
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...🍷 Happy reading 🍷...
Rayga menutup dokumen yang telah ia selesai tanda tangani.
Melirik arah jam dinding di ruang kantornya.
Matanya memicing tajam.
Istrinya harusnya sudah tiba setengah jam yang lalu mengingat laporan yang diberikan morio begitu istrinya memutuskan berjalan kaki sembari menikmati suasana musim dingin kearah gedung kantornya.
Tapi.....?.
.........
Tubuh yang lebih besar itu berhasil dihempas jatuh.
Asline merenggangkan otot bahu juga lehernya.
Sungguh,mengangkat dan menjatuhkan pria dengan tubuh sebesar layaknya kingkong ini benar-benar menguras tenaga!.
Dua pria yang melihat bos mereka jatuh terhempas oleh tubuh kecil itu seketika berjengkit kaget.
Ketakutan seketika tergambar oleh ketidak percayaan.
Asline menyerigai jahil,mengeluarkan sebuah stik mini yang begitu ujungnya ditekan akan memanjang dan berubah menjadi sebuah tongkat kejut listrik!.
"Hm....ada begitu banyak sampah di masyarakat belakangan ini... sampah sekali pakai yang terus didaur ulang! kalian mengerti maksudku bukan?" Asline melirik pada pejalan kaki yang sukses berdiri terperangah.
"Kalian tau artis yang pro kontra dengan belasan film dewasa itu? Grizela...? Come on...dia akan terus dengan senang hati merekrut orang-orang bodoh seperti mereka ini ! Orang yang bisa dipakai sekali lalu dibuang hanya dengan sedikit drama air mata,mereka akan percaya lalu memaafkan dan dipakai kembali saat wanita ular itu butuh! Sudah bodoh....beraninya memperlihatkan otot mereka dihadapanku!" Asline yang sudah terlanjur jengkel akhirnya memukul para pria itu dengan tongkat kejut buatan suaminya Rayga,tentu demi menjaga diri agar tak perlu terlalu banyak mengeluarkan tenaga menghadapi para hama.
"AKHHH..."
"BERHENTI! DASAR WANITA GILA!!"
"HENTIKAN KAU MERUSAK WAJAHKU!"
Pelipis asline berkedut mendengar pekikan terakhir.
Apakah pria ini bodoh disaat seperti ini masih perduli dengan wajahnya?! tampan saja tidak!.
Tanpa harus mengeluarkan keringat berlebih,asline mampu membuat ketiga pria asing itu babak belur.
Wajah lebam,kulit menghitam akibat sengatan listrik yang memiliki daya tegang tinggi dan juga beberapa bagian pakaian yang hangus terbakar!.
Asline berdecak puas.
Merapikan kembali penampilan nya.
"Well....lain kali belajar beladiri dulu sebelum menjadi fans fanatik seorang actrees! jadi kalian tidak perlu sampai babak belur begini....kasihan....nah,sekarang pergilah minta pada Grizela biaya rumah sakit kalian atau kulit hangus kalian itu akan meninggalkan bekas mengerikan!" Jenaka asline sembari berlalu dengan paper bag miliknya meninggalkan kehebohan penonton.
Asline akhirnya tiba di gedung Z'industries.
Nampak seluruh karyawan yang sibuk berlalu lalang dengan pekerjaan mereka masing-masing tak menyadari kehadiran istri dari bos mereka.
Yah,bukan hal aneh jika melihat seorang tamu datang dengan pakaian bermerk.
Lagipula asline datang dengan memakai masker yang menutupi separuh wajahnya.
"Tunggu!" Asline yang berniat langsung menuju lift khusus para petinggi mengernyit saat seseorang meremat pundaknya dari belakang.
Berbalik dan mendapati seorang wanita dengan jas kerja yang begitu ketat serta rok span hitam setengah paha.
Apa wanita ini datang bekerja disebuah perusahaan atau club malam?.
Tag yang melingkari leher wanita itu menunjukkan posisinya.
"Resepsionis? Helena Murfin?" Asline membaca name yang ditulis disana.
Asline tak pernah melihat wanita ini sebelumnya di gedung suaminya,sejak kapan Z'industries mempekerjakan karyawan model badut lampu merah begini?!.
Helena memicing menatap bagaimana wanita didepanya ini menelisik dirinya,memang cantik maka dari itu Helena sangat membenci wanita-wanita cantik yang menerobos masuk berniat menggoda ceo kesayanganya!.
Wanita ini memiliki wajah cantik yang membuat siapapun tak akan bosan memandangnya beberapakali pun mereka menatap.
Selain itu,tubuhnya di penuhi pakaian dan aksesoris bermerk.
"Nona...selagi saya masih sopan tolong pergilah! Mr Alzeus sedang sibuk dan tidak butuh penggoda seperti anda datang!" Helena berucap sarkas.
Beruntung sekembalinya dia dari toilet,dirinya melihat wanita liar ini berniat memakai lift khusus para petinggi! tanpa berfikir Helena langsung menahan langkah asline .
Lorong lift khusus ini memang sepi,hanya segelintir karyawan yang bisa menggunakannya.
Asline merotasi bola matanya malas,wanita ini memainkan drama layaknya istri sah yang mengusir penggoda suaminya?! disini siapa yang istri dan siapa yang hanya bermimpi?!.
"Nona Helena...saya ini kemari membawa makan siang CEO! bukan hak dirimu menghentikan saya..." asline berujar santai berbalik dan hendak kembali melangkah kedalam lift.
Mendengar itu Helena segera tertawa keras hingga para karyawan yang berada di lobby lantai satu segera melirik kearah lorong.
Pikiran mereka dipenuhi tanya,siapa wanita ber-masker yang sedang berdebat dengan Helena ? resepsionis baru yang masuk lewat koneksi itu?.
Grephhh...
Helena menarik lengan asline,asline berbalik dengan sorot mata dingin menusuk.
"Fikirkan alasan logis jika anda ingin menipu disini! Perusahaan ini bahkan memiliki juru masak seorang chef bintang lima hanya untuk memasak makan siang karyawan! Kamu bukan istri CEO Alzeus! kamu fikir Mr Alzeus akan pergi dengan makanan sampah i-"
PLAKKKK....
Kilatan bengis dimata asline segera terbakar hebat.
Telapak tangan dengan sarung tangan itu melayang dan mendarat keras di pipi dengan dempulan bedak berlapis-lapis.
Tidak seorangpun di dunia ini yang bisa menghina makanan! ada banyak orang-orang yang menderita kelaparan di dunia karena perang dan wabah! beraninya wanita ini berucap hina pada makanan!.
__ADS_1
Tentu saja, asline tak akan menjaga sikap dengan seorang wanita yang tidak tau diri seperti ini.
Para karyawan yang menonton terbelalak.
Kuatnya tamparan itu hingga tubuh Helena jatuh dengan pipi memerah dan sudut bibir berdarah!.
"Istri CEO atau bukan,itu bukan urusanmu! tidak ada makanan sampah di dunia ini..yang ada hanya manusia sampah seperti dirimu!" Hardik asline dengan menarik dagu Helena agar mendongak dan menatapnya .
Helena terduduk dilantai dengan wajah tercengang,linglung atas tamparan keras yang baru pertama kalinya ia rasakan.
"BERANINYA KAMU?!!!!!!APA YANG KALIAN LIHAT?! USIR WANITA GILA INI KELUAR! AKU ADALAH ADIK DARI KEPALA HRD! AKU BISA MEMBUAT KALIAN MENDAPAT MASALAH KARENA MEMBIARKAN ORANG GILA MASUK BEGITU SAJA!!!" Helena meraung,para staf keamanan binggung,bukankah sebelum memasuki pintu lobby para tamu yang berkepentingan memiliki sebuah kartu akses? bagaimana bisa orang yang disebut gila memiliki kartu tersebut dan memasuki gedung perusahaan senjata api terbesar Eropa ini?!.
Ini mereka yang bodoh atau Helena yang terlalu pintar memainkan drama?!.
Tidak ada seorangpun yang maju.
Para karyawan tau,tidak sembarang orang bisa memasuki gedung Z'industries,melihat dari gaya pakaian wanita yang telah menampar Helena.
Para karyawan itu memilih cari aman.
Asline mencibir melihat betapa sombongnya wanita ini.
Asline membuka maskernya.
Dan seketika itu...
"ITU NYONYA MUDA CEO!!"
"MATILAH!"
"HELENA TIDAK AKAN MENYERET KITA DALAM MASALAH BUKAN?!"
"SIAL WANITA GILA INI BERTERIAK PADA MRS ALZEUS!"
" BUBAR...BUBAR.. BIARKAN HELENA MENANGGUNG SENDIRI!!"
Segera para karyawan berlari ke kubikel kerja mereka,Helena mematung wajahnya pias seakan seluruh darah ditubuhnya tersedot habis!.
Pucat pasi....!
Asline menatap wanita itu dingin.
Sementara itu
Rayga menggebrak meja kerjanya begitu mendengar laporan alarik dari telpon interkom.
"Pecat wanita itu sekaligus rekrut kepala HRD baru! aku tidak butuh orang-orang seperti mereka!" Rayga mengeram murka, ucapanya langsung bergema di seluruh lantai bagian HRD Z'industries.
Dan tak lama..
"MR ALZEUS AMPUNI SAYA....SAYA TIDAK TAU WANITA ITU ISTRI ANDA...TOLONG JANGAN PECAT SAYA! ISTRI ANDA PASTI SENGAJA MENTARGETKAN SAYA KARENA KECANTIKAN SAYA! MR ALZEUS...MR ALZEUS...."
Rayga mengusak rambutnya frustasi,asline meninggalkan kotak makan itu ditangan alarik dan istrinya sendiri kembali pulang dengan wajah tertekuk.
Alarik yang menjadi jembatan kotak makan itu agar sampai ke tangan bos sekaligus saudaranya itu ,hanya bisa menahan rasa dingin yang menusuk tubuhnya saat mata tajam itu menghunus kearah paper bag yang kini dipegangnya.
Nasib jadi bawahan!...
"Kau..suruh raider selesaikan prosedur proyek untuk ekspedisi proyektil USA nanti!" perintah Rayga sebelum yang terdengar hanyalah suara daun pintu yang dibanting keras .
Alarik mengelus dada sabar,tapi tak lama.
"Pufttt.....lucu juga melihat wajahnya yang panik itu! tidak terasa tempramen kulkas dua pintu itu akan berubah,Yah....masa depan siapa yang tau? semoga pernikahan kalian selalu bahagia brother..... Tuhan memberkatimu!" Alarik berucap sembari tersenyum tipis.
"Hah...jadi ingin bekal dari istri juga! Aira kira-kira masak apa ya di vila?" Alarik tersenyum lebar sembari mendial nomor istrinya.
"Kenapa pa?" Alarik menarik senyum lebar begitu mendengar suara serak istrinya.
Pasti istrinya itu tengah tidur siang!.
Dasar bumil....
"Ma..papa mau masakan mama ya saat pulang nanti!" Alarik berucap dengan senyum cerah.
"Pa..papa yakin suruh mama masak? papa lupa ya mama mana bisa masak pa! masak telur saja gosong,papa bercanda ya?"
Hening....
"Pa..papa?! kalau tidak jawab mama tutup ih!"
Tutttt..
Alarik berdiri mematung.
Yah,realita tak seindah ekspektasi!.
..........
Mobil Mesereti hitam itu perlahan memasuki gerbang Z Resident.
Rayga keluar dari mobilnya,berjalan cepat menuju manor.
"Tuan muda anda sudah kembali begitu cepat?" Imanuel bergegas menyambut.
Ini bukan jam biasanya tuan mereka kembali dari kantor.
"Dimana istriku?" Rayga bertanya sembari melepas kancing kemeja atasnya.
Begitu terburu-buru dirinya menyusul istrinya ini,Rayga bahkan tak sempat memakai mantel dan jasnya kembali.
Garis tegas tulang leher itu terlihat memukau,tak jarang maid muda disepanjang lorong melirik dengan wajah memerah.
Betapa panasnya sosok pria pujaan hati sejuta wanita itu!.
Yah,Rayga adalah sosok pengusaha muda,menantu idaman juga suami impian banyak wanita di seluruh Eropa!.
__ADS_1
Sayang sekali,pria sempurna itu telah melepas masa lajangnya dan kini telah berstatus sebagai suami dari sosok cantik pemilik Gradian universe hotel.
"Nyonya muda baru saja kembali tuan...nyonya tengah berada di rumah kaca" Jelas Imanuel menatap binggung wajah gelisah tuan mudanya itu.
Bukankah tadi sang nyonya pergi mengantar makan siang dengan suasana hati riang? lalu mengapa kini tuan-nya terlihat cemas dan panik?.
Ada yang tidak benar!.
Rayga menghela nafas,biasanya jika istri cantiknya itu pergi ke rumah kaca.
Sudah pasti wanita cantik itu tengah dalam suasana hati buruk!.
Menarik nafas dalam-dalam,Rayga melangkah ke sisi timur manor.
Membuka sebuah pintu yang terbuat dari kaca yang dipahat begitu teliti.
Dan akhirnya dirinya mendapati satu sosok berdiri disana diantara bunga-bunga cantik yang ditumbuh subur tak terpengaruh musim.
Senyum tipis terbit samar,dengan paper bag ditangan Rayga berjalan mendekat.
Meletakkan benda itu disebuah meja,rayga memeluk tubuh asline dari belakang.
Dengusan keras tak lama terdengar,Rayga menarik senyum samar.
Istrinya tengah kesal....
Asline tak bersuara,wanita cantik itu sibuk memangkas duri pada tangkai mawar,asline berniat membuat buket bunga mawar untuk menghiasi ruang tamu manor.
Rayga menoleh,menatap bibir maju istrinya yang nampak mendumel.
Sudut bibir pria itu berkedut menahan gemas.
"Marah?" Bertanya sembari membalik tubuh yang lebih pendek darinya itu dengan jahil.
"Tidak..." Balas asline sengit.
Manik grey mempesona itu memicing tajam.
Rayga mengigit pipi bagian dalamnya menahan gemas.
"Masa? tidak marah tapi wajahnya cemberut begitu...marah pasti..!" Rayga dengan jahil mencuri ciuman ringan kearah bibir yang sudah mengerucut beberapa centi itu.
"Iya marah! puas?! sana jauh jangan cium-cium!!" Asline menahan wajah tampan itu yang mendekat dengan tatapan jenaka.
"Mana ada orang marah bilang-bilang..." Jenaka Rayga sembari meraih telapak tangan lembut itu agar mengikutinya.
"Lepas!" Ucap asline jengkel, ada-apa dengan wajah santai tanpa dosa itu?!.
Rayga menarik nafas panjang.
"Baiklah aku salah..." Ucap Rayga meski ia tau ini bukan salahnya,lalu apa salahnya mengalah pada istri?.
"Ia memang salahmu! kenapa terima pegawai model banci lampu merah begitu?! apa Z'industries sekarang berubah jadi club malam?! awas saja ya kalau aku lihat ada karyawan wanita berpenampilan seperti itu lagi,kamu kupecat jadi suami!!!" Asline mengeram rendah.
Rayga menggeleng panik.
Enak saja main pecat! jadi suami seorang asline itu tidak mudah,jadi saat sudah dapat pantang mundur!.
Chuppp..
Asline yang marah seketika melotot linglung saat bibirnya dicium dengan sentuhan lembut bak kepakan sayap capung diatas air danau.
Tubuhnya ditarik masuk kedalam pelukan hangat itu,wajahnya diapit oleh jemari kokoh itu, mendongak dan wajah tampan itu semakin menunduk dalam.
Ciuman itu berubah panas,keras dan menggebu.
Rayga menarik tengkuk istirnya,kaki jenjang berbalut sandal bulu kelinci itu melemas.
"Jangan marah dear....dia sudah kupecat! kini beri aku menu pembuka!"
Suara serak nan jantan itu mengalun bak bisikan setan.
Tubuhnya gemetar dengan wajah memerah kala nafas mulai terjalin memburu saling membelit.
BRAKHHH...
"Enghhh.....ahhh...tu..tunggu hubby! AKHHH..." asline menjerit keras saat pucuk dadanya digigit dari balik sweeter yang ia kenakan.
Rayga terlihat kalap.
Tubuh mungil itu dibaringkan diatas meja hingga kotak makan itu bahkan jatuh berserak.
Manik Zeus berwajah bak karya agung itu menggelap,sweeter asline sudah terangkat hingga batas dada.
Glek...
Jakun itu naik turun dengan cepat.
Bawahnya terasa panas.
Kejut listrik bertegangan tinggi seakan membuat bangun kepala bagian bawahnya!.
Plopp...
"AKHHHHHHHH....hubby!!!!!!" Pada akhirnya asline hanya bisa menjerit melihat kelakuan gila suaminya.
Rayga menyerang ganas dua gunung kembar itu setelah melempar asal penopangnya.
"Hmmm.. delicious.... milk? where is my milk?" Dengan jahil Rayga menyentil pucuk gunung merah muda yang telah membengkak itu .
Hening....
"MILK YOUR HEAD!!" Asline meruang jengkel, bisa-bisanya di dijahili sampai seperti ini?!.
Benar-benar gila!.
__ADS_1
.....TBC.....