Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Bad dinner


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya 🌹...



...♣️.....♣️...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...♣️.....♣️...


Kingdom United state


New York Amerika serikat


Kosong........


Kata yang kini bergambar di wajah seorang pria muda tampan yang duduk diatas kursi kebesarannya,menatap seluruh kota New York dari balik kaca gedung perusahaannya.


Pria tampan berdarah campuran Jepang dan Amerika itu berdiri dari kursi jabatannya,berjalan menatap seluruh interior berdominasi hitam di ruangan CEO itu.


Duduk di sebuah sofa panjang diruangan itu,menatap langit-langit dengan satu tangan menutupi keningnya.


Ceklek.....


Pria tampan dengan wajah tegas dan tatapan dingin itu menoleh kearah pintu.


"Kau seperti mayat hidup saja! tidak ada gairah layaknya manusia bernyawa..." Sosok pria lain berwajah rupawan masuk,tersenyum jenaka dan duduk di sofa single menatap kearah pria tampan yang terbaring itu berada.


"Kenapa memangnya?" Pria itu membalas acuh,kembali menutup mata tak perduli akan tatapan jengah sahabatnya itu.


"Come on dude! hidupmu terlalu membosankan.Kerja dan kerja terus yang kau lakukan bahkan saat masih remaja! tidak ada warna lain yang menarik,kami sakit mata melihat bagaimana kau jalani hidupmu!"


"Buat saja mata kalian buta agar tak repot melihat hidupku" Balas pria itu acuh.


Pria dengan jas hitam itu menghela nafas kesal.


"Kau masih luruskan kawan? sungguh... sekali-sekali pergilah cari seorang gadis untuk mewarnai hidupmu yang suram! Jangan jadi terong makan terong kau nanti!!" ucapnya bergidik.


"Sialan kau aldrick !" Amuk pria itu dan bangkit dari tidur sesaatnya.


"Kau yang sialan Dixon !!" Balas pria berwajah jenaka itu santai.


Aldrick.Pria berwajah jenaka itu terkekeh,berjalan menuju sebuah minibar dan meraih sebotol beer dingin dari sebuah kulkas mini.


"Dixon,dengar aku.Kau sudah habiskan tahun remajamu bahkan sampai kini kamu berusia 25 tahun, hidup hanya untuk membangun dan mengokohkan kerajaan bisnis ayahmu di negara ini,kau bahkan tidak tau cara menikmati hidup,cara mencari kebahagiaan dan cara menikmati semua hasil ini!" Aldrick menatap miris wajah tampan nan dingin Dixon sahabatnya.


Aldrick, pria muda itu terdiam menatap wajah sahabat kecilnya itu dengan ekspresi rumit.


"Hiduplah dengan seimbang Dixon! jalani romansa,karier dan masa mudamu.Pergilah berlibur sesekali.Kuyakin ayah Hyuga tak akan keberatan putra tunggalnya mengambil cuti beberapa hari!" Aldrick terkekeh kecil meneguk habis beer kaleng dingin itu.


"Romansa? kau bicara tentang mencari cinta padaku? cinta dengan semua rasa sakit seperti yang ayahku rasakan dulu...." Dixon terkekeh sarkas,berdiri dan berjalan menuju kaca besar gedung kantornya.


"I don't believe with....." Dixon menatap dingin wajah miris Aldrick.


"Love....." Ucapnya final.


Aldrick terkekeh,meraih ponselnya dan menunjukan foto seorang gadis yang dijadikan wallpaper oleh pria itu.


"Kau belum merasakannya? merasakan indahnya cinta menghiasi hari-hari keras kita sebagai laki-laki...jika kau dapatkan sekali saja rasa itu....." Aldrick menatap wajah dingin Dixon dengan senyum menyeringai licik.


"Kau akan merasakan perasaan seakan hatimu terbakar, sehari saja tak mengetahui kabar tentangnya,kau akan menjadi egois...egois untuk bertingkah posesive padanya.Kau akan rela tanganmu dan tubuhmu terluka hanya untuk melindunginya...cinta.....itu adalah perasaan paling suci yang bisa dirasakan manusia,Dixon.Kau hanya belum melihat sosok itu saat hatimu bahkan akan berpacu lebih cepat hanya dengan melihat senyumannya" Aldrick mengusap foto diponselnya dengan wajah penuh cinta.


"Omong kosong!" Dixon duduk angkuh kembali pada kursi jabatannya,memulai kembali membuka tumpukan dokumen yang memenuhi separuh meja itu.


Aldrick menggeleng lemah,berbalik pergi dengan senyum penuh arti.


Mungkin tidak sekarang,tapi suatu hari nanti pasti akan terjadi.


........♣️.........


Dapur sebuah manor terlihat tegang,kala sosok gadis cantik dengan sebuah celemek menghiasi tubuhnya sibuk berkutat di dapur.


Kaki mulusnya kembali berdiri tegak tanpa kursi roda lagi,sudah hampir dua bulan dirinya berada dalam perawatan pria muda dengan kekuasaan besar itu.


Kini ia harus kembali,kembali untuk membuat kekacauan lebih besar lagi.


Asline berkutat dengan lihai dengan alat-alat dapur berkualitas tinggi milik pria itu.


"Aduh tuan kepala butler! bagaimana ini?!! jika tuan muda tau kita membiarkan nona asline memasuki dapur bahkan memasak saat baru saja pulih,kepala kita akan ditebas oleh tuan Rayga!"


"Hentikan nona asline butler! cepat sebelum gadis itu tergores dan kita tewas!!"


Imanuel menghela nafas berat,mau melarang dirinya juga tak sampai hati melihat keantusiasan gadis muda itu, asline begitu bersemangat ingin memasak untuk tuan muda mereka sebagai rasa terimakasih.


Lalu katakan,apa yang bisa dirinya lakukan sebagai kepala maid?.


Imanuel maupun para maid yang mengintip dari celah pintu dapur tergugu heran.

__ADS_1


Gadis pewaris keluarga kaya seperti asline bagaimana bisa memasak begitu lincah di dapur? tempat dimana gadis modern manapun akan berat untuk masuki.


"Hm... kira-kira Rayga suka tidak ya dengan ayam yang kumasak dengan resep Indonesia?" Asline bergumam,berfikir keras.


Tak lama wajah binggung gadis itu berbinar dan segera melangkah keluar dapur mencarinya sosok pria muda yang bertanggung jawab atas urusan manor.


"Kepala butler.....anda disini?" Asline tersentak kaget begitu melihat Imanuel yang berdiri canggung kedapatan mengintip bersama beberapa maid didepan pintu.


Imanuel terkekeh canggung,berdehem dan segera membubarkan para maid yang mengekor dibalik punggungnya.


"Butler...bisakah ikut saya ke dapur?" Asline berujar antusias, senyum lega Imanuel terbit.


"Tapi nona..saya tidak bisa membantu anda memasak apapun....saya minta kepala koki saja tunggu sebentar!!" Imanuel bernafas lega,setidaknya aslien tidak bekerja sendiri dan keselamatan mereka masih berada dalam jarak aman.


Hingga....


"Untuk apa panggil kepala koki butler? saya tidak minta siapapun membantu saya masak! saya hanya ingin tanya,tuan muda Rayga suka jenis makanan apa?" Senyum cerah aslien dengan penyampaian maksud dari itu membuat senyum Imanuel memudar.


Berharap saja semoga calon nyonya mereka ini tidak terluka dan mereka mendapat ampunan dari sosok Zeus itu nanti.


"Tu...tuan muda bukan sosok pemilih dalam makanan nona,hanya...hanya dia tak terlalu suka seafood.Nona...tidak bisakah salah satu maid membantu anda? bagaimana jika anda terluka? Tolong jangan lakukan ini nona....atau tuan muda akan membunuh para pelayan dapur dan para koki!!" Akhirnya Imanuel berani mengatakan segala kegelisahan dihatinya.


Asline terdiam mencerna keresahan Imanuel,gadis itu tersenyum lembut dan menggeleng.


"Tidak butler...aku akan berhati-hati dan semua akan baik-baik saja! kalau begitu aku akan kembali memasak sebelum malam tiba dan tuan muda kalian itu pulang!" Asline menepuk pundak Imanuel yang meluruh lemas.


Dia harus bergegas.


Asline memasak dengan senyum tertahan dibibir ranumnya.


Asline ingin,Rayga bisa menikmati hasil masakan sebelum ia kembali ke kediaman Gradian dan membuat kekacauan disana.


Terkekeh sarkas,Asline akan memakai kehadiran Ferdinan dan Retha nanti untuk membalas Dante,lucinda juga semua yang terlibat dibelakang mereka.


...........♣️............


Triliuner muda nan tampan itu berjalan angkuh keluar dari gedung kembar pusat Wiguna coorporation.


Sosok angkuh itu berjalan tenang,wajah dinginnya terlihat memancarkan kedinginan penuh aura misterius tak tersentuh.


Alis hitamnya membingkai manik tajam yang selalu membawa ketakutan bagi siapapun yang tak sengaja bersitatap.


Tubuh proporsionalnya berbalut jas Armani hitam bergaris putih angkuh.


Kedua tangan yang dimasukan kedalam saku,berjalan keluar dengan didampingi wakil serta sang asisten.


Rayganta Alzeus,pria tampan beraura misterius tak tersentuh itu berjalan dengan raider disisi kiri dan Alarik disisi kanan.


Iris hitam bergradasi itu terhias sisi arogan dan penuh ancaman penindasan.


"Big bos.....nona asline...." Alarik berucap dengan seringai jahil diwajahnya yang tampan.


Rayga menaikan sebelah alisnya penuh tanya.


"Kalian kembali saja,aku akan langsung ke manor!" Titah Rayga dengan perasaan membuncah namun tertutupi wajah tanpa ekspresi itu.


Namun Alarik menggeleng keras.


"Tidak bos...mereka sudah menuju ke sana!" Alarik menyeringai,senyum penuh arti itu semakin lebar kala mereka telah tiba didepan tiga buah mobil sport yang telah terparkir.


"Damn it!!" Rayga mengeram,menatap tajam kedua sosok yang sibuk menahan senyum culas itu.


Brakhhhh...


Pintu mobil mewah mesereti hitam itu tertutup keras.


Melaju kencang meninggalkan kedua pria tampan dengan seringai jahil itu.


"Hahaha..kau lihat wajahnya?" Gelak raider tak kuasa melihat wajah panik Rayga untuk pertama kalinya.


Alarik terkekeh geli,keduanya segera memasuki mobil mereka dan melaju cepat mengikuti jejak mobil sang bos.


.........♣️..........


HAHAHAHA....


"Aduh......kau lihat? kau seperti b*bi guling yang tak pernah makan enak Diego!"


"B*bi? kau sebut dirimu sendiri hah?! lihat sudah berapa piring kau makan,Maxim sialan!!"


Rayga berdiri dengan tatapan dingin yang menghunus tajam kearah meja makan manor pribadinya.


Imanuel mengigil dibelakang pria itu,kala aura dingin haus akan darah memenuhi seluruh manor.


"WOAHHH...HAI BOS!! KAU TERLAMBAT DAN KAMI SUDAH LAPAR!! KEMARI BOS MAKANAN ENAK INI TINGGAL SEDIKIT LAGI!!" Maxim berkoar dengan santainya,piring didepanya bahkan sudah menumpuk tiga.


"Nyam....benar...benar..cepatlah bos atau Gion setan ini akan menghabiskan seluruh rendang kesukaanmu ini!!" Raino berucap dengan kunyahan cepat yang tak tau malu.


Rayga menatap kearah gadis cantik yang tengah tersenyum manis padanya.



"Maaf Rayga...aku tidak tau mereka akan datang,tidak ada makanan lebih yang kumasak jadi cepat sini!!"


Rayga memicing tajam melihat gerak bibir merekah menggoda itu salah fokus!.


Glek....


"Sialan!" Maki Rayga panas.


Imanuel mengigil semakin hebat.


Makan malam mewah yang dimasak sepenuh hati asline telah hancur diterjang tujuh orang pria tampan yang datang tiba-tiba melahap habis isi meja makan yang gadis itu siapkan untuk Rayga.


Nasi sudah menjadi bubur,makan malam berakhir tragis ditangan para inti yang datang bak pengungsi kelaparan.


"AHHHHH...KENYANG!!!"Pekik Raino tidak tau malu setelah menghabiskan satu porsi rendang,dua piring spageti meat ball dan satu porsi ayam bakar madu.


"Gajah! kau makan seperti kuli!" Umpat ryuga yang ngeri melihat 4 porsi lauk dan setengah bakul nasi yang habis oleh saudaranya itu.

__ADS_1


Rayga berjalan dengan lemas,menatap nanar kala tak satupun lauk yang tersisa untuknya.


Asline meringis ngilu sendiri,memang dirinya masak banyak tadi,tapi ia tak menyangka akan kedatangan tamu para saudara Rayga.


Kemana semua lemak dan makanan itu pergi? dari mana mereka mendapat perut penuh otot sixpack itu?.


Asline menggeleng tak percaya.


BWAHAHAHAHAH.....


Rayga akhirnya menyadari dua sosok yang duduk dengan satu piring spageti dipangkuan mereka.


Raider dan Alarik yang duduk makan sendiri di kursi santai depan televisi.


Jadi hanya dirinya yang tak dapat merasakan masakan asline?


Rayga mengeram menatap nyalang para saudaranya yang sibuk bersendawa kekenyangan.


"KELUAR!!"


prankkkk.....


Brakhhhh....


Ruang itu seketika ricuh oleh kepanikan para inti yang sibuk bangkit dari meja makan,piring Raider terjatuh,Ryuga terjungkal jatuh kaget luar biasa dan sisanya.


Lari terbirit-birit keluar dari manor kala hawa kematian begitu pekat keluar dari tubuh Zeus muda itu.


Asline hanya bisa duduk dengan kaku,melihat meja makan yang sudah hancur layaknya habis terkena badai.


"SIALAN!" Asline semakin menunduk mendengar umpatan langka dari pria yang biasanya berwajah dingin nan tenang itu.


........♣️........


Oxford.......


Monday 08.00


Hiruk pikuk kesibukan diarea autdoor universitas ternama London itu tak membuat langkah kaki cepat salsa melambat,gadis itu berjalan cepat tanpa menghiraukan suara panggilan dari sosok manis yang mengejarnya dengan wajah tertekuk.


"Kak salsa tunggu!! hah...hah...aduh Archa lelah...." Archana menggerutu kesal,wajah cemberut disertai dengan rona memerah di wajah mulusnya benar-benar membuat kaum adam disana terdiam salah fokus akan kecantikan murni putri tunggal Arkansas itu.


Hingga...


Brukhhh....


Akhhhh...


"Hiks...huaaaaaa.....kak salsa jahat!!" Archana menangis keras begitu melihat lututnya berdarah akibat terjatuh tepat diantara jalan setapak dengan batu kerikil yang sukses merobek kulit lututnya.


Segera para mahasiswa yang melihat itu berebut mendekati sosok menggemaskan itu.


"Adik manis kamu tidak apa?!"


"Benar-benar mari kakak gendong saja kita ke pusat kesehatan kampus!!"


"Lecetkan kaki mulusnya ?!"


"Itu pasti sakit?!!"


Para mahasiswa laki-laki mengelilingi Archana yang masih sibuk meringis menangisi luka sobek di kulit lututnya.


Salsa berdiri menatap semua itu dengan tajam,tangannya terkepal kuat dan segera mimik wajahnya berubah kala melihat seorang mahasiswa yang diketahui adalah ketua ospek berjalan mendekat,berjongkok menatap sosok cantik yang sukses membuat para kaum Adam disana salah tingkah sendiri.


" Kamu tidak apa gadis kecil? bisa berjalan? atau mau saya gendong ke pusat medis ?" Mahasiswa tampan dengan wajah dingin itu bertanya lembut,meski wajahnya terlihat dingin.


Salsa menggeleng panik,berjalan cepat dan berjongkok tepat di samping pemuda itu.Tak akan ia biarkan pria famous seperti ketua serikat mahasiswa itu jatuh ditangan Archana.


"Kakak senior tidak perlu lakukan itu,dia adik saya... akan saya ur-"


"Siapa adikmu?! lancang sekali!"


Degggg....


Tubuh salsa menegang,bahkan semua orang yang mengelilingi Archana langsung menyingkir begitu tau siapa yang menghardik salsa.


Itu bukan Archana,namun sosok wanita muda dengan blouse formal berwajah dingin.


"Miss Cella.....selamat pagi!" Sosok dewasa cantik berjalan dengan wajah lembut menarik tubuh kecil Archana agar berdiri dengan bertumpu padanya.


Benar.


Acella merupakan dosen tamu yang akan mengajar beberapa kali dalam satu bulan di universitas tempat Archana kini menempuh pendidikannya.


Gadis cantik berusia 25 tahun itu terdiam,menatap lutut naas sang adik dengan manik berkilat dingin.


Mengabaikan keberadaan salsa yang diam tak berkutik.


"Miss cella?" Mahasiswa tampan berwajah rupawan yang semula ingin memapah Archana itu memanggil sopan.


"Oh...kamu Kean,bisa bantu saya papah adik saya ke ruang medis kampus sebentar" Acella bertanya pada salah satu mahasiswanya yang punya cukup pengaruh di universitas itu.


Pria muda itu mengangguk,dan meraih tubuh Archana tanpa kata,membawanya ala bridal.


Acella melongo, begitupun para mahasiswa lain yang melihatnya.


Sang pangeran Axford yang terkenal anti perempuan tiba-tiba perduli!.


Kerumunan bubar kala pria bernama Kean dan Archana telah berlalu.


Namun tidak dengan salsa,dirinya bak terpaku kala suara boots hill acela mendekat padanya.


"Sampai kutau luka adikku karena dirimu,habis kau!" Bisik acela sarkas,berjalan pergi dengan senyum ramah menyapa para mahasiswanya,berbeda jauh untuk sikap terhadap salsa.


Sangat dingin.


Salsa mengepalkan erat kedua tangannya hingga kuku tajam itu menembus kulitnya.


"Sialan!!" Umpat salsa begitu acela telah hilang dari pandangan.

__ADS_1


..........♣️...........


...TBC...


__ADS_2