
...Vote,like dan komentar ya ❣️...
........🥀........
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
........🥀........
Archana menangis,terisak kala ponsel sang kakak tak bisa dihubungi.Arkansas memeluk putrinya dengan frustasi, sebenarnya apa yang telah ia lewatkan?.
"Jadi bisa jelaskan mengapa sampai putriku menangis seperti ini?" Arkansas menatap seluruh crew beserta Samantha maupun acella dengan dingin.
Kedua wanita beda usia itu menggeleng tak terlalu mengerti juga akan apa yang baru saja terjadi!.
"Alarik? sepertinya Daddy hanya bisa bertanya padamu,melihat kau yang sedari Daddy tiba terus berwajah seperti melihat malaikat mautmu sendiri dengan tiga laptop yang kau hadapi seorang diri,jadi...cepat jawab Daddy!!" Arkansas sungguh jengkel kala harus berbicara begitu panjang.
Alarik menatap pias wajah dingin nan datar kepala keluarga Wiguna itu.
Pria muda itu menatap layar laptopnya yang perlahan menghitam dengan gambar yang satu persatu hilang dari pengawasan.
"Alarik....Daddy menunggu!" Arkansas berujar geram.
"Hiks....Daddy...kak Rayga tidak akan menyakiti kak Asline bukan?!! kak Asline ada salah apa memang sama kakak?!! Tega sekali hiks..tega sekali kakak menyeret seorang gadis seperti kerbau!!!" Archana menangis meracau kesal sembari menatap wajah tampan ayahnya penuh rengekan.
Arkansas sebenarnya ingin tertawa,tapi ingat akan situasi ia lebih memilih mempertahankan wajah datarnya.
Siapa sebenarnya gadis bernama Asline itu? mengapa sampai putri bungsunya menangisi gadis itu sampai seperti ini? dan ada-apa dengan putra sulungnya itu?.
Asline!...
Nama asing yang cukup menimbulkan berbagai pertanyaan bercabang di dalam benak sang Hades.
"Sebenarnya Rik juga kurang paham dad,tentang alasan brother Rayga berlaku diluar karakternya sendiri.Entah kenapa pengendalian dirinya jadi hancur begitu,yang pasti Rik juga belum menemukan alasan jelasnya.Tapi......" Alarik menggantung ucapanya,melirik kearah Archana yang menagis dengan iba.
"Brother Rayga jadi seperti itu sejak melihat video terakhir yang Archana kirim di laman publik W'pramore.Dan yah.....Alarik belum melihat juga sebenarnya isi vidio itu karena belum sempat sebab masalah ini" Alarik menjelaskan dengan frustasi,terus menjelajah mencari dimana kiranya sekarang posisi sang Zeus.
Arkansas mengeryit,sejujurnya dirinya juga belum melihat laman grup keluarga,apalagi laman butik ternama milik Samantha itu.
"Sayang...coba mana sini Daddy lihat Vidio promote-nya" Arkansas dengan lembut meminta ponsel putrinya,Archana mengangguk masih dengan isakanya.
Membuka ponsel pintar itu dengan penuh keingintahuan.
Hahahaha.....
Seketika tawa itu pecah.
Semua mata menoleh horor.
Ada-apa dengan Hades ini? mengapa tiba-tiba tertawa?.
"HIKS...HUAAAA...DADDY KENAPA MALAH TERTAWA?!! DADDY MENGEJEK KARYA ARCHA YA?!!" pecah sudah tangis kesal Archana.
Arkansas mengulum bibirnya menahan tawanya.
Pria itu berdehem canggung melihat tatapan mata menuduh semua orang atas tangis gadis kecilnya!.
Arkansas terkekeh,membelai pipi chubby Archana dan menghapus air mata putrinya sayang.
Kembali merenung atas sosok gadis yang sedari awal menjadi pusat pembicaraan mereka.
Satu kali lihat saja,Arkansas dapat mengetahui seluruh karakter dari gadis itu.
Seringai pria paruh baya itu terbit.
"Menarik sekali...apa anak kurang ajar itu sudah mengetahui rasa ketertarikan itu apa? bagus...sangat bagus!! gadis ini....cukup layak!! dan...kuharap kau tidak sampai membuat kesalahan boy!!" Arkansas membatin dengan perasaan campur aduk.
"Sudah sayang...jangan menangis,sebaiknya kita segera pulang karena ini sudah malam.Biarkan kakakmu berbuat apapun yang ia hendaki,Daddy yakin....semua akan baik-baik saja" Archana menatap wajah tegas sang ayah dengan wajah sembab.
Mengangguk meski tak yakin,dan akhirnya semua bangkit dengan Archana yang dipeluk erat oleh sang ayah ke luar dari butik.
"Samantha....." Arkansas memanggil begitu sang putri telah masuk kedalam mobil.
Samantha menatap balik dengan wajah penuh tanya.
Arkansas menyerigai melihat kearah sepupunya itu.
"Sebaiknya kau tunda publikasi umum Vidio peragaan musim semi kalian...atau....aku tak jamin Rayga,anak kurang ajar itu akan tetap membiarkan butikmu berdiri,kau tau maksudku bukan?" Samantha bergidik.
Sial.......
Hingga mobil rombongan Arkansas dan Alarik pergi,kini Acella dan Samantha berdiri didepan pintu masuk butik dengan pupil bergetar.
"Ma....kau berfikir apa yang kupikirkan?"Acella berucap cemas.
"Yah...fikiranmu seperti apa yang mama kini fikirkan.Tunda dulu semua kegiatan promosi musim semi mendatang,mama tidak mau butik dan merek kita tinggal nama" Samantha menjawab linglung.
Keduanya mengunci pintu butik kala semua karyawan maupun pengunjung telah pergi.
..........🥀..........
Sementara itu....
__ADS_1
"TIDAK!!!"
Srethhhhh.......
Tumpah sudah air mata dari manik grey itu.
Tubuh Asline bergetar dan maniknya menatap nanar sosok tampan yang kini terlihat layaknya iblis yang bersiap menumpahkan amarahnya.
"Apa...hiks..apa yang kau lakukan?!! lepaskan..hiks... lepaskan aku!!" Meronta sekuat tenaga kala kini tubuhnya benar-benar terbaring kala kursi yang ia duduki tiba-tiba berganti posisi,kini ia terbaring kala tubuh kokoh Rayga kini benar-benar mengukungnya.
"Kau suka berbaring dan membuat dirimu menjadi bahan fantasi pria bukan?!! kini akan kubuat kau kucing liar manis mengerti!! apa arti dari kemarahan seorang pria!!" Rayga menyerigai,tangan satu ia gunakan mengunci kedua tangan Asline diatas kepala,sedang tangan lain ia gunakan membelai setiap jengkal lekukan tubuh kucing manisnya.
Bergetar...menggigil.....
Asline berontak dengan tangis pecah,tubuh yang disentuh oleh tangan besar sang Zeus terasa terbakar!.
"Ssssssss....diamlah Asline,atau aku benar-benar tidak akan menahan diri!!"
Rayganta mendesis geram,tidak sadarkah tubuh meliuk gadis itu seakan membakar gairahnya terus menerus!.
"Tidak!! hiks... lepaskan!! LEPAS-"
Cupppp.......
Manik indah Asline membola kala sebuah tangan mencengkram dagunya lembut dan sebuah benda kenyal nan hangat menyambar bibirnya tanpa aba-aba!.
Air matanya jatuh semakin deras,ciuman ini ! .
Adalah ciuman pertamanya,bahkan Jonathan yang notabene adalah tunanganya tak pernah melakukan itu!.
Semakin terisak dalam diam kala ciuman itu kini berganti lebih kasar dan tak terkendali.
Asline merasa bibirnya akan sobek jika pria itu tak juga melepaskan!.
Rayga marah! pria itu sangat marah melihat pose-pose berani yang kucing manisnya lakukan,dirinya tak tau apa yang membuat amarahnya begitu lepas dari kendali diri.
Asline menangis,ia mengunci rapat bibirnya.
Sakit.......
Hatinya,sudut terdalam dari harga dirinya seakan terinjak oleh perlakukan kasar pria itu.
Rayga mengeram kala mendapat penolakan dari gadis yang kini terbaring dibawah kendalinya.
Menyerigai.
" AKHHHHHH!!"
Cup......
Dengan kejam,bibir Asline akhirnya terbuka kala Rayga dengan kalap mer*mas buah dadanya.
Entah iblis mana yang sudah menutupi akal fikiran Zeus muda itu? tapi,sungguh semua akal sehatnya seakan hilang kala melihat semua like di akun W'pramore untuk setiap foto Asline.Dan terlebih,semua itu dari pria!.
Deg.......
"Mphhh!!" Dada Asline serasa tercekik,pria itu tak melepaskan bibirnya sedetikpun dan justru semakin kalap meninggalkan noda merah yang kini berpindah di leher jenjangnya.
Asline mencakar pipi kiri Raygan begitu pria itu melemaskan cengkraman pada tangannya.
Air matanya meleleh deras.
Rayganta akhirnya tersadar,namun tak membuat pria itu menjauh dari tubuh malang Asline.
"Kau lihat? begitulah pria akan memperlakukan perempuan yang tak bisa menjaga tubuhnya pada pandangan laki-laki!! " Ucap Rayganta geram.
"Mengapa kau lakukan ini padaku? apa hakmu pada setiap tindakanku? kau bukan ayahku,bukan juga saudaraku.Kau......kau hanya orang asing!!" Ucap Asline nanar.
Mencoba bangkit namun Rayganta kembali mendorong tubuhnya semakin terbaring kuat.
"Orang asing? heh.....apa kau lupa apa yang kukatakan terakhir kali...aku jatuh cinta dengan kucing liar manis itu,dan kaulah cinta itu!!" tegas Rayga tajam.
Deg..........
Rayga tergugu, jantungnya seakan tertimpa berton-ton batu besar kala melihat manik itu kini menatap kosong.
"Kucing? apa aku adalah hewan peliharaan bagimu? kita tidak memiliki hubungan apapun tuan muda Wiguna,jadi mengapa anda memperlakukan saya seperti ini? apakah layak pria asing seperti dirimu memiliki hak menjadikan seorang gadis layaknya hewan yang kau bisa perlakuan sesukamu? " bibir ranum itu bergetar,manik indah itu memburam dengan aliran sungai mulai mengalir lebih deras.
Diam...
Tubuh Rayganta mematung bak tersambar petir!.
"Hewan peliharaan? kamu tidak mengerti rupanya.Akan kutegaskan padamu Asline" Rayganta membelai tanda kepemilikannya dengan senyum tipis,melepas mantelnya dan membungkus tubuh rapuh gadis itu.
Asline mengigil,hatinya begitu sakit akan perbuatan kasar yang menimpa dirinya tanpa ia bisa membela diri.
"Asline Alfarezha Gradian,sekarang dan selamanya.You are my mine,my future Queen,Queen of Zeus!!" tekan Rayganta yang telah mendudukan Asline diatas pangkuannya.
Asline menangis.
"Tolong...jangan lakukan ini padaku,aku tidak...aku tidak mau!!" Rayganta tak perduli ucapan permohonan itu.
"Itu bukan permintaan,tapi perintah untuk patuh my beuty Queen!!" Tekan Rayganta tak ingin dibantah.
Pria tampan itu menunduk dan mengecup leher jenjang Asline dengan wajah datar,menghisap hingga kembali jejak kemerahan itu tercipta.
Air mata Asline terus mengalir,malam ini.Harga dirinya hancur!.
Tubuhnya kotor!.
Ia sudah setengah n*ked kala bahkan rok sutra yang ia kenakan telah robek parah hingga tangan hangat itu bersarang acuh diatas paha putihnya.
" Kumohon...hiks..biarkan aku pergi!!" Asline menangis lirih.
Cup.....
Rayganta menutup mata,mengecup pipi kiri Asline dengan lembut dan merapikan mantel yang ia gunakan menutupi tubuh indah gadisnya.
Yah,gadis yang sudah ia klaim sebagai hak milik!.
Tirani dan diktator sejati!.
Menahan gejolak kala adik kecilnya tak mau bekerja sama,Asline menegang merasakan sesuatu menyentak tubuh bagian bawahnya.
"Kumohon....hiks...jangan lakukan apapun padaku...." Asline mengiba,menangis penuh harapan.
__ADS_1
Rayganta menghela nafas menutup mata dan mengecup kedua manik indah Asline lamat.
"Diamlah,akan kuantar kamu pulang.Duduk dengan tenang atau aku tak bisa menahan diri lagi!" Suara tegas itu melembut.
Asline mengigit bibir bawahnya sembari menunduk,darah mengalir dari sudut bibirnya.
Rayga tak melihat darah dari mulut Asline dan mobilpun kembali hidup lalu mulai melaju pergi.
Asline,gadis itu menyandarkan wajahnya didada bidang Rayganta.Menyembunyikan darah yang semakin banyak mengalir dari gigitan yang ia lakukan pada bibirnya.
Rayganya yang tak tau tersenyum menyangka Asline mulai menerima dirinya.
Bersandar padanya dalam diam.
Namun yang Rayga tak sadari adalah tatapan kosong yang terlihat dari manik Asline yang menatap kursi tempat dirinya dilecehkan,untuk pertama kali dalam hidupnya.
Dan itu dari sosok asing yang mengklaim dirinya seenaknya.
Asline tak bersuara.
Bahkan dari mana pria itu tau alamatnya saja ia tak perduli.
Saat ini,Asline hanya ingin tidur .
Membawa semua kepahitannya dalam gelap malam!.
Mengigit bibirnya semakin kuat kala rasa sesak begitu menghantam hatinya.
Menangis keras,ia hanya ingin menangis meraung menumpahkan semua rasa sakitnya.
Fajar perlahan tiba,mobil Lamborghini hurucan itu telah tiba disebuah vila mewah klasik kediaman tua Gradian.
Asline hendak bangkit namun tertahan kala sepasang lengan kekar melingkar kuat di pinggangnya.
"Aku ingin pulang...biarkan aku sendiri" Suara lirih Asline disambut alis yang menukik tajam dari sosok tampan yang kini menatapnya dingin.
Rayganya bangkit,membawa tubuh Asline ala bridal keluar dari mobil dengan mudah.
Para pelayan yang bertugas di halaman tersentak,nona muda mereka di gendong oleh seorang pria yang begitu tampan berwajah dingin tak tersentuh!.
Memindai sosok lelaki berusia setengah abad yang berdiri didepan pintu masuk.
"Nona!!" Hans mendekat cemas,menatap sosok nona mudanya dengan perasaan campur aduk.
Tubuh mungil sang nona terbungkus jas mantel besar yang hampir menenggelamkan sosok gadis itu didalam nya.
Manik pria itu berkilat.
"Buka pintu!!" Tekan Rayganta tak sabar.
Hans tersentak,mengangguk linglung dan segera membuka pintu masuk vila utama.
Tanpa melihat sekitar, Rayganta masuk menggendong tubuh lemas Asline .
"Kamar?" Tanya Rayganta dengan wajah datar.
"Hah? maksudnya apa tuan?" Hans bertanya binggung.
Mengapa pria muda ini tidak bicara sedikit panjang? dia ini terlalu tua untuk diajak bermain teka-teki kata!.
Rayganta mengeram kesal,menoleh pada pria tua itu dengan tajam.
"Kamar gadisku,Asline!!" Rayganta menjawab dengan jengkel.
Ia benar-benar kesal kala melihat tatapan penasaran para pelayan vila Gradian itu,terlebih mata para penjaga!.
"Oh astaga!! kamar nona di lantai dua,pintu putih dengan garis golden !!" Hans menjawab dengan cepat, Rayganta melenggang tanpa kata naik kearah tangga menuju lantai dua.
Vila ini tak ada Lift hingga tangga manual harus diterima!.
Yah,katakan saja begitulah vila tua yang tak menerima perubahan teknologi!.
Rayganta naik dengan perlahan-lahan,tak ingin tidur pulas gadisnya terganggu.Tidur akibat terlalu lama menangis!.
Hingga....
Sampai di pijakan terakhir,Manik tajamnya menangkap sosok pria muda berdiri terpaku menatap kearahnya.
Tidak! lebih tepatnya sosok cantik yang tertidur didalam pelukannya.
Keduanya saling bersitatap bak sebuah laser panas bertubrukan ditengah-tengah.
"Mr Alzeus? tidak disangka bisa melihat anda sepagi ini disini,dikediaman sederhana kami,tapi.... kenapa dengan adikku?!" Sosok itu mendekat hendak meraih tubuh Asline paksa.
"Maju dan kau mati!!" Balas Rayganta dengan wajah gelap.
Sagara menatap dewa bisnis clan Wiguna itu penuh arti,melirik sosok adiknya yang entah mengapa dibalut oleh mantel besar Alzeus itu.
"Katakan...ada apa dengan adikku?" Tanya Sagara kini wajahnya berubah dingin.
Acuh, Rayganta berlalu membuka pintu dengan sekali tendangan pelan.
Menatap sosok yang hilang dari balik daun pintu kamar Asline,Sagara mendesah panjang.
Sementara itu.....
Wanita di balik tembok mengepalkan kedua tangannya menahan amarah,sosok yang begitu sulit diraih oleh jutaan wanita diluar sana.
Kini justru datang menggendong sosok Asline?.
Menyentuh perban di lehernya dan berbalik penuh amarah.
...TBC...
Yang mau hujat Ray,nanti saja ya guys.....
Kalau tidak ada halangan,El mau buat kisah ini bergenre Dark romance!.
Lebih dari kisah dua generasi yang lalu...
Jadi...
Tolong no hujat dulu,karena begitulah alur ceritanya 😋.
__ADS_1