
...Vote,like dan komentar ya 🌹...
...♣️.....♣️...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...♣️.....♣️...
Memijit pelipisnya dengan wajah penuh tekanan.
Sakura,wanita cantik itu langsung menarik tubuh putranya dengan sakit hati.
Manik wanita itu memerah,mengeluarkan tisu basah dari dalam tasnya dan mengusap keringat yang membasahi kening,leher juga bagian tubuh kotor putranya yang lain.
"Siapa yang pukul Shura? bilang sama bunda?!! ini kak Archana juga...siapa yang pukul pipi kamu sayang?!! lebam begitu!" Dokter lembut nan sabar itu akhirnya meledak dengan amarah hebat.
Archana yang berdiri dibalik pelukan Rayga hanya bisa bersembunyi takut.
Kemarahan seorang ibu bahkan lebih mengerikan dari amukan kakak atau para ayahnya sekalipun!.
Terlebih apabila seorang wanita yang terkenal sabar dan lembut,kemarahan mereka lebih mengerikan dari pada amukan badai sekalipun!.
"HUAAAAAA...BUNDA,TANTE BADUT ITU YANG PUKUL SHURA DAN KAKAK!! ANAK GEMUK ITU BAHKAN HAMPIR MEMBUAT REMUK TUBUH KECIL PUTRAMU INI!!" Jerit Shura dengan tangis dramatisnya.
Tristan dan Rion saling melirik horor,Raino dan kayra menggeleng takjub.
Anak ini adalah perwujudan dari otak penuh manipulatif penuh bencana.
" Bicara?" Suara dingin penuh kemalasan juga dengan tatapan mata tajam sukses membuat opsir Herman dan kedua petugas lainya bergidik ngeri.
Kemarahan pria muda ini,hampir setara dengan dampak fatal murka dari seorang Arkansas!.
Bisa dipastikan,mereka akan tinggal nama bahkan sebelum bisa mendapat gaji pensiun!.
"M...itu.. sebenarnya hanya masalah perebutan kue limited edition yang dibuat sebagai ajang promosi dari sebuah toko kue yang bar-"
"Jangan bertele-tele! bicara intinya!!" Amuk Arkansas mulai kehilangan kesabaran.
Pria itu menatap tajam sosok Opsir Herman yang mengangguk kikuk.
"Sebenarnya kami juga hendak bertanya inti masalahnya,tapi nyonya regina dan adik kecil bernama shura ini terus bersiteru,jadi kam-"
Arkansas mengangkat satu tangannya dan kepala polisi itu bungkam seketika.
Kepala pria paruh baya itu berdenyut,putrinya tidak akan memulai jika tidak diusik .
Rasa-rasanya masa hidupnya berkurang banyak setiap harinya oleh kenakalan dua bungsu ini!.
"Jadi bisa Archa kasih tau mami? kenapa bisa berkelahi sama orang yang lebih tua lagi? mami siap mendengar!" Kayra mengusap rambut panjangnya archana dengan sabar.
"Archa pertama sudah mau membayar kotak kue saltchess terbaru yang belum pernah Archa dan Shura makan! tapi anak gemuk itu merampas kotak kue itu padahal dia sudah merebut satu kotak kue donat kentang terakhir! Archana benci dia mi!! anak gendut itu mendorong Shura dan ibunya malah marah-marah karena Archa membela shura!" Archana merenggut kesal,meringis kala jempol Rayga menyentuh sudut bibirnya yang membiru.
Pria muda itu menatap tajam wajah cantik sang adik yang sudah ternoda oleh beberapa lebam.
"Kau......"
Wanita dengan sanggul berantakan itu mendelik jengkel kala melihat pria muda berwajah bak dewa Yunani itu menunjuk dirinya dengan seringai dingin.
Bulu kuduknya seketika meremang ngeri.
"Sebaiknya kau berhati-hatilah mulai dari sekarang! " Rayga berjalan menatap dingin seluruh tubuh wanita dengan pakaian berkelip sedikit menyakitkan mata.
Melirik anak perempuan gemuk yang menatap dirinya dengan manik berbinar.
"Jika tidak bisa mendidik anak! tidak perlu punya anak!" Sarkas Rayga tajam.
"Benar...masih kecil sudah kasar memukul bahkan merebut milik orang lain,kalau sudah besar mau jadi apa? Ckckck....kalau kata orang Indonesia,Pelakor! kecil berebut makanan besar nanti merebut suami orang!! " Raino dan mulut laharnya menimpali.
Wanita itu mendelik,menunjuk wajah Raino dengan rahang bergemeretuk.
"Bajingan!! anak saya terdidik dengan etika kelas sosial! lihat gadis itu dan adiknya....Semua barang yang melekat ditubuh mereka hanya barang kwalitas nomor 2! beraninya dia memasuki toko roti para orang kaya! pasti mereka hanya datang berpura-pura membeli padahal ingin mencuri, lagipula untuk apa anda semua Wiguna yang terhormat perduli? oh...saya tau,pasti dia adalah anak yang kalian sponsori dengan beasiswa untuk image sosial clan kalian bukan?! sampah seperti mereka tidak pantas-"
DORRRRR...
Brukhhhh
"AAAAAKKKKKHHHH!!"
Sebuah timah panas melesat dari balik tubuh Rayga,menembus dada kiri regina dan wanita itu jatuh dengan darah mengucur deras.
__ADS_1
"mama!!" Anak perempuan regina meraung.
Arkansas berjalan dengan aura pembunuh yang begitu besar,meraih tubuh Archana yang berdiri dengan mata ditutup panik oleh kayra.Sedang Shura telah berada di gendongan koala Tristan yang sudah berlalu keluar bersama Rion dan kedua putranya.
"Opsir Herman....kau mengenal saya bukan?! jika ingin hidup lebih lama,jangan membuatku repot!" Arkansas keluar dengan menggendong tubuh kaku Archana yang shock,tersisa Rayga yang perlahan tertawa renyah.
Bughhh.....
"ARKHHHH...LE.. LEPASKAN!!"
Regina meraung kala luka tembak yang bahkan pelurunya masih bersarang disana kini diinjak oleh kaki jenjang sang Zeus.
Rayga tak berbelas kasih.
"MAMA.... HIKS.... LEPASKAN MAMAKU!!" Putri regina menangis meraung,namun Rayga dengan hati gelap tidak perduli.
"LEPASKAN MAMAKU!! DASAR MONS-"
DORRRRR....
BRUKHHH...
Para polisi yang berada diruang bahkan diluar ruangan mematung dengan darah yang seketika terpompa keras menuju jantung.
Mengerikan.....
Tidak manusiawi.....
"RALIN!!!!! ARKHHHH...BAJINGAN....LE... LEPASKAN KAU PEMBUNUH....KA.. KALIAN PARA POLISI KENAPA......ARKHHHH!" Regina menjerit semakin keras.
Tubuh gemuk anak itu jatuh dan berbaring kaku diatas lantai kayu,sebuah peluru sukses bersarang dikeningnya.
"Berisik!" Rayga mencibir sarkas,menatap wanita paruh baya yang hampir sekarat dibawah kakinya.
"Ada permintaan terakhir? kau tau siapa remaja manis yang kau hina itu?" Rayga mengisi selongsong Baretha golden Eagle miliknya dengan peluru lagi.
Mengindahkan para polisi yang menatapnya kaku layaknya patung tak bernyawa dan mayat anak perempuan gemuk yang sudah dikelilingi oleh genangan darah.
"Dia....Archana Angelica Wiguna,putri bungsu clan Wiguna.Adikku....putri tunggal dari Tuan muda Arkansas dan cucu kesayangan tuan besar Rafendra! adik dari Alzeus !" Smirk Rayga begitu melihat getaran di pupil mata wanita itu .
Rafendra......
Tiran tua pembunuh tak berhati itu!.
Arkansas....
Kaisar diktator yang dibawah kepemimpinannya,bahkan clan Wiguna hampir setara dengan kekayaan keluarga kerajaan Inggris!.
Alzeus.....
Pangeran mahkota yang bahkan mampu melumpuhkan seluruh perekonomian negara hanya dalam waktu semalam!.
Pria muda misterius yang jarang diketahui publik bagaimana rupa wajahnya!.
Mengigil......
"Ah..aku berubah fikirkan,tidak ada wasiat terakhir,karena...kau akan segera menjumpai keluargamu yang lain..." Menyeringai dengan tawa bak alunan melodi kematian.
"JAN-"
DORRRRR.....
"Saat bahkan seekor nyamuk saja kami tidak biarkan melukai sedikit saja kulit princess kami... lalu apakah manusia bodoh yang menyebabkan luka padanya akan aku biarkan hidup? kami tidak sebaik itu!" Rayga berucap sarkas,wajah tampannya dipenuhi lapisan es tebal yang membuat udara jatuh di titik beku!.
Rayga menyugar rambutnya dengan santai,menatap para polisi itu dengan wajah dingin.
"Apa yang kalian lihat?" Tanya pria itu dengan senyum dingin.
"Tidak...tidak...kami tidak melihat apapun!!" Herman segera berucap panik.
"Apa yang kalian dengar?" Kembali Rayga berucap sembari menatap mayat sepasang ibu dan anak itu dengan acuh.
"TIDAK...KAMI TIDAK MENDENGAR DAN MELIHAT APAPUN!!" Sentak Herman dengan keringat dingin sebesar biji jagung menghiasi kening juga lehernya.
Rayga tak bereaksi,berbalik pergi saat sekumpulan pria dengan rompi hitam berlambang elang masuk dipimpin oleh Ryuga juga Cristian.
"Big bro...Daddy Arkansas memerintah kami!" Ryuga melapor setelah memindai situasi.
Hanya dua mayat!
Bukan masalah...
Begitu semua telah dibersihkan dengan bersih,para polisi itu jatuh luruh diatas lantai dengan tubuh gemetar.
"A..Apa kuasa para polisi sudah tidak berguna lagi? " Salah satu polisi berucap nanar.
"Apa yang berguna saat kau dihadapkan dengan sepasang pemimpin generasi kedua dan ketiga clan iblis itu?! "
"Jangankan kita yang hanya polisi distrik kecil...markas pusat saja tidak bergerak kala mereka dihadapan dengan pembunuh masal yang dilakukan oleh tuan muda Wiguna itu!!" Herman menatap kedua anggotanya miris.
........♣️........
Arkansas keluar dari mobil dengan langkah cepat meninggalkan Archana yang berjalan sambil menunduk berusaha menyamai langkahnya.
Anggota keluarga lain yang melihat interaksi ayah dan putrinya itu hanya bisa menggeleng lemah.
Rion menarik istrinya ke kamar mereka,raider kembali kemarkas dan Raino berjalan diam menggeleng lemah.
Tristan dan sakura membawa Shura pulang ke vila pribadi mereka.
Untuk saat ini,jangan satukan kedua bungsu ini kembali atau mereka akan membuat ulah baru.
"Daddy......" Archana memanggil lirih, berjalan.
__ADS_1
Tidak,namun berlari berusaha menyamai langkah sang ayah yang terlihat marah.
Rayga berjalan dibelakang adiknya dengan senyum simpul,ia tau.
Sebenarnya ayahnya bukan marah pada Archana apalagi Shura,namun marah melihat luka lebam diwajah cantik versi muda ibu mereka dulu.
Liora.....
Archana adalah sosok lain dari Liora kala muda dulu.
"Hiks...Daddy..." Isakan lirih mulai terdengar dari bibir kecil putri Arkansas itu.
"Please...maafkan Archa! Daddy....tunggu" Arkansas menghela nafas berat,menutup matanya dengan wajah putus asa.
Wajah manis putrinya serta semua kesukaan gadis manis itu yang selalu tanpa sadar membahayakan dirinya sendiri,Arkansas tak dan tak akan pernah rela melihat setetes saja darah dari tubuh harta yang paling berharga peninggalan istrinya,setelah Arshenio pergi dalam pendidikan militer,kini hanya Archa tempat dirinya menunjukkan kasih sayangnya.
Karena putra pertamanya,hampir tidak mungkin dan memang tidak mungkin untuk memanjakan putra sulungnya itu layaknya bayi manis yang ingin limpahan cinta.
Karena Zeus,putranya terlalu berhati sekeras baja!.
Berhenti melangkah.
Dughhh..
"AKHHH...hiks....Daddy sakit!! kening Archa benjol!!"
Rayga maupun kayra yang baru saja keluar hendak menuju dapur hampir saja meledakkan tawa melihat bagaimana kini putri kecil itu menangis keras dengan jidat memerah.
"HUAAA...DADDY...KENAPA BERHENTI TIBA-TIBA?!! BADAN DADDY ITU KERAS SEPERTI BATU!! LIHAT KENING ARCHA BENJOL!! HUAAA..." Arkansas berdiri menatap geli dibalik wajah yang tetap telihat dingin.
Tangannya terulur,mengusap kening memerah putrinya dengan putus asa.
"Sudah besar masih cengeng...sudah begitu berani main pergi tanpa izin lagi,nakal...tukang nangis...dikasih tau tidak pernah dengar...masuk telinga kanan keluar telinga kiri... berani bawa mobil bunda diam-diam lagi! dasar hamster!" Archana mendelik menatap sosok Raino yang berdiri sembari mengunyah apel mengejek dengan senyum menjengkelkan.
"Kakak diam ya!! Archa lagi bicara sama Daddy! kakak jangan jadi kompor ya....Archa tak like!" Archana melotot garang.
Namun Raino hanya bisa mengelus dada sabar.
"Archa...jangan bicara kasar dengan kakakmu! jangan membantah karena disini Archa yang salah! kalau Archa dapat masalah lebih dari ini bagaimana? Archa tidak kasihan Daddy yang akan sedih dengan ulah nakal Archa?" Rayga berucap sembari mengelus pucuk kepala adiknya itu.
"Maaf Daddy...kakak...Archa yang salah hiks...Archa memang nakal....padahal Archa sudah besar dan tidak seharusnya selalu menyusahkan Daddy dan semua orang hiks..maaf Daddy hiks..maafkan Archa!" Menangis dan menutup wajahnya dengan kedua tangan yang kecil.
Rayga mendesah lelah,Arkansas dengan hati berdenyut menarik putrinya kedalam pelukannya.
"Tidak sayang...kamu tetaplah putri kecil Daddy dan keluarga kita! tidak menyusahkan dan juga Archa adalah gadis kecil yang baik...sampai kapanpun Archa adalah bayi manis Daddy! jangan menangis sayang...ayo Daddy antar istirahat,setelah bersih-bersih kita makan malam lalu tidur ya...Daddy akan minta bunda sakura menyiapkan salep penghilang bekas luka" Archana mengangguk cepat dan memeluk tubuh tegap ayahnya dengan erat.
"Terima kasih Daddy...mommy pasti bahagia diatas sana melihat kami dirawat dan dididik dengan cinta dan kasih sayang oleh ayah hebat seperti Daddy! mommy...katakanlah pada Tuhan agar membawa kak sheno pulang kembali...Archa rindu " Batin Archana menangis dengan haru penuh kerinduan.
Arkansas membawa Archa naik ke lantai tiga mansion,Alarik tiba setelahnya.
"Big bro...apa yang kau inginkan untuk keluarga wanita itu?" Alarik bertanya dengan senyum simpul .
"Dan, keluarga Alfarezha...kami sudah membereskan mereka!" Lapor Alarik dengan senyum jenaka.
"Ada dua pihak tikus yang harus diurus,lalu mau cara seperti apa?" Kini Gion yang bertanya begitu pria itu masuk .
"Jangan sisakan satu orangpun...tak boleh ada tawanan karena...." Rayga menggantung ucapanya dengan seringai bengis tercetak .
Alarik mengerti paham dengan jelas.
"Biarkan para kesayanganku makan dengan kenyang!" Rayga berlalu dengan senyum dingin.
"Dan untuk Alfarezha...mereka adalah tamu khusus!" Rayga terkekeh bengis,berlalu akan ia lihat,cara indah bagaimana yang akan ia lakukan untuk membuat kenangan manis bagi para sampah itu?.
........♣️........
Jika menangis dan memohon akan berguna,lalu bagaimana korban yang berjatuhan dibalik kekejaman zeus itu akan berkurang?
Menangis dan memohon tidak akan pernah berguna.Dimata tajam sang Zeus,air mata para korbannya tidak lebih dari bahan bakar penyulut siksaan yang akan semakin besar!.
Grizela menangis keras,ia tak tau mengapa dan bagaimana.
Mengapa dirinya bisa diseret dengan kasar oleh sekelompok pria berwajah tampan namun kaku keluar dari studio saat ia tengah merekam untuk album terbarunya.
Manik wanita itu memerah dan sembab,lelah ia menangis akibat siksaan mental yang baru pertama kali ia alami.
"HIKS...LEPASKAN... APA SALAHKU?! DAN SIAPA KALIAN?!! MENGAPA KALIAN MENGURUNGKU DISINI?! BIARKAN AKU PER-"
PLAKKKK...
BRAKHHH....
Tubuh grizela terhuyung jatuh menghantam meja kayu,satu dari dua benda yang mengisi ruangan dengan cat merah dan tanpa saluran ventilasi apapun selain pintu!.
Pria muda berwajah tampan dengan senyum jenaka baru saja memberi tamparan keras pada wajahnya dengan tangan tertutup sarung tangan medis!.
"Bisakah kau diam?! aku tidak tau.. bagaimana wanita dengan suara layaknya tikus terjepit seperti dirimu bisa menjadi seorang penyanyi? berapa banyak pria tua berperut buncit yang kau tiduri untuk lolos satu penjualan album?"Pria tampan bermata biru itu berucap dengan wajah berfikir jenaka.
"BEDEBAH!!"
Grizela meraung tak terima,dan apa yang dirinya lihat setelah kata-kata itu jatuh cukup membuat jantungnya berdebar keras!.
Apa sebenarnya yang dirinya lakukan hingga bisa menjadi tawanan clan terbesar di Inggris itu?.
Para penjaga dengan rompi berlambang elang berwarna emas, Lambang tim penjaga khusus clan Wiguna!.
Apa yang telah terjadi?!.
Grizela menggigil.
...🍁...
__ADS_1
...TBC...