Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
As long i live


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya 🌹...



...♣️.....♣️...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...♣️.....♣️...


London....


Central city.....


Hari itu,langit kembali cerah dengan aktivitas yang berjalan kembali normal.


Di lobby hotel Gradian world,terjadi kehebohan luar biasa kala sebuah mobil Lamborghini berhenti dan seorang pengusaha muda nan tampan keluar dari mobil,wajah tampannya dihiasi senyum simpul.


"Astaga....itu...itu CEO Hara Speed!!"


"Mana...astaga dia bahkan lebih tampan dari wakil direktur jaiden!!"


"Hei...lihat paket bunga mawar yang begitu cantik itu!!"


"Aaaa...gadis mana yang begitu beruntung hingga CEO Hara Speed datangi dengan buket bunga seindah itu!!"


Pekikan terus terdengar,Aira yang baru saja keluar dari lift melotot horor.


Gadis itu berbalik masuk kembali dan menekan lift dengan cepat menuju ruang kerja Rubi.


Yah,ketiga sahabat asline tau pasti.


Pria itu, Ryuga telah lama memindai sahabat mereka rubi.


"RUBI......."Aira masuk keruang para staf HRD.


"Aira...Rubi tidak ada kalau kamu mencarinya!"


"Ia..sepertinya Rubi sedang pergi ke dapur pantri membuat kopi"


Aira melotot,berbalik tanpa menjawab ucapan kedua rekan kerja Rubi.


sedang disisi lain...


Lobby bawah.


Semua mata membola dengan penuh kakaguman.


Ditengah lobby....


Sosok tampan pangeran pujaan para gadis,CEO Hara Speed.


Ryuga Stevano Hara.


Berdiri dengan wajah tenang nan begitu menawan dengan jas hitam formal.



Berhadapan dengan sosok gadis cantik yang kini berdiri mematung dengan tangan menutup mulutnya .


Gadis cantik berdarah Rusia itu terbelalak dengan jantung berdebum hebat.


"Rubi.....aku tidak tau cara menggunakan kata-kata manis seperti kebanyakan pria diluar sana" Ryuga mulai bersuara,suara berat dengan intonasi rendah mengalun membawa debaran gugup kehati Rubi telak.


"Kyaaaa...ini....ini sangat romantis!!"


"Apa Rubi akan dilamar?!"


"Astaga.....ini lebih dari Korea drama!"


Semua orang menahan nafas kala pria itu kini bertekuk dengan sebelah lutut menopang tubuh .


"Rubi Sanders...aku....Ryuga Stevano Hara,dengan ini.Pada hari ini melamarmu,Maukah menikah denganku? aku tidak berjanji akan menjadi pria paling romantis di dunia,namun aku akan janjikan kamu akan menerima semua kebahagian yang bisa aku,seorang Stevano Hara berikan dengan seluruh hidupku...milikku...dan duniaku! Rubi....aku bukan ingin kau menjadi kekasihku lagi...tapi jadilah istriku,jadilah permaisuri di istana Hara" Ryu berlutut,membuka sebuah kotak beludru dengan sebuah cincin berlian didalamnya.



"Cincin ini adalah warisan dari clan Hara,jika kita menikah nanti kamu akan memiliki cincinmu sendiri...Rubi...Will you marry me?" Tanya ryuga sekali lagi,wajahnya tenang namun nafasnya menderu cepat.


Melihat keterdiaman Rubi,Ryu memasang cincin itu pada jari manis gadis itu dalam diam,yah tanpa semua orang sadari karena terlalu fokus menatap ekspresi Rubi.


Gugup.....


"Terima Rubi...."


"Terima....."


"Wahhh...betapa beruntungnya Rubi..."


"Say yes!!"


Rubi mematung dengan fikirkan kosong seketika.


Baru saja dirinya kehilangan hubungan dengan Niel,dan kini pria itu hilang entah kemana dan tiada satupun yang tau bahkan para sahabatnya.


Keluarga pria itu yang selalu menerornya tentang keberadaan Niel.


Dan kini...


Sebuah lamaran pernikahan?!.


Tes......


Rubi berbalik pergi dengan air mata yang jatuh tak terbendung.


Apa hatinya hanyalah bahan uji coba?.


Hingga semua pria bisa melakukan apapun,lalu setelah bosan dia akan dibuang!.

__ADS_1


Rubi tanpa fikir panjang berbalik pergi.


Wajah tampan ryuga tenggelam dingin.


Lapisan es terbentuk dari sorot matanya.


Para karyawan maupun tamu hotel yang menonton adegan itu terbelalak,dan akhirnya berbalik dengan canggung.


Tak kuat menahan aura mencekam dari sosok tampan itu.


"Sudah kukatakan brother! harusnya kau berunding dulu dengan ayah Ryuiji dan mama angel! kedua orang tuamu harus tau,namun kau seperti orang bodoh yang datang begitu saja menerobos tanpa berfikir! dia itu baru saja patah hati...dan kau seenak saja masuk dan melamar dengan terburu-buru" Raino mengeleng iba.


Meski terlihat mengejek,namun tak dipungkiri raino merasa kasihan dengan saudaranya itu.


Ryu bergeming,menatap buket bunga yang dipegang Raino lalu menyambarnya.


Senyum pria itu terbit.


Setidaknya cincin itu telah terpasang!.


Yah....


Rubi sudah jadi miliknya,tanpa gadis itu sadari.


Berbalik pergi tanpa menghiraukan wajah geram raino yang dirinya acuhkan.


Hingga....


Brukhhhh...


"Bedebah!! jalan itu pakai mata bodoh!!" Suara seorang gadis terdengar saat Raino yang tanpa sengaja menabrak tubuh itu kala keluar dengan tergesa-gesa mengikut langkah ryuga yang kini sudah hilang entah kemana.


Gadis itu bangkit,merapikan noda kopi yang mengotori blousenya.


Mendongak.....


Degggg...


Manik tajam Raino bergetar dengan europhoria hebat.


Sedang gadis itu terlihat mendengus dan berbalik pergi sembari menggerutu.


"I found you!!" Smirk Raino dengan wajah penuh rencana.


Yah,gadis cantik dimalam berdarah.


Jembatan Cambridge.


Menyugar rambutnya dengan senyum jenaka,menutup mata menghirup aroma parfum dari jejak kepergian gadis asing itu.


Cekrekkk..


Ponselnya berkedip,satu gambar berhasil ditangkap kala sosok cantik itu melewati pintu exit.


Tapi....


Mengapa gadis itu ada di hotel Gradian world?.


Berbalik,Raino berjalan menuju meja resepsionis.


"Hallo....bisa saya bertanya beberapa hal nona?" Raino berdiri bertopang dagu bertumpu pada meja resepsionis,tersenyum simpul dan menatap resepsionis wanita itu dengan intens.


Blushhhh...


"Ahh...i..ia...anda mau tanya apa sir?" wanita itu tergugu,menyelipkan rambutnya diantara telinga dengan malu-malu.


Ini seperti mimpi!.


Raino mencibir dalam hati,namun senyum simpul terus ia pertahankan.


"Lihat foto ini...apakah gadis ini menginap di hotel ini?" Raino bertanya dengan lembut.


Wanita resepsionis ini mengigil oleh aroma sang jantan dominan.


"I..ini... informasi tamu sangat privat sir,saya tidak bisa memberi tanpa alasan jelas" Wanita itu berucap malu-malu.


Raino mengeram dalam hati,jika saja ini bukan staf calon saudari iparnya,sudah dia bunuh sejak awal.


Dengan terpaksa ia meraih telapak tangan resepsionis itu dan mengelusnya lembut.


"Nona cantik....beri aku informasi itu,kau bisa mendapat nomor...." Raino mendekat, berbisik ditelinga sang resepsionis dengan ekspresi tersembunyi ingin memutilasi orang!


"My phone number..." Raino mengetukkan jarinya pada meja dengan darah hampir mendidih akibat kesabaran mulai habis.


"Room number 203 Lantai 8" Bak terhipnotis,card key diterima Raino dengan senyum dingin.


"Terimakasih cantik....." Raino berbalik pergi,seringai bengis dan tak lama.


Brukhhhh....


"AAAAAA......MARIA..... BANGUN KAMU KENAPA?!! TOLONG..."


Pekikan terdengar,Raino terus berjalan dengan senyum jenaka.


Sedang....


Wanita resepsionis itu sudah jatuh dengan mulut mengeluarkan busa juga tubuh kejang mulai membiru.


"Ahh..racun toksin milik Gion sangat cepat!" Raino mendesah dramatis,memasuki lift dengan menuju lantai 8 dengan segera.


Gadis cantik itu butuh diberi hadiah agar mengingat dirinya lagi!.


........♣️........


Wood....


Old Castle BE....


Nafas Grizela memburu,wanita dengan pakaian sudah ternoda darah itu menatap wajah cantik asline dengan penuh dendam.


Wajahnya membengkak akibat tamparan dari dua orang pria berwajah tampan namun berhati iblis itu,baru pertama kali ini dirinya.Seorang penyanyi pop dan juga seorang Alfarezho mendapat penghinaan juga siksaan seperti ini!.


Kreeettt...


Pintu kembali terbuka,Asline menoleh dan mendapati seorang pria dengan senyum jenaka masuk membawa sebuah map coklat ditangannya.


"Nona asline.....saya Alarik! anda mengingat saya bukan? yah...akan sangat buruk jika nona melupakanku...." Pria itu berucap jenaka,Alarik mendekat dan mengusap tengkuknya canggung kala melihat reaksi asline.


Gadis itu hanya mengangkat satu alisnya dan tersenyum aneh.


Sial.....


Alarik pundung....


Baru pertama kali ini ada seorang perempuan yang tidak memekik melihat wajah tampan bak prince charming dunia fantasi!.


Sabar....


"Yah...saya ingat dengan anda,Tuan muda Lumiro bukan? senang bertemu anda lagi" Asline tersenyum ramah,menerima map yang diserahkan oleh Alarik dengan penuh tanda tanya.

__ADS_1


"ASLINE...SIALAN....LEPASKAN DAN KELUARKAN AKU DARI SINI!! KAU AKAN HABIS DITANGAN FANS KU,JA*LANG SIALAN...KAU DENGAR AKU!!" grizela meraung emosi,dia diabaikan dan meniti kembali pria yang diam saja kala melihat dirinya disiksa oleh dua pria berwajah tampan lainya kembali,grizela tersulut.


Alarik sang pengamat!.


Tersenyum jenaka,memperbaiki letak kaca mata yang sedikit merosot dari jembatan hidung mancungnya.


"Rupanya kau masih memiliki banyak tenaga setelah seharian bermain dengan teman-temanku!" Alarik berucap santai,melirik kala asline yang terlihat tak perduli dan dengan sibuk meneliti isi map yang dirinya bawa.


Grizela mengigil.


Senyum manis pria tampan berkacamata itu terlihat tidak baik.


Itu,seringai!.


"Miss...apakah kau membutuhkan bantuan menenangkan bab* betina itu?" Alarik bertanya jenaka.


Mulut laharnya benar-benar panas!.


Grizela melotot geram,dirinya disamakan dengan seekor bab*?.


Grizela memang tidak diikat,namun kedua kakinya dirantai.


Jika saja ia bisa berlari,grizela sudah pasti akan menerjang dan membunuh asline saat pertama gadis itu masuk.


Tapi Grizela memutuskan tidak banyak bergerak meski tubuhnya telah dipukuli dan wajahnya ditampar dengan kejam.


Ia harus melindungi perutnya,tempat dimana sesuatu yang bisa ia gunakan untuk menarik Fernandes kembali!


Yah,Grizela memang hamil.


Asline menutup berkasnya,tersenyum simpul pada Alarik yang terlihat salah tingkah.


"Sialan...gadis incaran big bro ini benar-benar tidak bisa dianggap remeh! pesonanya tidak main-main!" Alarik pria normal,dihadapan kecantikan tenang juga tatapan penuh bara dari mata indah grey itu.


Sungguh ia terpesona,namun yah.


Hanya kagum,Alarik sadar inilah kunci untuk meruntuhkan benteng pertahanan sang Zeus!.


Dan dirinya tak akan sungkan untuk menjadi pendukung terkuat gadis itu dimasa depan.


"Kurasa aku tidak masalah,Alarik....kamu bisa pergi" Asline merasa semua masih dalam batas kuasanya.


Dirinya tak butuh bantuan hanya untuk menghadapi seorang grizela.


"Tapi...bisakah meminta seseorang membuat wanita ini duduk di kursi?" Asline berucap penuh arti,langkah kaki Alarik terhenti tepat didepan pintu yang sudah terbuka.


Pria itu tak berbalik,hanya mengangguk dan pergi dengan tenang.


"Apa maumu?!" Desis Grizela benci.


Asline tak mau repot,berdiri dan tak lama dua orang pria berwajah kaku juga tubuh tegap masuk.


Rompi berlambang elang terlihat begitu keduanya masuk.


"LEPASKAN AKU!! BEDEBAH...BRENG*EK....!!" Grizela meraung kala tubuhnya dipegangi kiri dan kanan secara kasar,tubuhnya diseret duduk disatu-satunya kursi didalam ruangan itu.


Asline berdiri meletakkan dokumen yang telah terbuka diatas meja.


"Kau baca surat perjanjian penyerahan semua aset saham milikku yang ditaruh diatas namamu....gradian Universal, Gradian Greenland di Moskow !" Asline berucap santai penuh tekanan.


Pena hitam berlapis emas tergeletak diatas dokumen yang siapa ditandatangani.


Gemetar.......


"Apa maksudmu?!! tanda tangan apa? jangan melawak!!" nafas Grizela memburu,alarm tanda bahaya berbunyi nyaring dibenaknya.


Asline terkekeh dingin.


Crashhh....


"ARKHHHH....KAU GILA!! " Grizela memekik kala tangannya disabet cepat dengan sebuah belati yang entah sejak kapan berada di tangan asline .


Yah,belati itu ditinggalkan Alarik tanpa grizela sandari.


Grizela meraung,menutupi luka sayatan lebar dilengan kirinya dengan tangan satunya.


Rasa sakit luar biasa hingga seluruh tubuhnya gemetar hebat.


Tapi.....


Grrrrrr.......


"AAAAAAA.....S... SERIGALA DARI MANA INI?!! PERGI...MEJAUH DARIKU!!" Grizela menjerit,menangis dengan kilatan ketakutan kala tubuhnya diitari oleh seekor serigala besar yang entah datang dari mana!.


Gigi taring serta cakar tajam itu....


Air liur yang menetes dengan ekor berkibar cepat.


Mengeram .....


"Hiks...kau iblis asline....kau adalah monster!" Grizela menangis ketakutan.


Pakaiannya belum berganti sejak dua hari yang lalu,penuh darah dan berbau menyengat .


"Ayah serakahmu...ibu pelac*rmu,mereka tak akan pernah mau menyerahkan hak milikku suka rela dan cepat...dan asal kau tau,mereka fikir dengan menyembunyikan semua aset atas namamu maka semua itu tak akan diketahui oleh orang lain?! sekarang lihat hasilnya...semua saham mereka berada diatas namamu dan satu tanda tanganmu sudah cukup membalik semua" Asline terkekeh remeh.


Grizela menggeleng panik.


Dia tak pernah tau,dia hanya tau segelintir aset yang memang berada diatas namanya.


Namun mengapa aset kedua orang tuanya bisa atas namanya? sejak kapan!.


"Dan kau tau siapa yang membuatku mengetahui ini?" Asline berucap jenaka,santai tanpa beban.


"Wiguna....tuan muda Rayga! pria yang setengah mati berusaha didekati oleh ayah penjilat-mu! Dante yang malang...." Asline terkekeh geli,menekan pena kearah tangan lemas grizela.


"TIDAK......TIDAK MUNGKIN!! DASAR JAL*NG,KAU PASTI MENGHASUT TUAN MUDA WIGUNA MEMBANTUMU UNTUK MENGHANCURKAN KELUARGAKU! APAKAH KAU MARAH AKAN KEHAMILANKU? BAYIKU DAN JONATHAN HINGGA KAU BERBUAT JAHAT SEPERTI INI?!! BAGAIMANAPUN USAHAMU.... JONATHAN TETAP AKAN KEMBALI PADAKU! DAN KAU PADA AKHIRNYA AKAN DITINGGALKAN LAGI BAHKAN OLEH TUAN MUDA WIGUNA! HAHA...ASLINE BETAPA KASIHAN DIRIMU!! MENYIKSAKU YANG PADA AKHIRNYA NANTI KAU SENDIRI YANG AKAN DITINGGALKAN!!" Grizela mengila, tertawa dengan penuh hinaan.


Namun...


HAHAHA...


Grizela,gadis itu termangu.


Asline,mengapa dia tertawa?!.


"Apakah kau selalu begitu percaya diri?! aku...aku berbuat ini untuk Jonathan? dia.....pria bodoh dengan fikirkan dangkal? astaga grizela...aku bahkan tak pernah berfikir menyekapmu,berfikir untuk kembali bersaman Jonathan.Pria itu adalah sampah,Grizela.Aku tidak memunggut sampah yang sudah didaur ulang oleh orang lain" Asline,gadis cantik itu menggeleng jenaka.Mengusap air mata yang jatuh dari sudut matanya,lelah tertawa.


Hening.....


Grizela menggeleng lemah,sedang dibalik dinding kaca.


Senyum samar sang Zeus terbit dengan jari yang mengetuk cepat sandaran kursi.


Yah,begitulah seorang ratu harus berprilaku!.


...🍁...


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2