
...Jangan lupa vote,like dan coment ya 🌹...
...🍷...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🍷...
Kayra menatap wajah manis putra Tristan itu dengan senyum miris.
"Ura...mami bilang apa tadi? berhenti makan makanan manis! dan apa kamu sudah minta maaf pada kakakmu? juga sudah siap menerima hukuman atas kenakalanmu kali ini? mami menunggu...." Senyum manis kayra terbit,shura.Anak itu sukses bergidik ngeri.
Senyum itu....
Bukan pertanda baik!...
"Mami...ia shura akan minta maaf pada kakak No.Tapi masa mami masih kasih hukuman juga? shura menolak!" Anak laki-laki manis itu mundur dengan posisi waspada .
Kayra mengangguk sambil tersenyum lebih lebar.
"Hukuman mami masih lebih baik dari Daddy kalian..."Kayra berucap jenaka dengan lihai melihat perubahan ekspresi wajah shura.
Anak itu melotot dengan ekspresi seperti habis melihat hantu!.
"JANGAN MAMI! SHURA MAU DIHUKUM,TAPI SAMA MAMI SAJA...." pekik shura pasrah.
"Andai nenek tidak lagi pergi berlibur pasti sekarang aku tertolong...ya Tuhan selamatkan lah shura yang manis dan imut ini...hiks..nenek cepat pulang!" Batin shura menangis meratapi nasibnya.
Kayra terbahak melihat wajah tertekan alami anak tunggal Tristan itu.
"Alright...sekarang ikut mami!"
Shura menggeleng horor saat melihat senyum licik itu,sungguh apakah ini akhirnya hidup dirinya?.
Shura meratap dramatis sembari mengikuti langkah sang ibu rubah dengan enggan.
...........
Sementara itu dilain tempat...
Plak...!
Suara tamparan yang begitu keras terdengar seakan seluruh kekuatan diarahkan pada telapak tangan itu.
Seravina terkekeh miris,wajahnya tertoleh kesamping akibat betapa kuat ibunya menampar wajahnya!.
Yah, ibu kandungnya sendiri!.
"Bagaimana mama harus menjelaskan lagi padamu Sera?! berhenti bermain-main dengan anak-anak geng motor itu! lihat apa yang terjadi? bagaimana bisa kamu membiarkan anak-anak berandal itu mengajak Aubrie ke sebuah club malam?! lihat apa yang terjadi?! Aubrie hampir diculik dan berakhir sebagai korban perdagangan manusia! Apa begitu sulit kamu berbaur dan menjadi dekat dengan Aubrie sampai kamu begitu tega menjerumuskan dia?!mama harus apa agar kamu mengerti betapa penting keselamatan Aubrie bagi mama!"
Wanita paruh baya itu.
__ADS_1
Carol Sebasta.
Ibu kandung dari seravina,gadis yang sudah berhasil mengusik kehidupan tenang seorang arshenio.
Sera terkekeh nanar menatap wajah marah ibunya.
Semenjak kedatangan gadis bernama Aubrie ini,kehidupan keluarga yang kurang dekat antara dirinya dan kedua orang tuanya menjadi semakin renggang!.
Semula oleh kesibukan kerja orang tua juga para kakaknya,kini bertambah akibat kasih sayang yang terbagi sebab wanita bernama Aubrie itu,wanita picik dengan wajah polos!.
Dan interaksi dengan para kakaknya pun perlahan memasuki tahap bagai orang asing yang tinggal satu atap.
Dan hanya teman-temannya, remaja-remaja yang orang-orang katakan sebagai sekumpulan berandal dan geng pembuat onar.
Tapi bagi Sera,mereka adalah rumah tempatnya pulang dan orang-orang yang mengerti dirinya tanpa harus banyak berkata-kata.
Mereka berbuat, menunjuk kepedulian mereka dalam setiap tindakan.
Tidak ada label sedarah! mereka hanyalah orang-orang asing yang perlahan terbentuk saling mengerti dan melindungi.
Tapi didalam pertemanan mereka,dia mengetahui apa itu peran ayah, pengertian ibu dan perlindungan seorang kakak!.
Dia memperoleh nilai-nilai kehidupan bersama sekumpulan remaja yang dicap buruk di masyarakat,namun mereka tak pernah tau bagaimana dalamnya arti kebersamaan mereka.
Sera bangga berteman dengan sekumpulan remaja laki-laki yang bernaung dalam satu geng motor.
Dan diantara para anak laki-laki itu,dia diperlakukan bak seorang putri yang harus dijaga dan disayangi!.
Dan dirinya benci apabila teman-temannya yang berharga dihina,meski itu oleh keluarganya sendiri!.
"Mama bilang teman-temanku berandal? mama bilang Aubrie dipaksa masuk ke sebuah club ? ma... tahukah mama,dia tidak sepolos yang mama dan semua orang lihat! bagaimana dia yang bahkan lebih tua dariku bisa dipaksa masuk kedalam club malam? apa dia tidak punya otak untuk berfikir? menolak jika dia merasa itu tidak benar?! Ma... teman-temanku juga pilih-pilih dalam menarik sircle! siapa yang mau bernasib sial dengan bersama gadis tidak jelas itu?" Sera menjawab dengan senyum acuh.
Carol terdiam,entah bagaimana hatinya berdenyut saat melihat tak ada lagi harapan kasih di mata putri semata wayangnya itu.
"Tolong mama jangan pernah bicara jika tidak tau apa-apa! Aubrie memang sudah terbiasa dengan dunia malam..dan itu semua bukan atas paksaan teman-temanku! hari ini...tamparan ini aku terima,tapi ingat ma...." Sera menatap Carol,lalu Ricky ayahnya dan Ares kakak ketiganya yang terlihat duduk di sofa menatap acuh semuanya.
Ricky menatap putrinya dengan dingin,namun sorot matanya menyendu.
Mengapa terasa sakit?.
"Sera punya hati...batas hati Sera tidak seluas samudra dan hari demi hari kalian semua... mulai membuat kesabaran itu terkikis...jangan lupa aku putri kalian...jika aubrie lebih penting dari diriku? bilang! Aku masih memiliki banyak rumah yang bisa kutuju....." Sera tersenyum lembut dan berbalik menaiki tangga menuju lantai dua kamarnya.
" Hiks..maafkan Aubrie mama Carol....ini bukan salah Sera...ini salah Aubrie karena tidak pandai memilih teman....jangan marah pada Sera atau Sera akan semakin membenci Aubrie.." Aubrie,wanita muda yang menjadi sumber pertengkaran itu menangis pilu dibalik pelukan kasih sayang Carol.
Tanpa siapapun sadari,senyum sinis diwajah polos itu terbit.
Siapa yang menyangka,malam menjadi kupu-kupu penikmat dunia dan pagi kembali menjadi gadis polos yang lembut?!.
Carol tertipu namun Sera tidak!.
Ricky bangkit dan duduknya,menatap gadis asing yang telah diangkat menjadi anak oleh istrinya tanpa persetujuan dirinya.
Manik yang selalu menatap dingin itu kini nampak lebih gelap.
"Jangan terus membuat drama dihadapanku...jangan terus melewari tolerasiku!" Ricky berucap ringan,tanpa emosi berlebih namun itu sukses membuat Aubrie tersentak, tubuhnya gemetar takut namun Carol salah mengira itu sebagai kesedihan.
"Pa! kamu apa-apaan?! jangan terus memberi sikap dingin pada Aubrie! dia bukan Sera maupun ketiga putramu yang telah terbiasa,namun dia hanyalah gadis yatim piatu yang sudah menolong mama! papa jangan terlalu kasar!" Carol menghardik suaminya dengan nafas memburu.
Sembari memeluk Aubrie dengan tidak senang.
" Ares rasa...mama lah yang terlalu berlebihan! meski aku terlihat acuh pada Sera..tapi aku tetap kakaknya,aku memperhatikan dia tanpa harus ribut hingga semua orang tau! Ma...kamu boleh mengangkat siapapun jadi putrimu,tapi mama juga harus ingat...mama masih punya seorang putri disini! Tanpa mama sadari mama sudah bersikap bias! Kesibukan kita masing-masing telah membuat Sera mencari kenyamanan hidup seorang diri,maka dari itu...jika mama dan papa tidak bisa memperhatikan Sera,jangan buat dia harus tunduk pada apapun keputusan sepihak kalian! benar-benar muak..." Ares bangkit dan berjalan keluar vila tanpa mendengar raungan ibunya.
Ricky menatap istrinya datar,pria paruh baya yang masih terlihat tampan diusianya yang hampiri beranjak 40 itu mengepalkan kedua tangannya erat.
"Sejak awal aku memintamu fokus mengurus anak-anak dan rumah...beri mereka kasih sayang ibu saat ayah mereka sibuk bekerja mencari nafkah! tapi kamu? Kamu memilih karier hingga mengabaikan pertumbuhan ketiga anak kita,hingga apa?kau berakhir hampir celaka dan seperti drama film.. perempuan itu menolongmu dan berakhir karena balas budi kau mengangkatnya sebagai anak tanpa bertanya pendapat suami juga anak-anak mu! Apakah terlalu sulit hanya hidup sebagai ibu rumah tangga? apakah pernah kau bersyukur meski aku bukanlah seorang pengusaha besar di kota ini? aku meniti selangkah demi selangkah untuk memenuhi semua kebutuhan dirimu juga anak-anak kita" Ricky berucap dengan senyum yang bahkan tak sampai kemata.
Senyum berbalut kecewa.
"Vila ini kubangun dengan susah payah,berharap saat lelah bekerja aku mendapati pelukan hangat istri juga tawa bahagia anak-anak! tapi apa yang kudapat? siang malam aku bekerja,tapi anak-anakku terabaikan hingga semua memilih pergi dan mencari kerja begitu mereka sedikit dewasa.Carol....aku tidak menyalahkan dirimu,aku hanya ingin kamu mengambil peranmu sebagai ibu yang baik,biarkan aku yang bekerja meski di panas terik asal keluargaku hidup cukup dan selalu bahagia.Aku bekerja hingga tak bisa selalu bisa berada disamping putra dan putriku.. tidak bisakah kamu pahami sakit hatiku? kamu merasa penghasilanmu sebagai intertainer lebih besar dari aku yang hanya seorang manager di sebuah bank? jadi inilah akhirnya.. anak-anak terabaikan dan aku gagal!" Ricky mengangguk samar,Carol terdiam.
Dirinya sadar,sebagai putri dari seorang pengusaha kaya raya.
Carol terbiasa hidup dengan segala ambisi dan tak ada keinginannya yang tak bisa terpenuhi.
Cinta yang membuat semua sifat buruknya sebagai putri kaya hilang,namun ternyata itu hanya untuk sesaat.
__ADS_1
Dan saat melihat para wanita seosialita itu kembali,Carol terbuai dan merasa penghasilan Ricky tidak mencukupi gaya hidupnya lagi.
Dia ingin kembali seperti saat belum menikah,mengejar mimpi dan memperoleh kekayaan yang berlimpah.
Dan pada akhirnya,satu kesempatan membuatnya tanpa sadar mulai berubah.
Ricky berbalik dan pergi tanpa menoleh kebelakang.
Carol tergugu.
Mengapa keluarganya menjadi seperti ini?!.
Apakah salah dengan segala ambisi yang tumbuh kembali?.
Carol menatap kosong dengan Aubrie yang dengan senyum palsu menenangkan dirinya.
..........
Shura menatap dirinya yang kini memakai sarung tangan kerja yang terbuat dari karet.
Sebuah tongkat panjang dengan saringan di ujungnya dan sebuah vacum cleaner disisi lain tubuhnya..
"Mami serius?" Shura meratap,kayra mengangguk dengan senyum jenaka.
"Serius anak tampan...sekarang kamu saring daun-daun yang jatuh diatas kolam...lalu vacum semua noda tepung yang tercecer...lalu lap semua guci dan semua furniture yang kotor!" kayra menjelaskan dengan senyum tanpa dosa.
Shura melongo.
"Mami! kita memiliki maid,suruh mereka saja jangan shura...." akhirnya,anak laki-laki nakal itu mulai terlihat ingin menangis!.
"BWAHAHAHAH...enak pasti rasanya?,shura..selamat bekerja pangeran kecil..." raino terbahak dari atas tangga lantai dua.
Shura mendelik sinis.
"Daripada budak mengejek pangeran ini..lebih baik bantu!" Shura menunjuk wajah sombong raino berapi-api.
Raino mengangkat bahu acuh dan dengan jahil justru menggulingkan kotak sampah diujung pintu .
"Ah..maaf sengaja... sekalian ya yang mulia pangeran kecil shura....hahahaha..." Raino tertawa nista,shura mematung melihat ternyata isi dari tempat sampah itu semua adalah.
RAINBOW CAKE-NYA!..
"HUAAAAA...MAMI KENAPA CAKE SHURA DIBUANG SEMUA?! JAHAT...SEMUANYA JAHAT!" Shura menangis histeris sembari berlari dan meraih potong demi potong kue malang itu dengan tangan gemetar,ingus mulai mengalir dari hidungnya dan air mata yang berderai bak air sungai!.
Kayra merotasi bola matanya malas.
Anak satu ini?!...
"Itu sudah kadaluarsa dek! jangan drama..." Raider yang baru keluar dari lift berucap jengah.
"Iakah?" Shura bertanya penuh harap.
Hingga...
Sosok raino datang kembali sembari menepuk bahu kecil anak itu.
Dengan senyum jahilnya.
"Tapi.... Kowe ngapusi! BWAHAHAHAH..gila komedi receh!!" Raino tergelak setelah berhasil dengan bahasa jawa yang dirinya translate mendadak dari google.
Sudut bibir shura seketika melengkung kebawah.
Mata anak itu berkaca-kaca.
"1...." Kayra menatap raider.
"2..." Raider ikut tertawa sembari mulai memasang cepat earphone ditelinga diikuti raino yang sudah menutup telinga dengan kedua tangannya.
"HUAAAAA......SHURA MAU LAPOR NENEK!!"
BWHAHAHA....
Begitu anak laki-laki yang sudah menangis histeris itu berlari, pecahlah tawa pasangan ibu dan kedua putranya itu.
........
__ADS_1
...TBC...