Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Something right


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya...



...🍁.....🍁...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🍁.....🍁...


Ruang make over butik ternama Beauty and style itu terasa hening,bahkan suara detak jarum jam pun akan terdengar jelas.


Samantha menutup mulutnya dengan kedua tangannya,pekikan tertahan yang hampir keluar dari bibirnya teredam.


Para stylist maupun MOU terdiam begitu sosok yang beberapa jam lalu mereka pernak kini telah selesai dan berdiri menatap semua orang dalam kebingungan.


"Ya Tuhan...baru kali ini aku merias seseorang yang hasil akhirnya begitu memuaskan!!"


"Benar!! rasanya jika aku sebagai lelaki,aku pasti sudah jatuh cinta!!"


"Ini sempurna!! gadis yang begitu elok dengan garis wajah yang cantik!!"


"Kulitnya begitu lembut juga halus!! riasanku tidak sia-sia!!"


"Hm..bahkan gaun sederhana ini saja terlihat elegan! dia seperti peri!!"


Samantha tersenyum bangga.


Bisik demi bisikan para staf style butiknya terdengar ditelinga wanita paruh baya itu,yang sayangnya hanya didengar samar oleh Asline.


Yah,gadis yang baru dipermak habis itu adalah Asline.Calon menantu kedua Wiguna setelah Deliana,istri putra sulung Arkansas generasi ke tiga.


"Bunda...ada-apa? apakah wajahku terlihat aneh?" asline bertanya gugup.


Tidak nyaman!.


Sungguh dirinya merasa aneh kala tiba-tiba dirinya dibawa paksa dan wajahnya ditempeli segala macam kosmetik!.


Dan anehnya, dirinya tak tau alasan apa dibalik semua ini.


Pasrah...


Asline hanya bisa pasrah kala melihat wajah sendu Samantha kala ia berniat menolak para make over itu.


Dan pada akhirnya inilah dia,bahkan asline tak tau sudah jadi seperti apa wajahnya hingga para staf itu berbisik heboh.


Samantha mendelik jengkel.


Aneh apa?!.


Samantha menggeleng geli,apa gadis cantik ini tidak sadar pesona wajahnya yang mampu meruntuhkan banteng es seperti Rayganta Alzeus Theodore Wiguna itu?!.


Sungguh , Samantha ingin sekali mengomel sayang sekali kewarasannya masih ada untuk tidak membuat syok calon istri putra gunung Everest nya itu.


"Tidak sayang..... sini.. sini ikut bunda !!" Samantha menarik lembut tangan asline dan membawanya melihat cermin full body.


Degggg....


Asline terperangah.


Ini dirinya?...


Cantik sekaligus memiliki aura lembut yang memikat!....



...( style dress )...


Gaun putih sederhana meluruh dengan lembut memancarkan auranya yang mampu membuat siapapun terdiam terpesona.


Terlalu indah untuk dilewatkan!.


"Bagaimana? cantik bukan riasan para stylist bunda? hahah...yah..pada dasarnya kamu memang sudah cantik! hahah astaga bunda insecure jadi ingat masa muda!!" Samantha sibuk dengan khayalan dirinya sendiri tak perduli raut jengah para staf yang melihat kelakuan ibu bos mereka itu!.


Bawahan bisa apa?!.


Jadi penonton saja lebih aman!...


Asline terkekeh renyah...


Mengangguk dan meraih kedua telapak tangan Samantha lembut.


"Bunda..meski aku tidak tau aku seperti ini untuk apa? tapi asline hanya ingin bilang terimakasih untuk kebaikan hati bunda...asline merasa punya ibu lagi yang merawat dan membantu asline berias layaknya menjadi putri raja yang sangat cantik.....asline... terimakasih bunda..." asline menuduk dengan mata yang berkaca-kaca,hidungnya masam dan hatinya berdenyut akan kerinduan.


Mengingat kala ibunya menyisir,mengikat rambutnya,memberi bedak pada wajahnya dan membantunya memilih pakaian.


Masa kanak-kanaknya sangat bahagia ditengah kasih sayang ayah,ibu,kakek,nenek juga kakak laki-laki meski hanya sepupu .


Masa indah itu telah lewat belasan tahun yang lalu.


Asline tersenyum nanar.


Degggg....


Asline mendongakan wajahnya.


Melihat wajah keibuan yang kini tersenyum begitu hangat sembari membelai pucuk kepalanya.


"Kenapa bersedih? kini kamu bukan hanya punya satu kenangan tentang ibu,masa lalu memang tidak bisa diubah! tapi masa lalu untuk dikenang...sekarang ingat apa yang bunda katakan!" Samantha membawa asline duduk di sofa panjang yang para staf kini telah berlalu pergi begitu melihat suasana suram itu.


Samantha duduk,menggenggam telapak tangan dingin asline yang terasa bergetar dalam genggamannya.


"Ibu Rayga adalah ibumu juga! Rayga punya banyak ibu,banyak saudara dan juga adik-adiknya! Kami kini adalah keluargamu..ibumu..ayahmu...juga kakek dan nenekmu sayang..kamu bagian dari kami sekarang,kami keluargamu.Kami memang tidak bisa menggantikan apalagi menghapus jejak kasih sayang mendiang orang tuamu,tapi kami bisa memberi kenangan indah yang baru untuk mengisi kembali celah kosong yang tertinggal! mau dengar sebuah kisah?" Samantha bertanya kala melihat sorot terluka dimata asline yang begitu menyentil hatinya.


Asline mengangguk samar,hatinya perlahan terasa hangat.


Samantha tersenyum lembut dan matanya mulai menerawang jauh.


"Rayga juga telah lama kehilangan sosok ibunya,tepatnya ibu kandungnya.tapi kami ada,kami yang terhubung oleh satu garis yang disebut keluarga.Liora,dia ibu kandung dari sosok Zeus itu.Istri dari sang Hades, Arkansas! Liora tiada,dia menukarkan hidupnya untuk kedua anak kembarnya.Adik Rayga! asline...Rayga terlihat kuat dibalik wajah dingin dan kekejamannya dalam menumbangkan pesaing manapun dalam dunia bisnis ini..tapi dia terluka,asline...anak berusia 9 tahun yang kala itu tak bisa berbuat apapun untuk menolong ibunya" Samantha berucap sendu,air matanya menetes mengingat hancurnya keluarga salah satu ayahnya itu.


Setahun penuh keluarga itu tenggelam dalam kehancuran, Arkansas yang tenggelam bahkan sampai melupakan ketiga anak-anaknya.

__ADS_1


Rayga,anak itu bahkan mengisolasi diri dengan terus mengasah kemampuan bak tak ada hari esok.


Tiada hari tanpa nyawa yang melayang.


Anak laki-laki yang beranjak dewasa itu tenggelam dalam kegelapan.


Bahkan bau darah ditubuhnya tak menghilang meski telah membersihkan diri berkali-kali.


Kembar A bahkan harus dirawat oleh nenek mereka selama 2-3 tahun sebelum Arkansas kembali meminta maaf atas kegagalannya menjadi ayah bagi anak-anaknya.


Kembali dengan cinta seluas samudra untuk anak-anaknya terutama putri kecil yang bersyukur menjadi gadis kecil yang polos,lugu dan pemaaf.


Gadis yang ternyata membawa dua alterego.


Berita yang membawa pukulan telak dihati Arkansas dan putra sulungnya Rayga.


Hingga remaja Arkansas mengirim para putra be ke Indonesia demi mengobati sedikit rindu pada sosok ibu mereka.


Namun Arshenio,lukanya semakin lebar hingga memilih menempuh pendidikan militer dan menghabiskan waktu di masa konflik.


Asline terdiam,pupil matanya bergetar dengan air mata yang mengalir deras.


"Masa lalu kalian sama meski warna kisah itu perbedaan! sama-sama kehilangan namun Tuhan punya caranya dalam memberi warna keindahan dibalik warna suram yang kalian rasakan! percaya bunda....ayah dan ibumu pasti bahagia diatas sana melihat putri tunggal mereka telah menemukan keluarga baru yang mampu memberi warna cerah dibalik masa lalu suram itu.Jadi..hapus air mata ini dan tersenyumlah! Bunda dan semua orang punya kejutan spesial untukmu!" Samantha tersenyum lebar.


Asline tertawa renyah kala wanita itu mengusap wajahnya yang basah dengan sebuah sapu tangan lembut.


"Yah..rusak bukan riasannya!" Samantha mengomel kesal,asline meringis ngilu.


"Maaf Bun..." Asline meringis sesal.


Samantha menghela nafas panjang.


"MIKE...." Asline tersentak kala suara melingking Samantha menyapa gendang telinganya hingga berdengung.


"Astaga bunda..kaget aku Bun!!" Asline mengusap dadanya sabar.


Samantha terkekeh tak merasa bersalah hingga masuklah sosok pria cantik dengan rambut blonde.


"Yes madam Sam...what can i do?!" Ucap pria bernama Mike itu gemulai.


"Jangan berdiri disitu! sini perbaiki riasan calon menantuku!!" Sentak samantha yang sudah berdiri menarik cepat tubuh asline kembali duduk dimeja rias.


Blushhhh..


Wajah Asline merona merah kala mendengar ucapan frontal Samantha padanya.


Menantu?...


Asline menutupi kedua pipinya yang semakin panas akibat mengingat ucapan tanpa beban wanita itu.


"Aduh..kenapa riasnya bisa rusak young lady?! " Mike berucap gusar.


Wajah gemulai pria bule itu benar-benar terlihat kesal!.


Asline rasanya ingin tertawa dibalik wajah menyesalnya.


"Banyak bicara lagi! rias saja calon menantuku Mike! kau ini mulutnya lemas seperti wanita saja!" Sembur Samantha jengkel.


Asline mengunci bibirnya yang siap menyemburkan tawa begitu mendengar ucapan istri dari silver itu.


Astaga sungguh,apa wanita paruh baya itu tak sadar dia itu adalah wanita?!.


Mengatai mulut wanita lemas? sungguh asline ingin tertawa keras mendengar ucapan sosok pemilik beauty and style itu.


..........🍁..........


Sudah hampir waktu makan siang.


"Miss..tugas saya telah selesai,saya undur diri" Mike berlalu tanpa basa-basi lagi, meninggalkan asline yang berdiri mematung sendiri.


"Ini..ini kemana semua orang? kenapa butik ini terlihat tak berpenghuni?! astaga!! apa aku ditinggalkan?" ucap asline menatap sekitar yang telah sepi.


Tidak ada bundanya samantha...


Tidak ada mami kayra...


Archa.. bahkan tuan Silverster!.


Kemana mereka semua?.


Bahkan para staf dan pengunjung tidak ada di manapun.


Asline menghela nafas panjang.


Berjalan keluar butik dan bersiap kembali,walau dia tak tau harus memesan taksi atau apa untuk kembali.


Dia dibawa oleh Archana juga ibunya kayra.


Lantas dia harus pulang sendiri sekarang!.Asline ingin memaki keadaan.


Kling....


Membuka pintu keluar butik,hingga...


Tin..tin....


Asline berdiri terperangah.


Ini....


Mobil siapa?!...


Sebuah Lexus hitam elegan terparkir rapi didepan pintu masuk butik.



Klik...


Manik Asline membola begitu tau siapa yang membuka pintu.


"Tu..tuan muda Houston?!" Sentak asline tergugu.



Pria tampan dengan kemeja putih flamboyan dan celana kain senada itu tersenyum jenaka.


"Lady Gradian..senang berjumpa dengan anda lagi!" Formal Maxim dengan senyum jenaka.


Yah,hari ini menjadi supir adalah tugasnya.


Titah dari nenek ratu juga ibu permaisuri Jessy.


Maxim terkekeh geli,menunduk bak seorang pria bangsawan menyapa seorang lady.


Asline menggeleng geli.


"Lady.. please,tolong memasuki mobil..saya akan membawa anda ke suatu tempat!" Maxim berucap jenaka,senyum jebakan penuh arti yang membuat manik indah asline memicing curiga.


Pintu mobil bergeser.


Terbuka dengan sempurna.


__ADS_1


"Tolong..jangan menatapku seperti itu lady..atau saya akan berakhir di rumah sakit oleh kekasih posesif anda!" Jenaka Maxim dengan wajah jahilnya.


Asline menhela nafas pasrah.


"Kau jangan macam-macam ya tuan muda Houston! aku masih mampu membuat tulang-tulangmu remuk! atau adikmu itu tidak akan pernah bangun!" Ancam asline tajam.


Maxim meringis,menutupi pusakanya dengan manik menatap asline horor.


"Astaga!! tega sekali anda my lady! aku ini hanya pesuruh yang sedang menjalankan tugas negara!! jangan jatuhi hukuman padaku nona...." Drama Maxim dimulai.


Asline merotasi bola matanya malas,mulai memasuki mobil dibantu pegangan tangan Maxim.


Sebenarnya dirinya tak butuh bantuan hanya untuk memasuki mobil.


Ini mobil,dan bukanya sebuah kuda yang harus ia naiki bak lady bangsawan jaman dulu.


Namun Maxim yang keras kepala hanya berkata.


"Come on Miss..aku hanya pesuruh yang sedang menjalankan tugas negara!"


See.....


Pria ini mulai tidak waras oleh dramanya!.


Asline pasrah,tak ingin lebih lama melihat drama sabun seorang CEO Houston Intertaiment.


Pesuruh yang merupakan seorang CEO?!


Lalu bagaimana sebenarnya devinisi dari seorang pesuruh itu apabila disini seorang CEO saja dikatakan sebagai pesuruh!.


Gila memang tuan muda Houston ini!.


Mobil mulai meninggalkan area butik yang telah sepi,kosong tanpa penghuni.


Entah kemana semua orang saat dirinya sibuk dirias tadi?.


"Tuan muda Houston se-"


"Bisakah mulai sekarang memanggilku Max saja?! kau ini kekasih big brother ku! jika kau memanggil aku tuan muda Houston,maka dia pasti akan meremukkan semua tulangku!" Maxim berucap jengkel.


Tuan muda....


Tuan muda...


Dan tuan muda...


Maxim sungguh tak suka apabila seseorang yang sebentar lagi akan menjadi bagian dari keluarga besarnya memanggilnya begitu formal.


Layaknya orang asing!


dirinya tak suka!.


Asline mengangguk kikuk.


"Em.. baiklah,Max!" Maxim tersenyum lebar.


Begini lebih baik!.


"Tapi..kamu ingin membawaku kemana?Kamu tidak berniat menculik ku bukan?" Tuding asline seenak saja.


Maxim melotot horor.


Enak saja!.


"Sembarang! sebelum melakukan tuduhanmu itu,aku sudah tinggal nama oleh kekasih gilamu itu! jangan sembarang fitnah diriku ya! kau tau bahkan apapun perkataanmu akan dipercaya buta oleh Zeus gila itu! jangan menjelekkan aku didepanya! ingat aku tidak ingin diburu oleh monster hanya karena tuduhanmu!" Sembur Maxim kesal.


Asline meringis ngilu.


Panas juga telinganya oleh amukan tuan muda Houston ini!.


"Paham tidak?! jangan menatapku seperti orang bodoh saja!" Lahar maxim kembali tumpah.


Bahkan asline bisa melihat mata melotot pria itu dari balik spion dalam.


"Iya..iya..kau ini mengomel seperti ibu-ibu saja!" Kesal juga asline lama-lama.


Tidak terima dia dimarahi oleh pria Playboy satu ini.


Ckittttt..


Mobil perlahan berhenti.


"Tunggu apalagi? turun sana!" Ketus Maxim kesal disamakan dengan ibu-ibu.


Asline abai,pintu mobil terbuka otomatis.


Maxim menyerigai begitu melihat gadis itu turun.


Degggg...


Asline berdiri mematung dengan debar jantung menggila.


Secret of Angels!


Taman ini dibuka lagi?!.


Dari jauh,jalan setapak yang dipenuhi pohon bunga sakura yang mekar sempurna sebelum sampai di pintu masuk taman.



"Ini..." Asline melangkah linglung.


Fikiranya berkelana entah kemana.


"Max-"


Degggg..


"Ke..kemana mobilnya?" Asline menatap jalanan yang sudah sepi.


Mobil Lexus itu bersama Maxim sudah hilang entah kemana.


Berjalan menyusuri jalan setapak itu sendiri.


"Kakak cantik...." Asline berhenti dan menoleh kebelakang.



Sosok anak laki-laki imut dengan wajah dibuat cool berjalan dengan kaca hitam lengkap dengan topi nya.


"Ini buat kakak cantik! bye..bye.." Shura.


Yah anak laki-laki itu adalah Shura.


Berlari tanpa menunggu reaksi asline yang telah menerima buket bunganya.



"Ada-apa sebenarnya ini?!!" Asline berucap putus asa.


...🍁...


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2