
...Vote,like dan komentar ya 🌹...
...♣️.....♣️...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...♣️.....♣️...
...# Flashback #...
Sebuah gedung dengan aula yang kini dipadati para reporter dari beberapa stasiun televisi berita,terlihat padat ditambah puluhan orang yang mengaku sebagai fans fanatik dari seorang penyanyi yang baru melakukan debut dan tengah naik daun.
Hari itu,akan disiarkan secara live mengenai masalah putusnya hubungan yang tiba-tiba terdengar dari pasangan fenomenal publik figur itu.
Jonathan dan Grizela.
Dua nama yang kini tengah dikabarkan akan membatalkan acara pernikahan mereka yang tinggal menghitung hari saja akan diselenggarakan dengan meriah.
Namun..
Entah ada angin apa,berita pembatalan dilayangkan pihak Fernandez hingga kini,Pihak management Grizela mulai melakukan konfirmasi pers.
Wanita itu,Grizela berjalan masuk kedalam aula yang telah dipenuhi para reporter juga perwakilan dari Club penggemarnya.
Image murni dan baik hati dari penyanyi baru yang ia bangun sukses menarik hati para penikmat dunia musik, dan kini dirinya memiliki lebih dari puluhan bahkan ratusan penggemar dari seluruh Inggris!.
Yah,mereka yang bahkan tidak tau.Apa yang dirinya lakukan untuk mencapai itu semua dalam waktu 3 tahun.
Sleeve long dress biru membalut tubuhnya,wajah dengan senyum manis yang mengandung tekanan batin yang kuat, terlihat ia tampilkan sukses membawa banyak spekulasi dari para penggemar bahkan reporter pencari berita.
"Terimakasih telah hadir dalam konferensi untuk menegaskan prihal putusnya hubungan penyanyi kami dengan tuan muda Fernandez,saya sebagai manager nona Grizela akan membiarkan semua orang mendengar langsung dan bertanya dengan sopan setelah sesi penyataan selesai" Seorang wanita dengan blouse formal berwarna hijau toska membuka sesi begitu semua telah duduk dengan tenang di posisi mereka.
Grizela menyeringai dibalik wajah sendunya.
Kedua orangtuanya duduk di belakang dengan senyum simpul menatap wajah semua orang yang hadir.
Sementara itu....
BRAKHHH....
Aira,gadis cantik dengan rambut panjang dikuncir tinggi itu masuk mendobrak pintu ruang direktur dengan nafas memburu dan manik bergetar panik.
"ASLINE....HAH..KAMU..KAMU HARUS LIHAT INI!!" Aira berlari dengan gusar,membawa sebuah tablet di tangannya kearah kursi kerja asline.
Asline,gadis cantik yang terlihat begitu menawan dengan jas formal juga kaca mata bening yang membingkai manik indahnya itu mengangkat wajah dari dokumen yang dirinya baca,melepaskan kaca mata itu dan menerima tablet yang diserahkan oleh Aira dengan tangan bergetar gadis itu,yah.Aira gemetar horor akan berita yang dirinya bawa.
Sebuah siaran akan acara siaran pers dari sosok yang begitu dirinya kenal,luar dan dalam!.
Gadis itu menyeringai dingin,memutar kembali Vidio yang dijeda oleh Aira sebelumnya.
" Hiks....apa yang bisa saya lakukan ? meski cinta saya telah direstui dan semua telah dipersiapkan dengan hati-hati,hiks...apa yang bisa saya lakukan jika saudari saya datang kembali ? saya tidak membencinya karena hancurkannya pernikahan kami...saya juga tidak pernah menginginkan ini semua terjadi! saya dan Jonathan sudah akan menikah,namun tetua keluarga mantan tunangan saya datang menolak semua rencana pernikahan kami! saya tidak tau.. apa salah saya sampai saudari saya entah melaporkan apa pada tetua Fernandez,hingga mereka mendorong saya dan keluarga saya untuk membatalkan hiks...maaf,mungkin saudari saya tidak terima karena awalnya dialah yang bertunangan dengan Jonathan,tapi itu sudah bertahun-tahun yang lalu !"
" Nona Grizela....bagaimana bisa sampai pertunangan anda dengan tuan Jonathan kandas? apa sebenarnya hubungan ini semua dengan saudari anda?! siapakah saudari anda itu"
"Benar...setau kami keluarga gradian anda hanya memiliki anda sebagai garis keturunan setelah tuan Santanu meninggal bersama seluruh keluarganya!"'
"Bagaimana bisa pernikahan yang sudah menghitung hari hancur begini? apa yang sebenarnya terjadi?"
Asline melihat sesi tanya jawab itu dengan manik berkilat.
Garis keturunan? hanya dia?.
Gadis kotor hasil hubungan hina Dante dan Lucinda itu adalah garis keturunan gradian?!.
Rasanya asline ingin tertawa keras akan lelucon itu.
Penampilan menyedihkan lengkap dengan air mata buaya yang dikeluarkan grizela sukses membawa dirinya,Asline menjadi topik panas penuh cibiran oleh ulah grizela.
" Asline...dia adalah sepupu saya yang hilang setelah kecelakaan paman Santanu,dia adalah putri paman saya juga tunangan kecil Jonathan dulu! hiks...awalnya saya tidak ingin bertunangan namun para keluarga memaksa agar hubungan kedua keluarga kami tetap terjalin meski pihak calon mempelai wanita bukan lagi asline,namun saya.Tapi...saya sangat kecewa,mengapa sepupu saya itu tega,padahal saya tengah mengandung anak dari Jonathan!"
Klik......
Hahahaha....
Aira menatap horor tawa renyah asline,namun setelahnya ia tersentak mendengar ucapan terakhir grizela dari tayangan video itu.
"Huft...kau..kau dengar apa yang wanita gila itu katakan?! wah....sudah bobol duluan ternyata!" Asline meredakan tawanya dengan cibiran sarkas.
Bangkit dari tempat duduknya,berbalik menatap seluruh kota dari kaca dinding ruangannya.
Hotel 15 lantai dengan setiap lantai berisi 20 kamar dari fasilitas biasa hingga sweet eksekutif dan presidential room.
__ADS_1
Hotel bintang 5 yang berhasil dibangun atas kerja sama dengan pihak Wiguna Coorporation, perusahaan bagian pariwisata.
"Mencari kambing hitam agar tidak jadi bahan lelucon seluruh kota! bagus...sangat bagus!" Asline mencibir,namun tak lama.
Brakhhhh...
Asline dan Aira tersentak kala pintu kembali dibuka dengan dobrakan lebih kuat.
Raels berlari masuk dengan wajah pias.
"Line.... sebaiknya kau jangan keluar dulu! Pihak hotel telah menutup seluruh pintu masuk dan para tamu sudah diamankan agar tidak keluar dulu dari hotel ini!" Nafas Raels memburu,gadis cantik dengan rambut hitam dikepang menyamping itu menatap asline dengan pupil bergetar.
Asline mengeryit,langkah kaki jenjangnya membawa gadis itu keluar dari ruang kantornya.
Mengindahkan raels juga Aira yang berlari cepat mengikutinya.
Sementara diluar gedung hotel,puluhan orang berdiri dengan kata-kata kasar diatas namanya.
Asline,dasar perempuan hina...
Asline, perebut kebahagiaan gadis lain...
Asline,minta maaf pada idola kamu....
Pupil mata asline menajam,sorot matanya sarat akan kedinginan dan acuh tak acuh.
Semua kata-kata yang mereka, orang-orang asing itu tulis dengan huruf besar sembari berteriak dan memaki dirinya.
Terkekeh dengan sikap tenang,acuh tak acuh.
"Jadi ini yang bit*h itu inginkan? mendorong para penggemar gilanya untuk merundungku, dengan menggunakan tangan orang lain?! sangat hebat....." Asline berjalan tenang,wajah cantiknya tersiram sinar hangat mentari pagi.
Rona merah di pipinya terlihat memukau,namun sorot dingin dimatanya benar-benar perpaduan yang tak sesuai dengan garis kecantikan gadis itu.
"Asline! jangan mencoba melangkah keluar! kamu tak akan bisa menangani orang-orang berfikiran sempit itu!! mereka dan cinta fanatik mereka sangat berbahaya!" Jaiden menghadang langkah kaki asline,memblokir pandangan gadis itu kearah pintu lobby.
Aldo nampak menggulung lengan kemejanya,ponsel ditelinga pria itu dan wajah tampannya terlihat tegang.
"Benar asline..Aldo tengah menghubungi polisi,biarkan aparat yang mengurus masalah ini! Grizela sialan itu sudah menciptakan suatu situasi yang benar-benar akan menghancurkan dirimu jika kamu menerjang tanpa persiapan! dan... kebohongan ini terlalu besar!! jangan asline...kami mohon jangan keluar!" Rubi memohon dengan cemas.
"Setidaknya biarkan aku bicara dengan mereka! apa yang benar dan salah disini!" Asline menatap Jaiden dengan sangksi.
Berbicara benar dan salah? apa mereka akan mendengar?.
Asline terkekeh samar,mendorong tubuh tegap jaiden dengan wajah tenang.
"KELUARKAN GADIS BUSUK PERUSAK KEHIDUPAN IDOLA KAMI!!"
"IDOLA KAMI HARUS MENDAPAT KEADILAN!!"
"ASLINE...KELUAR KAMU!!"
Kerumunan itu terus berteriak hingga menyebabkan jalanan disekitar hotel macet seketika.
Pintu kaca geser otomatis terbuka,dan kerumunan itu diam seketika.
Gadis cantik dengan tubuh semampai dibalut coat formal peach lembut melangkah keluar dari dalam hotel.
"Maaf...bolehkah saya bertanya ada masalah apa anda semua berkumpul didepan hotel saya dan membuat keributan?" Asline tetap tenang,menjaga ekspresi wajahnya dan tidak ingin salah bertindak.
"Kau asline?" Seorang wanita dengan eye shadow hitam tebal yang diukir bertanya sarkas.
"Benar.Ada masalah apa hingga nampaknya anda semua begitu marah? bukankah saya dan kalian semua tidak saling mengenal" Ucap Asline dengan wajah acuh.
"KAU DASAR GADIS BUSUK! KAU MEREBUT KEBAHAGIAAN ORANG LAIN... PERCUMA WAJAHMU CANTIK,HATIMU BUSUK!"
"BENAR.... KENAPA TIDAK JADI WANITA PENGHIBUR SAJA! BERANINYA BERBUAT LICIK MENGGAGALKAN PERNIKAHAN ORANG LAIN,TERLEBIH KELUARGA SENDIRI!"
"DASAR SAMPAH!!"
Jaiden berlari mendekat namun tangan asline yang terangkat cukup mengunci langkahnya .
"Atas dasar apa hinaan kalian ini?" Asline tetap tenang,meski hatinya yang telah hancur kembali terkoyak.
Atas dasar apa orang-orang asing ini menghina dirinya?.
Atas dasar apa mereka menilai karakternya?.
Atas dasar apa fitnah ini dilemparkan kepadanya!.
"KAU JANGAN BERPURA PURA BODOH!! BERITA PAGI INI BAHKAN SUDAH CUKUP MENJADI BUKTI!!"
"YA...DEWI IDOL KAMI YANG BAIK HATI MENANGIS KARENA HATI BUSUKMU..KALAU SUDAH BERPISAH MENGAPA MERUSAK MASA DEPAN GADIS LAIN?!"
"DASAR PEREMPUAN TIDAK BERMORAL!!"
Asline menutup mata,dihadapan begitu banyaknya caci maki atas hal yang sebenarnya disini dirinyalah yang menjadi korban,namun apa yang terjadi?.
Grizela membalik opini publik menggiring orang-orang dengan kejam menghina dirinya.
Panas...
Keadaan semakin memanas.
Ketiga gadis dibelakang asline sudah bergetar menahan amarah,sedang dua pria tampan yang kini mulai bergerak mengintruksikan para penjaga keamanan membubarkan masa.
Membuka mata,wajah cantik itu kini terlihat lebih gelap.
"Kalian tau apa yang akan dihasilkan oleh sebuah berita?! terutama berita yang bersumber dari kebohongan yang dibuat oleh manusia licik,disebarkan oleh manusia berfikiran sempit,dan dipercaya oleh manusia bodoh! pernahkah saat mendengar sebuah berita kalian mencari lebih dari satu sumber? heh....terlihat sekali betapa dangkal, fanatik kalian membuat kalian menjadi buta dan terlalu bodoh untuk mempercayai sesuatu yang jelas adalah kebohongan demi popularitas!" Asline berucap penuh cemohan.
"LIHAT GADIS BUSUK ITU?! SUDAH SOMBONG DIA MENGHINA KITA BODOH! BUNUH SAJA DIA!!"
Entah seruan dari mana,jelas sumber suara itu adalah provokator sebenarnya.
Semua terlalu cepat,tubuh tegap berbalut jas hitam Armani memeluk tubuh asline dan membiarkan punggung tegap sosok itu menjadi tameng ditengah lemparan batu,telur bahkan kayu!.
Asline terdiam mematung.
__ADS_1
Dan tak lama.
"Tutup matamu..." Suara tegas penuh amarah tertahan terdengar dari atas kepala asline yang masih dalam posisi menunduk.
Brrrrrr....
Traaaassshhh.....
Sebuah tank dengan siraman turbo mengeluarkan air dengan tekanan tinggi.
Itu bukan air biasa.
"ARKHHHH...... PRIA ITU GILA!! ARKHHHH !!"
"PANAS!! BERHENTI... HENTIKAN...MAAFKAN KAMI!!"
teriakan terus terdengar,tubuh puluhan orang itu melepuh dengan mengerikan.
Itu....
Air campuran cairan kimia berbahan dasar keras.
"Dear....are you okey? look at me!"
Degggg...
Tes........
Setetes cristal bening jatuh,kala setetes noda darah jatuh tepat di pipi halusnya.
Asline terisak mengusap kening Rayga yang terluka.
Pria itu datang,menjadikan tubuhnya tameng dari lemparan brutal orang-orang itu.
"Hei...don't cry...i'm fine ...i'm fine for you my queen....shuuttt...jangan menangis ada aku....aku disini,just close your eyes and everything will be alright.." Rayga berbisik lembut,mengecup jemari asline yang terulur mengusap darah dari keningnya.
Takhhh...
Brukhhhh...
Rayga mendekap lembut tubuh asline yang jatuh tak sadarkan diri oleh suntikan yang dirinya berikan.
Menatap kelima sahabat gadisnya dengan dingin, tubuh asline ia bawa ala bridal menuju sebuah mobil Mesereti hitam miliknya.
Meninggalkan semua dalam ketidak perdulian, perhatiannya hanya pada gadisnya saja.
Namun sebelum itu...
Menyentuh sebuah tombol di headset bluetooth rancangannya.
"Bawa dia ke gerbang timur manor!"
"Copy that!"
Menyeringai bengis, menempatkan tubuh gadisnya di samping kursi kemudi.
Menutup pintu memutar mobil dan masuk duduk di kursi kemudi.
Rayga menatap wajah cantik asline dengan lembut,meraih tubuh itu kembali dan meletakkannya diatas pangkuannya .
Mobil mewah itu perlahan melaju,Rayga membiarkan asline tidur dengan kepala bersandar pada tubuhnya.
Cup....
Rayga menutup mata sejenak,mengecup penuh cinta kening asline.
"Tidurlah sayang.....hari esok semua akan menjadi milikmu!"
Smirk Rayga bengis.
Times running out....
Royal Cannon terbuka,Raino dan Maxim keluar bertos ria.
Senjata baru mereka sangat luar biasa.
Penyembur air raksa bertenaga turbo.
"Gila dude.....tank ini akan kurakit ulang bersama Ryu, hei.....kenapa kalian diam? para tikus berisik itu sudah tidak akan mengacau lagi..yah...mereka tidak mati juga! paling sekarat!"
Raels, Rubi,Aira.
Ketiga gadis itu melongo horor.
Jaiden menggeleng miris,dan Aldo berdecak kagum.
"Hai...cantik...boleh kenalan tidak?" Maxim mendekat dan menarik tangan Rubi dengan kerlingan genit.
Raino menggeleng miris,masih sempat-sempatnya playboy satu ini main-main ditengah suasana gila yang baru mereka ciptakan!.
Jaiden menarik Rubi kebelakang tubuhnya,menatap tajam wajah jenaka Maxim.
"Astaga...bercanda brother! sudahlah malas aku dengan manusia kaku!" Maxim mencibir kesal,menaiki tank kembali diikuti Raino yang menatap raels penuh arti.
Raels menegang kaku.
"Itu seperti raider? tapi kenapa auranya beda?" Batin raels binggung.
Dante, Lucinda dan Grizela yang tengah tertawa bahagia melihat hasil dari drama sedihnya,Asline pasti akan habis ditangan para penggemar nya.
Hanya saja,mereka tak tau apa yang kini tengah menuju kearah mereka dengan aura dewa kematian yang pekat memenuhi langit!.
...#Back off#...
...♣️...
...TBC...
__ADS_1
Hujan,El kebanjiran sudah sakit harus kejar target!.
Setidaknya jangan jadi silent reader di lapak El!.😧