
...Vote,like dan komentar ya 🌹...
...♣️.....♣️...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...♣️.....♣️...
Sepasang suami istri nampak berdiri dibalik sebuah gerbang besar dengan pilar terbuat dari lapisan emas murni.
Manik keduanya berkilat penuh keserakahan .
"Pah,jika Zela bisa menikahi salah satu saja dari tuan muda di clan ini,kita akan hidup bergelimang harta! " Lucinda,wanita dengan dress merah ketat dengan sebuah syal bulu melingkari lehernya berucap penuh damba.
"Stttt..diamlah ma! ingat tujuan kita kemari,jangan sampai orang mendengar ucapan kamu itu! diam, papa akan temui penjaga Mansion ini dulu!" Dante memelototi Lucinda yang segera merapat mulutnya gugup.
Akhirnya,Dante keluar dari mobil SUV miliknya.
Ting.........
Suara dari bel pertanda tamu berbunyi nyaring .
"Anda mencari siapa ?"
Dante mengelus dada kala terkejut akan kedatangan cepat seorang pria muda dengan mata tertutup satu.
Pria itu berwajah cukup tampan dengan jambang tipis serta wajah kaku, disampingnya berdiri dua orang pria berwajah dingin tanpa ekspresi apapun menatap mereka memicing.
Ketiga pria muda itu memakai seragam yang hampir sama.
Bedanya,pria dengan mata tertutup satu itu memakai slayer dengan lambang elang bersayap emas.
Rompi yang dikenakan oleh mereka berwarna silver dengan lambang elang hitam di dada kiri.
Mereka tim keamanan khusus para Wiguna!.
"Ma..maaf,kami...kami kemari ingin bertemu dengan tuan muda Alzeus.Bi..bisakah anda memberi tahu kedatangan kami? Saya Dante Alfarezho Gradian dan istri saya Lucinda" Dante berucap gugup,keringat dingin mengucur dari punggungnya.
Tatapan ketiga penjaga itu bak laser yang menembus jantung!.
Ketiga pria muda itu saling melirik satu sama lain,dan pria bermata tertutup sebelah mengangguk samar.
"Tunggu!" Ucapnya tegas,berbalik pergi memasuki pos dimana sepuluh orang pria muda berwajah sama kaku menatapnya selidik.
Bip....
Ia menyentuh Earpeace yang berada di telinganya.
"Ada apa Morio? "
Suara jawaban terdengar dari sambungan Earpeace.
"Kepala butler,ada sepasang suami istri Mereka meminta izin bertemu tuan muda.Apa aku harus beri tau bahwa tuan Rayga tidak disini?" Morio,sang kepala penjaga gerbang besar awal bertanya.
"Tunggu sebentar,akan kutanya tuan besar Arkansas dulu!"
Hening.....
Morio menunggu sembari melirik kearah gebang besar dimana dua temannya mengawasi Dante dan Lucinda yang berdiri kaku.
"Baiklah Morio, tuan Arkansas mengizinkan mereka masuk! tuan Rayga kebetulan memang akan berkunjung hari ini.Suruh mereka masuk dan saat melewati gerbang kedua perintahkan mereka menunggu!"
"Baik"
Morio berbalik dan menuju kembali.
"Kalian boleh masuk,saat melihat gerbang kedua,tunggu instruksi dari kepala penjaga disana!" Morio berbicara dengan wajah dingin,memberi kode agar kedua temanya segera membuka gerbang dan membiarkan mobil Dante masuk.
Dante tersenyum senang,tanpa basa-basi berbalik dan memasuki mobil.
Dibawah tatapan dingin para penjaga,mobil SUV Dante melaju dengan kecepatan sedang.
"Dasar manusia penjilat!"
"Hei..mulutmu kejam sekali!"
"Hahah..biar saja mereka mendapat pelajaran dari tuan besar!"
"Hm..sekali lihat saja mereka sangat cocok menjadi kelinci percobaan , tipe manusia serakah yang mengotori dunia!" Morio menimpali kelakar ejekan dari kawan-kawannya.
Sementara itu....
"Wah pah......lihat jalan menuju gerbang dua saja begitu fantastis! kita seperti memasuki kawasan pulau pribadi saja!" Lucinda memekik kagum.
__ADS_1
Pohon-pohon hijau berjejer rapi,menempuh jarak sekitar 20 menit bayangan gerbang kedua telah nampak.
Mobil Dante berhenti,turun kala seorang pria lain lebih tua dari penjaga gerbang awal berdiri disisi jalan menatap mobil Dante dengan dingin.
Ada empat orang pria disetiap sisi pria bersurai orange pirang itu.
"Kami sudah melapor pada penjaga gerbang besar.Bolehkah kami masuk?" Dante bertanya begitu dirinya telah berdiri didepan pria tampan yang mungkin berusia 30 tahun itu.
"Dari sini mobil selain pemilik manor tidak diizinkan masuk! kau boleh berjalan kaki hingga sampai ke mansion! jalan lurus dan jangan lewati tujuan awal!" Pria itu berucap dingin,menekan sebuah remote dan gerbang besar berwarna putih tulang itu terbuka lebar.
Lucinda terbelalak!.
Ini seperti negeri dongeng!.
Ia melangkah meninggalkan Dante, sebelum pria itu berlari mengejar langkah cepat istrinya,dibawah tatapan mata dingin lima orang pria penjaga ,Dante memasuki gebang kedua.
Jejeran pohon sakura mekar dengan sempurna,entah bagaimana cara pekerja di mansion ini mempertahankan bunga khas negeri tirai bambu itu disuhu ekstrim London!.
Nafas kedua orang itu mulai melambat,lelah.
Sangat lelah!.
30 menit berjalan kaki dan akhirnya mereka melihat Mansion besar para Wiguna itu dengan mata berbinar.
"Pah.....ini..ini seperti sebuah rumah bangsawan kuno abad pertengahan ! mama rasanya berdebar bahkan hanya dengan menginjakkan kaki di tempat ini saja!" Lucinda gemetar oleh europhoria hebat.
Maniknya menjelajah setiap sudut depan Mension bahkan tak tertinggal seinci tanah pun.
"Mama,jaga sikap!" Dante mengecam kelakuan istrinya geram.
Dante mengigil kala melihat 20 orang pria berwajah dingin dengan tubuh tegap atletis berdiri sejajar kiri dan kanan tepat ditangga teratas menuju pintu utama.
Seorang pria paruh baya berdiri dengan wajah tanpa ekspresi,seragam ala butler yang ia kenakan cukup membuat Dante mengerti kedudukan pria paruh baya itu.
"Tuan Alfarezho,tuan besar Arkansas telah menunggu!" Pria paruh baya bersurai coklat gandum itu berucap dingin,Dante berjalan menaiki tangga dengan cepat agar tak tertinggal.
Lucinda mengeram kesal,sepatu hak tinggi yang ia kenakan adalah bencana kini!.
Sebenarnya ada sebuah lift mini menuju lobby utama mansion,tapi lift itu hanya untuk para wanita clan mereka.
Dan tentu saja,kepala butler tidak akan sudi membiarkan orang-orang berwajah serakah ini menggunakan nya.
Melewati sebuah lorong dengan berbagai macam lukisan berharga ratusan juta dollar,Lucinda menggeleng takjub.
Memasuki lobby utama.
Keduanya terus mengikuti dalam diam.
Hingga tibalah disebuah pintu bercat putih tulang,lambang elang bersayap emas kembali terlihat disana.
Dante mengigil bahkan mereka belum melihat jelas sosok tuan besar Arkansas itu!.
Namun aura gelap dari balik pintu telah terasa dengan jelas!.
Pria seperti apa sosok ayah dari sang Zeus itu sendiri?!.
Tok...tok...tok....
"Tuan saya membawa dua orang tamu" Dyazel sang butler berucap dengan wajah tegas.
"Masuk!" Suara berat penuh nada acuh tak acuh terdengar jelas.
Lucinda meremang,entah mengapa jantungnya berdebar kencang.
Dirinya memang sering kali melihat sosok Arkansas di berbagai media masa.Baik koran,majalah bisnis bahkan televisi!.
Pria itu memang sudah tak muda lagi,namun sosoknya masih terlihat seperti seorang pria berusia 35 tahun,meski kini usianya sudah hampir memasuki 45 tahun lebih.
Siapa yang percaya dengan usia? Kala sosok tampan berwajah dingin itu kini duduk dengan penuh martabat dengan kaki bersilang angkuh menatap mereka yang datang.
"Tuan,saya undur diri" Dyazel segera menunduk dan berbalik begitu tugas mengantar tamu selesai.
Deg....deg....deg....
Lucinda terdiam mematung, jantungnya bertalu keras kala manik tajam itu menatap dirinya dingin.
"Mengapa ada seorang pria yang begitu sempurna seperti tuan Arkansas ini?! bahkan Dante tidak ada apa-apanya! andai aku bisa berada disisinya menjadi nyonya besar di mansion ini!" Lucinda membatin penuh pemujaan.
"Jadi? ada-apa kalian mencari putraku?"
Deg.......
Tubuh Dante mengigil,tatapan bak laser menusuk itu.
Sedang Lucinda,wanita itu meremang kala tubuhnya terasa panas bahkan hanya dengan mendengar suara dari raja bisnis seperti sosok berwibawa nan agung Arkansas itu!.
"Begini tuan...ka..kami hanya ingin ber-"
"Apa kau bisa bicara dengan benar?! jangan membuang waktuku!'
Sentak Arkansas tajam kala kesabaran mulai terkikis oleh ucapan gagap Dante.
Lucinda tersenyum manis,begitu manis dengan tubuh yang mulai melangkah semakin dekat kearah sosok agung itu terduduk.
Menarik turun dress ketatnya hingga belahan dada itu semakin terlihat mencetak.
Arkansas diam dengan kabut tipis lapisan es yang memenuhi manik tajamnya.
__ADS_1
"Tuan....kami hanya ingin bertanyah...apa tuan muda alzeus membawa keponakan kami? gadis jahat itu telah menyembunyikan putri kami sampai sekarang tuan hiks...kami tidak menuduh! namun banyak sanksi dari rekan putri saya yang mengatakan bahwa orang-orang putra anda membawa putri kami,ini pasti atas hasutan Asline! gadis itu telah lama membenci kami...hiks...tolonglah katakan pada tuan muda untuk mengembalikan putri kami" Lucinda dengan sengaja membuat nada suaranya begitu menyedihkan dengan sedikit des*han tersembunyi.
Sunyi......
Hanya suara dentingan jam besar nan antik yang terdengar dari dalam ruangan itu.
"Lalu? apa hubungan semua ini hingga kalian berani datang ke tanah pribadi clan Wiguna?!"
Degggg...
Dante dan Lucinda tercengang.
Suara dingin dengan wajah penuh kemalasan dari tiran itu benar-benar tak sesuai ekspektasi mereka.
"Tuan Arkansas,putra anda menyembunyikan putri kami.tolong berikan kami keadilan dan kembalikan putri kami"Dante berucap setelah Lucinda gagal.
"Kalian sudah bosan hidup?" Manik tajam itu berkilat dingin,menatap dengan seringai bengis.
Degggg...
Udara jatuh ketitik beku,nafas mereka seakan tercekik dan seluruh tubuh bak dihujani ribuan panah es yang begitu tajam menakutkan.
sampai....
"DADDY!!!!"
Seorang gadis cantik dengan sweeter merah maron berlari masuk,menerjang lalu memeluk erat tubuh tegap Arkansas.
"Daddy...masa tadi di kampus Archa dapat banyak bunga dan coklat! tapi ya Daddy...semua itu di rampok oleh kak Gion !! bunga Archa dibakar hiks.....Archa tidak mau tau! kak Gion harus dipukul!!" Archana menangis kesal,tak menyadari dua orang yang kini menatapnya horor.
Siapa gadis manis ini?!
Fikirkan rumit terus bercabang di kepala Dante dan istrinya .
Daddy?.
Mungkinkah?.
Arkansas terkekeh,menyelipkan rambut hitam lembut putrinya ditelinga imut Archana.
"Bagus kakak kamu bakar bunga itu! itu bunga murahan sayang....bahkan Daddy bisa membuatkan Archa satu kebun penuh bunga yang lebih bagus!" Kekeh Arkansas tak perduli wajah terkejut kedua tamunya.
"Itu bunga marigold Daddy!" Kesal Archana akan sikap ayahnya itu.
"Ya terus?"Kekeh Arkansas melihat manik bulat putrinya itu justru semakin membulat.
"Tuan.....?"
Hening....
Rahang Arkansas mengeras.
Pria itu tak menyukai ada orang yang berani mengusik momentum antara dirinya dan putrinya.
"Eh....ada tamu? woahhhh...Tante pakai tepung ya? kenapa tepungnya dipakai di wajah coba? Tante tidak punya bedak ya? nanti Archana minta punya mami kayra bagi bedaknya buat Tante! Daddy lihat....kasihan Tante itu, wajahnya putih sekali dan bibirnya bengkak,merah seperti vampir!" Ucap Archa polos dengan wajah bergidik ngeri.
Puft....
Kemarahan diwajah Arkansas menghilangkan terganti wajah menahan tawa.
Lucinda menuduk malu dengan tangan terkepal dan Dante seketika tersenyum canggung menahan malu.
"Oh ia...tadi Archa dengar Tante ini sebut nama Kakak Asline! memang Tante itu siapanya kakak cantik Archa? "pertanyaan polos mengucur dari bibir mungil putri tunggal Arkansas itu.
Lucinda menatap interaksi keduanya dan seringai licik terbit samar.
Sayangnya mata tajam Arkansas tak mampu di kelabui.
"Asline... nona mengapa nona menyebut gadis jahat itu! jangan dekati dia nona atau dia akan mencelakai nona!" Lucinda menghasut dengan wajah penuh kelembutan.
Archana mengeryit.
"Kalau kakak Asline jahat,tidak mungkin kak Rayga akan memperlakukan kak asline dengan baik! pasti Tante ini bohong!" Archana meraung tidak terima.
Memeluk tubuh Arkansas semakin erat dan melotot garang pada wajah pias Lucinda.
"Daddy...kenapa Daddy izinkan orang yang suka berbohong memasuki mansion?! Archana tidak suka! suruh mereka pergi!" Gadis cantik nan manis itu menunjuk wajah geram Dante dan pias Lucinda jengkel .
"Tidak sopan! kami ini orang lebih tua dari anda nona! bagaimana bisa anda berteriak pada kam!" Lucinda berucap lirih,wajah penuh kesedihan ia pancarkan demi simpati sosok gagah yang sudah mengusik jiwanya.
"Jangan membuat drama dengan adikku!"
Duar.....
Seakan petir menyambar,Dante dan Lucinda menegang kala aura mencekam kedatangan Zeus memenuhi seluruh ruangan.
Arkansas menyeringai dingin,mari menonton!.
.......🍁.......
Angin dingin berhembus,ditemani sinar lembut sang fajar yang masih tersembunyi malu dibalik awan,Asline berjalan dengan senyum simpul melirik kearah Wolfy sang serigala putih besar penjaga taman bermain para BE.
"Bolu...kenapa tuan muda-mu itu memintaku tinggal disini? terkadang aku bertanya-tanya,apakah pantas bagiku untuk terus menerima semua kebaikan ini? dia selalu memanjakanku hingga bahkan aku merasa dia seakan bisa memberiku seluruh dunia ini jika aku meminta.Bolu...aku merasa menjadi gadis yang sangat jahat dengan menerima semua kebaikan yang diberikan oleh Rayga kepadaku.Tapi...hatiku hanya belum siap membuka lagi" Asline mengelus kepala srigala besar yang kini menjadi penjaganya,Rayga.Pria dominan itu benar-benar menjaga dirinya bak seorang putri.
Wolfy,Srigala putih itu menatap mata asline dengan polos.
Mendusel kepalanya di telapak tangan gadis itu dan melolong sedih.
Asline terkekeh.
"Kamu sepertinya mengerti akan ucapanku bolu,yah....apa yang tidak bisa dilakukan hewan kesayangan tuan muda Zeus? Kamu luar biasa Bolu,mari kita kembali! matahari akan segera terbit"
Dan gadis itu,asline akhirnya kembali ke manor setelah puas berjalan menikmati waktu fajar di hutan mini wilayah tanah pribadi sang Zeus.
.........♣️..........
__ADS_1
...TBC...
Boleh tidak kasih vote dan like ? komen banyak ya guys