
Hai.....
Maaf ya kalau up-nya lama😣
...# Back on #...
Mobil Van pantroli itu berhenti tepat di gedung interpol,semua mata tertuju untuk melihat siapa kali ini yang digiring masuk keruang interogasi ?!.
Hingga....
Sebuah sepatu kulit hitam yang terlihat elegan muncul,diikuti sesosok pria bertubuh tinggi dan tegap dengan wajah dingin tanpa emosi.
Pria yang sangat tampan!!!....
Rayga,pria dengan alis hitam juga mata yang menyorot dingin itu menatap lurus kearah gedung dimana telah masuk dalam black list hitam!.
"Khem..tu...tuan Wiguna silahkan lewat sini..." Seorang petugas junior berucap sungkan.
Hening....
Begitu nama itu jatuh,semua mata terbelalak.
Mengapa tuan muda Wiguna bisa berada di tempat seperti ini?!.
Kejutan yang tidak terduga!.
Rayga hanya melirik tanpa ucapan,auranya begitu dingin menindas dan wajah tampannya membeku oleh kilat berbahaya!.
Para petugas itu hanya bisa menelan ketakutan mereka,berjalan dengan kaki gemetar dibawah tatapan bak kaisar itu.
Ruangan sunyi dengan lampu tamaram juga dinding yang hanya berwarna hitam dan putih.
Begitu para petugas itu membawa rayga diruangan itu,pria itu melirik sebuah kursi dan meja tanpa ada apapun disana lagi.
Seketika,udara dingin berputar hebat.Suasana seketika berubah horor kala para petugas dengan sekuat hati menutup pintu dan meninggalkan putra sulung Wiguna itu sendiri.
"Sampah..." Rayga berucap dengan senyum miring.
Duduk dengan tenang sembari mulai menghitung dengan ketukan lambat pada sandaran kursi.
Kriettt...
Seorang masuk tak lama,pria sekitaran 30 tahun dengan wajah penuh wibawa dengan segudang pengalaman.
"Mereka mengirimkan dirimu?"
Deggg..
Pria itu berdiri mematung begitu suara rendah terdengar menghantarkan arus berbahaya!.
Petugas senior,dia adalah petugas yang sudah sering berurusan dengan hal pelik seperti kejahatan internasional! jantungnya berdetak lebih kencang dua kali lipat,keringat dingin membasahi punggungnya kala merasakan manik tajam itu menghunus seluruh panca inderanya.
Satu titik vital diruang itu.
Pria dengan rompi menutupi tubuh tegapnya dan aura menindasnya yang kejam!
Dia datang untuk memaksa pria itu mengakui kejahatannya,namun mengapa bahkan untuk melangkah maju saja rasanya bak mempertaruhkan nyawa?!.
"Hendrik Eto'o...great names...." Rayga menyerigai dingin begitu membaca page nama yang menggantung dileher pria yang berdiri kaku didepannya itu.
Hendrik,pria itu mengigil hebat.Mengambil nafas panjang dan melangkah maju dengan senyum paksa.
"Pihak kami sudah mendapatkan laporan visum kematian Mr Alinston,Devano Alinston.Selain itu..." Hendrik menatap pias wajah tanpa ekspresi Rayga.
Pria ini hanya dengan diam dan tak melakukan apapun sudah membuatnya ketakutan!.
"Go on..." Rayga berucap dengan senyum jenaka.
Glek.....
Hendrik menelan salivanya susah payah,pria itu membuka map yang ia bawa dan mulai menyeka keringat dikeningnya dengan sapu tangan.
Ruangan ini ber-AC,ditambah aura pria dewa Zeus itu!.
Jadi sungguh luar biasa hingga dirinya masih bisa berkeringat begitu banyak seperti ini?!.
Hendrik menelan makian atas tugas yang jatuh ke tangannya.
"Khem...dan...ada laporan atas keberangkatan belasan kapal kargo besar yang sayangnya tidak memiliki izin....kami sudah menahan awak kapal itu,dan mereka mengaku ini adalah barang yang kau akan ekspor..." Hendrik terus berkata sembari melirik perubahan apa yang bisa ia dapatkan dari wajah sedingin es itu.
Hening......
"Tuan Wiguna sa-"
"Tuan Wiguna? kau sedang berbicara dengan ayah atau kakekku? " Rayga menyela dengan sarkas.
Pria itu terdiam kikuk.
Harus dia akui,menyesal telah menerima permintaan Hans untuk mengintrogasi pria penguasa kancah ekonomi global itu!.
"Laporan mengatakan kau mengekspor contoh senjata yang harusnya diberikan pada pihak militer Inggris,tapi kau justru mengirim hasil yang sudah jadi ke Amerika! kau ingin menjadi doubel spy? atau apa? " Hendrik berusaha bersikap tegas,dia disini adalah petugas hukum! mengapa ia harus takut kepada seorang pengusaha?.
Sayangnya faktanya adalah aura diktator pengusaha itu terlalu kuat,Hendrik tak mampu bersikap seperti biasa layaknya pada calon tersangka lain!.
Tubuh tegap rayga yang semula pada posisi duduk angkuh dengan kaki menopang satu sama lain kini merubah posisi duduknya.
Kedua kakinya turun sejajar dan tiba-tiba dirinya berdiri dengan kedua tangan tersimpan dikedua saku celana kain hitam jahitan tangan itu.
Tatapan Zeus itu mengganas,Hendrik menelan salivanya ngeri.
Terpaku menatap dinding kaca dibelakang tubuh tegap rayga dengan tatapan meminta tolong.
Hening....
"Doubel spy? Kau fikir aku begitu miskin hingga harus bekerja pada pemerintah? Kau bisa cek berapa besar nilai seluruh kekayaanku....bahkan aku bisa mendirikan sebuah negara dengan koneksi juga gabungan seluruh aset clan kami...jangan lupa siapa aku..." Rayga mendesis rendah,menunduk menatap Hendrik yang terpaku dikursinya.
__ADS_1
Benar....
Sangat benar,kekayaan rayga sendiri tercatat setara dengan kekayaan putra mahkota Britania.
Itu adalah nominal bersih yang terdaftar,lalu bagaimana dengan kekayaan gelap pria itu?!
Hendrik mengigil bahkan ketika membayangkan berapa banyak uang yang bisa mengalir dikantong Zeus itu setiap jam-nya!.
"Aku...aku tau siapa kau tuan muda Alzeus...tolonglah berhenti membuang waktu dan bekerja samalah! apa susahnya mengaku?" Hendrik berucap setelah mendengar perintah lewat earpeace yang dirinya pakai.
BRRRRR...
Hendrik mengangkat wajahnya begitu menyadari keheningan berbahaya yang datang.
"Membuang waktu?hahaha...ingat perkataan ku,saat kakiku melangkah keluar dari sini....kau dan seluruh manusia yang berani menantang hari ini akan binasa...." Kekehan rendah rayga terdengar dengan janji yang keluar dari bibirnya,petugas itu mengeram.
"Kau adalah penjahat Mr Alzeus! tidak ada kebebasan...kau akan terpenjara!" Hendrik berdiri membanting map keatas meja dan berlalu pergi.
Rayga menatap kepergian Hendrik dengan senyum miring,duduk kembali sembari menutup kedua matanya.
Tenang....
Masih banyak waktu membuat orang-orang ini membayar mahal,sangat mahal.
Hingga..
" Rayga......"
Deggg
"Asline..." Maniknya terbuka dengan kilatan badai dimatanya,hatinya bergemuruh hebat.
Sesuatu telah terjadi!...
...# Back off#...
Rayga berbalik menatap Kedinding kaca dibelakang tubuhnya.
Tatapan tajam dan begitu menakutkan.
"One....." Menghitung sembari melipat lengan kemejanya.
Sementara para petugas dan Hans yang mengintai dibalik dinding mulai merasakan perasaan yang tak enak.
"Two....I tell you something, Hans! you die..."
Rayga meraih jam tangannya memutar jarum jam itu hingga sebuah lapisan baja mulai terbentuk keluar dan berubah menjadi sarung tangan.
Sembari berbicara dengan alarik.
"DAMN IT! ALARIK PERCEPAT!!" raung rayga dengan gerakan cepat berdiri hingga kursi yang ia duduki diruang interogasi itu terjungkal keras.
Dan para pengamat disisi lain menegang.
Ada-apa?!.
Sampai...
Prankkkkk.......
Dinding berdiameter begitu tebal dan anti peluru itu hancur oleh sekali sapuan tinju sang Zeus.
Manik semua terbelalak,rayga melompat dan menginjakkan kakinya diarea meja yang penuh dengan peralatan canggih untuk interogasi.
Tebaran dari pecahan kaca memenuhi ruangan kala semua orang melangkah mundur.
Berdiri dengan aura gelap menakutkan.
"Apa yang kalian coba lakukan kepada istriku? kuhitung sampai tiga....saat angka itu jatuh dan kau tetap bungkam....percayalah aku akan memenggal kepala setiap orang!"
Hening...
ketakutan menyelimuti,setiap pria di ruangan itu menatap Hans dengan cara aneh.
Istri sang Zeus? memangnya apa yang telah mereka lakukan?!.
"Memangnya apa yang kami lakukan?" Hans mencibir.
Rayga bergerak,turun dengan cepat.
"Bukan kami..kau....!"
Deggg..
Hans terbungkam,kakinya tanpa sadar melangkah mundur.
Brakhhhh...
"Hah..hah...big bossss!!!" Maxim,pria itu menerobos masuk dengan nafas memburu.
Wajahnya memerah ,kepanikan yang memberitahu bahwa sesuatu telah terjadi!.
"Mana alarik?" Rayga berucap dengan wajah dipenuhi aura gelap.
"Dia..hah..dia sudah pergi bersama Raino dan yang lain! sesuatu telah terjadi dan Archa telah dibawa ke rumah sakit dalam keadaan kritis!!!" Lapor max dengan keringat dingin membasahi punggungnya.
"Jangan membuat alasan menghindari proses hukuman anda tuan muda Wiguna! jangan berani melari-"
DORRRRRRRRRRR
AKKHHHHH!!!!....
Sebelum Hans bahkan selesai berucap,pistol Maxim sudah membungkam mulutnya.
"Bis boss..cepat!" Maxim tak perduli siapa yang ia tembak,tapi percayalah putra sulung Marsel itu sangat jengkel oleh mulut berisik Hans.
Rayga berlari keluar dengan cepat,istri dan adiknya lebih penting sekarang.
__ADS_1
"Big bos..kau tenang saja seluruh kantor ini sudah jatuh dalam dosis tidur paling tinggi! kita harus bergegas! " Maxim berucap cepat sembari menyamai langkah kaki sang Zeus.
Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00.
Hanya beberapa jam saja mereka menahan dirinya,dan mereka dengan begitu berani menggusik istrinya? Rayga terkekeh rendah.
Kekehan berbahaya kala tak ada hal lain yang pria itu fikirkan selain membunuh!.
Begitu kedua pria tampan itu keluar dari lift menuju lobby..
Para staf yang masih betugas terlihat jatuh tertidur pada posisi mereka semula,tanpa bergerak.
Hingga keduanya lewat begitu saja menuju dua buah mobil sport yang telah menunggu.
"Amor...." Rayga bergumam rendah sembari mulai menangkap kunci mobil yang dilempar max padanya.
Sementara itu....
Disebuah ruang rawat yang kini dipenuhi oleh wajah-wajah tegang nan cemas.
Arkansas termenung,maniknya memerah menatap wajah pucat sang putri yang kini terbaring dengan damai.
" Dad...jangan cemas Gion sudah memberi pertolongan cepat pada archa...dia akan baik-baik saja,putri keluarga ini kuat!" Raino menepuk pundak Arkansas dengan senyum lirih.
Ayahnya ini pasti terpukul.
Arkansas yang semula hendak menuju ke Amerika bersama Rafendra kakek mereka,demi menghadiri doa pemakaman istri dari Mathew akhirnya terbang kembali dengan jet pribadi keluarga begitu berita archara yang terluka dan dibawa ke rumah sakit oleh alarik.
Dan disinilah semua orang.
Archara terbaring dengan Falcon diruang lain dalam kondisi kritis!.
Dan kabar terburuknya adalah,asline menghilang!.
"Hebat... benar-benar hebat musuh kalian ini boys...kakek harus bilang apa?" Rafendra berucap dengan senyum manis, berbahaya!.
Kriettt...
Semua mata tertuju pada pintu masuk.
Rayga masuk dengan wajah dingin tanpa emosi,namun maniknya memerah gelap.
"Jangan cemaskan adikmu...pergilah bawa istrimu kembali! gunakan semua kekuatan yang kita punya! apa guna semua yang kakek kalian bangun dulu jika kalian begitu bodoh?! bergerak!! tidak berguna!!!!" Rafendra meraung murka.
Brakkk..
Semua menutup mata bahkan Anggi mengigil melihat kemarahan suaminya.
Meja terbalik begitu pria berusia setengah abad lebih itu meraung.
Rafendra...
Pria yang sejak muda dulu begitu tempramental,tak memandang siapapun ketika kemarahan menguasainya.
"Rayga....siapapun yang telah membuat adikmu seperti ini... jangan ada satupun bagian tubuhnya tertinggal di dunia..Daddy harap...Daddy dan para ayahmu tidak perlu turun tangan lagi..." Arkansas berucap tenang,ketenangannya yang lebih berbahaya dari kemarahan kakek mereka.
Rafendra!.
Yah,daripada adegan berdarah Rafendra.Arkansas lebih suka bermain rapi.
Inilah mereka...
Sepasang anak dan ayahnya yang kejam!.
Rayga menutup mata,mengangguk tegas.
Menatap sekali lagi kearah berangkar sang adik.
"Mereka akan membayar!' Rayga berbalik diikuti raino juga raider dimana setelan kerja masih melekat ditubuh kedua putra kembar Rion itu.
"Jelaskan!" Rayga berucap sembari terus melangkah menuju basemen.
"Alarik masih ditempat kejadian..lokasi terakhir gps archara dan asline tertinggal. Ada banyak bekas darah.Sepertinya archa,Falcon dan asline melakukan perlawanan sengit! tiga mobil anggota kita hangus terbakar! sepertinya bom sudah dipasang ditengah jalan yang akan mereka lewati....sebelum mereka sempat bereaksi semua terlambat,ledakan terjadi dan hanya menyisakan mobil yang dibawa Falcon !" jelas Raino getir.
"Jika tebakanku benar..apa ini zergan? kenapa dia mengincar asline? kali ini wajah siapa?" Raider bergumam rendah.
"Jika aku benar....zergan tertarik pada asline....dia terobsesi! dari tindakan juga reaksi...sebagai pengalamanku selama ini dalam keadaan kritis....pria itu mencintai istrimu big bos!" Maxim berucap tanpa keraguan
Langkah cepat putra Wiguna itu terhenti seketika.
"Mencintai istriku? heh.....langkahi dulu mayatku!" Rayga berucap dengan senyum dingin diwajahnya yang memerah murka.
"Kita pergi sekarang..alarik menunggu disana,kita tak bisa membiarkan delta tim bekerja saat Ryuga tak disini! kita akan turun " Ucap raider yang sudah berdiri disisi mobilnya.
Dan pada akhirnya,malam itu menjadi malam panjang tanpa tidur kala para pemburu mulai melangkah mengejar buruan mereka!.
.......🍃........
Bandara internasional Inggris.
Seorang pria dengan rambut pirang pucat turun bersama dua orang laki-laki dikedua sisi tubuhnya.
"Huft..your hegness..kenapa anda mau susah-susah seperti ini menggunakan pesawat clash ekonomi? bukankah kita bisa memakai pesawat khusus istana? ini sangat melelahkan dan memakan waktu!" Pria dengan rambut disisir rapi seluruhnya kebelakang itu berucap jengkel.
"Diam dan tutup mulutmu itu Simon! cerewet sekali kau ini....pemandangan naik pesawat class ekonomi itu lebih autentik dari pesawat pribadi! kau tidak tau artinya jadi diam saja!' Pria dengan topi menutupi rambut coklatnya itu berucap sarkas.
Kedua pria yang berjalan dibelakang terus berdebat dan sang pria dengan rambut pirang yang jalan didepan mereka hanya mampu berdecak malas.
Brixton, sang putra Britania raya.
Pria itu tersenyum,lelahnya setelah bertugas selama sebulan sebagai duta besar terbayar, saat membayangkan bisa bertemu lagi dengan kucing manis putri clan Wiguna itu.
"Archa..aku kembali...and i'm Miss you so bad!" Brixton melangkah semakin cepat,senyum cerah diwajahnya membuat para wanita maupun para gadis yang memenuhi bandara terpekik.
Pagi yang cerah dengan melihat wajah sang putra mahkota!.
Sayang sekali, Brixton tidak tau apa yang menunggu untuk dirinya lihat saat kembali nanti!.
__ADS_1
...TBC...