Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Way it is


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya...



...🍃...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🍃...


Suara kicauan burung gereja terdengar merdu bersahutan,langit terlukis begitu indah dengan warna biru juga taburan awan putih yang begitu anggun mengisi langit pagi yang begitu cerah.


Sebuah katedral terlihat begitu ramai dipenuhi oleh orang-orang yang berdatangan dengan jas juga dress terbaik mereka.


Pagi ini,momentum sakral dari clan pebisnis besar Wiguna akan kembali terjadi.


Putra dari Arkansas,sang Zeus akan melangsungkan acara untuk sekali seumur hidupnya, pernikahannya!.


Para tamu telah duduk rapi,para pemimpin besar dan tokoh penting dunia.


Duduk dengan penuh wibawa memenuhi undangan cucu sulung dari tuan besar Rafendra,deretan kursi terhias dengan berbagai bunga putih mengisi keindahan katedral.



"Oh aku tidak sabar melihat calon menantu kita!!" Wanita cantik bergaun biru laut dan rambut tersanggul berhias mutiara berucap antusias,Anggel Ryuiji Hara.


"Hm..mengingat kembali gaun pengantin untuk acara suci hari ini membuatku bersemangat!!" kini wanita dengan gaun berwarna merah maroon berucap heboh,Daisy Gabriel Smith.


"Aku lebih antusias untuk melihat wajah out of caracter Rayga!! bagaimana nanti ekspresi anak itu?!! aku yakin,tembok es-nya akan pecah!!" Jessy,istri dari Marsel itu berucap begitu hebohnya,wanita dengan gaun berwarna hijau toska itu benar-benar tak tahan akan rasa penuh semangat jiwa muda mereka,rasanya momentum pernikahan Liora juga Arkansas kembali terulang dengan generasi yang berbeda!.


" Jangankan saat ini? saat undangan tersebar saja wajahnya tak berhenti tersenyum,yah..meski tipis sekali! dia memang tsundere!!" Kayra menimpali,wanita dengan gaun cantik berwarna ungu muda itu menggeleng geli.


"Hehehe..rasanya aku tak sabar melihat calon raja dan ratu clan kita!" Amber terkekeh riang.


"Hus....kalian diam dulu...jaga image!" Zoya memelototi para menantunya dengan gemas,pusing kepalanya akan keantusiasan para istri putra-putranya itu.


"Aduh mami....ini itu momentum langka! lihat saja nanti wajah menggelikan si anak kutub Rayga itu! pasti mami dan para ibu mertuaku sayang yang lain juga akan tertawa nanti!" Starla menatap wajah tua zoya yakin.


Istri dari Xander itu sungguh tak sabar menanti melihat ekspresi lain yang nanti akan dikeluarkan oleh putra es mereka!.


Zoya menggeleng diikuti saudarinya yang lain.


"Kakak ipar..mengapa kau menatap kami tidak enak begitu? jangan melihat kami dengan tatapan elangmu!" Kayra sungguh merinding melihat manik tajam Arkansas yang kini bak memberi mereka laser panas.


"Siapa yang kalian sebuat putra es? " Arkansas berucap dengan senyum seringainya.


Kayra juga para saudarinya yang lain seketika merinding,merapat pada suami mereka masing-masing yang dengan kurang ajarnya tengah sibuk menahan tawa melihat ekspresi para istri.


"Makanya honey.. hati-hati bicara tentang Rayga saat disini ada ayahnya! kena bukan?" Rion mencubit pipi istirnya gemas.


Kayra mendengus dan merangkul manja lengan berbalut jas hitam suaminya.


Rion terkekeh dan mengecup puncak rambut istirnya gemas.


Mereka yang melihat hanya mendengus kesal.

__ADS_1


Benar,para menantu generasi kedua duduk satu deret bersama para suami mereka yang duduk diam mendengar ocehan semangat para istri mereka,sungguh tak perduli wajah para tamu yang horor akan ekspresi baru para penguasa generasi kedua itu.


Arkansas kembali terdiam dengan wajah tanpa ekspresi,namun maniknya menyorot sendu altar pernikahan yang kini akan menjadi tempat bagi putranya mengikrarkan janjinya pada tuhan.


"Sayang..kau melihat putra kita dari atas sana bukan?kuatkan aku mendampingi anak-anak kita disini.. anak-anak yang tumbuh dewasa tanpa dirimu..aku akan melepas satu putra kita untuk mengarungi hidup barunya..Liora,istriku...doakan mereka bahagia..aku tau diriku telah berlumur dosa..tapi aku akan selalu mencintaimu...bahkan aku akan memohon pada Tuhan untuk menjaga anak-anak kita...Liora..aku merindukanmu sayang...aku merindukanmu disisa hidupku ini sendiri menjaga ketiga anak kita.." Arkansas menarik nafasnya yang terasa berat,batinnya menangis dalam haru.


Satu putranya akan segera membangun rumah tangganya sendiri,dan sebagai ayah dan orang tua tunggal.


Siapapun tau,berat semua beban membesarkan anak seorang diri tanpa seorang istri disampingnya,namun dukungan keluarga memberinya kekuatan dan doa istrinya tak pernah meninggalkan dirinya meski kini dunia mereka telah berbeda.


Arshenio menatap sendu ayahnya,pria muda itu melihat ayahnya dari jauh.


Benar,kini dirinya bersama para inti sibuk menjaga keamanan acara sang Zeus.


Tidak boleh ada satupun hama yang akan mengganggu jalannya ritual suci ini.


"Eagle one...west clear..." Earphone ditelinganya berbunyi,dan suara alarik terdengar tegas.


"Copy that!" Arshenio menjawab dan berbalik keluar dari katedral.


Sementara itu..


Anggi mendekat kearah sudut altar,dimana sebuah piano hitam klasik terlihat dengan seorang remaja manis duduk disana.


"Archa sudah siap nak? ingat...ini selain untuk kakakmu..juga untuk Daddy kalian sayang...lagu ini adalah salah satu pengiring saat pernikahan mom dan Daddy kalian duku! bernyanyi-lah dengan hati sayang..nenek percaya padamu!" Archana,yah! gadis remaja yang duduk disana tanpa satupun keluarganya tau selain sang nenek juga para ibunya tentu saja.


Anggi mengeryit kala tak mendapati sang cucu menjawab.


Hingga...


Deg...


"Tentu nenek,selain untuk kakak...ini juga untuk Daddy..aku ingin Daddy mengingat kembali saat pernikahannya dengan mommy...aku sudah berlatih keras dengan nenek seminggu ini,aku janji akan membawa lagu ini dengan hati! dan ini Archara nenek,archa sudah Chara buat tidur sampai nanti malam!" Yah,gadis itu bukan archana,namun Archara yang membalas yakin.Entah mengapa alter ketiga archana keluar tanpa sebab? namun satu hal yang pasti.


Sisi Archara merasakan gejolak hati dari ayah mereka.


Mereka satu tubuh,namun pemikiran mereka berbeda.


Anggi mengangguk,mengelus rambut panjang archara,sisi lain archana dengan sayang.


"Apapun dan siapapun yang kini berbicara pada nenek..lakukan yang terbaik sayang!" Chara mengangguk dengan senyum tulus.


Sedangkan Ara,deliana,freya.Mereka tengah membantu para calon menantu mereka untuk mempersiapkan asline ditempat yang lain sebelum kereta kuda akan membawa asline menuju katedral.


........🍃..........


Rubi memekik kala sang MOU telah selesai merias sang pengantin.



Para gadis dengan warna dress serupa namun model berbeda itu menutup mulut mereka takjub.


"Astaga...aku..aku bak melihat rupa bidadari yang sebenarnya!" Aira berucap memecah keterpakuan mereka.


Para sahabatnya mengangguk linglung.


Inikah devinisi inner beauty pengantin?.


Sangat indah dan memukau!.


"Baiklah girls!! kalian telah selesai maka bersiap diposisi,bunda akan selesaikan persiapan Asline! hanya tinggal Tiara dan voil saja yang belum terpasang.." Samantha berucap tegas.


Victoria mengangguk dan membawa keluar para sahabatnya.


"Asline..jangan gugup,kami dibelakangmu right!" Raels menepuk pundak asline yang terlihat begitu cantik dengan wajah gugupnya.


Asline tersenyum lembut, jantung berdegup kencang dan melihat pantulan wajahnya di cermin membuat dirinya merasa takjub.


Benar...


Asline memang sudah terlahir cantik ,terlahir dari darah campuran Indonesia dan Rusia menjadikan dirinya memiliki garis wajah yang indah dalam satu kali pandangan mata.


Terdiam menatap cermin semakin dalam.


"Dear aku mencintaimu..menikahlah denganku!"


Blushhh..

__ADS_1


Menunduk kala rasa panas membakar seluruh wajahnya!.


Bayangan wajah tampan itu, permintaan yang bukan seperti permintaan.Namun sebuah perintah!.


Entah bagaimana wajah tampan yang hanya tersenyum tipis itu begitu manis!.


"Pa..ma..asline akan menikah....hari ini akhirnya datang..hari dimana dulu setelah penghianatan yang dilakukan Jonathan..hari dimana asline berfikir tidak akan pernah percaya pada siapapun juga cinta! hari ini datang untuk asline ..putri kalian ini....asline bahagia..tolong restui pernikahan asline ini papa..mama..." Asline melirih,mendongak menatap langit-langit ruang rias menghalau air mata yang dengan kurang ajarnya ingin tumpah.


Tidak!..


Tidak ada lagi air mata,dirinya harus tersenyum bahagia dihadapan calon suaminya.


Rayganta Alzeus...


Sosok yang telah begitu besar memberinya cinta dan juga arti dari kasih sayang keluarga.


Dirinya tak bisa mengecewakan pria hebat itu dan keluarga mereka.


"Line....."


Degggg


Asline berbalik cepat,bangkit dari kursi rias yang ia duduki.


"Pa..paman Will!!" Asline berseru dengan berkaca-kaca.


"Ada-apa sayang? paman datang dan kenapa justru ingin menangis? ayolah... tersenyum agar pengantin cantik ini semakin bersinar!" Wili,paman ketiga dan saudara kandung Santanu.


Grephh..


"Paman...kau...kenapa dengan kaki paman? ....kau baik-baik saja bukan? mengapa lost contack?!" Dengan suara bergetar asline bertanya ditengah pelukan hangat sang paman.Pria yang kini duduk disebuah kursi roda.


Wili tersenyum teduh,mengusap punggung bergetar keponakannya itu.


"Huft....." Menghela nafas berat, Willi menatap Sagara yang berdiri didepan pintu dan mengangguk tak masalah.


"Apa lagi Line? begitu kamu paman kirim kembali, seseorang membakar gedung penelitian tempat kala itu paman tengah membantu para dokter muda magang! paman terluka line,tapi paman selamat! entah bagaimana,selama kau memberi serangan pada Dante...paman disana terpojok...paman tidak bisa melihatmu goyah karena keselamatan paman..maka paman bersembunyi,tempat dimana tak seorangpun mengenal paman dan tempat paling tertinggal di dunia.Tanpa teknologi apapun!" Willi menjelaskan dengan sabar,kini mereka telah duduk disebuah kursi sofa panjang dengan Willi yang duduk di kursi rodanya, Samantha pergi cukup lama entah mengapa.


"Lalu bagaimana paman bisa datang?" Asline bertanya penuh kebingungan.


Willie tersenyum dan menggenggam hangat telapak tangan yang terbalut sarung tangan berenda.


"Rayga menemukan paman dan membawa paman langsung dari Siberia... sebenarnya paman juga tak tau bagaimana dia bisa tau keberadaan paman..tapi mengingat siapa dia dah keluarganya...paman merasa bersyukur dia ada untukmu! asline...jangan pernah meragukan pria seperti Rayga...dia adalah terbaik dari yang terbaik! paman sudah tak bisa melakukan apapun lagi nak..." Willie tersenyum nanar,asline memeluk pamannya dengan hati yang sakit.


"Paman..kau dulu merawat diriku,kini izinkan aku merawat paman..paman sudah layaknya ayahku sendiri...sakit paman adalah sakitku juga.." Asline berucap dengan air mata meleleh tanpa bisa dicegah.


Willi menghela nafas berat,meraih sebuah sapu tangan dari saku jas-nya.


Mengusap wajah cantik keponakannya dan menatap wajah fersi amritha muda dulu,wajah kakak iparnya.


"Jangan menangis line..lihat riasanmu rusak! kuatkan dirimu...kau akan menjadi bagian dari clan Wiguna..dan mereka adalah orang-orang berhati baja! Line..calon suamimu punya banyak musuh...dia butuh seorang istri yang tegar berdiri disampingnya..jangan menangis nak...paman hidup dalam semua kesulitan ini tidak menyesal,kamu bahagia maka paman sudah puas..." Asline mengangguk paham,memeluk tubuh Willie dengan wajah sendu.


Benar...


Air mata adalah hal sia-sia bagi mereka yang tak berhak mendapatkan kesedihan dirinya!.


Dante dan keluarga pria itu!...


Ada saatnya dia akan membiarkan Rayga turun tangan.


"Kakak...." Asline memanggil kala melihat Sagara mendekat dan tersenyum lembut padanya.


"Bahagialah adikku...jadilah pengantin yang bersinar ,istri yang menghormati suami,ibu yang menjadi sumber kasih sayang anak-anaknya dan rumah bagai surga bagi keluarganya! asline....meski kita bukan saudara kandung..kakak sudah menganggap kamu lebih dari adik kandung kakak sendiri...kakak sudah tidak punya keluarga setelah kakak menghapus status Dante sebagai ayah kakak sendiri...pria yang sudah membiarkan ibu kakak meninggal karena selingkuhan-nya! Asline..hanya tinggal kita bertiga saja garis Gradian! kita akan selalu mendukung!" Sagara berucap mengusap pucuk rambut berhias indah adiknya.


Asline mengangguk dan tepat Samantha kembali dengan manik melotot horor.


"YA AMPUN!! ASLINE.... KENAPA MAKE UP-MU BERANTAKAN?!! ASTAGA.. MATILAH AKU!!" Samantha berseru putus asa,wanita itu bahkan sudah terlihat akan jatuh jika dia tidak cepat ditopang oleh acella yang masuk kala mendengar teriakan sang ibu.


Asline dan Sagara saling melirik,meringis dengan senyum kikuk.


Willie? pria paruh baya itu menggaruk tengkuknya canggung.


Masalah besar!...


Bencana kala melihat tatapan para sahabatnya yang tiba-tiba masuk dan menatap sepasang adik kakak itu garang.


...🍃...

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2