Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Dad


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...


...Vote, like dan komen...



...🥀 Happy reading and keep spirit 🥀...


.........


Melihat situasi yang tak pernah dapat dirinya bayangan,bahkan dalam mimpi sekalipun.


Lucinda menarik tangan Dante, menggeleng dengan tatapan ketakutan luar biasa.


Dante sadar dan tau pasti bahwa anak laki-laki kecil yang berdiri ditengah aula ini bukan sosok anak laki-laki biasa!.


Dia....


Dengan tubuh kecil itu,bahkan bisa membunuh seorang wanita dewasa tanpa berkedip!.


"PEMBUNUH!! KAU MONSTER...KAU.. MENGAPA KAU MEMBUNUH IBUKU?!" sang mempelai wanita meraung ditengah keheningan penuh rasa takut dan tak percaya semua orang.


Wanita dengan gaun pengantin putih itu melepaskan dekapan pria yang baru saja sah menjadi suaminya,dengan membawa sebuah vas keramik salah satu hiasan disana.


Wanita itu tak berfikir tentang apapun,hanya satu.


Memghabisi pembunuh ibunya!.


Asline mematung, jantungnya berdegup kencang kala melihat vas bunga yang sudah pecah ujungnya itu mengarah pada putranya!.


Wanita cantik itu tanpa sadar berlari.


Archer melihat ibunya lalu wanita itu.


Maniknya yang tajam berkilat.


"ARCHER!!"


Asline berteriak panik,ibu mana yang tak ketakutan melihat anaknya ingin dilukai?.


Namun....


Sebelum asline mampu menarik putranya.


Wushhhh....


Prankkkk....!


Archer,dengan putaran 360°,disertai lompatan cepat berhasil menendang vas keramik itu hingga terlepas dari tangan putri Hera.


Benda itu jatuh dan sebelum itu tepat mengenai mempelai pria!.


"AKHHHH.... HENTIKAN MONSTER KECIL ITU!!" mempelai pria yang terluka dengan kening dipenuhi darah meraung murka.


Aldo,dan seluruh staf hotel mengeryit tajam.


Namun tatapan mata penuh dengan kegelapan dari sosok kecil itu membuat mereka terpaku,hanya mampu untuk sementara mengurus kekacauan dan menolong rekan mereka yang terluka akibat amukan para tamu.


Archer menyerigai bengis.


Siapa suruh pria itu berani membawa keluarga mereka memukuli pamannya,sagara?!.


Sekarang lihat bagaimana dia akan membalas!.


Greph....


Archer,begitu mendarat dari lompatan besar itu.


Anak laki-laki dengan wajah yang begitu tenang itu meraih telapak tangan wanita yang masih terdiam mencerna situasi!.


Mencengkramnya kuat dan dengan cepat.


Bukhh...


"AKHHHH....AYAH...SUAMIKU LAKUKAN SESUATU!" wanita itu menjerit keras begitu kaki kecil archer menghantam telak ulu hatinya!.


Tubuhnya jatuh dan menghantam lantai marmer hotel dengan telak.


"Apa yang kalian semua tunggu?! mereka adalah penyebab keluarga kita keracunan! bukanya bertanggung jawab anak itu justru membunuh istriku! tangkap dia!!!!!" Sanchez menyeru berang,para tamu pria yang lolos dari bencana keracunan segera berusaha menghentikan archer.

__ADS_1


Anak laki-laki dengan senyum miring itu tak gentar.


Meraih sebuah cemeti dibalik punggungnya.


Yah,sebuah tongkat dengan sebuah tombol diujung.


Jika ditekan maka tongkat sepanjang 30 centimeter itu akan berubah menjadi sebuah cemeti dengan setiap sisi dikelilingi gerigi!.


Cratzzzz.....


"Come on...ini adalah cemeti yang terbuat dari kulit buaya pertama yang aku habisi...try it!"


"Benar-benar luar biasa! pemilik gradian hotel ini bukan hanya meracuni tamu tapi juga memiliki anak dengan sifat layaknya monster! kau lihat...anakmu pembunuh dan sekarang dia ingin melecut semua orang? bagaimana kau sebagai ibu mengajarkan anakmu norma hidup?! tidak bermoral!" Sanchez menunjuk asline yang berdiri terpaku.


Namun,nampaknya Asline telah tenggelam dalam keterkejutan atas tindakan putranya!.


Inikah didikan ayah mertuanya selama 5 tahun?! putranya menjadi tak kenal rasa takut,empati, negosiasi dan bahkan tidak punya ekspresi wajah setelah membunuh!.


Tubuh asline gemetar hebat,bukan menyesali apa yang sudah archer lakukan!.


Tepatnya,tak bisa membayangkan derita seperti apa yang sudah putranya ini lalui hingga menjadi berdarah dingin seperti ini?!.


Sanchez dan seluruh keluarganya,saling melirik sesama pria disana.


Tatapan ganas tergambar.


Anak laki-laki ini.


Tubuhnya sangat kokoh,wajahnya tenang bahkan setelah satu nyawa hilang!.


Keadaan semakin panas kala satu demi satu tamu pria yang menyerang terlempar dengan luka cambuk yang begitu mengerikan.


Cambukan itu membelah angin,menyambar kulit dan merobek daging!.


aroma anyir darah begitu pekat menyeruak didalam aula.


Archer tak perduli tenaganya mulai terkuras akibat melayangkan cambukan itu menyambar siapa saja yang menyerang dirinya ganas.


Archer tau,ayahnya pasti sudah melihat semua kekacauan ini.


Namun,bibirnya terlalu berat berkata mundur!.


Gerakan archer terhenti,asline yang terlambat menyadari bahwa dirinya menjadi target para pria keluarga Sanchez menatap sosok kecil itu terpaku.


Terlalu terkejut atas betapa brutal putranya menyambar tamu-tamu pria ganas itu dengan cemetinya, akhirnya tak sadar Sanchez mendekat dengan beberapa pria menyandera dirinya!.


Melawan?!.


Bagaimana bisa saat para pria itu menggunakan tenaga yang begitu besar mengunci setiap gerakannya!.


Wajah dingin archer segera berubah mengerikan!.


"Hahahaha..kau diam juga akhirnya..monster kecil.... ibumu..bukan hanya kateringnya telah mencelakai banyak orang..kau bahkan melukai lebih banyak orang dan membunuh istriku! sekarang...tunduk atau ibumu akan kubuat menjadi tontonan gratis kota ini!"


"Monster kecil pembunuh sepertimu harus binasa atau bahkan penjara sekalipun tak bisa berguna! kau harus diberi pelajaran sampai mati!"


Brukh...!


"ASLINE!!" Willie mencoba bangkit meski tubuhnya sakit luar biasa akibat kebrutalan para keluarga mempelai.


"Mommy!!" Archer meraung kala wanita dengan gaun pengantin itu menendang belakang lutut sang ibu dan ibunya akhirnya jatuh dengan lutut menghantam lantai dahulu.


Cengkraman pada cemeti itu mengerat.


Lucinda dan Dante yang menonton dari belakang menyerigai senang.


"Apa yang kalian inginkan?" Archer ,dengan wajah suram dan nada bicara yang begitu dingin menekan bertanya dengan manik menatap langsung mata ibunya.


Asline,meskipun merasakan sakit luar biasa pada lututnya tak meringis.


Tersenyum pada putra kesayangannya dengan manik menatap teduh.


"Mommy okey...archer-nya mommy jangan takut ya sayang...jangan lupa archer adalah cucu kakek Arkan..putra Daddy Rayga! tidak boleh takut..." Rahang kecil itu mengeras kala membaca gerak bibir sang ibu.


"Sekarang buang cemetinya dan terima hukuman dari kami!" Seorang pria muda dengan wajah tersayat akibat luka cambukan archer berucap bengis.


Archer membuang cemeti itu, benda berharga hadiah dari ayahnya!.


"BANYAK BICARA...LIHAT AKAN KUBUNUH DASAR ANAK MONSTER!!"

__ADS_1


Manik Archer mengelap saat melihat pria dengan toksedo putih itu mengangkat tinggi sebuah kursi besi,mengarahkan padanya.


Kursi besi itu terayun tinggi!.


"ARCHER!!!! JANGAN SENTUH PUTRAKU!! ALDO TOLONG ANAKKU!!" asline menjerit histeris,Aldo meski pincang berusaha menghentikan semuanya.


Jika kursi besi itu menghantam punggung kecil itu,archer akan cacat dimasa depan!.


Asline berontak,namun enam orang laki-laki menahan tubuhnya yang sudah terbaring tertelungkup dengan tangan diapit kebelakang!.


Hening....


Asline menutup mata,Aldo dengan air mata frustasi berusaha menyelamatkan archer.


Hingga ..


Wushhhh....


Brakhhhh!!!...


Manik hitam dari mata kecil itu tercengang,tubuh kecilnya terbekap oleh sebuah pelukan hangat.


Dan tubuh kokoh itu melindunginya bak gunung tinggi yang menahan badai!.


"D....da...Daddy...." Cicitan lirih itu terdengar,senyum teduh itu mencapai hatinya.


"Hm...Daddy disini...arc bisa istirahat..."


Seluruh tamu tercengang dalam kebisuan.


Sosok itu,berdiri kokoh sembari menggendong sosok kecil yang sudah memeluk lehernya sembari menghela nafas lega.


Dan sosok yang baru saja menghantamkan kursi itu gemetar hebat.


Rayga berdiri,menjulang ditengah aula.


Sosoknya yang berbalut jas hitam dan mantel senada begitu mendominasi.


Ruangan luas ini entah mengapa menjadi sesak mencekik!.


Rayga menatap istrinya yang berada dibawah kuncian enam orang laki-laki.


"Lepaskan"


Suara suramnya bercampur hawa dingin membunuh.


Begitu ketakutan hingga semua orang diam terpaku.


Maniknya berkilat dingin,aura gelap menyelimuti aula hingga hembusan angin terasa membekukan nafas semua orang!.


"Archer...berapa orang yang kamu bunuh?"


"1...13 orang sekarat...." Archer menjawab suram.


Rayga menurunkan archer dari dekapanya.


"KUBILANG...LEPASKAN DIA... BERANINYA KALIAN MENYAKITI ISTRIKU!!"


Deg ...


"I..itu bukannya CEO Z'industries? pewaris clan Wiguna generasi ke tiga?! si..siapa sebenarnya anak itu?! tidak..tidak mungkin!.." Sanchez bahkan tak mampu melanjutkan kata.


Seluruh tubuhnya gemetar.


Siapa yang tak mengenal tiran kejam ini?!.


Sementara,dibalik pintu aula.


Sosok pria bertopeng perak mematung.


Menatap sosok yang terbaring tertelungkup itu dengan manik bergetar.


"A... alin?"


Garis wajah itu tak akan pernah bisa dilupakan begitu saja.


Adik kecilnya!.


.....TBC.....

__ADS_1


__ADS_2