Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
The day with new Generation


__ADS_3

PS : Kalau ada ide buat cast Rayga versi real..komen ya siapa tau cocok!


...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...


...Vote,like dan komen...


...🍃 Happy reading and keep health 🍃...



.........


Z Residen ....



Hari-hari telah berlalu,tak terasa telah dua tahun masa-masa hidup berumahtangga mereka lalui.


Pagi ini,bahkan matahari belum beranjak naik.


Rayga,pria tampan itu bangun lebih awal dari sang istri.Asline,wanita cantik itu masih tertidur begitu pulas dengan berbantal lengannya.


Lengannya terasa kebas,namun demi kenyamanan sang istri rayga tak banyak bersuara.


Menatap wajah cantik itu lamat,ada kesedihan dibalik manik tajam yang kini menyorot lembut.


Meski dirinya mengatakan tak masalah belum memiliki anak,tapi rayga tau betapa hancur hati istirnya.


Insiden saat itu benar-benar merusak elastis rahim sang istri.


Wanita itu benar-benar menghancurkan tubuh istrinya dari dalam!.


Meski bisa memiliki anak,namun ayahnya telah berucap tegas.


Gabriel.


Pria baya itu sudah memberi rayga ketegasan.


Asline bisa hamil dan memiliki anak dimasa depan,namun resikonya sangat tinggi.


Dan asline mungkin hanya bisa mengandung satu kali seumur hidupnya sebelum rahim wanita cantik itu rusak parah dan harus diangkat!.


Cup....


Rayga dengan wajah kembali terulas senyum seakan semua pemikiran tadi hanya sebuah fatamorgana.


Rayga terkekeh saat asline kini bergerak,memaksa tubuh tegap dan kokoh itu terlentang dan akhirnya berubah menjadi bantal guling!.


Lengan ramping nan semurni madu itu terulur,memeluk tubuh tegap itu meski tak sampai.Lalu kaki tangan bergerak menindih satu kaki rayga.


Rayga tertawa pasrah atas kelakuan dibawah alam bawah sadar istirnya.


Menoleh dan menatap wajah cantik itu gemas.


Satu telapak tangannya terulur,mengusap pipi halus hingga garis bibir ranum itu.


"Meski kita belum memiliki seorang bayi mungil ditengah rumah tangga ini...aku tetap bersyukur...ada kamu disisiku sudah cukup menghapus rasa lelahku...." Rayga memainkan bulu mata lentik itu.


Hingga akhirnya manik indah itu terbuka perlahan.


Berkedip dan mengerang saat kantuknya terganggu.


"Pagi dear....." suara jantan itu mengalun serak, Rayga yang menatap gemas tingkah dan wajah bantal istrinya tak kuasa akhirnya mendaratkan kecupan ringan dibibir yang sudah mengerucut itu.


Wajah cantik itu segera memerah.


"Pagi...." asline menjawab dengan suara dipenuhi kemalasan,nada yang tanpa sadar telah berhasil menggoda Zeus.


Terlebih kaki jenjang itu tak sengaja menyenggol pusaka dibalik celana piyama hitam itu.


Menyadari itu, asline melotot dengan wajah panas terbakar rasa malu.


Rayga dengan gemas menarik tubuh yang lebih kecil darinya itu dan menghujani wajah cantik merona itu dengan ciuman penuh cinta.


Asline semakin dibuat melayang oleh perlakuan manis ini.


Memukul dada bidang yang tak tertutup sehelai benang pun itu,yah rayga hanya memakai celana piyamanya.Sedang bajunya sendiri entah terlempar kemana!.


"Ih jangan cium-cium!! kamu belum mandi...asem!!" Bohong!.


Rayga meski tak mandi dan baru bangun tidur sekalipun akan tetap beraroma segar.


Nafas dingin beraroma mint,rambut hitam yang tercium wangi coklat dan tubuh atletis yang menguarkan aroma hutan Pinus yang menyegarkan!.


Rayga tertawa,mengigit pipi halus itu gemas hingga memerah.


"Lain di mulut lain dihati...." Gurau rayga atas tingkah istrinya.


Rayga hanya berbaring dengan satu tangan menyanggah kepalanya,menatap istrinya yang duduk sembari mengumpulkan nyawa yang masih tercecer dialam bawah sadarnya.


Kantuknya hilang atas serangan ciuman dan gigitan gemas oleh pria yang sayangnya begitu tampan juga suaminya!.


Asline berbalik,duduk diatas ranjang sembari memicing menatap ganas wajah tanpa dosa itu yang telah menganggu tidurnya dipagi buta ini.


"Jangan tertawa! kau jelek...pria paling jel- AKHHHHH!!!!"


Asline menjerit saat telunjuk yang ia gunakan menekan dada bidang itu ditarik menuju mulut dan akhirnya berakhir masuk dan digigit begitu gemas.


Sengatan listrik seakan menyentak seluruh tubuh hingga gemetar.


Lidah basah itu bermain menjilat seluruh bagian jari telunjuknya!.


"Lain kali...kalau berani jari telunjuk cantik ini terarah padaku...bukan hanya jarimu kugigit...tapi..." Rayga bangkit bibirnya kini tepat didepan telinga sang istri.


"Tubuhmu yang akan kugigit...."


"Kyaaaaaa.... Rayga!!!" Asline menjerit dan melompat turun dari ranjang seperti seekor kucing yang ekornya terinjak.


Wanita cantik itu menunjuk wajah tampan dengan senyum jahil itu dengan jemari bergetar, sementara satu tangan terulur naik menutupi telinganya yang baru saja sebuah lidah basah menjalarinya!.


"DASAR CAB*L!!" Asline berbalik dan lari keluar kamar dengan wajah memerah bak lahar gunung berapi!.


Bwahahahah....!


Dengan jahat,rayga tertawa dengan tubuh terguling diatas ranjangan atas kemarahan disertai rasa malu istirnya.


Hah.....


Sungguh pagi yang indah!.


...........


Wiguna great Mansion.



"Mommy cantik!!!!!!" Asline segera merekahkan senyumnya saat mendengar teriakan serempak dari dua malaikat tampan yang kini tengah berlari kearahnya,begitu memasuki mansion utama Wiguna.


Rayga mendengus saat dua iblis kecil mulai memasang wajah bak anak puppy sembari menggoyangkan ekor mereka kearah istirnya.

__ADS_1


Lihatlah saat wanita cantik itu menghempas tangan yang melingkar pinggangnya dan berlari merengkuh dua anak tak tau diri itu!.


"Mommy Rain kangen!!!!!"


"Rex juga...pasti pria iblis ini yang larang mom temui kita kan?" Dengan kurang ajarnya putra raider juga raino sudah memelototi rayga dengan wajah minta dihajar!.


Victoria juga Raels ,kedua ibu muda itu meringis atas aura kejam yang menguar dari rayga seketika.


Anak-anak tampan berusia 2 tahun ini memeluk tubuh asline posesif,bahkan meski tinggi mereka belum mencapai pinggang istri dari rayga itu,hal ini tak membuat kedua anak nakal itu goyah!.


"Menjauh dari istriku setan kecil...." sentak rayga dengan wajah kejam.


Kedua saudara itu merinding,namun disini ada ibu cantik mereka!.


Baiklah mengigit jantung harimau,keduanya memeluk tubuh asline semakin erat.


"Mommy...lihat pria jahat itu....dia menggertak Rain dan Rex!" Rexion,putra Victoria itu mengadu dengan air mata palsu.


Victoria sudah melotot geram.


Anak ini!!.


Bagaimana bisa begitu pintar drama?.


"Hubby...jangan terlalu keras..mereka masih anak-anak! oh sayang maafkan Daddy kalian ya..sini peluk mom..." Asline dengan senyum keibuan menunduk dan meraih tubuh kedua anak tampan itu dengan kecupan manis yang mendarat di kedua pipi Raindres juga Rexion.


Blushhhh...


"Apa-apaan wajah merona kalian?!!" Raels menggeleng nanar melihat wajah kedua putranya!.


"Hei boys..menjauh sebelum Daddy kalian itu mengamuk!" Kayra yang duduk di sofa sembari mengunyah semangguk salad buah terkekeh geli.


"Khem....mommy..tunggu Rexion dewasa okey..." Putra Raino itu berucap dengan wajah serius.


Membawa kebingungan semua orang,termasuk kedua ayah mereka yang baru turun dari lantai atas.


Wajah rayga sudah gelap segelap langit tanpa bintang.


"Memangnya kenapa mommy harus tunggu Rex dewasa?" Dengan menahan tawa Raino bertanya pada putranya itu.


Rexion mundur,dibawah tatapan sinis Raindres yang merasa dilangkahi.


Anak tampan dengan topi baseball terbalik itu merapikan kerah pakaian nya.


"Tentu saja....setelah Rexion dewasa mommy akan jadi istri Rex!"


Duar.......


Ucapan polos bernada bangga itu sukses bak petir menyambar kedua ayah mereka dan air dingin yang menyiram kedua ibu mereka.


Victoria menggeleng miris.


"WAH RAINO... PUTRAMU SEPERTI SUDAH BOSAN HIDUP?"


glek....


Dengan panik,raino meraih tubuh putranya dan mundur ngeri.


"Ha..hahaha...sabar big bro.... anak..anak bodoh ini masih mengantuk rupanya.." Dengan gagap dan sambil menggendong Rexion dengan ngeri,raino tertawa getir.


"Oh...masih mengantuk? " Victoria ikut berdiri panik,melihat sebuah revolver sudah keluar dari rompi anti peluru Zeus.


Peluru dimasukan satu persatu.


Raindres sadar ayahnya yang satu ini sudah marah!.


Harus ada yang membantu mommy- nya menenangkan monster raja iblis ini..!.


"Khe..khe..khe..mau menikahi istriku? Rexion Leander Wiguna....rupanya Daddy sudah terlalu lembek padamu ya..."


Suara rendah rayga bak lonceng neraka!.


Rexion segera bersembunyi dibalik leher raino.


Sumpah dia takut sekarang!.


GREPH...


"Aduh dear...!!!" Rayga yang bersiap menembak terpekik kaget saat sebuah jemari lentik menyambar daun telinganya!.


"Kamu itu ya... anak-anak disamakan sama orang dewasa? gila! jangan mainkan senjatamu dihadapan anak-anakku! Rexion sayang jangan takut sini sama mommy..." Asline segera melepas jeweran di telinga suaminya,rayga memasang wajah masam!.


Rexion dengan kepala terangkat tinggi nan sombong mendekati rayga dengan senyum provokasi begitu berada di pelukan ibu cantiknya itu.


Asline yang tak menyadari itu tentu saja hanya bisa membelai punggung anak laki-laki itu sayang.


Rayga membuang wajah,duduk di sofa dengan wajah masam.


Seakan diwajahnya tertulis.


Jangan mendekat atau kau mati!.


Victoria dan Raels segera memberi jarak terjauh,raider bahkan raino bungkam tak berani sekedar basa-basi.


Hingga.


"Rayga... wajahmu kenapa?" Anggi yang tiba sembari mengandeng Raindres menghela nafas lega melihat keadaan yang cukup kondusif.


Ia kira akan ada adegan tangis keras Rexion akibat Rayga yang saat ini berwajah seakan seluruh dunia berhutang seratus juta dollar padanya!.


Rayga mendengus malas.


Inilah yang dirinya tak suka jika membawa sang istri ke mansion utama.


Anak-anak setan kecil ini selalu berusaha mencuri perhatian istrinya hanya bermodal wajah imut itu!.


Sabar.....sabar...


Dan...


"Mommy...Rain boleh tinggal sama mommy saja tidak?"


"Rex juga!!"


Wajah kedua orang tua anak-anak itu seketika jatuh.


Apa-apaan?!.


"Kenapa sayang...?" asline tertawa renyah,lihat betapa manis kedua anak-anak ini saat kompak!


"Mami dan mama sukanya mengomel terus...papa dan papi selalu suruh kita berlatih tinju! lihat...tangan Rex dan Rain sudah merah....Hiks..kakek lebih parah ....masa kami disuruh tidur sama Laxross! hiks..dan kakek buyut justru memaksa kami berlatih menembak dimalam dan dingin penuh kesunyian hanya derita kami yang menemani hiks...."


Dengan dramatis Rain dan Rexion dengan kompak mengeluarkan air mata palsu.


Victoria menepuk jidatnya pening kala raino sudah mengelus dada sabar.


Raider melotot geram dengan Raels yang sudah mengusap wajahnya malu sendiri atas tingkah kedua anak ini.


Untung ayah mertua juga kakek mertuanya tidak ada,jika tidak!.

__ADS_1


Betapa malunya!.


"RAINDRES... REXION...DASAR BOCAH EDAN!!" Raung raino geram.


Sudah bagus senjata api rayga tak bekerja! namun kedua bocah ini masih tak tau bersyukur dan semakin nakal!.


"Mommy papi jadi monster!!"


Dan yah, akhirnya hanya dengan tatapan tajam asline yang dengan mudah terjerat oleh keimutan kedua anak nakal itu,para orang tua hanya bisa pasrah dan rayga yang semakin masam!.


Blacklist anak laki-laki dari daftar benih nya!.


.........


Siang itu,setelah makan siang bersama para suami pergi dengan urusan mendadak meninggalkan para istri saat anak-anak dibawa pergi oleh Arshenio.


"Line..kamu sudah makan banyak coklat tadi dan sekarang kemana semua buah apel diatas meja?! line... perutmu nanti sakit!" Victoria berseru horor.


Asline menggeleng.


"Entah...aku hanya merasa lapar dan terus lapar..yah, belakangan ini maunya makan terus.." Asline berucap sembari mulai membuka tutup sebuah wadah berisi puding susu yang baru dikirim Daisy.


"Line...lihat pipimu! astaga!! sudah seperti moci!" Raels menoel pipi asline yang terlihat lebih tembem beberapa minggi ini.


Hingga....


Huekkkk...


Asline menutup mulutnya,puding itu terasa membuatnya mual.


Berlari kearah toilet dapur terdekat.


Victoria dan Raels bergerak cepat mengikuti saat asline terlihat akan muntah.


Huekkkk....


Terus...


Dan terus...


Akhirnya semua makanan itu keluar dan Victoria yang memijit tengkuk asline dengan panik sementara Raels mencari minyak telon.


"Kebanyakan makan pasti ini!" Seru Raels dan Victoria panik.


Keduanya membawa asline yang lemas duduk di sofa ruang keluarga.


Membaluri perut asline yang terlihat sedikit ,buncit?.


"Line..perut kamu mulai lemak-an ya?" Tanya Victoria heran.


Asline tak menjawab, kepalanya pusing segalanya nampak kabur.


Raels memijit pelipis asline dengan pandangan lamat pada perut sahabat nya itu.


Setelah mengusap perut asline dengan minyak telon milik Rexion, Victoria menurunkan kembali pakaian sahabatnya itu.


Raels menatap Victoria.


Keduanya saling melempar tatapan penuh arti.


Asline sudah terlelap lemas.


"Sepertinya....."


..........


Malam ditemani sang bulan, bintang bertaburan semarak dan angin malam yang berhembus pelan.


Di depan kamar lama rayga yang berada dimansion utama, Rayga berdiri gelisah dengan wajah binar para wanita dengan pemikiran mereka sendiri.


" Kenapa kalian begitu terlambat menghubungiku?! istriku sudah pingsan dari siang dan ini sudah pukul 7 malam! " Rayga berucap rendah menahan amarahnya.


"Dengar saudara ipar! awalnya kami ingin memberi tahumu,tapi asline bangun tak lama dan bilang jangan memberi tahumu agar tidak membuatmu cemas...line baik-baik saja sampai sore tadi..tapi siapa yang tau dia akan jatuh tak sadarkan diri lagi pukul 6 tadi?! kami panik setelah berusaha sebisa kami tapi line tak juga sadar...terpaksa kami hubungi Diego karena Gion tak menjawab ponselnya! siapa yang tau kalian datang bersamaan?" Victoria menjawab sengit.


Hari ini,asline jatuh tak sadarkan diri dua kali!


Dan tanpa mau berpikir jauh, akhirnya mereka menghubungi dua dokter itu meski satu yang menjawab!.


Sungguh,mereka bahkan melupakan rayga karena begitu panik!.


Klik....


Diego keluar dengan wajah yang terlihat rumit.


"Big bro..apa kau benar tak tau apa yang terjadi pada istrimu?" Diego bertanya hati-hati.


"Pertanyaan bodoh macam apa itu?! sekarang jawab, istriku?"


Rayga dengan geram mencengkram kerah almamater jas Diego.


"Hamil....."


Deggg...


"Dua bulan...."


Hening......


Rayga berdiri dengan terpaku,maniknya bergetar dengan senyum bodoh diwajahnya.


"U.. ulang...!" Dengan tergagap rayga menatap Diego yang sudah tersenyum geli menatapnya.


Diego menatap semua orang.


Rafendra yang duduk bersama Anggi,Arkansas yang tersenyum samar.


Rion,kayra juga Victoria dan Raels dengan Raino yang memangku Rexion dan raider yang mengusap kepala Raindres.


Semua mata terlihat cerah.


"Asline sudah hamil...dua bulan maka dari itu perutnya terlihat buncit! kurasa lebih dari satu... sebaiknya besok bawa ke rumah sakit bagian kandungan!" Diego menjelaskan dengan sabar.


Rayga tak mendengar jelas,kakinya sudah melangkah masuk dan disana.


Istrinya sudah terlelap dengan wajah damai.


Duduk disisi ranjang,mengusap perut istrinya.


Memang terasa sedikit menonjol!.


"Hahaha...setelah sekian lama.... akhirnya... akhirnya ada bayi kita disini?! ya Tuhan ini luar biasa!" Rayga tertawa bahagia,sungguh bahagia.


Menunduk dan menghujani perut istrinya dengan ciuman penuh puja,disana bayi nya akan tumbuh!.


.....TBC.....


Nah...yang minta Asline hamil sudah El kabulkan!.


Hehehe..berasa jadi dewa 😂😂

__ADS_1


__ADS_2