Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Closer to start the game.


__ADS_3

Hai jumpa lagi....



......🍃......


Klik.....


Rayga berlalu setelah mengusak rambut panjang sang adik.


Ruangan itu seketika jatuh kedalam kecanggungan yang aneh.


Archara,gadis manis itu duduk sembari membuka satu lagi bungkus snack ringan yang ia raih dari lemari pendingin sang kakak.


Maniknya melirik malas akan sosok wanita berpakaian ketat dihadapannya.


Wanita itu,sekretaris devisi 2.Berpakaian begitu formal dan rapi,hanya saja pakaian itu dijahit begitu ketat dan mengikat seluruh jengkal tubuhnya!.


Maniknya terlihat licik dengan senyum penuh rencana!.


"Apa kau tidak sesak nafas dengan pakaian ketat itu?" Archara bangkit dan berjalan menuju dimana rubella,sekretaris itu berdiri dengan senyum manis.


"Maksud anda apa nona muda Wiguna?" Rubella menjawab ramah seakan tak tau makna dari pertanyaan jelas sosok gadis manis itu.


Terkekeh rendah,archara berdiri tepat dihadapan wanita yang menatapnya begitu berani.


Mengambil langkah,archara dengan geli berjalan mengelilingi sosok rubela dengan gerakan perlahan provokatif.


"Ck..ck...ck....area pinggang yang begitu press,lingkar dada yang begitu rendah...lihat bahkan dada implan itu seakan tumpah! wow....kau ingin menggoda siapa disini? apa kau tau kakakku sudah menikah? istrinya bahkan lebih cantik darimu.... dan ini?!" Archara menggeleng dramatis,mengabaikan wajah memerah penuh amarah rubella.


Gadis itu kembali berucap jenaka.


" Apa maksudmu menggunakan rok begitu pendek? apa kau harus kuberi tahu,disini orang bekerja secara profesional dan mereka para pekerja perusahaan ini selalu berhadapan dengan setumpuk dokumen juga client internasional,bukan bekerja untuk pamer body dan membuka job plus-plus!" skak mat.


Spechless!...


Tubuh rubela bergetar hebat oleh penghinaan ini!.


Menatap wajah polos seakan tak berdosa itu dengan tajam.


Archara memdongak dengan senyum jenaka sementara rubella menunduk dengan manik memerah dan nafas memburu.


Archara akui, sekretaris ini begitu pintar menonjolkan kelebihan tubuhnya.


Dia tinggi,dengan dada besar juga kaki yang jenjang.


Rambut pirang dengan wajah khas Eropa!.


Yah,mungkin jika lelaki yang lemah pendirian akan jatuh dengan mudah!.


Tapi ini kakaknya,kakak sulungnya!..


Sang Zeus yang tak tersentuh oleh jenis wanita manapun hingga sosok asline datang dan menembus benteng es pria tiran itu.


"Nona muda...jaga mulut anda! apa maksud anda menghina saya seperti itu?!" Nafas rubela tercekat oleh rasa marah yang begitu berbahaya.


Gadis muda kaya ini begitu sombong!..


Jika saja dirinya tak mengingat siapa gadis ini,tentu saja akan dengan mudah dirinya menyuruh orang untuk melenyapkan nya!..


Archara tertawa renyah dan membuang bungkus snacknya sembarangan.


"Rubah betina...." Ucap archara,atau lebih tepatnya sisi lainya,archana.


Archara menilik wanita ini kemudian mengingat penampilan kakak iparnya.


Asline,sosok cantik yang memiliki kepribadian kuat.


Tidak mau menonjolkan penampilan,meski begitu pendirian kuatnya saja mampu membuat kecantikan wanita itu menguar, bagaimana kakaknya tidak terjerat? sedangkan wanita ini?!.


Meski begitu....


Meski kakak iparnya bisa santai kala mengetahui ada wanita rubah seperti ini diperusahan Z'industies,namun archara tak begitu baik membiarkan orang-orang seperti rubela bernafas lega dengan segala tingkahnya.


"NONA MUDA...JANGAN MELEWATI BATASMU DALAM MEMGHINA ORANG LAIN! " pekik rubela akan sikap ekstrim archana padanya.


Archara mundur,matanya memicing dengan ganas.


"Berani sekali kau meninggikan suaramu padaku! jangan fikir aku tidak tau wanita sepertimu itu bagaimana dalam bertindak! Berani kau datang dengan pakaian seperti ini keruangan kakakku...kau mau mati?!" Archara membalas sengit.


Suara manisnya yang mengalun rendah penuh ancaman,gadis itu tak pernah berniat melepaskan mangsanya dengan mudah!.


Rubella tersentak,tak ia sangka gadis yang terlihat polos dan rapuh ini memiliki aura kejam yang menindas.


Tak disangka,wajah manis itu ternyata memiliki lidah yang begitu tajam!.


Berusaha menjaga nada suaranya,rubella kembali berdiri tegak.


"Jika anda tidak membutuhkan saya..saya akan kembali bekerja!" Rubela berdiri dengan senyum manis menahan rasa ingin membunuh gadis itu.


Berbalik dan beberapa langkah sebelum dirinya berhasil membuka pintu.


"Siapa yang menyuruhmu pergi?! berbalik dan kembali kesini...."Desis Archara dengan senyum miring.


Kedua tangan rubela terkepal.


Senyum diwajahnya menghilang,berbalik dan mendapati tubuh archara yang telah berbalik dan duduk di sofa tunggal ruangan CEO dengan punggung yang bersandar malas dan kaki bersilang angkuh.


"Baiklah...apa yang anda inginkan?!" Senyum sinis akhirnya terbit.


Archana menoleh kearah meja kerja sang kakak.


"Pergi dan ambil snack lagi untukku...dan bawa juga kaleng jus yang lain dari kulkas...cepat! " Titah archara dengan senyum manis.


Menekankan kata terakhir tanpa niat membuat rubela menolak.


Rubela melotot bengis,anak ingusan ini begitu kurang ajar!.


"Anda punya kaki dan tangan bukan? pergi...dan ..ambil sendiri!!" Balas Rubela sembari menyilang kedua tangannya diatas dada.


Prankkkkk.....


Rubela meloncat kaget begitu sebuah pajangan mahal yang berada disisi sofa tamu itu dilempar hingga hancur menghantam lantai, tepat dibawah kaki rubella yang menghindar dengan horor.


"Itu bukan urusanmu aku punya kaki dan tangan atau tidak!"

__ADS_1


Ucapan gadis itu penuh nada peringatan,maniknya yang gelap terlihat menakutkan kala sebuah bayangan bak jurang tak berdasar terlihat oleh rubella.


Mengigil.......!


Mengambil nafas kala melihat pajangan yang telah hancur tak jauh darinya.


"Anda benar-benar gadis yang tak punya sopan santun! bagaimana kamu bisa berbicara begitu kurang ajar pada orang yang lebih tua darimu?' Rubela menunjuk wajah manis archana dengan jari bergetar.


"Sopan santun? aku hanya sopan pada mereka yang layak! kau tau siapa aku bukan? aku.....putri dari tuan muda Arkansas Dimitri Leander Wiguna...adik bungsu dan CEO Z'industies dan saudara kembar dari jendral muda Arshenio Devilio Wiguna! aku lakukan apapun yang aku anggap benar tak perduli harus membuat orang lain binasa!!" Arcara tak menutupi kebanggaan serta penghinaan dimatanya.


"Dan jangan lupa kau hanya seorang karyawan bukan istri CEO....." Archara duduk kembali dengan tenang,ucapan dan tindakan gadis itu sukses membuat rubela gemetar bungkam.


"Sa..saya adalah kepala sekretaris devi-"


"Kau ingat kau sekretaris rupanya? maka lakukan apa yang aku katakan! pergi dan ambil makanan ringan untukku!" Sentak arcara tak membiarkan rubela selesai berkata.


Rubella berbalik dengan berat hati,sungguh jika saja bukan adik big bos!.


"Tunggu!" Archara berucap tak lama.


"Ya...nona muda,apa yang anda ingin saya lakukan?" Ucap rubella bersabar.


"Snack tidak jadi...aku ingin teh hangat pergi dan buatkan itu!" Titah arcara sembari mulai mengambil tempat berbaring di sofa panjang.


"Kau......." Rubella tak bisa berkata-kata!.


"Apa? jangan lupa apa gunanya kau disini oleh kakakku..." Arcara dengan licik menggunakan rayga sebagai pemicu batas ketahanan rubela.


Dan berhasil....


Rubela mengepalkan kedua tangannya sebelum melempar tatapan tajam dan berbalik pergi dengan langkah lebar.


Archara terbahak setelah pintu tertutup keras.


..........🍃...........


Kaki jenjang itu melangkah memasuki gedung sebuah hotel dengan tergesa.


Hingga...


Brukhhh...


Entah datang dari mana,sesosok yang memiliki tinggi hampir setara dengan suaminya datang dan tabrakan tak terhindar.


Asline mengeryit dan dengan gerak cepat menyeimbangkan tubuhnya tak membiarkan tangan asing itu meraih pinggang nya.


"Maaf nona....ini salah saya..."


Deggg..


Asline tercengang saat suara berat mengalun tepat disampingnya menyapu pipinya dengan deru nafas hangat yang entah mengapa terasa membawa ketidaknyamanan.


"Tidak! tidak apa..tapi tolong beri sedikit jarak!" Asline berucap begitu mengangkat wajahnya menatap sosok pria tinggi itu dengan wajah dingin.


Pria asing itu tersenyum ramah.


Tubuhnya tinggi dengan tempramen tenang dan wajah yang begitu tampan.


Keduanya menjadi pusat perhatian tak lama.


Aura pria ini begitu pekat meski wajah tampan itu melempar senyum.


"Ah..maafkan saya Miss sa-"


"Tidak..saya bukan Miss..tapi Mrs.Saya sudah menikah.." Asline memotong cepat tak ingin membuat pria asing itu bicara terlalu jauh .


Senyum pria itu memudar,keryitan di kening asline terbentuk.


Ada apa dengan ekspresi wajah pria ini?!.


" Menikah ya........maafkan saya jika begitu..." Pria itu kembali tersenyum seakan tak ada masalah.


Hingga...


"Asline...." Asline berbalik dan mendapati jaiden berlari mendekat bersama Aldo.


Mendekat.


"Kebetulan kamu bertemu dengan Mr Calvin Harris disini,asline.Dia adalah CEO dari perusahaan penyalur bahan pangan untuk hotel dan resort kita di Rusia!" Jelas jaiden begitu tiba dihadapan keduanya.


Asline terdiam menatap wajah tenang pria asing itu dengan perasaan tidak nyaman,entah mengapa?!.


"Benar...dia juga yang menyediakan segala furniture di hotel kita" Jelas Aldo menimpali.


"Apa maksud kalian berdua?" Asline berucap dengan wajah terlihat tenang,namun entah hatinya.


"Perusahaan furniture dan real estate sebelumnya mematok harga terlalu banyak..jadi kami mencari rekan lain yang bisa menyesuaikan harga dari patokan pasar industri!" Jaiden berucap dengan wajah dipenuhi tanda tanya menatap ekspresi rumit asline.


Ada-apa?.


"Mrs Gradian..." Pria itu, pria yang menyebut diri sebagai Calvin Harris mengulurkan tangannya dengan senyum ramah.


Aldo menyikut lengan asline menyadarkan keterdiaman gadis itu.


Asline tersentak lalu menatap uluran tangan pria itu dengan senyum canggung.


"Bukan Mrs Gradian...saya telah menikah dan marga saya kini mengikuti suami saya...tolong panggil saja Mrs Alzeus secara formal saja" Ucap Asline dengan senyum ketegasan.


Pria itu tersenyum tipis,sesungguhnya bara api tenang menghantar panas dikedua telapak tangan yang kini saling berjabat.


"Tentu..Mrs Alzeus..." Jabatan terlepas,dan Aldo dengan senyum tak peka menarik kedua pemimpin itu menuju ruang rapat .


"Saatnya bekerja!!" Seru Aldo semangat.


Sungguh tidak peka kondisi!..


Sedangkan jaiden tertinggal dibelakang ketiga orang itu dengan tatapan intens.


"Entah mengapa aku merasa ada yang salah.." Jaiden bergumam lirih.


........🍃........


Rubella memasuki pantry khusus karyawan.


"JA*ANG SIAL! JIKA TAK MENGINGAT RASA CINTAKU PADA TUAN MUDA RAYGA..CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA SEJAK AKU MEMASUKI PERUSAHAAN INI,SUDAH KUBUNUH GADIS BUSUK ITU!!" rubela meraung dan membanting cangkir teh kala pantry itu terlihat sepi.

__ADS_1


Meraup oksigen dengan senyum miring.


"Kau ingin teh bukan...maka minum teh yang akan dibuat khusus untukmu!" Rubella menyerigai bengis,meraih cangkir dan mulai meracik teh.


Menatap sebuah tabung kecil bertulis garam.


Tok....


Tok...


"Masuk...." Archara duduk sembari memainkan game pada ponselnya.


"Nona ini teh anda.." Rubela tersenyum manis meletakkan cangkir cantik berwarna biru itu dengan sopan.


Arcara melirik cangkir itu tanpa menyentuh.


"Aku ingin ekspresso bukan teh! " Jawab Archara acuh tak acuh.


Rubella menggerakkan giginya bengis.


Gadis ini?!....


"Kantor kami tidak menyediakan ekspresso hanya ada teh!" Balas rubela gemetar menahan amarah.


"Itu urusanmu...aku mau cofe " Balas Arcara jenaka.


Rubela melotot dan berbalik gusar.


Dan tak lama kembali lagi dengan segelas kopi ekspresso.


"Siapa yang meminta cofe? aku itu menyuruhmu membuat jus..." Archara berucap dengan suara mengalun jenaka.


"AKU INGIN EKSPRESSO BUKAN TEH!"


Archara berdecak kala suara perekam mengalunkan suaranya dengan jelas.


Rubela tersenyum sinis.


Archara mengangguk acuh tanpa rasa bersalah.


Gadis manis itu meraih cangkir dengan ekspresso dingin.


Melirik senyum culas rubela dan terkekeh rendah.


Wanita ini fikir dia bodoh?!.


Takh..


Cangkir itu diletakkan kembali keatas meja.


Berdiri dan berjalan menuju rubela dengan senyum manis.


"Ah..kakak sekretaris..maafkan aku,kakak pasti lelah berjalan bolak-balik membuat minuman untuk ku? jadi..sebagai permintaan maaf..minuman ini untukmu saja!"


What the hell?!.....


Rubela menatap gadis itu dan cangkir kopi bergantian dengan pias.


"Minum...atau aku akan melapor pada kakakku kau membuatku mati kehausan disini?!" Archara mendorong rasa putus asa rubela dengan begis.


Dan pada akhirnya..


Glek.....


Sekali teguk dan kopi itu habis dengan rubela yang langsung berlari menuju pintu keluar demi mencari toilet.


Dia ingin mun*ah dengan segera!...


"Ck..kau ingin melihatku meminum cofee yang sudah bercampur dengan kotoran puppy penjaga lobby? mimpi!!" Dengus archara menatap cangkir kopi itu jijik.


.........🍃..........


Matahari bergerak turun,langit siang yang terik berganti senja yang lenggang.


Para pekerja mulai membereskan barang mereka ingin segera pulang setelah lelah beraktivitas.


Namun....


Sekelompok orang dengan jas hitam merengsek masuk kedalam lobby gedung Z'industies.


"Anda tau gedung apa ini?! bahkan tanpa izin dari tuan Alzeus...lalatpun tidak akan bisa masuk!"


Seorang pria,dengan pin kepala kemanan menahan sekumpulan itu masuk bersama sederet penjaga dengan wajah datar.


Tegang....


Seorang pria maju dengan senyum sarkas.


Dan sebuah tanda lencana terlihat setelahnya.


"Kami adalah petugas kepolisian internasional..kami kemari untuk menanyakan beberapa hal pada pemilik perusahaan ini atas tuduhan pembunuhan terhadap kepala biro CIA ,Mr Devano Alinston! kami kemari mencari tuan muda Wiguna.Rayganta Alzeus Theodore Wiguna!"


Hening.....


Para Staf gedung Z'industies terdiam kaku.


Hingga satu lagi pria maju dengan wajah dingin.



"Kami petugas FBI kemari untuk mencari pemilik perusahaan ini dengan tuduhan penyelundupan senjata ilegal,jauh diluar batas yang disetujui pemerintah negara ini!"


Duarrrr....


Wajah para keamanan membeku dengan kilatan iblis disana,mereka bukan hanya sekedar penjaga.


Mereka adalah bagian kecil dari kelompok Delta Blood Eagle!.


"Kalian mencari mati?"



Seketika suara rendah bernada jenaka itu terdengar,seorang pria tampan dengan kaca mata membingkai maniknya yang kelam berjalan bersama seorang gadis remaja dengan sweeter merah.


Seketika lobby gedung megah itu jatuh dalam titik beku mengerikan!.

__ADS_1



...TBC...


__ADS_2