
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote,like dan coment...
...🍹 Happy reading 🍹...
Langit sudah berubah,beberapa waktu yang lalu seluruhnya dipenuhi kegelapan malam,namun kini matahari dengan sinar yang hangat telah menyinari.
Rayga duduk di dalam helikopter yang dibawa kembali oleh Ryuga.
Tubuhnya dililit selimut tebal setelah sebelumnya pakaiannya yang basah serta kotor penuh lumpur dan lumut telah diganti dengan pakaian bersih.
Didepanya terbaring asline,sang istri dengan lengan tertancap jarum infus.
Sama, pakaian istrinya telah ia ganti sembari menunggu Ryuga,Maxim juga Gion menunggu diluar helikopter sebelum akhirnya benda itu bergerak naik.
"Bagaimana?" Rayga bertanya setelah Gion selesai memeriksa istrinya.
Gion,pria itu mengangguk samar dan duduk disisi saudara sulungnya itu.
"Tidak ada luka serius...hanya terserang hipotermia ringan,selain efek bius yang cukup lama terhirup meski tak banyak.Jangan khawatir,mungkin besok asline akan terkena demam.Biarkan dia beristirahat dulu,dalam dua hari dia akan pulih!" Gion berucap memberi ketenangan pada Rayga.
Mengangguk,dan CEO Z'industries itu mengelus wajah memerah istrinya.
Yah,suhu tubuh asline mulai menghangat.
"Apa yang ingin kamu katakan?" Rayga berucap tanpa menoleh,dirinya tau sedari selesai bicara.Gion selalu mencuri pandang pada dirinya.
Manik dokter muda itu terlihat gelisah.
"Alarik sudah selidiki,hari ini bukan hanya asline dan raels...tapi Sera bahkan ayah silver juga! menurut analisis ini seperti saling terkait! Aku berfikir....jika saja Naomi dan jihan saat kembali dari butik tidak bersama mami Kayra,apa mereka juga akan celaka? ini.....bukan kebetulan!" Gion akhirnya mengeluarkan pikirannya.
Manik Rayga menggelap,pria itu meremat jemari dingin istrinya meski tubuh itu menghangat.
"Cari tau....jangan tunggu hari ini berganti! satu saja....jika satu saja kudapatkan?! semua...."
Rayga menatap manik Gion menghunus,Gion meneguk salivanya ngeri.
"Akan kupotong inci demi inci...tubuh mereka akan kuseret dengan mobil paling cepat hingga bagian dari mereka tercecer sepanjang jalan dimana istriku harus merasakan niat jahat mereka...setelah itu....aku akan biarkan para serigala turun memakan setiap daging yang tercecer....."
Glekkkkk....
Gion mengangguk dengan senyum horor.
Ini bukan bualan,setiap kalimat seorang Rayganta Alzeus bak titah kaisar!.
Semua ucapan pria itu akan terlaksana, siapapun korbannya!.
............
Helikopter dengan lambang BE itu turun disebuah landasan helipad tepat dibelakang Z Resident.
Rayga menatap pintu,disana sudah berdiri ayah, dan seluruh keluarga Wiguna.
"Rayga... akhirnya kamu kembali!!" Kayra berjalan cepat mengecek kondisi asline yang digendong oleh Rayga sembari turun dari helikopter.
Tubuhnya terbungkus selimut,Gion memegang tiang infus disisi kirinya.
"Bagaimana son?" Arkansas bertanya begitu Rayga sampai didepan pintu .
"Tidak apa dad...Rayga bisa atasi ini...asline terkena hipotermia dan tidak ada luka serius!" Jelas Rayga sembari berjalan memasuki kediaman pribadinya.
Keluarganya berjalan menyusul dari belakang.
Setelah melihat Rayga memasuki lift dan segera hilang dari pandangan,para tetua itu menatap dengan manik berkilat dingin.
"Ini konspirasi!" Kayra mengeram murka.
Setelah Sera lalu silver saudara ipar mereka!.
Dan tak lama Asline juga raels?!.
Benar-benar berani!...
"Arshen kau sudah pindahkan Sera? sementara ini biar dia tinggal dulu di bungalow bersama para calon cucu menantu nenek! sudah cukup main-main para manusia kurang ajar itu harus segera diurus! siapapun mereka!" Anggi berucap geram.
Arshen,pria dengan perban melilit lenganya itu mengangguk dengan wajah dingin.
__ADS_1
"Tidak perlu mencari...cukup buat kesimpulan siapa yang sekiranya punya masalah dengan para menantu kita! perkecil area spekulasi dan buat mereka membayar!" Arkansas berucap sembari tersenyum miring.
Wajah tampan yang tak lekang oleh waktu itu menatap putra keduanya dengan intens.
Arshen mengangguk samar.
"Arshen..biar papi tanya,sudah sampai mana kalian mencari informasi?" Rion berucap dengan ketukan samar pada sandaran kursi.
" Sebentar papi....kak Rayga akan memutuskan jika alarik sudah berhasil memecah kode fitur wajah penabrak Sera....dan aku akan langsung turun!" Rion mengangguk,benar.
Kini Rayga adalah kepala keputusan dari generasi ketiga.
..........
Sementara itu...
Prankkkkk...!!!
"Bagaimana kau membuat rencana?! kau bahkan gagal membunuh satu diantara mereka?!" Margaretha meraung dan melemparkan sebuah vas keatas grizela yang baru saja memasuki rumah kosong tempat dimana mereka berkumpul.
"KAU FIKIR MUDAH MELENYAPKAN ASLINE SAAT TUAN MUDA SULUNG RAYGANTA BAHKAN YANG DATANG SENDIRI MENYELAMATKAN JAL*NG ITU?! FIKIR..! SUDAH BAGUS AKU LOLOS TANPA BUKTI,JIKA AKU TERSERET AKU AKAN MENYEBUT NAMAMU!" grizela membalas sengit.Keduanya sama-sama keras kepala,egois dan tidak ingin dipandang lebih rendah.
"Margaretha kau tidak bisa sedikit tenang? bukan hanya grizela..bahkan Aubrie dan Erika sama gagal! apa kalian ini tidak bisa lebih pintar?" Patricia berucap jengkel.
"Mereka terlalu cepat dan teliti! bagaimana cara kita membunuh para wanita itu jika seakan banyak mata mengawasi dimanapun para ja*ang itu berada..hingga saat ada bahaya mereka mudah lolos! Aku sudah keluar uang banyak dan semua hancur ! mana Aubrie? sialan wanita itu bahkan tak datang?!" Margaretha meraung emosi.
Sementara itu disisi lain...
Aubrie menatap mobil sedan yang sudah tenggelam didalam laut.
"Aku pasti tidak akan ketahuan kan? bagaimana... bagaimana jika jendral muda arshenio tau? tidak..tidak..aku sudah menutupi diriku dengan benar dan pergi sebelum mereka sadari! aku..aku hanya harus pulang dan bersikap biasa saja! Yah,aku harus segera kembali sebelum seseorang sadar aku tak ada dikamar sejak semalam!" Aubrie berucap menyakinkan diri,masa bodoh dengan mobil rental yang ia sewa dengan identitas samaran yang Patricia buat untuknya.
Aubrie tersenyum lembut kembali,berbalik dan pergi dengan sebuah taksi yang ia pesan sebelumnya.
Tentu saja dirinya menaiki taksi itu jauh dari lokasi mobil sewaanya tenggelam.
..........
Alarik memicing,diruang penuh peralatan perangkat canggih itu kini terlihat gambaran sistem pendeteksi garis wajah.
Pintu ruang khusus IT itu tergeser.
Terlihat para inti masuk dengan sosok Rayga yang masuk diakhir.
"Cctv jalan sudah diretas sebelum aku bergerak..tapi jangan cemas...bukan Alarik Aluxio Lumiro jika kalah dalam sekali serang!" Alarik menyerigai sinis.
Alarik meringis saat bahunya diremat kuat.
Melirik dan terlihat arshenio berdiri disisi kirinya dengan Rayga disisi kanan.
Yang satu dewa perang Red Eagle..!
Dan yang satu lagi adalah Zeus agung tiran..!
Bagus sekali masih hidup selama bekerja dibawah tekanan dua tiran ini!.
"Kau lihat.....setelah memakai sistem identifikasi.Mulai dari gerak tubuh,postur dan sidik jari...." Alarik menyerigai setelah berhasil menyingkap satu sosok yang tertutup oleh masker dan topi hitam,sosok yang bersembunyi memantau didalam sebuah mobil sedan hitam.
"Kau kenal dia bukan Shen? tidak perlu repot-repot kuberi tahu! satu tersangka tertangkap! well...saatnya balas dendam...." Alarik tertawa renyah,melepas kaca matanya setelah berhasil menyingkap dua orang pelaku.
Prankkkkk...!
"YAKHH...JANGAN KAU HANCURKAN PERALATAN KU!! JENDRAL SIAL KAU..!" amuk Alarik saat Arshen yang sudah terlanjur emosi membalik sebuah PC miliknya .
Arshen berlalu pergi dengan wajah menggelap.
Meninggalkan alarik yang sudah memaki dengan sumpah serapahnya.
"Sabar Rik! nanti kau beli saja yang baru..jangan drama!" Maxim mengejek dengan senyum menyebalkan.
"Beli..beli..kau fikir PC ini dijual di toko?! ini ku rakit sendiri sialan! beli saja pakai kepalamu kalau ada!!" Maki alarik jengkel.
Maxim tertawa,puas menggoda alarik.
Benar, Alarik sangat sensitif prihal perangkat rakitannya.
Bukhhhh..
__ADS_1
"YAKHH bedebah mengapa kau pukul kepalaku?!" Maxim mendelik berbalik dan menatap xain bengis.
Xain memicing dan melirik Rayga dengan kode pada Maxim.
Maxim menoleh dan akhirnya terdiam kaku saat ada sesosok ibllis yang tengah menahan amarah disampingnya.
Sungguh dirinya lupa keadaan!.
Alarik berdecih dan kembali mengumpulkan badan PC yang sudah terbelah dan berserak akibat ulah Arshen.
"Nasib..nasib punya saudara laknat minta ampun!" Racau alarik menatap PC miliknya dengan nanar.
Raino menatap miris,pria yang malang!.
"Siapa yang pergi bersama arshenio?" Rayga. bertanya dengan wajah tanpa ekspresi.
"Dia pergi sendiri.....kurasa dia membawa wakil timnya...kau tau arshen suka bekerja dengan jumlah orang sedikit! biarkan dia bermain!" Raider berucap dengan wajah yang sama tanpa ekspresi berarti.
Lengan dan punggungnya dibabat oleh perban,demi melindungi tubuh calon istrinya pria itu memiliki luka gores akibat tergeret aspal cukup banyak.
"Aku baik-baik saja!" Raider berucap setelah menyadari tatapan dalam Rayga pada perban yang terlihat di bagian lengannya.
Rayga mengangguk samar,berbalik menatap alarik.
"Cari tau data supir taksi itu..siapa yang berinteraksi dengannya dan cek saldo rekening pria itu! mari lihat...manusia mana yang ingin bermain dengan nyawa istriku!" Rayga berucap dengan senyum jenaka,namun manik pria itu gelap menghunus.
Alarik mengangguk,lalu mengklik komputer bagian kirinya.
"Tanpa kau minta big bro.... ini dia!" Rayga menepuk bahu alarik puas.
Nama : Dion Todd
Usia : 30 tahun
Pekerjaan : Supir taksi
Catatan kriminal : Pengedar, pemakai,judi,kekerasan dalam rumah tangga dan pembunuh bayaran kelas teri.
Saldo Awal : 3 juta US Dollar.
Saldo terkini : 12 juta US Dollar.
Pengirim........
Brrrrrr....
Seketika hawa dingin jatuh mengelilingi seluruh ruang.
Alarik menarik kursinya menjauh diikuti langkah mundur Maxim,xain,Ryuga, Raino juga Gion.
Diego masih di manor merawat asline hingga pulih.
.........
Aubrie tersenyum lembut menerima suapan dari Carol.
Dirinya demam akibat rasa cemas yang terlalu besar.
Entah bagaimana perasaannya tak enak sejak kembali dari pantai tempat dia membuang mobil rental yang ia sewa.
Tapi, Aubrie harus bisa mengatur ekspresi juga tindakannya agar tak ada yang curiga.
Sera entah mengapa tidak kembali sejak insiden itu.
Dan itulah penyebab hatinya dipenuhi kegelisahan!.
"Kemana perginya ja*ang itu?! jika dia tidak pulang bagaimana aku tau kondisi mereka?! sialan !" Batin Aubrie murka.
Beda hal dengan senyum diwajahnya menerima perlakuan lembut Carol meski ayah angkat juga ketiga kakak laki-laki nya terkesan acuh.
Hingga....
Seorang asisten rumah tangga berlari masuk dengan wajah pias.
"TUAN.. NYONYA...ITU..ITU...TUNANGAN NONA SERA DATANG TAPI WAJAHNYA TERLIHAT MENGERIKAN!"
Deggggg...
Aubrie mematung dimana seluruh keluarga Sebasta sudah bergerak keluar dengan cepat dalam wajah panik dan tanda tanya!.
__ADS_1
.....TBC.....