Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
This is me


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya ❣️...



...🍹...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🍹...


Hiruk pikuk suasana kota yang sibuk terlihat jelas dari balik kaca sebuah cafe di salah satu pusat perbelanjaan elit di ibu kota.


Gadis cantik dengan manik grey lembut nan menenggelamkan itu menatap dari balik kaca dengan senyum tipis.


Asline telah menunggu selama kurang lebih 30 menit dari waktu datang salah seorang pria penting wakil dari calon rekan kolega bisnis hotelnya.


Mulai membuka laptop berlogo apel digigit didepannya,masuk kesalahan satu akun yang berhasil ia retas semalam.


Kau mengambil jerih payah orang lain


kekayaan itu! kau merampas dengan kedok meminjam.


Kini aku datang.


Aku datang dan akan mengambilnya kembali.


kalian akan merasakannya


sedikit demi sedikit.


Rasa sakit ini! .


Semoga harimu menyenangkan tuan Alfarezho!.


Send.......


Aku minta maaf jika nantinya kalian akan mengalami sedikit.....yah sedikit kerugian!


Tapi...jangan salahkan aku karena kalian sendiri yang salah memilih kolega.


Yah,jika ada kesempatan.


Mungkin suatu saat kerugiannya akan ku ganti.


Semoga harimu penuh warna.


Send a smile picture.


Senyum dingin dibibir manis itu terbit Samar.


Dua pesan dengan dua email berbeda telah terkirim.


Asline mulai tenggelam dalam kode-kode rumit yang berada di depannya,pojok cafe tempatnya duduk membuat dirinya lebih leluasa bekerja.


Kening gadis itu mengeryit dalam,mengigit bibir bawahnya dengan wajah penuh keseriusan.


Ketikan jemarinya semakin cepat.


Dirinya harus bisa menyabotase data yang telah masuk ke dalam akun perencanaan WJC dimana data perencanaan Gradian Universe sudah di transfer oleh Dante beberapa waktu yang lalu.


Asline tau data itu belum diproses entah mengapa,karena saat ia mengecek belum ada identifikasi berarti dari pihak WJC sendiri.


Dan Asline melihat data yang dirombak tim perencanaan dante kali ini cukup bagus,oleh karena itu Asline harus segera menyabotase data itu sebelum pihak WJC sendiri mulai memproses.


Proyek hotel Brooklyn harus jatuh ke tangannya.


Asline meraih tisu meja yang berada disamping laptopnya,menyeka keningnya yang mulai berkeringat meski udara terasa dingin di musim bersalju saat ini.


Otak cantiknya terus bekerja mencoba membobol database milik perusahaan Mega building Wiguna itu.


"Ck.....huft....ayolah.....kumohon pasti ada sandi acak yang bisa masuk!!" Asline mendesah panjang,mengapa sistem IT perusahaan ini benar-benar kejam tak tertembus?.


Tentu saja tidak bisa semudah itu!


Asline mengerti dengan jelas, perusahaan raksasa seperti WJC tidak mungkin hanya dilapisi teknologi IT kwalitas rendah,dan yah Asline cukup bersyukur jika kemampuannya bisa sedikit saja menyelipkan virus penghapus pada database calon kolega WJC,Gradian universe harus diganti!.


Tiga cangkir coklat hangat telah tandas sejak setengah jam yang lalu,dan Asline benar-benar mengancungkan jempol pada kepala IT WJC.


..........🍷..........


Seorang pria muda dengan kemeja putih berlari kearah ruanganan lantai khusus wakil direktur utama .


Wajah pria itu sudah tegang dengan mulut yang tak berhenti mengumpat.


Menormalkan detak jantungnya,dan pria itu telah sampai didepan pintu ruangan yang menjadi tujuannya.


Tok....tok...tok.....

__ADS_1


"Masuk!" Pria muda itu membuka pintu,menyeka keringat di pelipisnya dengan wajah tegang.


Dan pria tampan yang terduduk sibuk dengan segunung dokumen di mejanya itu mengangkat wajah menatap salah satu karyawan perusahaannya itu dengan alis naik penuh tanya.


Raider menutup dokumen yang tengah ia baca dan mulai menatap fokus kearah wakil kepala departemen IT itu dengan tidak sabar.


"Kau kenapa Gilbert? apa Alarik dan Mr Ceo sudah kembali? ada-apa dengan wajahmu?" Raider bertanya tak sabar.Yah memang,di kantor Raider akan bersikap profesional dan formal bahkan terhadap Arkansas dan Rayganta sendiri.


Wakil presiden direktur WJC itu menghela nafas sabar melihat wajah gugup wakil Alarik itu.


"I..itu...maaf Mr Raider,database yang dikirim oleh pihak Gradian hotel dibobol dan terjangkit virus techno!" Gilbert berucap gugup.


Bagaimana ia bisa mengangkat wajahnya dengan bangga jika sebagai wakil dari seorang Alarik saja ia tak mampu menjaga database yang masuk ke perusahaan tempat dia bekerja.


Raider duduk bersandar pada kursi jabatannya dengan tenang,ada sedikit perubahan ekspresi yang terlihat disana, Raider tau pasti betapa panik dan gelisahnya wakil departemen IT itu sudah cukup membuat Raider paham,pihak asing ini lumayan berkemampuan!.


Gilbert ini merutuki dalam hati,mengapa semua pemimpin mereka layaknya tembok es berjalan?.


Tidak sang CEO dari generasi ke generasi,dan kini mereka mendapati wakil CEO yang bahkan tak beda jauh dari tembok es !.


Dan jika ini adalah si Zeus sendiri,sudah dipastikan bahwa departemen IT akan menerima neraka dunia mental sadis!.


Gilbert sendiri bersyukur ketua merekalah yang jadi tangan kanan langsung sang CEO,hingga dirinya tak perlu repot bertatap muka dengan sang Zeus.


Bisa mati berdiri!.


"Baiklah jelaskan" Suara malas Raider terdengar membuat bulu kuduk Gilbert berdiri.


Yah,setidaknya ia tak berhadapan langsung dengan Rayganta! Jika benar,sudah dipastikan ia tak akan keluar dari ruangan ini dalam keadaan tidak sempurna!.


"A...ada seseorang tak dikenal mencoba menyabotase data yang baru saja masuk oleh tuan Dante Alfarezho Gradian,data itu kini tak bisa di buka dengan penuh,itu...itu..orang itu sudah memasukan virus techno dengan membobol paksa akun data Gradian yang masuk ke akun data perusahaan" Gilbert menekuk salivanya susah payah kala merasakan ruangan yang mendadak hening mencekam.


Raider menyerigai,sejak WJC berdiri dibawah kuasa Ayah mereka . Rafendra hingga dipegang oleh kendali Rayganta dan dirinya,Raider benar-benar merasa lucu kala dibawah pengawasan-nya, seseorang dengan begitu berani bermain-main dengan sistem perlindungan data para kolega perusahaannya.


Raider terkekeh dingin.


Gilbert mengigil ketakutan,dan ia sungguh sedikit bersyukur pria di hadapannya ini bukanlah sang Zeus.


Jika benar,ia tak akan berani menjamin bahwa nantinya ia tak akan kencing berdiri!.


Sungguh dewa Zeus itu sangat menakutkan!.


Raider mengetuk meja dengan ujung jarinya,bertopang dagu dan menatap wajah gugup wakil Alarik itu.


"Hehehe...siapa yang punya cukup keberanian mengusik perusahaan Zeus ini?hei Gilbert.....bukankah manusia itu mencari kematian? hehehe..aku rasa ini sangat menarik!!" Gilbert mengangguk kaku saat mendengar tawa jenaka Raider yang lebih terdengar horor!.


"Baiklah,jelaskan lebih detail" Raider bangkit dari kursinya menuju sofa khusus para tamu tepat didepan meja kantornya.


Duduk santai menyilangkan kedua kakinya menatap jenakan wajah pucat Gilbert.


Ya Tuhan! ini dirinya tengah membicarakan keamanan data perusahaan dan mengapa reaksi wakil presiden direktur ini santai-santai saja? .


Gilbert tak habis fikir!.


"I....itu se..se-"


"Ck... Gilbert! jika kau gagap seperti ini,lebih baik kau berhenti bekerja!!sekarang duduk dan bicara yang jelas!!" Kesal Raider yang jengah mendengar cara bicara panik wakil Alarik itu.


"Sebanarnya salah seorang IT menemukan keanehan saat data yang baru dikirim Gradian mendadak masuk dalam file trash di gudang digital data,hanya file penting dari Gradian semenjak ditangani oleh tuan Dante,tapi anehnya....orang ini cukup aneh dengan tidak mengusik database yang lainya,tidak ada data penting kolega yang hilang atau rusak,setelah anggota divisi lain melapor di komputer mereka juga sama,data Gradian Universe tidak valid! dan tim pengembang melaporkan ada beberapa data yang rusak menyebabkan kerugian sekitar 50 juta US Dollar,dan...ada sebuah pesan yang terselip di layar hitam yang telah berhasil di sabotase" Lapor Gilbert setelah melihat tab yang ia bawa.


"Pesan? pesan apa? hahaha.. kelihatannya ini lebih menarik dari yang ku bayangkan! perlihatkan" Raider terkekeh geli,meraih tab yang diserahkan Gilbert dengan ragu-ragu .


"Wakil Presdir" Gilbert sungguh tak yakin akan reaksi Raider setelah membaca pesan jenaka yang baru saja ia baca.


Aku minta maaf jika nantinya kalian akan mengalami sedikit.....Yah sedikit kerugian!


Tapi... jangan salahkan aku karena kalian sendiri yang salah memilih kolega.


Yah,jika ada kesempatan.


Mungkin suatu saat kerugiannya akan ku ganti.


Semoga harimu penuh warna.


Dan gambar terakhir membuat tawa raider pecah seketika.


Sebuah gambar monyet tersenyum tanpa dosa.


Raider menyerahkan tab pada Gilbert yang menatapnya aneh.


Raider mencengkram rahangnya yang sedikit sakit karena terlalu keras tertawa.


Luar biasa,sangat berani dan tak takut mati!.


Sudah mencuri, membobol,membuat orang lain merugi dan kini,kini dengan seenaknya orang asing itu menyalahkan pihak mereka!.


Raider menemukan lelucon terlucu yang pernah ia alami.


"Gilbert....jika seekor kucing masuk ke kandang para serigala,apa yang akan terjadi? jika akhirnya para serigala nanti akan memburu kucing malang itu apa yang akan terjadi? apakah serigala akan membunuh kucing? lalu akhirnya nanti siapa yang akan menangis?" Raider bertanya dengan wajah jenaka.


Satu kata dalam benak Gilbert.


Iblis!


Ia sungguh menyesal bekerja di kandang sekumpulan iblis.


Sayangnya,gaji yang sangat tinggi dengan fasilitas yang fantastis sungguh membuat semua orang tak mampu menolak!.


.........🍷.........


Sosok pria tampan dengan wajah datar nan dingin itu menyerigai,menatap sebuah foto profile yang kini berada di tanganya dengan manik penuh arti.


" Bos,semua data dengan pihak Empire sudah selesai di setujui.Kita bisa kembali ke London begitu surat pengalihan selesai di legalisir" Pria tampan dengan kaca mata bening masuk dengan tangan penuh dengan berkas dan satu lagi bahunya mengapit ponsel di telinganya.


Sibuk,sangat sibuk!.


"HM" mendengus kesal kala balasan dingin ia terima.


Alarik duduk mematikan sambungan ponselnya setelah itu memijat keningnya yang terasa berdenyut .

__ADS_1


"Sudahlah boss....apa belum cukup main-main? bahkan Raider-pun kau jadikan bidak caturmu juga! ayolah....otakku akan berasap jika kau peras begini!" Alarik menggerutu kesal setengah mati.


Dirinya tau apa yang kini terjadi pada departemen yang berada di bawah kendalinya.


"Bukankah kucing liar kecil ini perlu dihukum?" Alarik bergidik.


Sial !.


Habislah gadis itu jika Zeus ini benar-benar tertarik!.


Benar,semua yang terjadi tak lepas dari pengamatan sang Zeus.


Dan wakilnya, sang mata dewa!.


"Percepat aku ingin kembali bermain dengan kucing liarku yang nakal!"


Glek..


Alarik mengangguk ngeri.


Bermain?.


Siapa yang coba pria itu bodohi?.


Alarik tau dan sangat tau apa itu devinisi bermain yang sesungguhnya dari sang Zeus .


"Semoga Tuhan menyertai dirimu gadis malang" Alarik membatin miris.


..........🍷.........


Sementara itu disisi lain......


Gadis remaja manis bertubuh mungil dengan sweeter tebal itu berdiri di depan pintu toilet mall,menunggu sang kakak perempuannya keluar,Acella.


Remaja mungil itu terkekeh geli melihat postingan salah satu kakak laki-lakinya,Raino yang tengah membuat seorang wanita menangis hanya dengan satu kalimat.


Break!.


"Hihihi...kakak Raino buaya darat!! hihihi..Archa lapor ke mami Kay ah!!" Archana terkekeh melihat wajah sombong nan puas sang kakak yang baru saja mencampakkan seorang model seksi yang tengah naik daun.


"Hei bedebah!! sudah kuperingatkan kau untuk mengerjakan tugas laporanku!! kau ini cari mati ya? karena kau Mrs Tera menolak refisiku semester depan!! dasar kutu buku sialan!!"


Archana menoleh pada sisi toilet pria.


Disana,remaja manis itu melihat tiga orang pria mungkin dua tahun tua darinya tengah membulli seorang remaja yang terlihat lemah dengan kaca mata tebalnya.


Ketiga remaja nakal itu terus mendorong remaja malang itu mundur hingga posisi mereka hampir mendekati tempat Archana berdiri menunggu sang kakak.


"KURANG AJAR KAU YA!! KAU BERANI MELAWAN KAMI HAH?!! ANAK SIALAN!!"


Malang tak dapat terhindar.


Bughhhh...


Archana terlempar bersama tubuh remaja berkaca mata itu hingga jatuh menghantam lantai.


Gadis manis itu terbaring linglung menyentuh sudut bibirnya.


Yah,saat dirinya jatuh Archana tak bisa menghindari saat pipi kanannya menghantam lantai.


Ia jatuh terbaring!.


"Eh? ma..maafkan aku nona!!" Pria remaja berkaca mata itu terkaget.


Ia bangkit tertatih membantu sosok mungil yang terbaring dibelakangnya.


Tes........


Remaja itu terkejut kala melihat setetes air jatuh di lengannya.


Manik indah itu memerah,menatap ketiga remaja nakal yang kini menatapnya intens.


"Hiks..." Archana menangis menyentuh pelan sudut bibirnya yang berdarah.


"Apa kamu buta anak kecil?! mengapa kamu berdiri dan tidak pergi saat kami berdebat?! sekarang kau menangis? kau ingin menjebak siapa hah?! " Remaja nakal itu mengejek sinis.


"Sampah apa yang kau katakan?! ulangi!!" Gadis remaja manis itu berdiri, tapi.


Tak ada siapapun yang menyadari bahwa manik coklat madu itu berganti lebih gelap.


Bangkit dan menyeka darah di sudut bibirnya dengan kasar.


Gadis itu tak lagi menangis,manik indahnya sembab dan terlihat lebih jernih.


"Maaf...maafkan aku nona,jika..jika aku tidak jatuh dan menyeret-"


Pria remaja dengan kaca mata yang sudah retak dan Wajah memar itu memelas penuh sesal.


Yah,remaja itu mendengar dengan jelas suara keras kala tubuh mungil itu menghantam lantai.


Pasti sangat menyakitkan.


Namun,putri dari Arkansas itu diam.


Archana telah tertidur sejak terjatuh.


Dan kini,dia.


Archara telah bangun.


Tanpa melirik sosok remaja malang itu,Archara bangkit dan tertawa rendah.


"Kuperingatkan kau....ulangi, kata-kata sampahmu!!" Tekan Archana dengan seringai dingin diwajah bak boneka porselen itu.


Ketiga remaja laki-laki nakal itu terbahak,hingga.


ARKHHHH!!!!!!.


...🌴...

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2