pertama Blood Eagle juga Raja bisnis di jaman ku! koneksi seperti apa yang tidak ada dibalik telapak tangan ku?! Cih..hanya darah saja seperti mengupas kulit kacang..."
Para pria baik generasi Arkansas maupun Rayga mulai mendatarkan wajah mereka dengan bola mata yang memutar jengah.
Mulai lagi kepercayaan selangit pria tua ini?!.
"Ya..ya..ya..hormat kami pada Baginda kaisar Rafendra..." Sinis Rion menatap ayahnya itu jengkel.
Bisa-bisanya pria tua ini masih menyombongkan diri didalam kondisi seperti ini?!.
Anggi terkekeh nanar,rasa malu akan tatapan iba anak juga para cucunya padanya akan tingkah sang suami benar-benar membuatnya ingin menenggelamkan pria tua itu!.
Untung cinta!...
Kayra berdehem canggung saat melihat tatapan laser ayah mertuanya itu pada suaminya.
"Rion..tutup mulutmu! biarkan saja Daddy bahagia dengan caranya sendiri!" Bisik kayra tajam sembari mencubit pinggang sang suami.
Rion meringis menatap kayra putus asa.
Salah lagi!...
" Selamat malam...kami mengantarkan kotak berisi kantung darah atas nama tuan besar Wiguna!" Dua orang pria datang tak lama, rafendra maju dengan senyum penuh arti menatap wajah nanar para cucu laki-lakinya.
"Pergilah!" Titah rafendra pada kedua pria itu setelah memberi mereka sekantung tebal uang.
"Terimakasih tuan besar...."
"Ini baru laki-laki Boys.Cepat, tepat dan telak! semua terhitung dengan rinci..." Rafendra mengejek,menyerahkan box medis itu pada Gion yang menatap pias wajah muram saudara juga para ayahnya.
Memang,siapa yang bisa mengalahkan mulut pedas juga tindakan cepat kakek mereka ini?!.
Inilah mungkinkah makin tua makin jadi?!.
Gion menggeleng takjub.
Berbalik kembali dan pintu operasi tertutup kembali.
"Kakek...bisakah kau sedikit low profile?" Ucap Raider dengan kedutan disudut bibirnya.
Rafendra duduk,menyilangkan kedua kakinya angkuh menatap remeh anak juga para cucunya.
"Tidak!" Balas Rafendra tegas.
Sudut mata Rion maupun Arkansas berkedut.
Entah rasanya ingin tertawa sekaligus menangis?!.
"Kakek....ingat umurmu? kesombongan tidak dibawa mati kakek...biarkan kami para anak m-"
Sebuah tongkat dengan kepala naga.
Arshenio bungkam,seketika ngeri melihat tongkat dengan ujung bawah yang bisa berubah menjadi senjata api itu kini terarah langsung pada kepalanya!.
Sabar ...
"Rafendra......"
Seketika hawa dingin merasuk hingga menembus tulang belakang.
Rafendra,melirik patah-patah pada sosok istrinya yang menatapnya dengan senyum penuh arti.
"Khem..." Berdehem canggung.
Akhirnya pria tua itu duduk dengan tenang kembali sembari melempar tatapan membunuh pada para cucunya.
Sudahlah permaisurinya sudah menampakkan tanda-tanda kemarahan!.
Jadi. Sebelum bantal dan selimut terlempar keluar,mengalah sajalah!.
Rayga mendesah lelah,tertekan akan tingkah keluarganya!.
Inikah keluarga mafia? mengapa terlihat seperti sekumpulan parodi lawak?!.
Rayga memijit pelipisnya pening.
.........🥀..........
Ruang keluarga mansion Wiguna...
Night,08.00
"Bagaimana bisa?" Keheningan pecah saat suara bergetar itu jatuh.
"Apa..apa yang, tidak! omong kosong apa yang baru saja kalian berdua katakan?! Gion...Diego?! jangan main-main atau nenek tidak akan melihat kalian sebagai cucu nenek lagi!!"
Anggi meraung penuh air mata,wanita tua itu berdiri menunjuk wajah sesal kedua cucu laki-lakinya dengan nanar.
Gion yang baru saja berbicara mengungkapkan rahasia yang coba mereka simpan tertunduk diam .
Diego,pria muda itu bahkan tak berani bersuara setelah raungan kemarahan Anggi terdengar.
Kayra terduduk lemas dengan tangan menutup mulutnya getir.
__ADS_1
Para wanita menantu keluarga besar Wiguna meratap pedih, bagaimana bisa menantu saudara perempuan mereka mengalami ini?!.
Bagaimana Liora akan menerima ini diatas sana?.
Amber menangis dalam diam dengan Daisy juga Jessy dipeluk para suami mereka.
Rayga?.
Pria itu mematung,sepasang tangan seakan menarik rohnya keluar dari tubuh.
Tubuhnya luruh dengan tubuh bersandar pada badan sofa.
"Bayi....bayiku dan Asline?...KAU JANGAN BICARA OMONG KOSONG GION! TIDAK ADA ITU TIDAK BENAR!!!" rayga mengelak dengan wajah dingin namun air mata deras mengalir dari wajahnya yang terpahat sempurna.
"Aku tau ini terdengar kejam,namun biar aku bicara!" Sosok flair berdiri masuk dibantu Acella.
"Siapa kau?" Anggi yang masih terbenam amarah juga kesedihan lepas, hingga wajah dinginnya terbit tak ada guratan ketenangan.
"Saya adalah dokter Flair..saya yang menangani Mrs Wiguna muda sejak pertama kali dibawa oleh zergan!" Flair berucap dengan wajah tertekan.
Rafendra menatap wajah serius itu dengan tatapan dalam, memerintahkan acella lewat ekor matanya agar membantu pria berdarah Rusia itu duduk.
"Lanjutkan..." Arkansas berucap dengan ketenangan yang terlihat hanya dipermukaan saja.
"Saat itu... pinggang Mrs Wiguna muda tertusuk pedang,saat mendiagnosis hingga saya merasakan denyut lain saat memeriksa nadi tangan Mrs Wiguna muda.Saya terkejut saat melakukan uji secara diam-diam dan mendapati ada janin muda yang tengah terbentuk didalam perut istri tuan muda Rayga! itu baru 3-4 Minggu,sangat kecil.Beruntung saat saya melakukan perawatan pertama luka yang disebabkan zergan tak sampai merobek dinding rahim" Flair mulai terengah-engah,luka tusukan belati beracun masih meninggalkan dampak karena baru dua hari perawatan .
Acella memberi pria itu segelas teh dingin.
Semua menunggu dengan perasaan campur aduk.
"Saya merawat Mrs Wiguna muda sebaik yang saya mampu demi memulihkan tubuhnya dalam 7 hari,saya memutuskan membantunya melarikan diri setelah 7 hari dengan berbagai antidot penunjang stamina juga imun.Saya belum memberi tahu Mrs Wiguna kalau dirinya tengah mengandung saat itu demi menjaga agar dirinya tak diserang panik ! prioritas saya adalah membantunya lolos baru kemudian memberitahu tentang janin itu! tapi...." Flair tak mampu lagi berkata.
Semua orang juga pasti tau apa yang terjadi kemudian.
"Jadi calon anak kami gugur oleh wanita itu?!harusnya aku sendiri yang membunuhnya,bukan Tigress!" Rayga bangkit meninggalkan ruang keluarga,menyambar kunci mobil dan pergi dalam kemarahan.
Tapi apa daya,wanita itu sudah mati dan bahkan tubuhnya sudah menjadi santapan para aligator!.
"Jadi cicitku gugur.. benar-benar gugur?..." Anggi bangkit, terhuyung meninggalkan ruang keluarga dengan perasaan hancur.
"Jaga emosi kalian..jangan beri tahu asline masalah ini..kakek akan urus Rayga! Arkansas, arshenio.Jangan katakan apapun pada archa!" Rafendra bangkit mengejar istrinya.
Keheningan menyesakkan dada.
Para ibu menangis tertahan dengan wajah mendung para pria.
"Jangan beri tahu para kekasih kalian boys! jangan sampai Willie ataupun Sagara tau dulu tentang masalah ini,kita harus jaga mental asline sampai dia pulih da-"
"Tutup mata,telinga juga mulut kalian semua tentang masalah ini..Daddy harap masalah ini tidak akan dibahas lagi!" Suara dingin penuh ancaman Arkansas terdengar menyentak ucapan kayra.
"Apa maksud Daddy? apa kita akan membiarkan begitu saja masalah calon bayi kakak sulung? dad, bagaimana kami menjadi buta dan tuli tak berperasaan pada calon bayi kakak?!' Arshenio menatap wajah ayahnya emosi.
Arkansas berbalik menatap arshenio tajam.
"Lalu apa dengan membuka mulut dan memberi tahu dunia bahwa bayi Rayga tiada akan membuat bayi itu kembali hadir dalam rahim kakak ipar mu?! dengar.....menjaga mental asline lebih penting sekarang,jika dia tau bahwa dia hamil dan sudah keguguran, bagaimana perasaan nya?! kau fikir akan mudah mengandung bayi lagi setelah itu semua?! menjaga perasaan wanita yang keguguran itu penting arshenio...itu semua mempengaruhi kesuburan mereka,Daddy tidak ingin asline menjadi sulit untuk mengandung dimasa depan karena emosinya bergejolak!"
Semua terdiam telak tak mampu bersuara.
Benar....
Apa yang dikatakan Arkansas dalam kemarahannya adalah kebenaran!.
Arkansas bangkit dan berjalan pergi dengan wajah gelap.
Rion menghela nafas,menepuk punggung arshenio dengan senyum teduh.
"Kakekmu..Daddy kalian adalah orang dengan pemikiran jauh ke depan.Mereka adalah orang-orang yang berfikir berkali kali sebelum berucap dan membuat keputusan! Arshenio,terkadang menjadi buta dan tuli tidak terlalu buruk dalam konteks tertentu.Kakak iparmu akan tenggelam dalam penyesalan dan kesedihan jika tau dia hamil dan akhirnya kehilangan calon bayi nya.Lalu bagaimana setelah itu? pikirkan itu..." Rion bangkit setelah melihat wajah merenung arshenio.
Kayra dan para ibu berlalu.
Setelah sedikit nasihat,para ayahpun pergi .
Mereka akhirnya kembali ke rumah masing-masing.
"I Hate this damn world!"
Brankkkk...
Meja tamu terbalik oleh tendangan arshenio yang kalap,para saudaranya hanya mampu melihat tanpa mau menenangkan pria pemarah itu.
"Dia selalu marah kemudian merusak barang...entah apa lagi yang nanti akan dia rusak?" Raino berucap frustasi.
"Setidaknya amankan garasi mobilmu..." Ucap Xain penuh arti .
"Kenapa dengan garasi mobilku?" Raino bertanya tak paham.
Diego terkekeh rendah.
"Garasi mobilmu paling dekat dengan pintu keluar mansion dibandingkan garasi raider ataupun big bro! kau tau dia selalu melihat ganas dan menghancurkan apapun begitu kakinya melangkah kelu...."
Tak sampai alarik selesai berucap,Raino bangkit dan berlari tertatih demi memastikan pintu garasi mobil koleksinya aman!.
Atau sederet mobil dengan harga selangit itu akan habis oleh arshenio!.
...TBC...
__ADS_1
Kalau kalian punya akun sosmed..share ya cerita El ke teman-teman pencinta novel kalian disana..
Thanks for your support 🌹