Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Dia


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya 🌹...



...♠️.....♠️...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...♠️.....♠️...


Seorang pria tua,duduk dengan sisa-sisa keagungan masa mudanya.


Duduk dengan tenang menatap sosok muda nan tampan garis keturunannya itu.


Kerutan di wajah tuanya tidak menutupi jejak kharisma dimasa mudanya.


Hening....


Hanya itu yang terasa kini disebuah ruangan besar disalah satu vila mewah yang berdiri di pinggir danau.


Pria tua itu menggeleng dengan wajah geli melihat wajah gusar sang cucu.


"Jika kau tidak juga bicara,sebaiknya biarkan kakekmu ini kembali bermain catur bersama tua bangka itu!" Sang pria tua mulai tidak sabar.


Sedangkan seorang pria tua lain yang duduk tak jauh mendelik sinis.


"Tua? tidak sadar diri rupanya kau?!" Balas pria tua satu lagi dengan wajah mencibir.


Rafendra......


Tuan besar dari clan Wiguna.


Dan....


Bimo.....


Mantan IT terbaik di generasinya.


Sedang pria muda yang duduk diantara keduanya adalah Rayga.


Cucu kebanggaannya.


Rayga menghela nafas,entah mengapa? semakin tua, hilang kemana sifat dingin kakeknya itu.


Kini,pria tua itu justru menjadi jahil dengan mulut yang mampu membuat sakit hati siapa saja!.


Seperti saat ini.


" Tua? setidaknya aku masih mampu melayani istriku di ranjang! sedang kau? lihatlah pusaka berkaratmu itu!" Rayga memijit pelipisnya mendengar ucapan tidak tau malu sang kakek.


Menyesal ia datang jauh-jauh dari London ke Swedia!.


Bimo mendelik,mendengus dengan wajah kesal.


"Kakek! hentikan.....sadarlah umurmu itu!" Suara huski yang datang dari balik tubuh Bimo terdengar.


Rafendra mendelik sinis,kembali meneguk teh camomile buatan istrinya.


Bimo terkekeh setuju dan Rayga hanya bisa menggeleng miris.


Raider terkekeh,duduk disamping Rafendra dan menaik turunkan alisnya menatap wajah bertekuk sang kakek.


"Kenapa memang dengan umurku? dengar ya anak kurang ajar! begini-begini jika tidak ada aku tidak akan ada ayahmu itu! lalu bagaimana kau bisa ada ? jangan meremehkan orang tua ini! dasar anak kurang ajar!" Rafendra menyembur kesal, memelototi wajah horor cucu keduanya itu.


Yah....


Rayganta Alzeus Theodore Wiguna.


Raider Leander Wiguna.


Raino Leander Wiguna.


Arshenio Devilio Wiguna.


Archana Angelica Wiguna.


" Kakek..mulutmu itu sangat jahat sekali..." Raider menatap dramatis wajah mencibir sang kakek.


Bimo terbahak,entah mengapa rasanya menggelitik melihat interaksi kakek dan cucu satu ini.


"Kau bosan hidup? atau mau kucoret dari kartu keluarga? tidak masalah membuang satu cucu" Rafendra bersidekap dada angkuh, hingga.


Plak.......


"ASTAGA DEMI TUHAN!! VELY......" Rafendra memekik terkejut begitu satu pukulan keras menggeplak tengkuknya dari belakang .


"Kamu yang kucoret dari status suami! jangan mengganggu cucuku!" Veleri datang membawa satu teko baru berisi teh hijau hangat .


Dua orang maid mengikuti dengan membawa nampan berisi aneka kue kering.


"Nenek benar! coret saja kakek dari status suami! Raider punya seorang client dan kakeknya sangat tampan! nenek Valeri bisa sepertinya mencari suami baru" Celetukan tanpa dosa raider terdengar,pria itu dengan tanpa rasa bersalah meraih sepotong cookies dengan taburan kacang mete dan mulai mengunyahnya.


"Sejak kapan kau menjadi begitu menjengkelkan seperti Raino?! lama-lama kakek akan buang kau pada Aligator!" Geram Rafendra jengkel setengah mati.


Enak saja istrinya mau dijodohkan dengan pria lain.


Bahkan jika mati sekalipun, Rafendra akan membawa istrinya jika bisa!.


"Hmph......" Dengus raider jengah.


mengancam dan selalu mengancam.


Dari mereka masih kecil hingga sebesar ini,pria tua itu bahkan tak pernah sungkan mengirim para cucunya bertarung dengan para buaya atau hewan buas pemeliharaannya yang lain sampai salah satu dari mereka mati!.


Benar, Rafendra bahkan lebih kejam dari ayah mereka dalam mendidik.


...# flasback#...


"Kakek kami akan dibawa kemana?" Bocah berusia 6 tahun bertanya dengan manik bersinar dingin.


Sedang pria tua yang membawa mereka hanya tersenyum simpul.


Mobil berisi tiga orang anak lelaki dan seorang pria cukup berumur akhirnya berhenti.


"Ambil ini!" Rafendra,yah.


Pria itu adalah Rafendra dan ketiga cucu laki-lakinya.

__ADS_1


Menyerahkan tiga buah belati tajam untuk dipegang oleh seorang anak berusia 6 tahun!.


Gila......


Mobil berhenti disebuah hutan dengan sebuah kandang besi raksasa yang kini terlihat oleh mereka.


"Rayga....kamu cucu sulungku,calon pewaris utama.Masuk dan hadapi tiga ekor Harimau benggala itu! kau menang maka kau akan selamat,jika kau kalah....maka tubuhmu akan menjadi makanan mereka!" Rafendra menyerigai menatap wajah tanpa riak emosi cucu kebanggaannya itu.


Rayga melepas rompi yang dipakaikan ayahnya tadi.


Kini tubuh atas polosnya nampak dengan kulit putih dan tubuh yang begitu tegap,meski masih anak-anak.Namun otot-ototnya mulai terbentuk sempurna akibat pelatihan keras.


"KAKEK GILA?! KAMI BERLATIH SENJATA SAJA KAKEK...MENGAPA KAKEK MEMBAWA KAMI KEHUTAN BERHADAPAN DENGAN BINATANG BUAS?! RAINO TIDAK MAU!!" Raino kecil,dengan topi bisbol terbalik berteriak tidak terima.


Takut....


Dirinya sangat takut,terlebih mengingat bukan hanya satu jenis.


Namun laki-laki tua itu punya lebih dari 5 spesies hewan buas yang tidak terkendali .


"Itulah yang harus pewaris clan Wiguna buktikan! pelatihan keras ini akan membawa kalian tidak akan takut pada apapun dimasa depan! sudah jangan membantah dan kalian ikuti kakek,atau jangan kembali sebagai keturunan Wiguna!" Rafendra berucap tegas.


Tidak ada rasa iba,para garis keturunan Wiguna harus kuat bahkan mampu menahan badai sekalipun.


Pria, laki-laki di clan Wiguna memiliki musuh yang begitu banyak.


Pembunuh,racun bahkan segala hal dianggap halal demi melenyapkan clan mereka .


Jadi,itulah mengapa Rafendra harus membuat para generasi setelah dirinya menjadi kuat,tanpa hati,tanpa rasa takut dan tanpa welas asih!.


Raider menatap kosong saat pintu kandang terbuka.


Menatap kala saudaranya mulai masuk dengan wajah begitu dingin tanpa emosi apapun .


Hanya sebuah belati ditengah tiga harimau besar kelaparan.


Taring dan cakar itu.....


"Dengar Rayga...kau harus menaklukan atau membunuh mereka! membunuh atau dibunuh!"Rafendra berlalu dengan pintu kandang mulai tertutup oleh anggota BE yang berjaga.


Kini.....


Raino mengigil hebat,air mata anak laki-laki itu jatuh deras begitu melihat sebuah danau buatan dengan tiga ekor buaya besar disana.


" Melindungi saudaramu... saling menjaga dan bekerja sama! jika kalian lengah dan mementingkan diri sendiri,maka kalian akan mati dan menjadi santapan Aligator itu! Masuk ke sana dan bunuh tiga buaya itu!" Rafendra bertitah.


Berbalik dan pergi begitu saja meninggalkan kedua cucunya yang berdiri mematung kala kedua buaya itu mulai berenang ketepi dengan rahang terbuka lebar.


Arshenio kala itu masih terlalu kecil,jadi Rafendra tak bisa membawanya sebab para wanita keluarganya terus membawa kedua cucu kembarnya.


Rayga berdiri bersiaga,maniknya berkilat dingin menatap tiga ekor harimau yang tengah mengelilinginya.


Seperti yang semua orang katakan.


Rafendra,adalah pria tiran yang kejam bahkan pada cucu kandungnya sendiri.


Dia mendidik dengan tanpa kenal ampun.


Roarrr....


Bammmmmm...


Clanggg....


Satu menyerang dan Rayga berhasil menghindar,namun sayang dia masihlah anak-anak Tubuhnya ditubruk oleh harimau yang lebih besar.


Tubuh kecil itu menghantam dinding kandang hingga menimbulkan rasa sakit meremukkan tulang dan daging.


Besi dingin yang keras.


Kulit punggungnya pasti akan membiru.


Harimau dengan luka sayat Dimata kiri bergerak menerjang.


Srazhhhh...


Roaaarrrr....


Raungan terdengar.


Nafas Rayga memburu.


Crashhh...


"Sialan!!"


Mengumpat.


Punggungnya terkena cakar tajam hingga darah semakin membuat gila para harimau besar itu.


Tidak perduli seberapa kuat Rayga,pada akhirnya kecepatan hewan itu melewati dirinya.


Mencakar buas hingga kulit mudanya koyak.


Maniknya berkilat.


Anak laki-laki itu,menatap salah satu harimau besar yang datang.


Wushhhh..


Melompat dengan taring dan cakar siap merobek dan mengoyak daging.


Srazhhhh...


Jlebbbbb..


ROARRRR...


BRUKHHHH...


Rayga menusuk perut harimau itu,membawa belati tajam itu hingga menacap dan mati.


Harimau besar bermata terluka satu mati dengan us*s terburai keluar.


Darahnya menyiprat di seluruh tubuh anak itu mulai dari atas kepala.


Dua harimau yang tersisa meraung semakin bringas.


Maju menyerang.


Anak laki-laki dengan tubuh penuh luka cakar dan gigitan itu memasang posisi siaga,meski nafas terengah-engah.


Rasa sakit yang membuat siapa saja pasti mengerti apa artinya kematian.


Tapi tidak dengan Rayga.Anak laki-laki itu tidak menyerah.


Utara dan Selatan...


Kedua harimau itu mendekat dengan manik berkilat layaknya menatap sepotong daging segar untuk membuka puasa mereka.


Betis kiri Rayga terluka dengan luka mengangga akibat terkaman harimau yang baru saja menjadi korban pertama Rayga.


Lengan kanannya penuh darah akibat cakaran tajam.


punggungnya bahkan lebih mengenaskan dengan tiga jejak cakar yang mengoyak kulit dan daging.


Dan didisi lain...


Raider dengan lengan kanan penuh darah berbalik setelah berhasil menusuk mata salah satu buaya dengan ekor cacat.

__ADS_1


Berenang dan menusuk perut buaya dari bawah.


Menolong Raino yang sudah hampir mati kehabisan darah kala kaki kirinya hampir putus dari serangan buaya kelaparan.


Keduanya terapung di danau,air telah berwarna merah pekat.


Dan mata kedua anak kembar itu terpejam.


Nafas terdengar terputus-putus.


"H...hai brother...ji..jika aku mati hari ini,to..uhuk...tolong katakan aku membenci papi karena telah membuang kolor Spiderman favoritku uhuk....hah..hah...dan..dan katakan aku akan menikahi Archana jika aku...besar nanti hah...." Raino kecil berucap dengan tersengal-sengal,batuk.


Darah terus keluar dari mulutnya.


Luka perkelahian sengit itu benar-benar mengerikan.


Dirinya bahkan tak menyangka,dengan bekerja sama bisa membunuh tiga ekor buaya besar itu.


"Ja...jangan bermimpi! hah..kalau..kalau bisa,katakan saja...sen... sendiri.Hah....akuh...aku tidak akan berbicara untukmu" Raider membalas tak kalah menyedihkan.


Hening...


Dengan sisa tenaga,anak laki-laki itu menoleh dan mendapati sosok kembarannya telah menutup mata.


"Kau mati?" Lirih Raider dengan wajah dingin.


"Hm...aku akan mati..." Balas Raino samar.


Tersenyum nanar.


Menutup mata,entah bagaimana nasib Rayga yang bertarung melawan tiga harimau seorang diri?.


Raider tak sanggup membayangkan.


Hingga.....


Semua gelap.....


Membuka mata,kini raider melihat atap berwarna putih dan mendengar amukan seorang wanita.


"KAU PRIA TUA SINTING!! TEGA SEKALI KAU MENJADIKAN PARA CUCUKU KELINCI PERCOBAANMU! APAKAH TIDAK CUKUP ARKANSAS DAN ARION SAJA DULU?! ASTAGA AKU BISA GILA!!"


Itu suara sang nenek.


Raider tersenyum simpul.


Masih hidup rupanya!.


Raider menoleh ke kanan dan melihat sosok Raino yang terlilit perban pada kaki juga tangan kirinya.


Dirinya menatap dirinya sendiri,raider menadapat lima belas jahitan pada perut,wajah juga kaki.


Menoleh ke kiri dan terbelalak horor.


Disana Rayga bersandar pada kepala ranjang dengan tubuh dibalut perban dan leher sampai kaki.


Wajahnya penuh luka cakaran,seluruh tubuhnya nampak membawa aura dari kematian!.


Rayga jelas lebih parah karena dia melawan tiga ekor seorang diri.


Raider menatap wajah puas sang kakek dengan sarkas.


Iblis tua ini!!!


Dan yah,sejak itu para wanita tak berani membiarkan putra mereka sendiri saat Rafendra datang dengan senyum jenaka.


Karena itu adalah alarm pertanda bahaya!.


...#back off#...


Sampai kini raider masih bergidik ngeri mengingat betapa sengit dan fatalnya akibat dari jenaka sang kakek.


Beruntung mereka bersaudara masih hidup selamat tanpa cacat.


"Jadi boys? ada-apa kalian kemari ,tidak biasanya sebelum tahun baru kalian datang berkunjung? " Veleri bertanya setelah duduk nyaman disamping Rafendra yang memeluk pinggangnya.


Pasangan tua yang harmonis.


"Aku ingin melamar seorang gadis" Raider melirik Rayga,kedua pria berwajah tampan itu menyerigai licik.


Perkataan yang sama,intonasi yang sama.


Tanpa keraguan.


BWAHAHAHAHAH....


Bimo mengelus dada horor.


Cucu dan kakek sama saja!.


Rafendra tertawa begitu keras,Veleri menggeleng miris.


"Hahaha..bagus...bagus...kakek kira kalian guy selama ini! hahaha...tidak disangka masih normal ternyata!" Rafendra tergelak tanpa beban.


Rayga merotasi bola matanya malas,raider mengelus dada sabar.


Pria tua ini dan mulut laharnya!.


"Wah...siapa gadis beruntung itu boys? apa dia gadis yang manis? apa dia cantik? bagaimana sikapnya?!" Veleri bertanya antusias.


Akhirnya wanita tua itu bisa bernafas lega.


Kabar-kabar burung yang mengatakan kedua cucunya adalah guy akhirnya terpatahkan.


Yah,siapa yang tidak akan berfikiran buruk kala memang kenyataannya saja kedua tuan muda itu bahkan tak pernah sekalipun terlihat dekat dengan gadis manapun.


Dan kini,akhirnya Veleri bisa berucap syukur karena akhirnya nanti kedua pangeran tampannya pada akhirnya nanti akan menikah juga dengan seorang gadis yang cantik.


Veleri bahagia.


Sangat.


Rayga tersenyum,mendekati sang nenek lalu memeluk pinggang wanita tua kesayangannya setelah sang ibu.


Menepis tangan Rafendra dengan kurang ajar dan mengganti pelukan itu dengan lengannya.


"Cucu kurang ajar!" Dengus Rafendra jengkel.


"Terserah" Jawaban terkesan malas terdengar.


Raider dan Bimo terkekeh geli melihat tingkah cemburu buta mantan Lucifer BE itu.


"Raider...katakan pada nenek siapa gadis itu? apa kedua orang tuamu tau?" Veleri bertanya sembari mengelus rambut hitam nan halus Rayga.


"Mereka sahabat nek,gadisku dan gadis saudaraku,Rayga.Aku ingin menikahi gadisku nek, secepatnya.... Raels,dia seperti nenek kala muda dulu.Dia yatim piatu nek,dan dia gadis yang kuat" Raider tersenyum simpul,wajah cantik raels dan sikap tempramen gadis itu.


Manis....


Dan raider jatuh cinta oleh pesonanya.


"Rayga....?" Veleri puas akan jawaban raider,menatap pada cucu kebanggaannya.


Rayga.


"Dia......"


...TBC...


Kemarin ada yang minta Rafendra dan Anggi ada hadir kembali....so...ini obat rindunya😋

__ADS_1


__ADS_2