
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote,like dan komen...
...🥀...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...And...
...Keep spirit...
...🥀...
...
...
Disebuah ruangan,dimana sebuah layar proyektor menampilkan wajah seorang pria baya yang tengah duduk sembari menyesap secangkir teh hangat.
"Jadi?" Sosok dewasa tampan disisi lain layar berucap dengan poker face ciri khasnya.
"Daddy membiarkan mereka pulang.." Arkansas,pria baya penuh kharisma itu berucap santai tanpa perduli dengusan dingin putranya.
"Apa kau yakin dad?"
Arkansas tertawa samar,menatap bingkai foto keluarganya yang terpasang indah dengan figura besar di dinding ruangan pribadinya.
"Sudah lima tahun...mereka sudah lebih dari mampu...melewati batas anak-anak normal dan melangkah semakin mantap! Rayga... pelatihan ini usai,biarkan mereka pulang dan bertemu ibu dan adiknya...Daddy akan kembali setelah membereskan kekacauan disini!"
Mengetuk sandaran kursi dengan satu jarinya dan menopang wajah bersandar malas dengan satu alis naik,itulah reaksi Rayga atas ucapan ayahnya yang dapat dilihat oleh Arkansas dengan dengusan malas.
"Kau mulai melemah dad?" Pria baya itu mencibir jengah atas ucapan putra sulungnya.
"Bukan melemah...namun sedikit toleran pada cucu-cucuku,kau akan alami juga suatu hari nanti! lagipula...membiarkan mereka terlalu lama akan membuat rambutku memutih dengan cepat!"
Rayga disisi lain tertawa renyah atas ucapan melantur ayahnya.
"Yah...tidak masalah dad..kami menunggu dirimu kembali..."
Arkansas tersenyum samar,menghela nafasnya berat kala dirinya juga sangat merindukan cucu perempuan kesayangannya.
__ADS_1
"Son...sambut cucu-cucu Daddy dengan baik..mereka sudah lama menderita disini...Daddy tidak pernah melembutkan dalam melatih mereka,jadi beri mereka pelukan selamat datang!" Arkansas berucap dengan sorot mata tegasnya .
Disana, Rayga terdiam namun maniknya melukis sedikit kelembutan.
Yah,sebagai seorang ayah sekeras apapun para pria Wiguna mendidik.
Namun,cinta dan kasih sayang pada putra mereka akan sama besarnya dengan luasnya samudra.
Meski keras,inilah cinta seorang ayah .
"Sure... everything will be alright!"
Tut....
Layar proyektor menghitam.
Sambungan terputus dan Arkansas menghempaskan tubuhnya pada sandaran kursi, tertawa samar sembari mengingat seluruh keluarganya.
Cucu-cucunya yang nakal.
Putra-putranya yang tidak ada akhlaknya.
Menantu yang baik dan sabar.
Dan peri kecil kesayangannya.
"Liora....aku sudah melatih cucu-cucu kita sebisa mungkin....mereka siap menghadapi dunia!" Arkansas menutup mata, mengistirahatkan diri dari segala jenis kekacauan dunia.
Esok adalah hari dimana 5 tahun akan dibayar kembali.
.........
Air mata haru itu mengalir dari wajah cantik yang semakin dewasa itu.
"Ja..jadi benar putra-putrku akan kembali?" Asline mencengkram lengan suaminya dengan wajah penuh kebahagiaan meski berderai air mata.
Rayga tertawa geli,mengusap air mata istrinya dan mencium manik indah nan sembab itu lembut.
"Putra-putra kita dear...ya mereka akan segera tiba Daddy sudah beri tahu tadi.Sekarang hapus air mata ini dan bersiaplah bersama para saudarimu yang lain menyambut anak-anak nakal itu kembali!" Rayga tertawa geli saat melihat perubahan wajah istrinya.
Lihatlah senyum manis itu terbit!.
"Hm! aku pergi sekarang" Rayga menggeleng tak percaya melihat betapa cepat istrinya itu melangkah meninggalkan kamar mereka.
Brakhhhh....
Pria dewasa itu meringis kala suara daun pintu yang tertutup dengan keras terdengar.
"Hah....5 tahun yang tenang akan segera berakhir dengan kembalinya para kera kecil itu..." Rayga memijit pelipisnya pening.
Tak lama kemudian,manik tajam itu membola mengingat putri kecilnya.
"Aku harus bergerak cepat !" Rayga berucap panik sendiri.
Dirinya yakin,begitu para setan kecil itu kembali.
Bayi kecil manisnya akan segera dicuri!.
.........
Ruang tamu utama mansion Wiguna telah dihias indah menyerupai galaksi dengan segala miniatur planet yang tergantung di langit-langitnya.
"Hiks..aku tidak sabar memeluk putraku lagi!!" Jihan,istri dari Maxim itu menangis haru.
Akhirnya,setelah lima tahun berpisah akhirnya para putra mereka akan pulang!.
__ADS_1
"Buat apa kamu menangis Jihan? senyum jangan menangis!" Ucap Victoria yang sibuk menatap kue-kue kesukaan para putra mereka diatas meja panjang.
"Kamu sendiri tak sadar apa? itu air mata sudah bocor ! malah mengatai orang!" Aira berucap jengah atas kelakuan Victoria.
Bisa menangis juga ternyata?!.
Victoria memgerjap,membawa telapak tangannya kearah pipinya.
Dan benar,pipinya basah!.
"Ini air hujan!" Ucap istri dari Raino itu melantur.
Para menantu clan Wiguna serempak tertawa tak berdaya.
Alasan macam apa itu?!.
Asline menggeleng,dibanding balon dan pita.
Asline tau jelas betapa para putra mereka sangat suka dengan sesuatu yang berhubungan dengan langit.
"Dekorasi sudah selesai....kita bersiap sekarang saja,entah kemana para pria ini?! putranya mau pulang pada hilang semua!" Raels mengomel,baru menyadari tak ada satupun dari suami mereka terlihat batang hidungnya!.
"Papi Rion itu kuenya jangan dimakan terus! ini lagi,papa Axel jangan minum soda terlalu banyak! mami jangan masker-an disini juga! astaga seseorang tolong!!" Naomi berteriak frustasi akan tingkah para mertuanya.
"PAPA GABRIEL KENAPA MINIATUR AWAN ITU PAPA TURUNKAN LAGI?! MAMI JESSY TOLONG HENTIKAN SUAMI MAMI YANG SIBUK MENCABUTI LAMPU LED DI DINDING!! YA DEWA ADA APA DENGAN PARA PRIA TUA INI?!!" Victoria meraung melihat kelakuan absurd Marsel dan Gabriel.
Marcel,ayah dan maxim itu mendengus mendengar kalimat tua yang keluar dari mulut menantu Rion itu .
"Hei ria...papa itu masih muda sembarang kau sebut kami tua!" Ucap Marsel tak terima.
Victoria mendelik.
Dan Jessy dengan wajah jengkel akhirnya menarik telinga suaminya agar duduk saja dengan tenang.
"Hah....gabut kalau kata orang Indonesia! " Ucap Rion melihat kelakuan para saudaranya geli sendiri.
.........
"Mommy tenapa hali ini kita halus pakai gaun cantik?" Suara lucu Zia terdengar memecah kesunyian kamar megah itu .
"Zia tau tidak kalau kakak-kakak Z akan pulang?" Asline berucap antusias.
Manik bak boneka itu mengerjap cepat,bibir mungil itu membulat antusias.
"Tata-tata na z,mommy? cemuanya? Woah.... kalau tata pulang kakek alkan juga?! asik...." balita berpipi gembul itu melompat riang.
Asline dibuat tertawa dengan sigap memeluk tubuh putrinya agar berhenti melompat.
"Jadi.... baby harus dandan yang cantik untuk menyambut kakak z semua...bukankah tuan putri harus menyambut para pangeran?" Jenaka asline sembari mulai merapikan rambut halus nan indah putri kecilnya .
"Hm...z mau jadi plincess mommy..pakai mahkota dengan gaun " Rayga disisi lain,duduk dengan wajah masam akibat diabaikan oleh dua malaikatnya.
Tak dianggap dan menjadi kasat mata!.
"Belum pulang saja mereka sudah membuat Istri juga peri kecilku melupakanku, bagaimana jika setan-setan kecil itu sudah disini? hah.... Rayga berhenti menjadi bodoh!" Rayga membatin frustasi sendiri.
Yah,bukan hanya dirinya saja.
Para inti pun sama saja kala para istri mereka sibuk mempersiapkan diri menyambut para kera nakal itu dan melupakan suaminya!.
Nasib...nasib....
Mau memaki tapi takut istri!
.....TBC.....
__ADS_1