Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
I just want you to know who iam


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya...



...πŸƒ...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...πŸƒ...


Hembusan angin malam di musim semi itu benar-benar membawa angin sejuk,malam terhias taburan berlian paling indah ciptaan Tuhan.


Malam dipenuhi oleh kesibukan para maid yang sibuk mempersiapkan makan malam bagi sang majikan.


Hari ini,menantu clan besar itu tak berniat turun ke dapur sama sekali.


Yah,malam ini terasa membawa angin musim semi yang mampu membakar jiwa kenangan masa lalu,malam saat sebuah cinta akhirnya menyatu.


Kayra duduk dengan kaki bersilang,melirik ibu mertuanya yang nampak tersenyum jahil.


"Mom benar akan lakukan ini? lagipula meski kita semua berada di Mansion sekalipun.Tak akan ada juga yang bisa mendengar apa yang akan terjadi lantai 3! jadi,untuk apa mommy menyuruh kita semua mengungsi? come on mom..kita semua sudah terlalu tua untuk merasa malu akan sweet night monster Zeus itu..." Kayra berucap santai tanpa beban,sungguh ia tak perduli manik tajam hades yang kini menatap adik iparnya itu menusuk.


Rion menutup telinga putri manis mereka yang sibuk dengan acara kartun Disney-nya.


Yah,menunggu makan malam siap.


Rafendra membawa istri,anak, menantu juga cucu manisnya untuk duduk bersantai bersama di salah satu ruang keluarga yang berada di lantai bawah.



Yah,asline terkecuali.Karena cucu menantunya itu disuruh dikamar saja hingga makan malam siap.


Bukan apa-apa,hanya saja pria tua itu tak ingin asline mendengar mulut frontal kayra dan apa yang menantu juga istrinya itu kini rencanakan.


Yah,Anggi juga kayra.


Arkansas duduk memanggku sebuah laptop dengan tangan dan mata yang sibuk bekerja mengurus berkas digitalnya.


Rion duduk di belakang archana yang duduk lesehan disamping duduk Arshenio.


Yah,kedua pria beda generasi itu lebih memilih menemani putri kecil Wiguna itu dalam menikmati acara kartun favoritnya.Daripada terlibat dalam rencana busuk sang ibu suri juga permaisuri kayra itu.


Apa lagi? Tentu saja kartun garapan Disney.


Dan tak jarang,Rion maupun Arshenio harus menutup telinga gadis mungil itu begitu kayra,istri juga ibu rubah mereka mulai berbicara frontal.


Ingat,jangan biarkan otak polos putri kecil itu ternodai!.


Sementara disofa lain,duduk Rafendra merangkul Anggi dengan kayra yang duduk sendiri di sebrang pasangan tua itu.


" Tentu saja mom yakin! mom hanya tidak ingin line merasa malu ketika dia melihat kita disini! sudah...sehabis makan malam kalian semua..tanpa terkecuali harus tinggalkan mansion ini! mom tidak mau dengar kata tidak!! biarkan rayganta dan asline menikmati waktu mereka lebih int*m besok siang baru kalian boleh kembali!" Anggi berseru semangat.


Sungguh,wanita tua itu tak sabar menanti cucu cicit pertamanya!.


"Mom..aku juga Brother baru saja kembali dari perjalanan bisnis sehari semalam dari sanfransisco! masa kami harus pergi lagi....kami butuh rehat mom..." Rion menghela nafas berat,ibunya ini sangat kekanakan!.


Anggi mendelik dan menggeleng tidak perduli.


"Nyonya besar....dinner is ready.." Dyazel menginterupsi.


Kayra melirik ibu mertuanya geli.


Betapa semangat wanita tua itu.


"Baiklah..Dyazel bawa makan malam untuk asline..jangan biarkan dia keluar kamar malam ini..biarkan dia bersiap diri menanti cucuku kembali...hehehe..astaga jantung wanita tua itu begitu keras berdetak penuh semangat!!' Anggi melangkah pergi meninggalkan helaan nafas pasrah seluruh keluarganya.


Yah..


Women is Numero Uno!...


"Daddy...memangnya nenek suruh kita semua kemana malam-malam begini? archa sudah ngantuk Daddy..mau bobo langsung setelah makan...." Archana merangkul lengan ayahnya yang kini keduanya nampak berjalan menuju ruang makan.


"Dek..habis makan jangan langsung tidur..tidak baik! lihat..lemak itu semua berkumpul di pipi juga perutmu nanti! mau jadi seperti ibu hamil tapi isinya bukan bayi tapi lemak?" Arshenio berucap dengan mimik wajah dibuat-buat.


Archana tersentak,tanpa sadar menaikan sedikit piyama perutnya.


Masih rata....


Aman...


Lalu tangan putih gadis remaja manis itu menyentuh kedua pipinya.


"Daddy...kenapa pipi archa bulat? kenapa pipi archa tidak tirus seperti para kekasih kakak? kakak asline bulat....tapi tidak sebulat pipi archa..apa lemak yang archa makan pindah ke pipi semua?" Dengan polosnya archana termakan ucapan sang kakak kembar.


Arshenio menunduk menutupi tawa-nya.


Sedang Arkansas maupun Rion yang berjalan disisi kiri kanan archana hanya mampu menggeleng miris.


Kasihan sekali putri kecil mereka ini...


Begitu mudah dipermainkan oleh kata-kata sang kakak yang tidak berakhlak!.


Yah..meski memang benar...


Arkansas tersenyum lembut,mencubit pelan pipi mulus sang putri.

__ADS_1


"Tidak sayang...ini adalah lemak bayi..lemak baik yang buat putri Daddy semakin manis.. jangan dengar kakakmu okey...archa boleh tidur setelah makan..tapi tunggu beberapa menit hingga makanan yang archa makan dicerna dengan baik oleh tubuh...mengerti sayang?" Arkansas menjelaskan dengan sabar.


Archana mengangguk lucu,dengan gemas kayra yang berjalan dibelakang gadis itu menarik dan memeluk tubuh mungil itu dengan gemas.


"Ululuhhhh..... princess siapa ini?!! gemas nya!!!" Kayra memeluk hingga bahkan tidak sadar wajah putih archana sudah memerah karena begitu kuatnya tubuh kecil itu dibelit oleh salah satu ibunya itu.


Plak....


"YAKHH KAKAK IPAR... KENAPA KAU MEMUKUL LENGANKU? KEMBALIKAN BAYI MANISKU!!"Pekik kayra begitu Arkansas dengan tidak berperikemanusiaan menampar lengannya dan menarik tubuh archa hingga terlepas dari pelukan maut wanita paruh baya itu.


Rion menghela nafas miris.


Lelah dia itu.....


Sudah biarkan saja istrinya mau berbuat apa!.


"Kau menyakiti putriku..siapa bayimu? She ia my daughter!!" Ucap Arkansas tajam posesif.


Kayra mendengus dan berlalu dengan kekesalannya.


Andai ia bisa menukar raider atau Raino saja dengan seorang anak perempuan manis!.


Yah,sayang sekali itu hanya angan-angan.


.......πŸƒ.......


Victoria house...


Gadis bersurai pirang itu perlahan membuka mata,menoleh kala merasakan sapuan nafas hangat menerpa pipinya.


"Raino....." Victoria berujar lirih,tangannya naik dan membelai wajah tampan yang terlihat terlelap itu,hanya saja.


Raino tidaklah tertidur sepulas yang terlihat.


Sikap waspadanya menyala lebih tajam saat mata pria itu tertutup.


Grephh...


Manik tajam itu perlahan terbuka,tangan kokohnya menggenggam lembut tangan Victoria yang tak sehalus gadis-gadis yang pernah mengisi hari-hari dimasa lalunya.


Yah,tangan kurus itu penuh bekas luka senjata tajam dan sedikit kapalan akibat latihan keras.


Raino tau...


Sangat tau!..


Hanya para petarung yang memiliki kapalan begitu kasar ditelapak tangan mereka,yah.


Karena memegang senjata yang dilakukan terus-menerus juga dengan latihan yang begitu keras!.


Apakah ria-nya juga dilatih sekeras itu hingga menjadi pembunuh berlabel secret agent seperti ini?!.


Raino mengusap jempolnya pada kapalan ditelapak tangan Victoria.


Gadis itu tersentak dan menarik telapak tangannya putus asa.


Apakah Raino akan jijik melihat dirinya yang tak semulus gadis-gadis cantik diluar sana?.


Victoria menurunkan pandangan dirinya dari wajah Raino dan segera menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya yang penuh kekurangannya.


Grephh......


Victoria mengigit bibir bawahnya menahan tangis,matanya terasa panas dan hidung nya masam!.


Melirik jam dinding dengan manik memerah.


"Dengar aku ria...aku ingin menyentuhmu selamanya..apapun keadaanmu.. perasaanku...aku tau kamu bisa merasakannya.Tatap aku!" Raino menarik lembut dagu Victoria agar wajah cantik itu bisa terlihat olehnya.


Dan yah...


Gadisnya tidak dalam perasaan yang baik.


Menghela nafas panjang,Raino kembali bersuara.


"Bagiku..kamulah gambaran surga,aku tak ingin pulang ketempat lain selain padamu..dari dulu sepanjang aku mengenal wanita,hanya bersamamu aku bisa menikmati waktuku.Setiap detikku terasa hanyalah Aromamu..karena cepat atau lambat nanti....hidup kita akan berakhir,dan aku tak ingin disisa hidupku harus kehilangan dirimu" Raino mengelus lembut wajah cantik Victoria.


Wajah yang menyimpan banyak kenangan luka,jika asline mengalami luka ditinggal oleh keluarganya akibat rencana busuk orang terdekat.


Maka Victoria berbeda,dia yatim piatu sejak lahir.


Berulang kali mendapatkan orang tua angkat,namun tidak pernah berjalan baik.


Hingga terakhir kali, kejahatan para monster yang berlabel keluargalah yang gadis itu harus tanggung.


Bukan diberi kasih sayang,gadis itu harus memikul beban pelatihan berat demi bisa menjadi mesin pembunuh yang diidamkan oleh orang yang menjadi keluarga angkat gadis itu.


Betapa malangnya...


Victoria menatap lamat.


"Kenapa aku? kamu..kamu bisa mendapatkan gadis lebih baik dari aku...bahkan jika kau meminta putri seorang raja sekalipun...aku hanya hembusan debu untukmu Raino..aku hanya alat bagi mereka .." Lirih Victoria merasa lelah dalam hidupnya.


"Kamu lupa siapa mamiku?" Raino terkekeh samar,menarik tubuh Victoria semakin merapat.


" Aku tak ingin dunia melihatku,mereka tak melihatku seperti bagaimana aku dimatamu..mereka tak akan mengerti bagaimana keluarga kami terbentuk! mesin pembunuh? mamiku...istri papiku bahkan lebih dari dirimu ria..hanya saja orang diluar sana tidak tau itu karena keluarga kami benar-benar menjaga hati dan masa lalu mami..jangan berfikir buruk tentangmu sendiri Ria,mereka tak mengerti..tapi aku dan keluargaku mengerti..kamu hanya seorang gadis seperti yang lain..hanya saja lingkungan membentuk sosokmu terlalu keras untuk menutupi kerapuhan itu!"


Raino tersenyum teduh,merasakan tubuh itu bergetar dalam pelukannya.


Kemejanya basah...


Yah, Victoria menangis dalam diam.


"Saat semua diciptakan bahkan untuk hancur sekalipun..aku akan tetap bersamamu ria..aku hanya ingin kamu tau,siapa aku...siapa keluargaku! Bersama kami..bersamaku..kamu tak perlu takut pada siapapun kecuali pada Tuhan.Dan saat kamu tak bisa melawan air matamu.. saat-saat sulit dalam usahamu tetap bungkam dan bahagia palsumu..saat semua sandiwara yang kamu tampilkan didepan semua orang,kamu rela terluka demi tetap hidup..aku tau ria...mereka tertipu..tapi aku tidak...saat aku memutuskan memilih dirimu..maka akan sangat bodoh jika aku tidak mengerti kamu..tolong....beri aku jalan membantumu ria..siapa yang begitu kami takuti?" Raino membawa wajah Victoria menatap dirinya.


"Hiks...... i'm scared!" pecah sudah tangis getir gadis itu.


Membunuh atau terbunuh.


Keluarga angkatnya mengajarkan itu tanpa perduli dia anak laki-laki atau perempuan!.


Raino mengangguk nanar.


Bangkit dan duduk diatas ranjang.


"Pakai pakaianmu...ikut aku ya..asline tinggal di Mansion sekarang... sampai aku selesai dengan bedebah itu....tinggal bersama keluargaku..kamu..terlalu berbahaya mengingat bagaimana kamu bisa takut seperti ini!" Raino berucap tegas.


Victoria terdiam tak tau harus bereaksi bagaimana.

__ADS_1


"Kita memang tinggal satu atap ria..tapi bukankah disana keluargaku juga ada? jangan cemas hal yang tidak perlu okey?" Raino menjelaskan sabar.


Victoria mengangguk dan Raino tersenyum puas.


Berbalik meninggalkan Victoria mempersiapkan diri.


Diluar kamar..


Manik Raino berkilat dingin.


Siapa?...


Kini Victoria belum sepenuhnya siap membuka masa lalu kembali,Raino harus sabar.


Ting..


From : RyubiYama


Ekspedisi telah selesai diputuskan..Alarik berkata ada masalah dengan Victoria,kau kembali saja kami akan urus pengiriman!


Raino menatap pesan chat Ryuga dengan senyum tulus.


Selalu penuh pengertian,para saudaranya akan bertindak tanpa banyak bicara.


Itulah arti sebuah persaudaraan,mengerti tanpa harus bertanya dan tidak menyalahkan sepihak jika sesuatu terjadi.


From : Alumiro_Godeyes


DEVANO PETER ALINSTON!.


Satu pesan tak lama masuk.


Itu dari alarik!.


Satu nama ditulis dengan huruf kapital besar.


Tawa iblis Raino pecah mengerikan memenuhi seluruh lantai satu.


"How dare you are? " Raino duduk di sofa tunggal,kakinya bersilang angkuh dengan manik berkilau penuh ancaman.


Satu pesan dari alarik sudah cukup menjawab segala pertanyaan terjawab.


From : Alumiro_Godeyes


Aku akan liburan selama satu pekan..


Semua informasi yang kau butuhkan tentang orang itu sudah kukirim melalui emailmu,jangan ganggu aku saat aku bersama kekasihku seminggu kedepannya.


Jika ada masalah,selesaikan sendiri!..


Jika kalian..


Masih menghubungi diriku..pergi ganti kel*min kalian!


Read...


Raino terbahak membaca pesan penuh ancaman peringatan sarkas dari pria yang menjadi otak be itu.


"Liburan?sejak kapan iblis Zeus itu begitu murah hati memberi libur? patut dicurigai!" Raino terkekeh renyah.


Ceklek...


"Raino...aku selesai.." Victoria keluar dengan cardigan rajut berwarna putih lengkap dengan celana jins hitam.


Simple namun tetap cantik!.


Tersenyum puas,Raino bangkit menjemput gadisnya .


Hingga...


Ting...


...Wigunafami...


Nenek ratu :


Anak-anak juga cucu-cucuku sayang..


Malam ini jangan pulang ke Mansion!.


Raino mengeryit begitu membuka obrolan grup keluarga.


Rairia :


Why nenek? No mengantuk ingin pulang dan tidur di kasur kesayangan no!.


Archa princess :


Kakak Raino protes terus ih!!


Kata nenek jangan pulang ya jangan pulang..archa saja sudah mengungsi sama kak arshen juga Daddy..papi mama juga.


Maxprincehouston :


Hahaha..


Mam*us kau no..bagus archa marahi saja kakakmu itu..dia memang batu!.


Rairia :


Kutandai kau ya max! tunggu saja....


Raino terkekeh,entah apa saja yang ada di fikirkan nenek-nya itu.


"Kenapa?" Victoria bertanya saat melihat Raino terkekeh renyah sembari merangkul pinggang nya dan satu tangan lagi sibuk mengetik ponselnya.


"Biasa..nenek buat ulah,kita ke kondominium ku saja malam ini tidak apa kan? entah mengapa nenek mengusir semua orang keluar mansion malam ini bahkan Daddy Kansas dan papi tidak luput!" Tawa renyah Raino terdengar, Victoria terkekeh geli.


Sejenak kesedihan sirna.


"Okey!" balas Victoria singkat.


Mobil sport Raino berlalu pergi.


Dan Victoria melupakan ucapan Devano yang akan membawanya pergi malam ini.


Yah..

__ADS_1


...TBC...


Cie..yang nunggu MP...sabar😏


__ADS_2