Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Meet after the day


__ADS_3

...Jangan lupa vote like dan coment ya 🌹...



...🍁...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🍁...


Gion menguap suntuk begitu keluar dari ruangan operasinya.


Kantung mata pria itu menghitam namun tak membuat luntur betapa rupawanya wajahnya.


"Selamat pagi dokter...."


"Anda sudah sarapan dokter?!"


"Dokter surat cinta saya belum anda balas?!"


Gion mendengus jengkel mendengar sapaan centil dari para suster maupun gadis-gadis pengunjung rumah sakit,yah.


Gion seakan menjadi ikon sempurna dari title dokter muda nan tampan!.


Sudah biasa dirinya mendapati sapaan centil bahkan beberapa wanita dan gadis-gadis akan menyelinap keruang pribadinya untuk menaruh bunga,coklat bahkan kotak makanan!.


Tentu saja,diriya bukanlah pria sombong yang akan membuang semua hadiah itu.


Yah, tentunya semua itu jatuh kedalam perut para anggota BE kecuali bunga,pria itu akan membaginya pada pasien lansia dirumah sakit Wiguna famili itu.


Langkah kaki beratnya terhenti kala melihat diujung lorong staf rumah sakit bersandar seorang gadis yang terasa familiar.


Bersandar pada dinding dengan bahu bergetar.


"Naomi....?" Gion bergumam sembari satu tangannya terangkat menyentuh dada.


"Gila... jantungku berdetak lebih cepat lagi! sudah ku cek sendiri dan aku tak punya penyakit jantung?! ada-apa denganku?!" Gion membatin frustasi.


Naomi,salah satu dari tiga sahabat dekat adiknya.


Gadis yang pertama kali bertemu dengannya di pesta pernikahan saudaranya,Rayga dan asline.


Sering berpapasan namun keduanya hanya bertegur sapa formal.


Yah,tentu saja Gion merasa jantungnya berpacu tak wajar saat bertemu Naomi,entah bagaimana dengan gadis itu sendiri? Dirinya tak tau.


Gion berdiri mengawasi hingga seorang dokter senior yang ayahnya,Gabriel tugaskan sebagai kepala bagian operasi penyakit jantung!.


"Dokter...bukankah Anda sudah berjanji akan melakukan operasi pada kakek saya sebelumnya?! mengapa tiba-tiba anda menundanya? Pihak rumah sakit ini sudah memberi tau sebelum bahwa sudah ada pendonor untuk kakek saya! mengapa anda membatalkan operasinya?!"


Gion mengernyit mendengar ucapan penuh kemarahan, kekecewaan juga kesedihan dari wajah pucat gadis itu.


Naomi disana terlihat mencengkram kerah baju dokter paruh baya yang terlihat memandang rendah padanya.


"Apa yang bisa aku katakan?! ada yang lebih membutuhkan jantung itu! dan mereka membayar biaya operasi dua kali lipat! selain itu...keluarga mereka adalah keluarga yang akan memberikan rumah sakit ini suplai obat-obatan dari pabrik farmasi mereka! katakan padaku nona? dari semua keuntungan ini,mana yang harus didahulukan? kau dan kakekmu yang mungkin hanya mampu membayar setengah biaya operasi dan menunggaknya lama,atau mereka orang-orang kaya yang mungkin saja bisa membuatku mendapat promosi jabatan?"


Gion mengepalkan kedua tangannya erat,amarah entah bagaimana terbakar mendengar bagaimana dokter itu memandang sebelah mata pada sosok Naomi.


Seakan,dirinyalah yang merasakan penghinaan itu!.


"Tapi anda sendiri yang berjanji akan mengoperasikan kakek saya ?! dimana moral anda sebagai dokter?! jika semua dokter seperti anda,maka semua orang yang masuk ke rumah sakit ini akan mati karena tersendat rugi dan untung! " Naomi mengusap kasar air matanya,putus asa.

__ADS_1


Kakeknya sedang diambang maut jika jantungnya tidak segera ditangani,hanya kakeknya yang dirinya punya setelah mereka meninggalkan China setelah kedua orang tuanya tiada oleh kecelakaan kerja pabrik garmen.


"Jangan menghina saya nona.Itu salah kakekmu sendiri mengapa tidak menjadi kaya? sudah miskin jangan mengharap diutamakan!"


"BEDEBAH !" Gion meraung murka .


Tidak pernah ia bayangkan,rumah sakit besar yang dibangun oleh para generasi terdahulu Wiguna,sejak zaman kakek mereka Rafendra akan mempekerjakan seorang dokter dengan moralitas yang begitu rusak!.


Terutama dokter ini bekerja dibawah kepemimpinan ayahnya dan berlanjut pada masanya kini,Gion benar-benar murka!.


"KYAAAAAA...."


"Ada-apa dengan dokter Gion? dia sangat marah!!"


"Bagaimana ini?!!'


"Seseorang hentikan itu!"


Pekikan panik terdengar dari para staf yang mulai kembali dari jam makan siang mereka .


Disana,Gion dengan kalap memukul dokter paruh baya itu tak perduli usia.


"BERANI SEKALI KAU MERUSAK NAMA BAIK HEALTHY HOSPITAL?! KAU BEDEBAH BUSUK!" Gion meraung,membanting tubuh dokter paruh baya yang terlihat mengenaskan dalam kekagetannya atas kedatangan direktur muda rumah sakitnya.


"Di...direktur maafkan saya!! ampuni saya..." dokter itu memohon merasa diujung jurang saat tatapan ganas itu menatapnya.


Naomi berdiri dengan wajah kosong.


Grephhh......


Gadis itu tersentak saat sebuah telapak tangan besar menggenggam tanganya..


"Siapa nama kakekmu?" Gion bertanya dengan wajah tanpa ekspresi,kemarahan masih tertinggal jelas diwajahnya .


"A..apa? " Naomi dengan linglung menjawab.


Gion menghela nafas.


Melirik pada perawat pria yang sudah memapah tubuh dokter bernasib sial itu..


"Dengar kalian semua....mulai hari ini! dokter Nandes tidak akan bekerja disini lagi..dia kupecat! dan siapapun yang berani memainkan nyawa manusia yang memasuki rumah sakit ini akan kuhabisi....jangan pernah menarik dana lebih dari keluarga pasien! jika jadwal sudah ditentukan maka lakukan dengan profesional! jika kalian mengambil untung rugi disini...jangan harap keluar hidup-hidup dibawah mataku! mengerti?!" Gion berucap lantang,dokter ramah itu hilang dan kini hanya ada sang dokter dengan kepribadian gila!.


Setelah para staf mengangguk,Gion mendengus dingin.


"Enyah!" Usirnya menatap para staf yang masih setia menonton keributan itu.


"Naomi..." Gion memanggil dengan senyum lembut,untuk pertama kalinya.Dokter yang terkenal gila akan eksperimen itu mau berucap begitu lembut pada seorang perempuan, sebelumnya hanya wanita keluarganya saja yang pria tampan itu perlakukan sabar.


"I..iya?" Naomi dengan gugup menjawab sembari terus menunduk menatap lantai ber-kramik putih yang tengah ia pijak.


Gion berdecak kesal.


"Apa lantai itu terbuat dari emas hingga kamu terus menatapnya? lihat aku! aku tengah bicara padamu,Naomi Scarlett!" Gadis itu segera mengangkat wajahnya dengan manik membulat horor.


Pria ini tau nama lengkapnya?!.


Bagaimana bisa?!.


"Tidak perlu melotot seperti itu...sekarang katakan padaku siapa nama kakekmu?" Gion dengan santainya menarik telapak tangan yang lebih kecil dari telapak tangannya itu menuju sebuah ruang khusus miliknya dirumah sakit.


Naomi dengan linglung mengikuti langkah pelan dokter tampan didepanya ini.


Dokter yang ia tau sebagai salah satu kakak dari sahabat manisnya,Archana.


"Masuk dan duduk dimanapun kamu merasa nyaman,mau teh? atau susu?semua ada tunjuk saja" Gion menunjukan sebuah kulkas besar dengan kaca transparan yang lengkap dengan berbagai jenis minuman dingin didalamnya.


"Jus kalau boleh?" Naomi berucap sembari tersenyum kikuk.


Giok mengangguk dan membuka kulkas besar itu meraih sekaleng jus kemasan dan memberikan minuman itu pada gadis cantik yang sibuk menatap sekeliling ruangan.


"Jadi?" Gion bertanya lagi setelah membuka kaleng cofee dingin miliknya .


"Kakekku bernama Fu Liurong dia menderita komplikasi jantung sejak 5 tahun yang lalu.."


Gion mengangguk dan meraih ponselnya


Tut.....


Naomi menatap pria itu penasaran.


"Hallo Dr Smith ada permintaan?"


"Pasien dengan mama Fu Leurong,Pria lansia dengan nama Chinese dibangsal mana dia? batalkan semua dokter dan obat yang berjalan,aku sendiri yang akan menangani pengobatan tuan Fu!"

__ADS_1


Naomi menatap wajah tegas itu dengan pupil bergetar serta tangan yang menutup mulutnya yang terbuka.


Apa ini mimpi?.


"Baik Dr Smith,akan segera kami konfirmasikan pengambil alihan perawat!"


Tut....


"Senang? mulai sekarang kakekmu menjadi tanggung jawabku!" Gion tersenyum lembut dan berbalik meraih sebuah map.


"Ini data lengkap penanganan operasi,tanda tangan dan aku berjanji akan menangani ini sampai tuntas!" Naomi menatap Gion dengan wajah kosong.


"Apa yang kamu inginkan dariku?"


Deggg...


Gion menatap gadis itu dengan tatapan intens,setiap garis wajahnya yang indah bercampurnya Chinese dan Australia.


Senyum itu terbit dengan cara yang paling memikat.


Apakah kini waktunya melepas status lajang?!.


.........


Sera masih berdiri dengan wajah memerah seakan beban dunia jatuh padanya.


Arshenio berjalan dengan aura menindas ,hidup dalam kehidupan penuh dengan misi perdamaian dan kedaulatan.


Dewa perang ini bak air tenang yang dipenuhi darah.


Arshenio menarik tubuh Sera,memeluk gadis remaja itu dan mengusap pipi memerahnya .


Darah disudut bibir plum itu membuat nafas Arshenio tersekat.


Gadis ini tak pernah tak terluka setiap kali bertemu dengan dirinya!.


"Kenapa selalu terluka? apa pipimu adalah sarung samsak? jika seseorang memukulmu dengan tangan mereka...patahkan tangannya! jika seseorang menghinamu,robek mulutnya! dan jika seseorang selalu melempar fitnah pada harga dirimu...." Arshenio begitu tenang,sikap kasihnya tak tersembunyi dan pembelaan tak terhingga.


Menatap Aubrie dengan seringai dingin kemudian melanjutkan.


"Hancurkan seluruh wajahnya! patahkan seluruh tulangnya dan lemparkan tubuhnya dan jadikan makan an*ing!" Aubrie meringkuk ketakutan,Carol melotot dengan berang.


"Inikah pria liar yang membuatmu tak pulang sepanjang malam? jawab!!!" Carol menjerit menatap wajah tampan Arshenio geram.


Pria ini begitu tampan namun moralnya rusak! bagaimana dia bisa membawa anak gadis orang sepanjang malam?!.


Alger menarik tubuh ibunya dengan panik.


"Sebaiknya mama diam! mama dan kalian semua tidak tau bukan siapa dia? maka diam!" Alger meraung tertahan,menarik tubuh Carol frustasi.


"Pria liar? hahaha...aku semula berniat membiarkan Anda nyonya untuk pergi dengan mudah! tetapi kamu memanggil sendiri petaka untukmu dan putri angkat tersayang mu!"


Arshenio berucap sembari menyorot dingin wajah Carol,Aubrie juga Mikhael.


Ricky entah mengapa merasa begitu terintimidasi,pria ini seumuran dengan Alger putra keduanya tapi auranya sangat kelam!.


Arshenio menatap kearah Ricky.


"Apakah pekerjaan lebih bernilai tinggi dari memberi sedikit waktu untuk putrimu? sikapmu yang membuat putri mu semakin tenggelam dalam kesepian!" Arshen berucap dengan senyum jenaka,membawa Sera duduk disampingnya tanpa meminta izin pada pemilik vila.


"Omong kosong apa yang kau katakan?! pria liar seperti d-"Sementara Ricky tertohok kenyataan,Carol menepis kenyataan dan hanya melihat apa yang diberikan Aubrie untuk dirinya lihat.


"Pria liar? baiklah akan kuperkenalkan diriku!" arshen menatap wajah keluarga Sebasta.


Alger menunduk dengan penyesalan dan tekanan.


Dirinyalah yang paling tau disini,siapa itu sosok yang disebut ibunya pria liar.


"Arshenio devilio Wiguna,jendral muda dari devisi legiun pasukan Red Eagle! Atasan dari putramu,Algeran Sebasta! dan aku akan menjadi wali dari Seravina Sebasta mulai dari hari ini! tidak ada satu orangpun yang boleh mengangkat tangan padanya apalagi berbicara buruk tentangnya! jika kudapat satu saja...aku sendiri,yang akan membunuh orang itu!"


Deggg...


Carol terhuyung mundur.


Aubrie terbelalak dan Mikhael yang menggeleng cepat.


Ricky menatap wajah Sera dengan manik bergetar.


Rimba dan Ares menatap Alger dengan wajah tak percaya.


Itulah mengapa saudara mereka ini begitu takut?.


__ADS_1


......TBC......


Besok El sambung..lelah sekali seharian bekerja tubuh drop otak mandet!.


__ADS_2