Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
When a man love a women


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya...



...♣️...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...♣️...


...Ada kalanya seorang perempuan,sekuat apapun dia.Dia butuh sosok penopang,lelaki diciptakan untuk melindungi perempuan....


...Maka,tak apa sesekali harus menyerahkan semua beban dari rasa sakit mu padanya,dia ada untukmu.Melindungi dan menjadi sandaran terakhir yang ditunjukan oleh sang kuasa....


.........W F..........



.........🦇..........


Manik tajam berwarna hitam kelam itu memerah,turun dari motornya dan berbalik tanpa perduli wajah-wajah iblis yang berada disebrangnya.


Tes.......


Satu tetes air mata lolos dari maniknya,wajah tampan itu mengeras.


"Kenapa...kenapa kamu tidak mendengarkan ku ria? apa ini mau kamu,terluka dan membuatku menjadi pecundang? membuat keberadaan ku sia-sia,membuat seluruh usahaku melindungimu terlihat seperti omong kosong?! aku tau kamu kuat ria,tapi tidak bisakah kamu lihat kecemasanku? kamu nafasku...tolong jangan buat nafasku berhenti saat kamu terluka ria..." Raino meletakkan kepala Victoria diatas pahanya,duduk tegar diatas trotoar malam yang dingin.


Victoria,gadis yang terlihat begitu mengenaskan dengan luka disekujur tubuh dan wajah yang lebam penuh luka sayat.


Tersenyum lembut dan dengan sisa tenaganya mengelus rahang kokoh raino yang terlihat mengeras,kemarahan penuh keputusasaan!.


"Aku hanya tidak suka perasaan diawasi Rai..kamu tau uhukkk...kamu tau bagaimana aku dulu hidup bebas? terima kasih atas semua perhatian kamu padaku Rai...Terima kasih.... sayangku,maaf..aku baru bicara sekarang...tapi..."


Victoria berucap dengan nafas berat yang menyesakkan.


"Syuttt..jangan bicara lagi... istirahat ya.." Raino berucap menahan rasa bak pisau tajam mengiris jantungnya,meski satu kata dari bibir Victoria mampu membuat taman layu dihatinya kembali mekar.


Sayang.....


Yah,cukup satu itu dan dia bahagia!.


Victoria menggeleng lemah.


Meraih telapak tangan raino dan meletakkannya pada satu pipinya.


"Rai...aku..aku lelah...bisakah kamu gantikan aku? Rai..." Victoria tersenyum melihat anggukan kepala tegas raino,maniknya terlihat mengerikan dengan kilatan badai begitu hebat.


"I love you.."


Dan akhirnya Victoria menutup mata,raino meraih sebuah set jarum suntik dibalik jaketnya .


Dia tau,luka seperti ini tak akan membuat hidup gadisnya berakhir.


Namun bagaimana jika seluruh senjata itu yang terarah pada calon istrinya beracun? inilah yang membuat Victoria jatuh !.


Taskkkkk...


Jarum itu menembus kulit putih gadisnya ,mengantarkan cairan berwarna biru laut itu mengalir bersama darah.


"Sleep well babe...and i love you more...." Raino merebahkan tubuh Victoria,melepas jaketnya dan menutupi tubuh lemah itu dari cuaca malam,meski tak tertutup sempurna namun setidaknya sedikit melindungi.


Devano melihat adegan pasangan itu dengan kilatan badai dimatanya.


Bangkit,kini tubuh atletisnya hanya tertutupi kemeja coklat yang terbalut rompi anti peluru.


Raino,pria itu berjalan santai menuju motornya kembali, menatap lurus ke depan sembari mulai memasang sepasang sarung tangan yang terlihat dirakit dari lempengan baja.


"Kalian mau keroyokan bukan? lihat saja bagaimana aku akan membalas kalian tanpa sisa!" Alunan suara rendah second comand BE itu membawa hawa mencekam.


Raino meraih tiga koper yang terlihat aneh berwarna biru dan satu lagi berwarna hitam yang terlihat lebih besar.


Devano mengeryit begitu tiga koper itu dijajar didepan mereka.


"Kau sendiri saja tuan muda raino..sehebat apapun dirimu..kau fikir bisa membunuh kami sekaligus? terlalu sombong!" Devano terkekeh rendah,raino menyerigai bengis.


Klik.....


Krakhhhh..


Manik kedelapan asassins itu membelalak!.


Begitupun Devano!.


Koper itu mulai berubah bentuk.


Bengkkkk...


Tiga ekor predator mulai terbentuk!.



"DAMN IT!! CEPAT BUNUH DIA!!!' Devano meraung.


Ini adalah proyek biru yang dikabarkan akan menjadi senjata membunuh paling menakutkan yang berada dalam pengembangan Z Industries!.


Bagaimana mungkin senjata pembunuh itu sudah jadi?!.


Dan kini digunakan oleh raino?!.


Yah,dunia beberapa waktu lalu digemparkan oleh berita bahwa Z Industries tengah merancang alat tempur canggih yang sekali menargetkan musuh akan mati!.


Bahkan ini menjadi momok mengerikan bagi pihak militer seluruh dunia!.


Kini,tiga ekor serigala yang seluruh tubuhnya terbuat dari baja berdiri kokoh dengan taring tajam terpampang .


Ketiganya tepat berada didepan tubuh raino.


"Sistem is ready..please enter your enemy..."

__ADS_1


Devano mengigil.


"CEPAT SERANG SEBELUM SISTEM PEMBUNUH ITU SIAP!!"


Devano meraung,dan raino terkekeh penuh aura membunuh.


Terlambat!.


"Done!'


"Mati kau!!" Raino berucap jenaka,sistem ketiga predator itu sudah tersambung dengan sarung tangannya.


GRRRRRRR......


AUUUUUUMMM...


Srasssshhhh...


Ketiga serigala buatan itu langsung menyerang bersamaan.


Kedelapan asassins itu bergerak menjadi tiga kelompok kecil demi menghadapi satu persatu serigala buatan itu.


Raino sendiri sudah berhadapan dengan Devano.


Klik...


Belati tajam keluar satu persatu dari jari sang second comand, teknologi dari Z Industries memang tak pernah gagal!.


Wushhhh...


Tanpa banyak bicara,raino melesat bak cheetah dengan enam belati yang bergerak bak cakar predator .


Devano terhenyak dan bergerak mundur cepat.


Kecepatan second comand BE ini benar-benar mengerikan!.


Srahhhhh..


"BEDEBAH!" Devano mengeram kala sarung tangan penuh belati tajam itu mengoyak lengan kirinya.


Wajah raino terlihat tanpa ekspresi,pria ramah itu berubah bak gunung es!.


"Akan kukoyak tubuhmu...kulit demi kulit.." Geram Raino sukses membuat darah Devano bergejolak murka!.


"Kau meremehkan ku heh? mari lihat siapa yang mati?!" Balas Devano menyerigai.


Raino menatap tanpa ekspresi berarti.


Sementara tiga predator buatan itu menyerang dengan bengis,seluruh tubuh mereka adalah senjata.Dari kepala hingga ekor!.


Kewalahan...


Para asassins itu kewalahan menghadapi benda tanpa jiwa itu!.


Senjata tak berarti ditubuh berlapis baja itu.


Mereka sudah dipindai,dan kini melawan adalah jalan keluar karena hewan buatan itu tidak bisa dibunuh kecuali mereka menghancurkan nya!.


..........🦇...........


Sementara itu....


Basecamp BE ...


Seluruh mata menatap layar besar yang kini memperlihatkan perkelahian sengit antara second comand mereka dengan musuh,tepatnya kepala CIA yang bertugas kini.


"Kau benar-benar mengizinkan raino menggunakan prototipe itu?" Raider bertanya pada sosok Rayga yang terlihat duduk santai menyesap wine-nya.


Makhluk tampan yang sangat berbahaya!.


"GREAT....benda itu benar-benar mengerikan! kita bahkan tak perlu turun tangan jika kita bisa menciptakan benda itu secara massal untuk tim tempur kita..." Maxim berdecak kagum.


Hewan-hewan buatan itu mengoyak tanpa ampun!.


"Diego..segera kau susul raino..tangani Victoria..dia akan mati jika tidak ditangani segera!" Rayga berucap setelah puas melihat bagaimana gila hewan buatanya mengoyak dan merobek daging di sana!.


Diego,pria itu bangkit dengan anggukan kecil.


"Bro perlu aku ikuti?" Gion bertanya begitu melihat Diego meraih koper medisnya.


Menggeleng,Diego melangkah pergi setelah meraih kunci mobil miliknya.


Rayga berdiri,pria tampan dengan rompi berwarna putih itu meraih ponselnya.


Sudah pukul 9 malam..


Mendial sebuah nomor.


........🦇........


Bip...


Raino yang sibuk menyerang bak predator ganas itu tersentak kala earpeace ditelinganya berbunyi.


"Hallo?" Raino menjawab cepat kala tau siapa yang memanggil.


"Bunuh dengan cepat!"


Bip. ..


Raino menyerigai bengis,satu perintah sudah turun.


Dia sudah membuang banyak waktu.


Keduanya nampak mengenaskan, sayatan dimana-mana dengan tubuh penuh luka.


Srakhhh..


Srahhhhh..


Devano menyabet paha kirinya dan raino membalas dengan mengoyak perut pria itu dengan belatinya.


Terengah-engah.


"Kau cukup hebat bisa bertahan dari second comand seperti ku?" Raino terkekeh rendah.


"Kau fikir apa? bagaimana aku bisa berada diposisi ini sampai sekarang? aku sudah membunuh lebih dari yang kau bayangkan!" Balas Devano dengan nafas tersekat,sial luka-luka ini tak main-main!.


Srahhhhh...


Crashhhhh


Raino berdiri dengan ekspresi dingin setelah serangan cepat yang ia lakukan.


Devano berdiri linglung menatap tubuh bagian kirinya.


Duakhhh..


Terjatuh dengan manik terbelalak.


Setelah serangan fatal ini...

__ADS_1


"Kau fikir bagaimana aku bisa berdiri sebagai second comand alih-alih saudaraku Raider? Aku membunuh hingga kau bahkan tidak akan bisa membayangkannya! i'm Ragnarok...."


Srahhhhh...


Kepala Devano terpisah dengan satu serangan seekor predator yang datang tiba-tiba.


Tepat,Diego tiba dan melihat semua itu dengan manik biasa saja.


"Raino cepat...tubuh Victoria mendingin!" Diego bertitah gusar.


Raino dengan tubuh penuh luka,namun rasa sakit sama sekali tak ia rasakan.


Memboyong tubuh Victoria memasuki mobil Diego dan meletakkannya dikursi penumpang.


"Diego...pertama kali kumeminta padamu..tolong ria-ku..." Diego menatap wajah mengenaskan saudaranya dengan tatapan yang begitu dalam,mengangguk dan tersenyum .


"Kau tau aku? bahkan aku bisa menarik seseorang keluar dari pintu kematian....aku berjanji...racun mereka tidak ada artinya bagiku!" Diego berucap jenaka,memasuki mobil dan melaju pergi setelah raino mengangguk mantap.


"Thanks my brother...." Ucapnya lirih.


Berbalik dan menatap tumpukan mayat hasil para predator pembunuh organisasinya.


Menekan tombol disarung tangannya.


Dan...


Ketiga hewan buatan itu kembali seperti semula.


Tiga koper kecil!.


"Mati adalah akhir bagi siapapun yang sudah menyakiti milikku..." Raino berbalik tanpa perduli jasab-jasab mengerikan hasil ulahnya.


Dan


Devano..


Dia akan menjadi awal kehancuran total!.


Pagi berganti cepat..


Helaan nafas panjang terdengar.


"Ria....ayolah tidak bisakah tidur saja? baru beberapa jam kamu mengalami operasi oleh Diego dan kini kau duduk santai ditaman rumah sakit bahkan kemana infusmu?!!" Pria tampan dengan perban menutupi lengannya itu meraung jengkel.


Victoria menoleh dan dengan riang terkekeh geli melihat wajah kekasihnya yang terlihat begitu frustasi.


...# Flashback #...


Mobil Diego dengan cepat terparkir di halaman healthy hospital.


Brangkar dengan cepat didorong oleh Gion yang sudah menunggu setelah sebelumnya dihubungi oleh Diego untuk mempersiapkan operasi.


Luka-luka ini harus dijahit dan darah terdetorsi racun harus segera dikeluarkan,lalu lakukan transfer darah dengan dosis tinggi!.


"Sudah siap Gion?" Diego bertanya begitu perawat mendorong brangkar Victoria masuk keruang ICU.


Penampilan gadis ini lebih mengenaskan dari korban kecelakaan!.


"Sudah..aku sudah siapkan semua,kita berdua akan turun! bahaya jika ada bekas bisa-bisa para rubah betina itu akan mempertanyakan kemampuan medis kita!" Gion menjawab gusar.


Diego terkekeh,dan kedua dokter yang dijuluki tangan dewa itu masuk.


Empat jam berlalu...


Para inti berdiri menunggu,Raino sudah diobati oleh ayah mereka.Gabriel.


Lampu merah telah mati,ruang operasi terbuka dengan wajah lelah Diego dan wajah horor Gion.


Ada-apa?..


"Ada masalah?" Raider bertanya awal.


Ekspresi kedua saudara mereka sangat aneh.


Diego melirik Gion yang nampak syock.


"Gadis itu bukan hanya mengerikan..tubuhnya bahkan mampu bertahan dari efek langsung racun!!! " Ucap Gion horor.


Tercengang...


Para pria tampan itu menatap tak percaya.


"Lalu mengapa Victoria bisa sampai seperti itu jika dia menahan efek racun? kurasa hanya luka seperti itu tak akan buat dia hampir sekarat seperti itu... apa-apaan itu?!" Maxim berucap tak percaya.


"Kurasa itu pengaruh iklim malam juga kau lihat berapa banyak tenaga yang dia keluarkan untuk melawan..jika dia drop aku tak akan pertanyakan kenapa!" Jelas Diego menganalisis cepat.


"Dan yah.. Victoria dulu adalah double agent..siapa yang tau apa yang mereka masukkan kedalam tubuh gadis itu dulu" Gion berucap menambahi.


"Sudahlah..laporkan saja pada big brother..kurasa setelah kematian Devano..masalah akan segera datang!" Ryuga berucap jengah.


Malam berganti cepat dengan pagi..


Saat tak satupun orang berada di ruangan itu selain sosok gadis yang perlahan membuka matanya.


Menghela nafas, Victoria perlahan duduk menatap luka-luka yang tertutup perban dan.


Perban terbabat tebal dibagian perutnya!.


Menyerigai dalam,mencabut selang infus dan beranjak turun.


Eksperimen pada tubuhnya bertahun-tahun yang lalu telah membuat tubuh itu terlalu kuat hanya untuk beberapa mili racun!.


Victoria melangkah menuju pintu,dia butuh udara segar.


Tanpa tahu,setelah hilangnya dirinya dari ruang rawat itu.Raino datang tak lama dan langsung terserang panik!.


Dan semua berakhir setelah pria itu menemukanya duduk melamun ditaman rumah sakit!.


...# Back off#...


Kini keduanya duduk,duduk sembari menunggu matahari terbit .


Victoria menjatuhkan kepalanya diatas bahu lebar nan kokoh kekasihnya,raino tersenyum tips meraih jemari Victoria dan mengusapnya dengan ibu jarinya.


"Masalah akan datang setelah ini raino...keluargamu akan menanggungnya..menanggungnya karena aku.." Victoria melirih,menutup mata kala sinar matahari menerpa wajahnya.


Raino tersenyum,menunduk dan memanggut pipi Victoria dengan kecupan ringan yang menggetarkan hati gelisah gadis itu.


"Keluarga kita babe..dan perlu kamu tau,keluargaku punya pilar dan pondasi yang sama kokohnya bahkan dengan keluarga kerajaan! kami membangun semua kejayaan ini bukan untuk melihat pihak lain dengan mudah menumbangkan! Kakekku..para ayahku..dan saudara-saudaraku.Terlebih brother Rayganta! dia..mereka adalah monster dan Rayganta..Dia adalah iblis sebenarnya,jadi bersama dia..kami para generasi muda tak takut apapun! Victoria..kami melatih diri sedari dini..dan semua itu bukan hanya bualan!" Raino berucap lembut menarik wajah Victoria menatap matanya.


"Kami dilatih lebih dari neraka yang dibangun keluarga Alinston! Kami kuat untuk melindungi milik kami...kami Wiguna family bukan hanya nama tanpa arti! Bersama kami..Pasangan yang dikirim Tuhan akan kami jaga, percayalah kami dan aku mampu!" Raino menggenggam telapak tangan dingin Victoria,mendekatkan wajahnya dengan manik Victoria perlahan tertutup.


"I love you..."


Cuppp...



Sinar matahari membasahi ciuman manis yang datang bersama pernyataan cinta dan kasih sayang.


.......TBC......

__ADS_1


__ADS_2