Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Bidak catur


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya.......


Kalian tidak tau perjuangan buat El nulis chapter ini...dari ponsel error sampai kuota habis dan berakhir ngemis kuota sama kakak yang pelitnya naudzubillah!.


Rasanya itu...amazing no harga diri!!!😏😏


...🍃...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🍃...



Suara ketukan cepat dari sepasang sepatu kulit hitam bergema dilorong khusus rumah sakit ternama di ibu kota London itu.


Langkah kaki yang terdengar begitu berat sarat akan gelombang kemarahan.


Aura tajam penuh intimidasi, dibelakang sosok tampan beraura hitam itu melangkah cepat delapan orang pria yang tak kalah tampan bak pahatan dewa.


Wajah-wajah yang terlihat tegang penuh gurat kemarahan.


"Gion..!!" Desisan tajam terdengar kala langkah itu berhenti dan mendapati seorang dokter muda yang merupakan salah satu saudaranya juga, keluar dari salah satu ruang rawat dengan guratan lelah yang tak mampu tertutupi.


Gion,dokter muda nan tampan dengan pakaian hijau operasi itu menoleh begitu mendengar suara akrap yang memanggil namanya dengan suara berat mengerikan.


Huft.....


Helaan nafas berat keluar dari bilah bibirnya.


Menatap wajah-wajah penuh ekspresi gelap itu dengan senyum sarat makna.


"Yah.....Aira sepertinya telah menjadi bidak awal...dan yah....Aku berhasil membius alarik hingga iblis gila itu akhirnya tenang! aku tidak tau jelasnya...tapi sepertinya ketenangan ini telah berakhir, beruntung Aira tidak buta soal pertahanan diri hingga calon istri alarik itu lolos meski dengan beberapa luka" Jelas Gion sembari memijit tengkuknya yang terasa pegal luar biasa.


Sungguh tengah malam dirinya dihubungi oleh alarik untuk segera terbang ke Miami untuk menangani langsung Aira,memang ada banyak dokter yang bisa selain dirinya.Namun alarik seketika kehilangan percaya pada orang asing!.


"Apa Aira terluka parah? bagaimana Alarik?!" Seru Raino tidak sabar.


Gion menghela nafas,bangkit dari duduknya dilorong khusus itu.


"Aira tidak sampai aku operasi juga! hanya beberapa jahitan pada tubuhnya akibat sengitnya gadis itu mempertahankan diri! aku cukup salut.." Ucap Gion dengan seringai penuh makna.


"Siapa yang main-main dengan calon saudari ipar kita? bahkan ini dengan milik Alarik? woah..aku sungguh tak percaya?! apa orang itu bodoh hingga mengusik milik pria licik itu? aku saja merinding memikirkan apa yang bisa alarik lakukan jika dia sadar nanti!" Maxim berucap ngilu.


Pria dengan sebatang rokok terapit diantara kedua jarinya itu melirik Ryuga yang nampak tersenyum penuh arti.


Sepertinya musuh mereka sudah terlalu lama menahan diri setelah gagal berkali-kali dibawah kaki mereka.


Dan kini mereka memutuskan menyerang personal? lucu sekali!.


"Kita bicarakan ini di markas setelah alarik bangun! jangan biarkan milik kita tau..atau mereka akan mengambil tindakan sendiri...terutama istrimu,Brother..." Raider berucap rendah menatap wajah dingin Rayga yang berdiri dengan kedua tangan berada di kantung mantelnya.


"Perketat keamanan ruang ini..tempatkan delta disepanjang lorong, kita butuh penjelasan alarik!" Raino segera melangkah diikuti Maxim, Ryuga juga Diego meninggalkan Rayga,raider,xain juga Gion dilorong.


Arshenio tetap tinggal di mansion menjaga adik juga para ibu dan kakak iparnya tentu saja.


Rayga menaikan satu telapak tangannya,seekor kumbang hinggap diatas jas tangannya.


Kumbang,namun bukan kumbang sebenarnya.


Ini Seekor serangga dengan tubuh terbuat dari lempengan besi penuh rakitan listrik.


Tak lama sebuah hologram terlihat dengan sebuah tayangan cctv beberapa detik terekam.


Alarik,mengamuk dan hampir meratakan sebuah hotel!.


Dan tak lama,pria dewa pengetahuan itu keluar dari sebuah ruangan dengan menggendong sesosok gadis yang tubuhnya dipenuhi darah.


Rayga menyerigai bengis.....


Diikuti geraman rendah para Saudaranya yang melihat rekaman itu juga.

__ADS_1


...#Back on#...


Dua orang gadis berdiri berhadapan dengan mimik wajah yang berbeda.


Seorang gadis,atau mungkin saja tak bisa lagi disebut seorang gadis.Tepatnya wanita yang berlagak seperti seorang gadis!.


Berdiri dengan dress code diatas paha dan perhiasan yang terlihat glamor.Berdiri bersidekap dada angkuh menatap sosok gadis cantik yang berdiri dengan pakaian santai dihadapannya.


Gadis dengan kaos putih polos terbalut kemeja yang diikat dibagian perut.


Cantik dengan penampilan santai.


"Woah..tidak disangka seudariku yang hanya seorang personal asisten benar-benar mampu berlibur mewah di Miami ini! katakan padaku saudariku, Aira...kau bersama sugar daddy-mu ya datang dan liburan kesini? hahaha..astaga Aira,kamu tidak kasihan sama ibumu yang penyakitan itu kalau tau anaknya disini jual diri?" Wanita dengan dress ketat itu berucap dengan nada main-main yang terdengar begitu menjengkelkan.


Aira,gadis cantik dengan pakaian santai itu terkekeh dengan wajah dinginnya.


"Kau sedang membicarakan dirimu sendiri ya? Lidya....siapa yang kau katakan tengah jual diri itu? bukankah kau ini tengah mengenang masa lalu ibumu yang sudah jual diri pada papaku? berkacalah wahai Medusa...." Balas Aira dengan senyum sarkas penuh hinaan.


Lidya,saudari tiri dari Aira.


Benar!.


Noda dari perbuatan ayahnya dimasa lalu yang kini akan terus menjadi duri didalam kehidupan murni keluarga besar Brihana.


Wushhhh..


"Wah..kau mau main kasar denganku? tidak lupakan bagaimana aku membuat lebam wajah oplasmu saat senior high school dulu...Mau coba lagi? aku tidak keberatan!"Aira menyerigai dalam menangkap pergelangan tangan Lydia yang berniat menampar wajahnya.


Wushhhh..


Menghempas tangan itu hingga tubuh Lydia berputar cukup keras akibat kuatnya Aira mendorongnya.


"BI*CH!!" geram Lydia emosi,wanita itu memegang pergelangan tangan yang berubah warna akibat cengkraman kuat Aira padanya


Aira merotasi bola matanya malas.


Andai ini bukan ditempat umum sudah pasti akan dia beri pelajaran Perempuan tidak tau diri ini!.


"Honey...." Keduanya menoleh kala suara maskulin seorang pria datang dari arah belakang tubuh Aira.


Lidya terbelalak menatap pria yang terlihat begitu tampan dengan pakaian santai itu.


Jangan salah,meski pakaian santai tetapi Lydia tau pasti semua yang melekat ditubuh pria itu adalah merk exlussiv dari Armani'man!.


Aira tersenyum dengan pipi yang merona begitu melihat sang kekasih tiba dengan senyum tampan yang terukir diwajah bak dewa itu.


Pria yang dipenuhi dengan ketenangan yang memikat!.


Alarik Aluxio Lumiro!.


"Honey..maaf ya kamu pasti lama menungguku,aku tidak tau mengapa para gadis itu justru berkumpul seperti lebah hingga antrian tersendat! tau begitu aku borong saja truck ice cream itu sekalian.. buang-buang waktu saja,untung kamu yang minta...ini honey pesanan kamu..special dari calon suami kamu yang paling tampan !' Alarik mengoceh dengan jurus rayuan maut ajaran Maxim itu.


Aira dengan wajah tersipu meraih corn ice cream dan cutton candy dari tangan kekasihnya dengan manik melirik Lydia yang menatapnya penuh kecemburuan.


"Kak..kakak Aira..ini..ini siapa?" Aira mendengus begitu jurus tipuan Lydia keluar sudah.


Jurus gadis polos dan saudari yang lemah lembut!.


Huekk..


Aira tanpa perduli mengeluarkan ekspresi ingin muntah.


Alarik terkekeh gemas dan dengan kilat mencuri kecupan singkat di pipi mulus gadis itu.


"Alarik!!!" Pekik Aira atas ulah frontal alarik padanya.


"Apa honey? padahal aku belum apa-apakan kamu,tapi kamu sudah muntah-muntah saja! belum aku bobol padahal..." Gurau alarik dengan seringai nakal diwajah tampan berbingkai kaca mata hitam itu.


Lydia menatap kedua sejoli itu dengan gemuruh hebat dihatinya.


Pria yang begitu tampan...


Dan pastinya,kaya!...


Lihat semua barang branded yang pria itu kenakan!.


"Kakak...Lydia masih disini..tidak bisakah kakak kenalkan teman kakak padaku?" Suara lembut yang mendayu dan tatapan berbinar polos yang penuh kepalsuan.


Alarik menatap dingin,dan menarik tubuh Aira kedalam rangkulannya.


"Kau penting? apa sebegitu pentingnya hingga calon istriku harus membuatku mengenalmu?!" Suara huski yang terdengar penuh hinaan telak terdengar,tubuh Lydia bergetar merasakan gejolak bak bara api membakar tubuhnya hanya dengan mendengar suara jantan itu.


"Maaf...tapi aku adalah saudari kakak Aira...aku disini tengah syuting MV untuk lagu terbaru dari Grizella Anastasia Gradian..kamu tau diakan? aku adalah Lydia Brihana salam kenal.." Membuang rasa malu,Lydia berusaha mendekat dan ingin menyentuh tangan alarik dengan ekspresi malu-malu.


Alarik mengeryit, jijik tergambar jelas di wajah tampannya.


"Kau menganggu liburan kami!" sentak alarik begitu melihat wajah masam calon istrinya.


Sudut bibir Aira berkedut menahan tawa,sungguh mulut lahar Alarik tak pernah mengecewakan!.


Lydia tergugu,wanita itu tertawa canggung menutupi rasa malu.


"Oh benar..kakak Aira,karena kita kebetulan bertemu disini..aku akan serahkan undangan ini untuk kakak hadiri.. sebenarnya ini untuk kakek dan papa! tapi karena mereka tak bisa akhirnya papa memberikannya padaku,tapi aku disini juga sangat sibuk,dan karena kakak menganggur...kakak harus gantikan aku karena ini atas nama kakek" Lydia menekan kata menganggur,Manik penuh kebencian itu menatap Aira dengan senyum manis paksaan.

__ADS_1


Aira menaikan satu alisnya acuh,meraih undangan itu dengan tatapan enggan.


"Undangan business party! untuk apa kau berikan ini padaku? bukankah pesta seperti ini kau tidak pernah lewatkan? aneh sekali kau ini.." Sarkas Aira menatap wajah gugup Lydia.


"I..ini,aku benar-benar sibuk kak dan undangan ini benar-benar mengatas namakan kakek dan papa..ya sudah Lydia pergi dulu,kakak ingat harus datang malam ini pukul 7!" Lydia tanpa banyak kata lagi segera pergi .


Alarik menatap sosok yang perlahan memasuki mobil itu dengan sorot mata dingin menghunus.


"Aku akan pergi!" Aira berucap memutus tatapan tajam alarik.


"Kenapa harus pergi honey? jika kau tak yakin siapa yang bisa memaksamu selama ada aku! buang saja undangan itu!" Ucap alarik lembut .


Menggeleng dan Aira meraih lengan kekar alarik dengan ekspresi geli diwajahnya.


"Lihat ada permohonan atas nama kakekku diundangkan ini...itu artinya mereka sangat mengharapkan kehadirannya atau salah satu dari keturunannya! aku tidak bisa membiarkan kakek merasa malu!" Ucap Aira dengan nada membujuk.


Alarik menatap manik indah itu dalam dan meraih anak rambut yang tertiup menutupi wajah calon istrinya.


"Baiklah,tapi ingat! jangan minum atau makan apapun yang diberikan oleh orang asing,aku akan menemanimu kesana!" Putus alarik mengalah.


Mengangguk dan Aira tersenyum cerah begitu pria tampan yang berstatus calon suaminya itu membawanya menuju alun-alun kota dimana kini tengah ada persiapan sebuah festival.


Sangat ramai dan meriah dengan begitu banyak pedagang berbagai jajanan tradisional dari seluruh penjuru kota Miami.


Dan malam berganti...


Alarik terus memasang wajah masam sepanjang waktu bahkan hingga mereka tiba di sebuah hotel tempat dimana pesta perhalatan bisnis diadakan.


"Honey...mengapa gaunmu begitu terbuka? lihat para buaya itu seakan menatap santapan lezat..." Alarik terus saja menggerutu,Aira terkekeh paksa menatap kesal wajah masam kekasihnya itu.


Sungguh,gaun ini hanya memperlihatkan bahu putihnya dan bukan terbuka seperti para wanita lain di pesta itu yang memakai pakaian lebih bahaya dari dirinya,namun tetap saja reaksi putra Lumiro ini sangat ekstrim!.


Aira entah merasa ingin menangis saja!.


Hingga..


"Wow Alarik Axelio Lumiro!! kaukah itu?!" Seorang pria muda mendekat dan menepuk bahu alarik antusias.


Pria tampan itu berbalik dan mendengus kesal melihat siapa yang baru saja menyapanya.


"Wah..pangeran kedua!! sungguh menakjubkan melihat anda disini!" Ucap alarik dengan mimik wajah jengkel yang berbanding terbalik dengan ekspresi wajahnya.


Pangeran kedua Britania itu terkekeh geli laku maniknya menatap sosok Aira yang berdiri menatap keduanya geli.


"Woah...ini kekasihmu alarik? tidak disangka maniak komputer dan teknologi seperti dirimu bisa mendapat gadis secantik ini!! " Pangeran kedua berucap jenaka,alarik mendengus malas.


"Alarik..aku akan ke toilet sebentar dulu...rasanya aku ingin yah..kau tau" Aira berucap berbisik samar ditelinga sang dewa IT, dengan berdiri gelisah menahan keinginan alaminya.


"Baiklah honey..cepat kembali!" Alarik memutar gelang platinum cantik ditangan Aira cepat,bukan sembarang gelang.


Sensor ,tepatnya.


Aira pergi meninggalkan alarik yang harus sabar bersama keributan oleh pangeran kedua.


Aira berjalan....


Menyusuri lorong menuju toilet tamu.


Namun..


Tanpa siapapun sadari.


Dari arah belakang...


"Wiguna...mari mulai dari milik dewa IT kalian dulu...bagus Lydia...kau pion yang berguna!"


Sosok itu menyerigai.


Beberapa langkah,Aira yang merasa ada seseorang yang mendekat menoleh siaga.


Namun...


Testtttttt..


Sosok itu lewat begitu saja.


Meninggalkan sebuah luka sekecil jarum yang tak disadari.


Hingga....


Lima menit keluar dari toilet.


Grephh...


Kedua sisi tangannya dicengkeram kuat.


"Selamat datang di nerakamu kakak...."


Aira menyorot dingin ditengah tubuhnya yang mulai terasa panas,terbakar.Rasa terbakar yang perlahan naik luar biasa.


"Kau memang perlu dimusnahkan ,Medusa..."


...🍃...

__ADS_1


...TBC...


Sangat maaf ya guys...El ini belakangan sedikit blank...mau nulis tiba-tiba ide buyar padahal waktu senggang gak banyak ditambah masalah ponsel error plus...kuota sekarat!!...


__ADS_2