
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote,like dan coment !...
...🍁 Happy reading 🍁...
.......
.......
Hembusan asap putih nan tebal melambung mengisi sebuah ruang kantor dilantai teratas gedung.
Manik dengan noda hitam melingkar itu terlihat menghiasi wajah tajam pria tampan itu.
Sang pewaris Houston intertaiment.
Maxim duduk menatap sebuah foto seorang gadis yang sudah membuat dunia bebasnya sirna.
Gadis yang sudah tak ada kabar selama lima hari lebih.
Klik...
"Max..." Pintu terbuka saat seorang pria dengan penampilan rapi nan elit masuk.
Maxim mengangkat wajahnya.
"Ada kabar?" Max bertanya dengan senyum simpul.
Gion berdecak melihat senyum simpul diwajah saudaranya itu.
Bukan apa-apa,hanya saja senyum terlihat dipenuhi rasa putus asa.
"Orang suruhanmu memang berhasil menemui titik terang,namun big bro sudah dapat lokasi tepat! cepat basuh wajahmu dan ikut aku!" Gion berucap dengan senyum iba.
Maxim bangkit dengan cepat,sudah lima hari orang-orang suruhannya mencari.Mereka memang menemukan namun itu hanya titik buta!.
Sedang Big brother-nya, Rayga.Hanya dalam waktu sehari semalam setelah mengetahui masalah ini segera memberinya lampu terang!.
Memang,diantara semua saudara inti Be.
Hanya Rayga yang mampu menyamai kemampuan Bimo kakek mereka,axel ayah mereka dan alarik,saudara mereka!.
Maxim bahkan sangksi,apa ada yang tidak bisa dilakukan saudaranya itu?.
Dengan senyum penuh harapan,Maxim bergerak cepat menuju ruang pribadi di kantornya.
Gion menghela nafas panjang, sepertinya benar.Max telah berubah dan sudah melabuhkan hatinya pada gadis bernama Jihan itu.
Entah bagaimana dengan hati para wanita yang masih menaruh harapan pada CEO Houston intertaiment itu?.
...........
Disisi lain...
Disebuah ruangan seorang gadis dengan tubuh gemetar menatap kosong orang-orang yang terlihat sibuk berlalu-lalang dihadapannya.
Dari luar ruangan itu terdengar jelas riuh suara penuh semangat yang tergambar jelas saling melempar berapa harga kekayaan orang-orang di luar sana.
"Aku mau pulang.........mengapa aku berakhir seperti ini?"
Air mata itu jatuh perlahan dengan sebuah sepatu hill yang berhenti tepat didepanya.
"Untuk apa kau menangis? ini salahmu sendiri...jika saja sejak awal kau dengarkan ucapan kakak sepupu mu itu untuk menikah dengan tuan muda Yan dan biarkan dia melunasi semua biaya operasi adikmu,tentu saja anak malang itu masih akan hidup sampai sekarang! tapi kau justru bodoh,kau lari ke Inggris untuk kuliah! kau fikir dengan pergi dan bekerja di negara ini kau bisa membayar semua hutangmu?! suamiku sudah keluar banyak untuk adikmu yang penyakitan itu dan kau justru menolak jalan mudah dari tuan muda Yan dan akhirnya adikmu mati!"Wanita dengan dress sepaha ketat itu berucap sarkas.
Gadis dengan gaun putih yang telah dirias cantik dihadapanya itu mengangkat wajah dan tertawa hampa.
Yah,gadis malang yang sudah dipersiapkan menjadi bahan lelang malang ini!.
"Kenapa kau tertawa?! jangan coba-coba melakukan trik! kau harus membayar semua biaya yang sudah suamiku keluarkan!" Wanita itu meraung bengis.
Jika saja wajah cantik itu tidak menjadi nilai jual,tentu saja wanita itu begitu ingin menghancurkan wajah gadis muda ini!.
"Hutang? siapa yang kau coba tipu? biaya adikku diambil dari semua rekap warisan orang tua kandung kami sebelum mereka tiada,tapi kau menipuku...kau dan suamimu memakai uang kami untuk diri kalian sendiri! dan dengan keji membuatku harus terbang ke negri orang untuk berkuliah sembari bekerja mencari tambahan uang operasi donor jantung Jansen! kalian penipu! adikku di sana sudah tiada dan kalian masih meminta aku mengirim uang? betapa hina......dan kini kalian menjadikan operasi Jansen sebagai alasan untuk menjual ku di pelelangan! lepaskan aku Urmila!!!!" Jihan berusaha berdiri dan menerjang wanita bernama Urmila itu,yah.
Istri dari kakak sepupunya yang tak tau diri juga berhati hitam!.
Andai saja kedua kakinya tak terantai dan dirinya yang tak terkurung dalam sebuah sangkar!.
Manik Jihan berkilau penuh dendam, kebencian membakar seluruh tulang dan darah.
"Oh..sudah tau rupanya? baguslah jadi aku tak perlu lagi main peran didepanmu! lagipula sudah terlambat untuk menyesal Jihan.diam dan biarkan seseorang membelimu dengan begitu aku dan Sakha tak perlu terus berpura-pura menjadi keluarga yang baik lagi dihadapanmu gadis bodoh yang begitu naif!" Urmila tertawa dengan wajah puas.
"Kau akan membayarnya...kalian semua akan membayar,aku bersumpah dengan nyawaku!"
Duarr....
Petir terdengar menggelegar,dan Urmila mundur dengan wajah pias.
Entah bagaimana rasa takut datang dengan sendirinya!.
Sumpah ini...
Ini terdengar seperti lonceng dari kegelapan!..
"M.. bermimpilah!" Dengan gugup Urmila menyahut dan pergi dengan hentakan hill yang terdengar keras.
Dibawah bayangan Urmila yang semakin samar,Jihan menengadah menatap atap bangunan tempatnya berada.
"Tuhan...jika kau memang adil..tolong aku..aku hambamu...tolong bebaskan aku dan beri karmamu..."
..........
Lamborghini Hurucan berwarna biru metalik itu melaju cepat menuju kesebuah pulau kecil yang hanya perlu melewati sebuah jembatan panjang dari pusat ibu kota.
"Gion,mengapa kau membawa mobil ini menuju pulau Lurix? itu tempat pasar gelap dan pelelangan budak terjadi.." Maxim yang duduk di kursi samping kemudi berucap tenang meski laju mobil itu hampir melewati batas maksimal kecepatannya.
__ADS_1
Yah,mereka sudah terbiasa membawa laju mobil diambang batas wajar jika tak ada pihak wanita keluarga bersama mereka.
"Big bro menyuruhku bergerak cepat atau gadis yang kau taksir itu akan selesai!" Gion menjawab santai sembari mengganti fitur body mobil kemode mobil selam hingga mereka tak perlu turun dan menyewa sebuah ferry untuk melaju ke pulau tujuan mereka.
Dan akhirnya mobil memasuki batas jembatan menuju laut.
Mobil itu tenggelam dan bergerak cepat dibawah air.
"Apa maksudmu ?!" Maxim berseru menarik kerah baju Gion dengan manik berkilat.
Gion menarik tangan Maxim dari kerah bajunya dengan sabar.
"Gadis itu akan menjadi bahan lelang malam ini! maka dari itu big bro menyuruh kita cepat !" Gion menjawab jengah.
Max terdiam tak berucap.
Kedua tangannya terkepal dan urat-urat lehernya terlihat jelas.
"Akan kubunuh siapapun mereka yang membuat jihanku seperti itu..jika itu benar,akan kutebas siapapun mereka.." Gion bergidik,sungguh terlihat kemarahan hebat lewat suara rendah saudaranya itu.
"Tukar..." Gion menghela nafas,mengganti porsneling hingga kunci kemudi berubah kesisi max.
Pria itu menancap gas maksimal hingga gelembung air menyembur dari dalam laut saat mobil mode selam itu bergerak cepat bak gelombang ombak badai.
..........
Asline menatap wajah tampan suaminya dengan wajah tertekan.
Setelah mendengar instruksi Rayga pada orang diseberang earphone,wanita cantik itu akhirnya memeluk tubuh kokoh itu dengan bibir lurus tak berdaya.
"Max sudah dalam perjalanan....masih ada waktu sebelum lelang terakhir dibuka.Tenanglah amour" Rayga mengelus kedua lengan putih yang tengah melingkari perutnya itu dengan senyum simpul.
"Jihan sangat penting bagi archa,semoga semua baik-baik saja dan max bersama Gion tepat waktu membebaskan Jihan! entah bagaimana orang-orang itu bisa begitu jahat hingga menjual keluarga sendiri?!" Asline merenggut emosi.
Rayga berbalik dan menarik tubuh istrinya memasuki paviliun mereka.
"Kau tidak lupa bagaimana keluargamu? tidak semua sesuatu yang dinamakan keluarga memiliki apa itu arti keluarga sesungguhnya! Terkadang hati manusia akan lebih hitam dari pada iblis itu sendiri...Terutama jika menyangkut uang dan kemewahan hidup!" Rayga berucap dengan senyum kesabaran.
Asline terdiam,benar.
Dia hampir lupa bahwa dirinya sendiripun memiliki bagian keluarga yang seperti itu juga.
"Hiduplah bahagia bersamaku dan keluarga kita disini..tak perlu lihat kebelakang saat aku dengan suka rela akan membersihkan segala noda dibelakanhmu dear...." Rayga mengangkat tubuh indah istrinya ala bridal dan menggendong naik menuju tangga.
"Aku berat hubby..pakai lift saja..." Asline menatap wajah tampan itu panik.
Rayga terkekeh renyah.
"Kamu itu terlalu ringan untuk otot-otot tubuhku...membawamu tak lebih seperti membawa sekarung kapas! sepertinya aku harus memberi kucing manis ini lebih banyak makan!" Rayga berucap dengan senyum nakal.
"Hei....siapa kucing yang kamu sebut?! " Asline menyeru dengan wajah memanas saat merasakan dengan jelas betapa kuat dan kokohnya otot-otot dada juga lengan suaminya itu.
Anak tangga ini bukan lelucon!.
Dari lantai 1 sampai lantai 3 semua berjumlah 50 anak tangga!.
Dan pria ini dengan nekat membawanya naik dengan wajah tanpa beban!.
"Diamlah amour...jangan bergerak terus, percaya tidak jika aku akan menyambar bibirmu jika kamu tidak mau diam?" Rayga berucap sembari menatap wajah merona itu geli.
Bukan apa-apa,hanya saja dirinya takut tak sengaja membuat istrinya jatuh dan berakhir terluka!.
"Ish..ia..ia..." Akhirnya asline diam menerima perlakuan manis itu dengan wajah tenggelam dalam dada bidang beraroma hutan Pinus itu.
Sungguh pemandangan manis yang membuat iri...
.........
"50 juta US Dollar!"
"100 juta!"
"150!"
"300!!"
Suara saling bersahutan terdengar bersemangat menawarkan harga.
Kain yang menutupi sebuah sangkar itu bahkan belum sepenuhnya terbuka dan hanya menampilkan bagian bawah dimana tertutup sebuah gaun panjang dengan model Chinese modern.
"Selamat!! inilah barang terlahir yang akan menjadi ratu dari pusat Lurix malam ini! gadis cantik darah campuran Indonesia juga Chinese! harga naik dan terbaik akan membawa gadis ini pulang!"
Sang mediator menyeru lantang,wajahnya begitu riang mendengar harga yang terus naik.
Brakhh..
Hingga...
Pintu gedung pelelangan itu terbuka keras.
Semua mata segera beralih dari atas panggung kearah pintu terbuka.
Sang pemilik rumah lelang terbelalak saat melihat dua dari 10 keluarga penyokong ekonomi Inggris itu masuk dengan wajah dingin.
Segera seseorang turun dari lantai pengawas dan menuju kearah dua pria taipan itu datang .
"Wah ..itu bukanya tuan muda Houston juga Smith?"
"Ada apa kedua tuan muda itu datang kemari?"
"Yah tidak biasanya?!"
" Mungkin saja ada barang lelang yang mereka inginkan?!"
"Tapi bukankah semua barang lelang malam ini sudah keluar? apa yang masih tersisa selain gadis terakhir itu?"
"Entah mungkin mereka ada urusan dengan pemilik Lurix?"
Maxim menatap lurus kearah panggung,kedua tangannya terkepal erat dengan senyum jenaka yang terlihat berbahaya.
__ADS_1
Meski wajah gadis itu belum terlihat,namun Maxim tau melalui getar hatinya bahwa itu pasti Jihan!.
"Ohhh..tuan muda Houston dan tuan muda Smith! sebuah kehormatan anda berdua mendatangi lelang kami...." Pria dengan kumis runcing itu berucap penuh binar.
Sungguh jarang para pewaris 10 pilar Inggris itu mau terlihat di acara gelap seperti ini langsung! biasanya hanya akan ada orang suruhan mereka jika para tuan muda itu membutuhkan suatu barang ilegal!.
Namun kini keduanya datang sendiri!.
Gion berdecak malas.
"300...." Max berucap rendah dengan senyum jenaka yang terlihat menyeramkan.
Pria berdarah Korea Inggris itu menatap sosok pria paruh baya dengan mantel hitam yang menutupi tubuh gemuknya.
"Kau bilang 300..."
Sang moderator mulai merasa hawa yang tidak beres,dingin menguasai seluruh gedung.
Tranggg...
Sangkar akhirnya terbuka mengalihkan atensi semua orang.
Deggg...
Maxim terdiam dalam sorot mata kemarahan.
Gadis yang duduk di sana sangat cantik dimatanya.
Gaun tradisional China berpadu dengan gaya modern.
Dibawah kecantikan itu ada air mata yang menyayat hati sang pewaris Houston.
Decakan kagum menyeru dari para lelaki begitu tirai sangkar terbuka sempurna.
"400 juta US Dollar!!"
Max tersadar dari lamunannya begitu suara seorang pria terdengar.
Tatapannya bertemu dengan manik memanas Jihan.
Yah.
Jihan,gadis yang sudah dirinya cari dengan panik selama beberapa hari terakhir.
"Tuan muda Houston dan tuan muda Smith..lelang terakhir masih belum berakhir..jika anda berdua juga ingin ikut mari saya antar ke kursi VIP!" Sang pemilik Lurix dengan senyum sanjungan menarik antensi kedua taipan muda itu.
"Akan kuhancurkan semua...beraninya mereka menjadikan jihanku sebagai bahan lelang!..."
Max bergumam rendah,Gion mendengar semuanya dalam senyum simpul.
Bip...
" Apa?"
Suara dari seberang earphone terdengar jengah.
"Yah..kita punya pekerjaan malam ini Ryu...you know? clean the area? 30 minutes from now"
Bip....
Gion menutup sambungan dan mulai menatap panggung.
Moderator juga beberapa orang mulai riuh saat maxim,sang pewaris Houston itu tiba-tiba menaiki panggung dan meraih short gun miliknya.
Revolver itu mengunci kaki Jihan,tepatnya rantai dimana kaki indah itu terbelenggu.
Dorrrr...
KYAAAAAA....
Teriakan panik para tamu .
Panik....
Ricuh.....
Moderator itu terbelalak...
Dan para penjaga tempat lelang mulai turun.
Maxim tanpa kata meraih tubuh Jihan yang mematung ,dengan Gion yang berdiri didepan keduanya.
Tangan dokter muda itu sudah diisi dua buah Dessert Eagle.
"APA YANG KAU LAKUKAN TUAN MUDA HOUSTON?! LETAKKAN GADIS ITU! AKU SUDAH.."
DORRRR....
Max telah kehilangan kesabarannya,kening pria yang berteriak itu tertembus peluru oleh revolver-nya.
" Dengar tuan Austin... maaf mengganggu lelangmu,tapi gadis ini adalah orang kami.Jadi sebut harganya?" Gion berucap dengan senyum jenaka.
Austin menatap salah satu tamunya yang baru saja mati.
Jihan menutup kedua telinganya,air matanya mengalir deras tanpa suara.
Maxim memeluk tubuh gadis itu dengan wajah mengeras murka.
"Siapa? siapa yang membuatmu berakhir seperti ini?" Jihan mengangkat wajahnya menatap wajah gelap pria tampan yang selama ini gencar mendekatinya namun ia abaikan.
Auranya berbeda.
"I..itu...."
.....TBC.....
El saat buka ponsel buat lihat lapak QOZ...
__ADS_1