Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Romansa mini....


__ADS_3

...Jangan lupa tinggalkan jejak ya 🌹...



...🥀...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🥀...


KING'PARK.......



Sosok pria tampan dengan topi hitam serta masker yang menutupi wajahnya itu perlahan turun dari mobil,bergerak cepat dan membuka sisi pintu mobil lainnya.


Hingga sosok cantik menjurus manis itu keluar dari mobil Audi A3 yang baru saja terparkir rapi.


"Terima kasih...." Archana menunduk dengan senyum malu-malu kala mendapati sosok tampan itu menatapnya dengan manik menyipit,pertanda pria muda itu tengah melempari dirinya dengan senyum lebar.


Brixton,yah.Pria dengan segala atribut yang menemani penyamaran dirinya sebagai putra mahkota itu kini tengah membawa gadis yang baru saja resmi menerima dirinya sebagai kekasih itu kesebuah taman hiburan ternama dengan jejeran wahana megah.


Salah satu dari beberapa bisnis sampingan keluarga kerajaan.


Archana yang menatap keramaian didepan dengan wajah berbinar dan Brixton yang tetap menampilkan wajah tanpa ekspresi pada sekeliling yang mulai menatap mereka intens.


Sungguh.Meski tertutup masker ,wajah tampan putra mahkota Inggris itu tidak mampu tertutupi!.


Dengan mata tajam,postur tubuh yang tinggi tegap serta aura bangsawan yang terpancar ditengah lautan manusia yang sibuk menikmati segala jenis hiburan disana, Brixton menyesal tidak menutup wahana ini setidaknya saat dirinya ingin membawa sang gadis kemari!.


Orang-orang ini menatap dirinya bak sebuah pertunjukan!.


Bagaimana tidak? hanya saja pria tampan itu tak menyadari bagaimana penampilan serba tertutup yang dirinya kenakan!.


Wajar jika orang-orang memandangnya dengan penasaran!.


Archana terkikik geli melihat wajah masam kekasih barunya itu.


"Brixton,jangan pakai masker lagi! cepat buka masa kita mau masuk ke taman hiburan kamu masih pakai masker?! buka ya...." Brixton menghela nafas panjang,wajah memohon ini sungguh tak bisa ditolak!.


"Baiklah...." Akhirnya masker yang menutupi wajah tampan itu terbuka.


Dan..


" KYAAAAAA....itu prince Brixton!!!"


"Cepat pegang aku...aku rasanya ingin jatuh!"


" Pangeran lihat kesini!!"


"KYAAAAAA tampan sekali!!"


" Tidak percuma tiket masuk kesini begitu mahal! lihat bahkan pangeran berada disini!"


"Suami!! itu suamiku!!!"


"Bangun jangan mimpi! kalian tidak lihat gadis disamping pangeran?! gadis itu bukanya putri clan Wiguna?!"


"Yah kau benar! beberapa waktu lalu,kau ingat Vidio viral dari universitas?"


Bla......bla...


Bising dan terus bising dengan dengungan keras perbincangan sengit.


Meski begitu.


Tapi setidaknya, Brixton tak memungkiri waktu ini begitu menyenangkan dengan gadis cantik nan manis yang akhirnya bisa ia dapatkan!.


Yah,tidak seratus persen berhasil juga! setidaknya nikmati dulu saat para Titan itu belum bergerak!.


Brixton sangat bahagia akhirnya dapat menghabiskan hari bersama sang gadis dari pagi hingga malam!.


Tidak ada para Titan tsundere itu,baik pihak Arkansas dan para ayah,pihak tuan tua rafendra juga para Titan bengis generasi Rayganta!.


Membayangkan kala para kakak gadisnya selalu memonopoli gadis polos itu,dan saat itu terjadi, Brixton yakin dengan pasti para Titan itu akan membuat dirinya tak terlihat dimata si manis archana!.


"Hahahaha...inikah buah dari kesabaran ku? lihatlah para Titan! adik manis kalian sekarang tertawa bahagia bersamaku, sekarang rasakan itu!' Batin Brixton tertawa penuh kemenangan dibawah permusuhan para kakak archana yang sekarang ketar-ketir bersiap menjemput adik mereka dilain tempat.


"Brixton...mau itu..mau itu!!"


Lamunan licik Brixton buyar saat archana membawanya paksa kesebuah permainan dengan sebuah palu karet untuk dipukulkan ke beberapa lubang dimana tikus tanah akan keluar dari sana.


"Archa mau apa?" Brixton bertanya dengan senyum manis yang sukses menghadirkan pekikan heboh para gadis muda yang berdiri tepat beberapa meter dari tempat mereka berada.


Menjaga jarak aman!.


"Itu...mau boneka kelinci besar warna putih! pukul semua tikusnya rixton!" Archana berseru riang sembari menunjukkan paket doorprize hasil dari permainan itu.


"As your wish my Kittie.." Brixton berucap lembut mengacak rambut panjang gadis manis itu dengan tatapan dalam.


Sekumpulan gadis muda terpekik gemas saat tangan kekar itu memegang palu dengan kokoh dan mulai memukul kuat.


Tangkkkk..


Sekali pukul dan satu tikus mainan itu rusak parah hingga tak mampu lagi bersembunyi.


"Cih lihat monkey penggoda itu?!"


" Rasanya aku ingin merobek wajah culasnya!"


"Lihat bagaimana dia menipu adik polos kita?!"

__ADS_1


"Untuk apa archa meminta boneka jelek itu padanya?! aku bahkan bisa membeli sekaligus pabriknya!"


"Diamlah kita awasi dulu!"


Beberapa pria dengan penampilan terlihat mencolok serba hitam membayangi dari balik sebuah wahana baling-baling.


Tak perduli suara histeris yang berasal dari penikmat wahaba itu.


Tatapan aneh dari pengunjung tak para pria itu perduli,fokus mereka hanya satu.


Menjaga permata berharga keluarga mereka dari sosok predator berupa putra mahkota itu!.


"Brixton!! archa mau naik itu!!!" Dengan semangat juang tinggi,archana membuyarkan lamunan licik Brixton atas derita para kakaknya.Gadis manis itu memeluk boneka besar kelinci hasil kerja sang pangeran.


Gadis itu menarik heboh lengan berbalut mantel hitam sang pangeran.


Degggg..


Brixton menegang kaku begitu melihat wahana apa yang ditunjuk sang gadis.


"Kamu..kamu yakin Kittie?" Brixton tergagap ngeri.


Ini bukan tornado rollercoaster! atau wahana adrenalin lainya.


Tapi ini......


Sebuah paralayang!.


Brixton hanya menampilkan wajah datar saat berpasang-pasangan mata menatapnya aneh!.


"Wah...seru ya rixton?! archa mau naik itu sekarang!" Brixton hanya menurut pasrah saat dirinya diseret paksa kesebuah wahana yang cukup memacu adrenalin.


Turbo Drop!.


Setelah baling-baling yang menguras harga diri seorang pangeran!.


Tentu saja!.


"Archa jangan yang itu..itu terlalu tinggi yang lain saja ya..." Bujuk Brixton sabar.


Archana menggeleng tak mau.


Pasrah.


" Uwahhhhh... Brixton ini seru sekali! lain kali archa akan mengajak kak Raino juga kak max!" Ucap archana riang setelah turun dari wahana itu .


"Kenapa hanya kakakmu Raino juga max,yang lain?" Brixton bertanya heran setelah berhasil menghilangkan pusing akibat sensasi naik turun ekstrim dari turbo Drop itu.


"Kak Raino dan kak max itu asik kalau archa bawa berteriak heboh diatas wahana manapun! kalau kakak archa yang lain...." Archana nampak berfikir tanpa sadar beberapa pasang telinga bersiap menangkap ucapan sang adik..


Raino juga max menarik senyum miring menatap para saudaranya yang lain.


Tenyata nilai mereka sangat tinggi dimata sang adik!.


" Dengar ya.....ini rahasia kita! jangan kasih tau kakak archa yang lain!" Ucap archana dengan mimik serius diwajahnya yang lucu.


Brixton menahan tawa sembari mengangguk.


Mari dengarkan bagaimana kesan para Titan itu dimata adik mereka.


"Kak raider...juga kak xain! mereka terlalu aneh jika tersenyum apalagi tertawa! kesannya kamu akan melihat Joker! lalu.Kak Ryu,kak Diego juga kak Gion! mereka itu fobia ketinggian! ini rahasia ! jika saja Syura tak memberi tau archa,archa bahkan mungkin tak akan pernah tau! Lalu kak alarik,kak Cristian juga saudara kembar archa,kak arshenio! mereka terlalu berisik! tidak boleh ini tidak boleh itu,kalau mengajak mereka archa bukanya senang justru akan merasa tertekan!" Archana mengoceh dengan wajah dramatis,tak perduli banyak hati yang hancur dan syok mendengar ucapan polos gadis itu.


"Tunggu! bukankah masih ada kakak sulung archa? mengapa tidak mengajak dia saja?!" Brixton bertanya heran.


Yah, sayangnya itu sudah terdengar jelas ditelinga para pria tampan yang kini berdiri menatap adik mereka datar,tak jauh dari sana.


Archana menatap wajah tampan Brixton dengan tatapan ngeri.


Sementara Raino dan max sudah menghentikan tawa mereka diatas wajah Pundung para saudara mereka yang mendengar ucapan sang adik.


Baiklah...


Mari dengar bagaimana sosok saudara sulung mereka dimata sang adik!.


Memasang telinga dengan tajam.


Wajah raider dan xain tegang.


Ryu,gion,Diego max juga arshenio terlihat mendung.


"Kak Rayga yang paling parah!..."


"Sudahlah kuberdoa agar Zeus itu tak akan pernah mendengar ucapan archa selanjutnya!" Raino berbisik pada max yang terlihat menatap adik perempuan mereka horor dari jauh.


"Apa itu?' Brixton bahkan lebih penasaran lagi.


Archana terlihat meneliti keadaan.


Aman....


"Jika archa mengajak kak Rayga ke taman hiburan..bahkan sebelum memasuki taman saja anak-anak kecil disekitar kakak akan langsung menangis keras! wajah kakak itu bagai monster dari neraka karena begitu suram juga sangat dingin menakutkan! bahkan terakhir kali saat kak Rayga mengantar archa dulu kesekolah..ada seorang gadis kecil yang langsung demam hanya karena ditatap langsung oleh kak Rayga! archa trauma,kak Rayga terlalu suram untuk tempat-tempat bermain seperti wahaba atau apapun yang berhubungan dengan anak-anak!" Jelas archana sambil mengingat masa lalu.


Hening......


"Wah aku tak menyangka big bro bahkan menjadi sumber ketakutan anak-anak!"


" Jangankan anak-anak, orang dewasa saja jika berdiri disatu tempat dengan big bro akan langsung panas dingin ! "


"Hm..auranya itu seorang iblis dari neraka! diam saja dia menakutkan apalagi dia berbicara sedikit saja!'


" Dia bahkan dulu membawa Tigress kesekolah dasar! kalian ingat?!"


Brixton sampai kehilangan kata-kata.


Calon kakak iparnya itu memang berwajah tampan,sangat tampan.


Namun auranya terlalu dingin untuk mampu ditembus oleh orang lain,suram juga terlalu kuat menekan!.


"Wah! lihat rixton,disana ada jual aksesoris couple.Beli ya...." archana merengek dengan kedipan mata memohon yang sangat lucu.


Brixton menggaruk tengkuknya canggung kala rasa panas menjalar telinga juga wajahnya!.


"Ba..baiklah,tapi jangan melihatku seperti itu....Nanti aku tak kuasa menerkammu Kittie!" Ucap Brixton tertekan,tentu saja kalimat terakhir terucap dalam hati!.


"KYAAAAAA..lihat raider adik kita sangat imut!!!"


Raino mengguncang bahu raider kala melihat sosok sang adik.


"Tahan aku!! aku tak sanggup!" Maxim menekan dadanya dramatis,dengan satu tangan menarik rambutnya heboh.


" Cepat!!! pencuri itu menang banyak!"Diego memekik tak rela.


" Sialan !!!"Xain memaki,Ryu melotot bersama Gion yang sibuk menahan tubuh pria itu agar tak menghampiri adik manis mereka.

__ADS_1


Bagaimana tidak?.


Kini archa tengah memakai sweater bulu putih lengkap dengan bando kelinci yang begitu panjang dengan satu bagian tertekuk kebawah serta karet ekor buatan yang menggumpal dibelakang!.


Sial!!!!....


Adik mereka benar-benar terlihat seperti kelinci kecil gemuk yang manis ditangan seekor predator buas!.


Brixton yang memakaikan semua atribut itu sendiri tercengang! .


Pria tampan itu menundukkan kepalanya dengan helaan nafas berat.


Apakah ini cobaan atau berkah?.


Gadis manis ini sungguh bencana bagi kesehatan jantungnya!.


Lihatlah wajah polos dengan segala atribut gadis kelinci itu?!.


Tuhan kuatkanlah imannya!.


Brixton seketika merasa cairan hangat mengalir dari hidungnya!.


"Huaaa... Rixton kenapa?!!" Archana memekik kala melihat darah yang menetes dari hidung kekasih barunya itu!.


Yah,entah bagaimana kelanjutan?!.


Brixton yang melihat kecemasan gadisnya dengan senyum miring mulai membuat sedikit drama.


"Aduh.....sakit Kittie.....rasanya aku tak kuat lagi..." Brixton tanpa aba-aba memeluk tubuh mungil itu dengan kepala disandarkan dibahu sempit itu.


Menyeringai senang kala archana yang polos tak menyadari justru memeluk kembali dirinya erat.


"Ya archa harus apa?! aduh bagaimana ini?! rixton kita pulang saja ya?..." Archana terserang panik tak sadar mata-mata iblis yang menahan ingin menghabisi, terutama pada sosok pria pencuri kesempatan yang sibuk memeluk adik kecil mereka.


Archana membawa Brixton duduk di bangku taman,mengusap hidung Brixton dengan tissue.


Tes...


"Eh....? Kittie,kenapa menangis sayang?" Brixton terserang panik saat air mata gadisnya jatuh deras.


"Huaaa... Brixton sakit ya? darahnya banyak?apa Rixton akan mati? hiks...." Tanya archana dengan wajah polosnya.


Hening....


Wajah licik pria tampan itu mendatar dengan senyum nanar.


Mati?.


Sungguh,dirinya hanya ingin sedikit mengerjai si manis! mengapa justru begini?!.


Lagipula,siapa suruh gadisnya ini begitu manis sampai dirinya mimisan begini!.


Sabar....


"Rixton tidak sakit Kittie.... Tapi....mau tau caranya supaya rixton sembuh?" Brixton menarik tangan mungil archana yang sibuk membersihkan darah dari hidungnya.


Gadis polos itu mengangguk semangat tanpa tau niat licik apa yang tersembunyi dari senyum tampan itu.


"Jika dia macam-macam aku akan membunuhnya dengan dessert Eagle ku!"


Brixton berseru riang didalam hati, Brixton memang sudah begitu lama ingin melakukan ini tapi tak pernah bisa akibat kondisi juga para pawang gadis itu.


"Hahaha...astaga jantungku kau harus bekerja sama denganku! " Brixton berdehem dengan wajah menyesal.


"Rixton cepat katakan!" Archana mendesak.


"Cium aku....."


Duarrrrrr....


Begitu kata laknat itu turun, keheningan terjadi.


Brixton menunggu dengan cemas.


Archana mendekati wajahnya kearah wajah Brixton dengan polos.


Brixton menegang,tak disangka gadis manisnya akan menurut!.


"Kata nenek juga dulu kalau ada keluarga archa yang sakit,archa harus peluk dan cium mereka.Maka mereka pasti akan sembuh! archa tak sangka ternyata metode seperti itu memang benar! tapi kalau archa cium rixton itu pasti tidak apa-apa bukan? "


Batin gadis manis itu polos.


Sedetik lagi.....


Mata Brixton menyala terang kala bibir itu mulai mendekat.


Hingga....


"BERHENTI!! BRIXTON BERANINYA KAU....!"


Brixton tercengang,begitu pula archana yang mendengar pekikan nyaring penuh amarah itu.


Dan betapa terkejutnya!.


"MENJAUH DARI ADIK KAMI DASAR KAU PENCURI CAB*L!!"


"PEDOFIL KEPARAT!"


"KUBUNUH KAU DASAR AYAM JANTAN!"


"BERANINYA KAU MENGGODA ADIK POLOS KAMI! DASAR KAU PIRANG KEPARAT!"


Brixton speechless!.


Apa ini?.


Kemana semua pengunjung? dan apa-apaan dengan semua senjata api dan samurai itu?! apa mereka berniat main keroyokan?!.


Dan lihatlah wajah-wajah gelap penuh dendam itu!.


Hingga....


"SAUDARA-SAUDARAKU,KEBIRI PENCURI ITU!!"


Dan lihatlah Ryu yang berlari dengan katana mengacung dengan kata-kata horornya!.


Baiklah,hancur sudah kencan pertamanya!.


Poor you your higness!.


...🥀...


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2