Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Like a little flower


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya...



...🌠...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🌠...


Langkah riangnya berjalan menyusuri ratusan hektar kebun anggur milik salah satu ayahnya,Axel.


Archana tak hentinya berdecak kagum.


Meski sudah berkali-kali menjelajahi kebun berjuta anggur merah itu.


Tetap saja rasanya begitu menakjubkan.


"Papa Axel buat apa ya dengan semua anggur ini? kata kakak Alarik papa dengan anggur ini bisa mandi uang? Archa tidak percaya ah! tapi harusnya mandi buah anggur,bukannya mandi uang..bukankah papa menanam anggur dan bukanya uang! Archa rasa kak Alarik memang sudah gila karena terlalu lama bermain dengan kak Raino juga kak Maxim! hihihi...Archa mau petik ah...anggur papa Axel kan manis..." Gadis mungil itu berceloteh riang,tak menyadari sepasang mata tajam yang menatapnya intens.


Senyum geli dari sosok itu terbit.


"Ahh..bunga kecilku yang manis! kita bertemu lagi,Tuhan bahkan mengirimu langsung padaku ditanah salah satu ayahmu sendiri.. benar-benar menarik!" Pria tampan dengan rambut pirang sehangat sinar mentari itu terkekeh geli,wajah yang biasanya acuh dan dingin kini terlukis berbagai ekspresi.


Tanpa ia sendiri sadari.


Yah,dialah sang putra mahkota.


Awalnya ia datang untuk mengecek kwalitas anggur yang akan dijadikan wine untuk pesta perayaan ulang tahun pernikahan ayah juga ibunya.


Raja dan ratu Inggris yang kini bertahta setelah sang kakek mandat.


Benar...


Hanya perayaan pernikahan raja dan ratu,karena selama kepemimpinan king Brinlaid,kewajiban mengangkat selir telah dihapuskan.


Kini hanya ada raja yang didampingi oleh seorang ratu.


Beruntung juga,karena raja-raja Terdahulu tidak mengindahkan posisi seorang selir.


King Brinlaid Algari Roman,dan king Brizian Roman.


Adalah contah dari sistem kerajaan yang tidak membutuhkan jasa hubungan pengangkatan selir demi posisi tertinggi.


Brixton Algari Roman, tersenyum simpul.


...( PS: Nama putra mahkota El ganti karena kemarin ada yang bilang no valid because the name like a women! Sad.....)...


Tapi siapa yang menyangka? ternyata kegiatan yang dilakukan ternyata membawanya untuk melihat langsung bunga kecil polos yang telah menarik minatnya malam itu, malam pertunangan sang Zeus.


Maniknya terus menatap dengan langkah yang mulai mendekat.


Beruntung keluarga gadis itu tengah sibuk dengan para ajudannya.


Hingga kini,waktunya begitu banyak untuk semakin menikmati waktu mengamati gerak-gerik lucu gadis menggemaskan itu.


"WOAH..hihihi...disana kenapa anggurnya berwana hijau? apakah manis? Archa mau-"


Brukhhhh..


"HUAAAAAA... PAPA AXEL KENAPA BUAT DINDING DITENGAH JALAN?!! JIDAT SAMA HIDUNG ARCHA SAKIT!!! PAPA...KAKAK...HUAAA...." Archana reflek menjerit saat tubuh kecilnya jatuh terduduk.


Sang putra mahkota terkekeh,dan gadis manis itu mendongak.


Degggg..


Tawa sang putra mahkota terhenti.jantungnya bertalu melihat wajah manis yang terlihat begitu lucu dengan manik berkaca-kaca yang tengah melotot garang padanya,pipi merona dengan hidung mungil yang kembang-kempis lucu.


"Ih...Archa itu jatuh!kenapa tidak tolong?! sudah tertawa sekarang malah melamun! Archa adukan sama papa Axel dan kakak Cristian baru tau rasa! nanti biar dipukul papa!! huuu sakitnya....pasti Archa benjol nih!!" tangis gadis manis putri Arkansas itu kesal.


Bibirnya terus meracau kesal tak peduli wajah tampan yang kini terus menatapnya intens.


"Khem.. baiklah..maafkan aku nona manis..mau ke dokter hm? biar sakitnya di periksa" dengan lembut Brixton berjongkok,menarik dagu Archana dengan hati-hati layaknya sebuah boneka kaca yang mudah pecah dengan sedikit sentuhan.


Archa mengerjap polos,menatap wajah tampan itu dengan bingung.


"Hei kakak tampan....yang sakit itu kening,hidung sama ****** Archa karena jatuh terduduk,bukanya dagu Archana! buat apa kakak pegang dagu Archa? yang sakit apa yang disentuh apa! ck..ck...ck..tenyata kakak lebih bodoh dari kakak Raino!" Dengan polosnya ucapan gadis itu tak sadar membuat sang putra mahkota pundung.


Baru kali ini dirinya, seorang putra mahkota Britania raya terkena serangan mental!.


Namun...


Ternyata bukan dia saja.


Axel,Cristian bahkan Gerri sang ajudan putra mahkota berdiri mematung.


Yah,ketiga pria berbeda generasi itu berdiri cukup jauh dari posisi kedua anak manusia itu berada.


Kaki mereka seperti terpaku ditanah.


"Hei tuan Lumiro..apakah di kebun anda ini ada penunggunya? kurasa putra mahkota tengah kerasukan penunggu kebunmu!" Gerri berucap horor.


Sedang Axel dan Cristian saling melirik menahan tawa.


"Bagus Archa..jangan mau diperdaya si kutub Utara itu!!" smirk Axel puas akan respon putrinya.


"Adik kecil kami memang ajaib!!" Criatian mati-matian menahan tawa.


Brixton menghela nafas,bukanya marah.


Dia merasa ini cukup lucu untuk menghiasi hari-hari monotonnya.


"Baiklah..sebagai permintaan maaf,mau kutraktir makan malam?" Brixton untuk pertama kali mengalah,berucap lembut penuh kesabaran.


"Tidsk mau! tidak kenal jangan coba-coba berpura-pura baik terus akhirnya kamu menculik Archa-kan?! daddy sudah sering peringatkan Archa untuk tidak percaya orang asing.."Sungguh Brixton ingin tertawa,betapa polos dan manisnya gadis remaja ini!.


Matanya yang bulat,pipinya yang putih lembut dan halus.

__ADS_1


Kulitnya begitu lembut dengan harum manis coklat yang seketika menggelitik penciuman nya.


Brixton terperangkap dalam ilusi kecantikan ini!.


Didalam sarang para pembunuh Lucifer,Hades dan Zeus.


Dimana malaikat cantik berwajah polos,penuh keberanian juga rapuh layaknya boneka kaca ini berasal?.


Bagaimana para iblis itu bisa mendapatkan sosok seindah malaikat ini?.


"Baiklah aku menyerah..sekarang katakan saja gadis cantik ini mau apa sebagai permintaan maaf?" Brixton berucap dengan senyum tulus.


Archana tersenyum riang..


Sementara telinga para ayah dan para kakaknya terjaga siaga.


Yah,Axel mengirim vidio dengan suara penuh.


Mengirim pada para iblis seluruh clan.


Ini akan jadi game yang menarik!.


........🔱........


...Inikah cinta yang sesungguhnya?...


...Hati ini mulai percaya...


...Aku merasakannya...


...Merasakan tak ingin hidup tanpa dirimu...


...Hatiku hanya berdetak untukmu...


...Hatiku membutuhkanmu...


...Aku bagaikan seorang pengelana...


...Kau ada sekarang...


...Tempatku pulang...


...Jangan ada lagi kekhawatiran yang tersisa...


...Aku ingin berbagi cerita hidupku denganmu...


...Jadikan dirimu pasangan hidupku...


...Tak ada lagi kesedihan penyesalan dan masa lalu...


...Aku menemukan hidupku dalam nafasmu...


...Porosku ada padamu...


...Cinta ini seperti berkah dari Tuhan...


...Cinta ini kujanjikan hanya untukmu...


........🌠.........


Hujan malam itu turun dengan begitu deras.


Didalam sebuah kamar apartemen minimalis,raels.


Gadis cantik berdarah Asia itu menangis dalam diam,memeluk sebuah boneka besar beruang yang diberikan raider entah dalam rangka apa, pria itu hanya berkata.


"Jika rindukan aku..peluk saja boneka ini, kehangatan meski tak sama dengan pelukanku..tapi cukup untuk membuatmu ingat padaku.. Raels...aku mencintaimu..."


Menangis begitu pilu,mengapa semua orang harus memandang hina seorang gadis yatim piatu?.


Mengapa semua orang harus memandangnya begitu hina kala sosok tampan tuan muda kedua clan Wiguna begitu lembut padanya?.


Apa salah dirinya menjadi yatim-piatu?!.


...âš¡...


Suara petir menyambar keras,Raels tersentak ketika lampu seluruh lantai gedung apartemen itu mati total!.


Drttttt..


From : Raider


Amor... you okey? aku dengar apa yang terjadi...kamu jangan dengarkan dia..percaya padaku saja! amor..


Please try to believe me....


I Really love you...more


Read...


Tessss..


Raels membaca pesan dari sosok tampan yang sudah memiliki tempat dihatinya.


Sakit....


Sakit sekali rasanya kala kenyataan dirinya bak langit dan bumi kala berada disisi pria itu.


Duduk dipojok kamar,menangis dengan wajah teredam diantara kedua lututnya.


Srazhhhh...


Hujan disertai petir turun begitu deras bersahutan.


Tubuhnya mengigil.


Raels bahkan tak mampu merasakan kakinya.


Gelap....


Isakanya mengisi keheningan kamar apartemennya.


From : Raider


Amor.... i'm here...lihatlah kebawah gedung apartemenmu..Aku menunggu senyuman manismu lagi...


Aku ingin menatap wajahmu..lihat aku..aku menunggu....


Read...


"Hiks..bodoh..kau ingin sakit diluar sana? hiks..maka sakit saja aku tidak perduli!!!" Terisak menyedihkan, Raels melempar ponselnya entah kemana.


1 jam telah berlalu...


Rupanya malam ini akan terjadi badai,Raels berdiri perlahan kala listrik kembali menghidupkan penerangan seluruh gedung.


Raels berjalan dengan wajah kosong menuju jendela.Setelah meraih kembali ponselnya.


Deeegggg....

__ADS_1


Didepan sebuah apartemen biasa,berdiri raider dengan putus asa.


Yah,Raels bisa melihat bayangan sosok raider yang tertutup samar oleh hujan.


Pria itu,berdiri dengan kokoh bahkan tanpa payung atau pelindung apapun yang menghalangi dirinya dari air hujan yang jatuh begitu deras.


"Kumohon raels...jangan begini padaku...mengapa kamu dengarkan orang lain? raels....kumohon percaya...percaya padaku!" Raider melirih,menatap kearah jendela yang tirainya telah tersibak dan menampilkan sosok menyedihkan Raels.


Mata tajam raider menangkap jelas wajah sembab dengan sorot mata kosong.


Gaun putih selutut dengan sebuah cardigan hitam menjadikan sosok itu bak malaikat cantik yang begitu kesepian.


Sakit...


Raider berdiri dengan mencengkram kemeja dibagian dada,tempat dimana kini ia merasa sakit bak tertikam belati.


Drrrrtttt..


Raider menatap ponselnya yang bergetar.


My Amor calling...


"Amor...plea-"


"Per..pergilah raider... kita..kita tidak seharusnya bersama...Aku... aku tidak pantas!"


Raider menutup mata,tangannya terkepal begitu kuat hingga kuku jarinya menancap disana.


Benci...


Dirinya benci kata itu!


Tidak pantas? lalu siapa yang pantas untuk ia cintai?.


Suara gemetar gadisnya,isak tangis yang tertahan itu...


"Jangan pernah katakan tidak pantas! kaulah satu-satunya perempuan dimataku setelah keluargaku! apa kamu tidak mengerti juga Raels?!! aku mencintaimu!!"


Raels..


Gadis itu menutup mata kala deru nafas serta bentakan bernada amarah itu terdengar putus asa.


"Raider...mari akhiri saj-


Prankkkk..


Degggg..


Raels mematung,apakah pria itu membanting ponselnya?.


Raider disisi lain..


Menatap ponsel Android mahal yang telah hancur menghantam aspal itu dengan deru nafas memburu.


Amarahnya tersulut kala ia tau pasti apa yang akan dikatakan gadisnya.


"Jangan salahkan aku jika menjadi gila raels..cinta ini membunuhku!"


Disisi lain...


Raels jatuh terduduk, menangis dengan putus asa.


Dirinya yang meminta mengakhiri,namun hatinya juga yang terasa sakit.


"Sudah cukup raels....jangan katakan itu padaku!"


Degggg..


Raels mengangkat wajahnya,mendapati kini raider telah berdiri basah kuyup menatap dirinya nanar.


"Seginikah harga cinta yang selama ini aku berikan padamu? sedangkal ini kepercayaan dirimu padaku?" Raider berjongkok,menatap wajah raels dengan lembut.


Kelembutan yang begitu menyakitkan .


"Memang benar apa yang wanita itu katakan! aku tidak akan mengelak.Sebelum bertemu denganmu,aku banyak dikelilingi para wanita dari berbagai kalangan...tapi hanya sekedar itu, tidak ada hubungan dengan hati seperti kini yang aku rasakan padamu! Aku menganggap para perempuan itu hanya pajangan yang tidak berharga! tapi kini...." Raider tersenyum,mengusap air mata di pipi raels dengan lembut.


"Hatiku percaya...aku merasakannya sejak pertama melihatmu.Aku tak ingin hidup tanpamu,jantungku hanya akan berdegup kencang.Berdetak untukmu! aku membutuhkanmu raels..layaknya oksigen!" Raels menggeleng lemah,menangis pilu sakit rasanya mendengar nada putus asa dari pria yang terkenal acuh pada dunia itu.


"Kamu tau? sebelum bertemu denganmu,aku bagaikan seorang pria pengelana,mencoba mencari arti dari rasa cinta yang ayahku selalu bicarakan kala bersama ibuku.Awalnya kufikir itu hanya sebuah kisah klise,hingga aku memutuskan mencari...satu wanita ke wanita yang lain..tapi apa kamu tau?" Raider terkekeh kala raels menggeleng lemah.


"Sebelum dekat..aku bahkan merasa ingin muntah berada didekat mereka! parfum-parfum yang begitu berbau menyengat dari tubuh penuh hasil tangan meja operasi! tapi...sekarang aku menemukanmu,diantara ribuan jarum bernama perempuan! Kau tempatku pulang...tempatku merasakan rasa bak melepas dahaga" Raider meraih tubuh raels,membuat gadis itu limbung dan terjatuh dalam pelukan dari tubuh dingin itu.


"Tolong percaya padaku....Jangan ada lagi rasa cemas yang tak perlu..jangan berfikir jauh,hanya perlu tau.Aku hanya ingin berbagi cerita hidupku bersamamu,jadikan dirimu pendampingku, hapus semua kesedihan,penyesalan dan bahkan semua masa lalu buruk itu! Raels...lihat aku!"


Manik keduanya bertemu,wajah sembab gadis itu dengan wajah tegasnya.


"Apa yang kamu...kamu lihat dariku? aku tidak setara denganmu!" Raels berucap dengan tubuh gemetar,tercekat.


Sakit sekali kala harus mengeluarkan kata-kata itu.


"Stttt...." Raider meletakkan jarinya diatas bibir pucat raels.


"Dengar....Raels,aku telah menemukan kesempurnaan hidupku dalam setiap detik nafasmu,porosku berputar padamu! cinta ini...perasaan ini seperti berkah yang dihadiahkan Tuhan untuk pria seperti diriku,aku tau betapa banyak dosa-dosaku padanya! namun dia begitu baik mengirimi dirimu sebagai cahaya ditengah kegelapanku.Raels....Pegang janjiku! Aku,Raider Leander Wiguna Bersumpah!"


Malam ditengah badai disertai hujan petir.


Bak waktu seakan berhenti.


Menunggu ...


"Dengan nama Tuhan...atas nama ayahku,Arion Drew Leander Wiguna dan atas nama ibuku,Kayra Romanov Wiguna! Seumur hidupku,cinta ini....kesetiaan ini....Kujanjikan hanya untukmu seumur hidup kita!" Tegas dan penuh keteguhan hati.


Raels menutup mulutnya,syock.


Air matanya mengalir deras.


Ini sumpah,bukan lagi sebuah janji.


Riader mengangkat tubuh raels ala bridal,membawa tubuh dengan piyama satin tipis yang telah basah oleh terpaan air hujan.


Duakh...


Pintu kamar mandi terbuka.


"Mandi dan ganti baju ya..aku akan pulang..jangan terlalu lama,nanti sakit amor..." setelah menyalakan dan mengisi bathup dengan air hangat,Raider berbalik pergi tanpa menoleh kebelakang.


Tersenyum tulus meski dirinya tau,usahanya harus lebih keras lagi.


Dan mungkin besok adalah usaha terakhirnya.


Raels menutup wajahnya,menangis kala melihat punggung lebar yang terlihat kesepian itu.


"Ya Tuhan...beri aku kemudahan! beri aku jalan akan rasa cinta ini..tolong beri kami jawaban!" Raels menangis sebelum akhirnya menguatkan hati.


Menyelesaikan mandinya dan keluar dengan sebuah bathrupe putih.


Tidur...


Dia butuh tidur untuk menghadapi hari esok.

__ADS_1


.........🌠.........


...TBC...


__ADS_2