Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Pulang


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...


...Vote,like dan komen...


...🥀 Happy reading and keep spirit 🥀...



Desingan suara baling-baling menjadi irama latar dari sekelompok anak laki-laki kecil yang kini tengah mengarungi mimpi.


Namun tidak dengan satu sosok yang berduduk bersandar pada badan helikopter tempat kini ia berada.


Maniknya menatap satu foto dengan dua orang yang paling ia sayangi di dunia ini.


Ibunya....



Dan...


Adik perempuannya.



"Hari dan musim telah berganti..mereka datang dan pergi dari Amerika sampai negara bagian Eropa...Aku ingin pulang" Archer bergumam samar,manik tajam putra sulung Rayga itu terpejam.


Ia rindu adik juga ibunya,ditengah semua pelatihan bak neraka itu.


Pelatihan dimana sisi bagian untuknya jauh lebih sulit dari para saudaranya yang lain.


"Mom...ditengah semua kesulitan ini..aku merasa sendiri...aku merindukan pelukan dirimu lagi mommy....aku akan pulang...meski harus melawan kakek dan dad.Aku rindu kecupan hangatmu mommy...aku rindu tawa adikku..." Archer menghela nafas.


Menatap seluruh saudaranya yang terpejam meski seluruh tubuh penuh luka akibat pelatihan keras sang kakek.


Helikopter ini akan membawa mereka pulang,pulang dan kembali kedalam pelukan hangat para ibu mereka.


Untuk para ayah,selama ibu bicara mereka akan tersenyum meski harus terluka!.


"Mommy...arc menyimpan semua luka ini..semua ini untuk bekal diriku melindungi mommy dan adik di masa depan.Aku tidak baik-baik saja tapi aku tau..inilah tanggung jawabku..mommy..kuharap mom dan z baik-baik saja.....kekuatanku kini memang tidaklah cukup aku masih butuh dad dan kakek untuk menjaga semuanya...aku tau aku tak cukup hangat dan terlalu kaku sebagai anak-anak...dan aku tau aku masih butuh bantuan orang dewasa..."


Archer mengecup foto berisi ibu juga adiknya.


Dia kecil...


Tapi waktu akan semakin membuatnya tumbuh.


Ludwin disisi lain tersenyum samar.


Meski hanya gumaman,pria muda itu dapat mendengar jelas isi hati tuan kecilnya itu .


Ya...


Harimau ini...


Dia tetaplah masih anak-anak! sekuat,sekejam ataupun setangguh apapun sosok archer.Dia masihlah anak-anak yang begitu menyayangi ibu juga adiknya.


Rasa kantuk Ludwin sirna,dia berjanji akan membawa tuan kecilnya pulang dengan selamat!.


Helikopter memasuki wilayah ratu Elizabeth begitu sinar fajar terbit pertama kali.


"Tuhan..biarkan aku tumbuh semakin tangguh ..biarkan aku melampaui ayah juga kakekku.. aku akan menjaga keluargaku..biarkan adik kecilku melangkah jauh...jauh dan aman dimasa depan....aku berjanji...Daddy dan mommy akan terus bersama hingga akhir waktu,cukup kakek" Archer berdiri, menyaksikan tanah pribadi keluarganya mulai terlihat.


Menara pengawas itu bahkan sudah terlihat jelas.

__ADS_1


Matahari belum naik,sinarnya masih bersembunyi malu-malu.


Senyum itu terbit,wajah kecil nan tampan itu terlihat begitu luar biasa dengan garis kerinduan yang perlahan menguap.


Archer adalah versi mini dari Mendiang rafendra!.


Wajahnya yang begitu tampan sudah terlihat jelas diusianya yang masih begitu belia.


"Tuan muda archer...kita akan mendarat 5 menit lagi" Ludwin berucap dengan suara tegas.


"Bangun!" Archer berucap dengan intonasi dingin menekan.


Apa para saudaranya ini sekumpulan ba*i?.


Dengan suara keras serta guncangan dari landing ini mereka bahkan tidak terbangun?!.


"Altair...jangan drama bangun.. mereka!" Archer berucap dengan penuh tekanan, Altair mendengus dan membuka mata dengan jengkel.


"Aku kakakmu ingat?! dasar tidak sopan!" Ucap anak berkaca mata dengan senyum jenaka yang tak sesuai dengan nada bicaranya itu.


Archer mengangkat bahu acuh,pintu helikopter terbuka dan tangga segera diturunkan.


Altair memutar bola matanya malas,archer ini benar-benar devinisi jika kulkas diberi nyawa!.


Sudah dingin mana bicara terlalu acuh!.


Sabar...sabar....


Duakhhh..


"HEI... KENAPA KAU MENENDANGKU?!" Maiden berseru kaget,terbangun dari tidurnya akibat merasakan kakinya berdenyut hebat!.


Sialan si mata empat ini!.


Mereka pulang diam-diam tentu saja tidak ada mobil yang menjemput mereka.


Maiden sungguh sial,berada disamping altair benar-benar menjadikan dirinya kelinci percobaan!.


"Sialan kakiku sakit!" Maiden menatap rexion yang tidur mendengkur disisinya.


Sudut bibir putra Maxim dan Jihan itu tertarik.


Duakhhh!!!!


"AKHHHHH..MAMI.....!!!" Rexion menjerit dengan keras kala merasakan sakit luar biasa di kaki kirinya.


Melotot kearah sang pelaku yang dengan senyum polos menunjuk luar helikopter.


"Sudah sampai aku duluan!!" Maiden bergerak cepat menuruni tangga kala melihat wajah bengis Rexion.


Hingga...


"MAIDEN!! KAU DASAR BUAYA MUARA MATI SAJA KAU...TUNGGU PEMBALASAN KU!!" Rexion meraung dengan wajah memerah.


Sukses membangunkan para saudaranya yang lain.


"Apa? ada-apa Rex?!" Danzuar mengusap daun telinganya, pening menghantam kala dirinya harus terbangun dengan kaget.


"Hoam....ada permen?" gyolix masih linglung,putra Gion dan Naomi itu menguap lebar sembari memeluk boneka ulat kesayangannya.


"Sudah sampai turun sana!!" Rexion menjawab sarkas Danzuar dan gyolix.


"Kenapa dengan nya?" Rain yang sudah bangun menatap kearah Rex yang sudah bergerak menuruni tangga helikopter dengan kaki pincang!

__ADS_1


Entah siapa yang sudah mencari hal kali ini?!.


Lihatlah wajah marah itu?.


Shino menggeleng miris.


"Sudahlah ayo turun aku tak sabar bertemu adikku!" Derion bangkit diikuti saudara kembarnya Delion.


"Adikku? heh kau mau mati?" Arez tertawa mengancam.


"CK..." Delion berdecak keras.


Setan ini masih disini ternyata.


..........


Sebelas orang anak laki-laki dengan perlahan mengusap peluh dikening,jauhnya jarak dari helipad sampai gerbang awal benar-benar bak lari 100 kilometer!.


"Sial....tau begini aku minta paman black jemput kita!" Ucap rexion menggerutu.


"Percuma kau bicara sekarang! gerbang pertama sudah kelihatan, cepat supaya kita bisa minta diantar langsung ke mansion utama..kakiku sudah mau patah!" Maiden berucap dengan wajah jengkel.


Sementara..


Para penjaga gerbang awal terbelalak melihat sekelompok anak-anak yang mereka kenal betul perlahan mendekat.


"Wong edan...black..iku si aden cilik! "


Sakha,penjaga dengan logat jawa kental itu adalah yang pertama sadar.


Black mengerjap horor.


Memerintahkan rekannya membuka gerbang.


"Tuan muda archer!!!" Seru black pada sosok yang tiba dahulu didepan gerbang.


Tidak ada peluh,tidak ada nafas tersengal dan tidak ada perubahan ekspresi selain datar dan dingin!.


Sangat berbanding jauh dengan 10 orang anak laki-laki dibelakangnya!.


Archer menunjuk sebuah mobil Jeep Rubicon yang biasa digunakan para penjaga berpatroli.


Black menggaruk tengkuknya canggung kala tak memahami apa yang ingin disampaikan sang tuan kecil.


"Paman black...maksud archer,kemudikan mobil itu dan antar kami ke mansion utama!" ucap arezian dengan senyum jenaka diwajahnya yang terlihat semakin menyerupai Arkansas versi mini!.


Black tertawa miris.


Tinggal bilang saja,memangnya bicara sedikit jelas itu sulit?.


Benar-benar!.


Yah, akhirnya para pewaris kecil itu melompat naik dengan wajah penuh kebahagiaan, akhirnya mereka tak perlu berjalan kaki!.


Black mengemudi,ditengah keributan para Saudaranya.


Archer terdiam,merasa aneh kala tak ada pergerakan dari Rayga,ayahnya!.


Tidak mungkin kakek versi raja neraka itu tidak memberi tahu Zeus akan acara kabur ini?!.


"Apa yang Hades tua serta Zeus picik itu rencanakan ?! " Batin Archer kurang ajar.


Entah apa reaksi Arkansas serta Rayga atas batin cucu serta putranya itu?.

__ADS_1


.....TBC.....


__ADS_2