Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Obat dan malam (+)


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya...



...🍃...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🍃...


Erangan serta rintihan terdengar begitu menyayat,sangat menyedihkan.Namun sungguh,ditengah itu ada godaan hebat yang mampu membuat pria manapun kehilangan akal!.


Gion mengusak rambut coklatnya gusar,dokter muda tampan nan genius itu untuk pertama kali merasa begitu menyedihkan,seakan dirinya begitu bodoh dan dipermalukan.Ejekan tak berwujud!


Disini,kemampuan medisnya tengah dipertaruhkan!.


Diatas brangkar gadis,milik dari saudaranya tengah terbaring dengan tubuh memberontak menahan panas dan rasa sakit yang dirinya tau begitu mengerikan untuk dialami oleh seorang gadis!.


Sudah ada lima jenis botol serum antidot dirinya coba,dan sudah lebih dari 12 jam sejak gadis itu berada dibawah penanganannya.


Dan semua sia-sia!.


"Apa tidak ada cara lain yang kau bisa lakukan Ion?! sudah 12 jam kami menunggu!" Raider berucap menatap tajam wajah lelah Gion yang baru saja keluar dari ruang VIP yang berada di lorong khusus clan Wiguna itu,lorong yang berada di lantai teratas gedung rumah sakit super mewah itu!.


Healthy Hospital.....


Gion,dokter tampan itu melepas sarung tangan medisnya dan merapikan rambut kusutnya.


"Kalian tidak tau betapa berbahaya afrodisiak yang masuk kedalam tubuh Aira itu!? " Kesal Gion,menatap wajah para saudaranya getir.


"Memangnya ada racun yang tak bisa kau tangani Gion? bukankah itu hanya afrodisiak? apa masalahnya? bukankah racun sejenis Black Mamba saja kau tangani tanpa membuka mata? aneh kau ini...." Maxim berucap tak paham situasi.


Ingin sekali Gion menampar wajah polos menjurus bodoh dari salah satu saudaranya itu.


Sungguh! jika saja Diego ada disini membantu dirinya!.


Yah, memang.


Diego kini berada di Indonesia bersama istrinya menggadiri pemakaman kakeknya dari pihak ayah!.


"Bukan seperti itu juga max! ini racun jenis yang bahkan negara manapun melarang keras diproduksi lagi! kurasa orang itu mendapat benda itu di pasar gelap! sialan memang,bahkan formula detoksifikasi saja sudah lama dimusnahkan!" Jelas Gion sakit kepala, menghela nafas sembari melirik kaca pintu ruang rawat dimana sosok Aira tengah tertidur dengan bius dosis tinggi yang tentu saja hanya berkerja sementara.


"Apa tidak ada cara? aku sungguh iba melihat Aira...bahkan dalam tidurpun tubuhnya menggelepar seperti ikan yang ditarik paksa dari air!' Jelas Xain yang berdiri menatap kaca pintu rawat dengan kedua tangan tersimpan dibalik saku celananya.


Gion menatap wajah-wajah kusut para saudaranya.


"Hanya ada satu cara....dan cara itu...." Gion menggantung ucapanya,maniknya melirik Rayga yang berdiri dengan wajah datar tanpa riak.


Mengerikan sekali !...


Aura pria itu bahkan lebih pekat dari gelapnya malam diluar sana!.


"Apa Gion?!cepatlah jangan membuat orang berspekulasi aneh-aneh!" Geram Raino yang melihat wajah Gion yang terlihat jelas dipenuhi emosi yang tak stabil.


"Berhubungan inti*"


Duarrrrrrr.....


Itu bukan Gion,dokter muda itu terlihat menghela nafas kala melihat sosok yang baru saja berbicara begitu santai tanpa beban dan berbalik pergi begitu saja meninggalkan wajah-wajah pias para inti yang terlihat horor.


"Ini lelucon!!" Raino berucap dengan wajah horor.


"heheh..bukankah ini terdengar aneh?!" Maxim bercelatuk dengan senyum terlihat aneh.


" Kurasa aku perlu menemui dokter THT!" Ryuga berucap dengan tawa sumbang.


Raider menatap xain yang terlihat menghela nafas berat.


Rayga menyerigai dalam sebelum tubuh tegapnya memasuki lift ,dia ingin pulang dan segera memeluk tubuh harum istrinya.


Tapi sebelum itu..


"Gion..segera buat alarik sadar,mau tidak mau.Suka tidak suka,siap maupun tidak! dia...yang harus menolong Aira....calon istrinya!" Suara Rayga mengalun sedetik sebelum pintu lift tertutup.


"Gion..a..apa...yang brother Rayga katakan itu apakah benar? dia..dia tidak sedang melucon bukan?! heheh..bagaimana dia bisa mengatakan agar alarik menggarap Aira? dia..dia gila!!!" Celetuk Raino bergidik.


"hehe...alarik akan dipenggal nenek veleri juga mami amber sebelum dia bisa melakukan itu!" Maxim terkekeh dengan wajah ngeri mengingat sabit neraka milik amber yang terpajang diruang tamu keluarga besar Lumiro itu.


Belum lagi rentetan siraman qolbu nan telak menusuk dari nenek kesayangan mereka!.


Maxim yakin,alarik akan hancur lebur terkena serangan mental!.


"Tapi itu memang benar dude! hanya alarik yang bisa menolong Aira,atau gadis itu akan terancam! kerusakan saraf sensorik dan berakhir mandul!" Ucap Gion tak menutupi resiko apapun.


Dan pada akhirnya,lorong itu berisi helaan nafas berat para pria tampan itu,dimana Gion telah berlalu menuju ruang dimana alarik tertidur panjang akibat tingginya dosis obat bius yang masuk kedalam tubuhnya.

__ADS_1


......🍃......


Alarik,pria itu berdiri dengan rahang mengeras serta sorot mata dingin penuh kemarahan juga rasa sakit penyesalan.


Menyesal tak mampu melindungi calon istrinya!.


" Maafkan aku Aira..jika kau terbangun nanti dan menganggap diriku melewati batas....." Alarik perlahan membuka satu persatu kancing kemejanya.



...( Mau nambah kebawah tapi nanti kena block! )...


Pintu rawat telah ditutup rapat,cctv diruang itu telah mati dengan sistem keamanan aktif.


Kemeja biru gelap itu telah lolos dan kini terlihat jelas otot perut juga dada yang begitu terbentuk sempurna.


"Maaf Aira..maafkan aku setelah ini..bahkan jika kau mencabut nyawaku...aku akan tersenyum dan tak akan pernah meninggalkan penyesalan!" Akhirnya gesper yang melilit pinggang kokoh pria itu jatuh.


"Engghhh..ahh..pan..panas hiks..arkhhhh!!" Aira menjerit dengan tangan dan kaki bergerak brutal berusaha melepas lilitan tali yang terbuat dari serat kulit itu.


Alarik meraih wajah cantik itu dengan senyum teduh,mengukir setiap pahatan indah dari gadis cantik yang sudah menerobos masuk kedalam kehidupannya.


"Maaf Aira.."


Cuppp...


Aira terdiam,tubuh gelisah itu perlahan tenang dan dengan tanpa sadar membalas cum*uan alarik yang kini berubah semakin brutal.


Srakhhhh...


"AKHHHHH...ahhhhh...." Aira menjerit begitu keras,dibawah kungkungan alarik,gadis itu akhirnya dibakar dengan gelora cinta.


Alarik merobek baju pasien yang dikenakan aira.


Bibir panas itu segera melesak dan mengh*sap kuat leher jenjang yang telah basa oleh keringat dari calon istrinya.


Glukk...


Manik pria itu menggelap dengan rasa kering menghantam tenggorokannya.


"Sungguh demi seluruh ibu ratu clan besar Wiguna family..maafkan aku karena harus lakukan ini!' Alarik berucap dengan suara berat dan serak.


"Hah..ahhhh..engghhh" Aira hanya bisa mengerang tertahan.


Rasa nikmat yang membakar seluruh tubuh dan akalnya.


Wajah alarik semakin turun.


"AKHHHHH....ENGGHHHHH" Aira mend*sah keras dengan tubuh bergetar kala mulut alarik menyerang gunung kembarnya.


Alarik telah kehilangan kendali atas dirinya.


Otak jeniusnya kosong,hanya ada keindahan tubuh Aira yang mengisi seluruh akal sehatnya!.


Alarik gila!...


Ranjang berderit keras,suara lenguhan dan desa*an mengisi seluruh ruang rawat dengan panas membakar yang menutupi seluruh tubuh tanpa sehelai benangpun.


Alarik...


Merenggut mahkota Aira,dalam keadaan penuh dilema namun saat takdir membawa jalan manusia berusaha dan sang takdirlah yang memutus jalan.


......🍃......


Diruang kumpul keluarga di mansion besar utama Wiguna lantai satu.



Axel memijit pelipisnya pening,sementara amber sang istri terus mengusap lengan suaminya iba.


Pasangan suami istri itu duduk dengan wajah lelah.


"Kenapa dengan wajahmu itu Axel?! apa yang perlu kau susahkan? ini hanya masalah sepele! apa dad sudah gagal mendidik kalian hingga masalah seperti ini saja membuatmu seperti kehilangan nyawa?!!!" Sentak Rafendra jengkel melihat wajah Axel,putra dari sahabatnya yang sudah layaknya putra sendiri.


"Bukan begitu dad! masalah ini bukan terjadi di kota kuasa kita! anak bodoh itu menyapu setengah dari para pengusaha di kota Miami! Aku bukan hanya harus berurusan dengan pihak interpol Miami, negara itu tapi juga hukum mereka! anak itu benar-benar membuatku serangan jantung!" Axel menyeru emosi.


Alex terkekeh melihat betapa frustasi putra tunggalnya itu pada cucunya.


"Sudahlah..untuk apa punya uang banyak jika itu saja kau tidak bisa atasi! kalau tidak bisa pakai uang musnahkan saja mereka...itu saja kau bawa repot! kau tidak lihat bagaimana marahnya cucuku itu saat melihat keadaan calon istrinya?! sebagai ayah harusnya kau tidak bawa pusing masalah itu,Axel!" Alex menatap remeh wajah mendelik putra tunggalnya itu.


"Sudahlah..percuma bicara dengan orang tua ,duda lagi...." Sinis Axel menatap wajah shock ayahnya yang sudah dirinya nista kan.


Devinisi anak kurang ajar memang!.


"Hei!! mulutmu itu ya Axel! amber..lihat betapa kurang ajarnya suamimu pada ayah sendiri!"


Sungguh,Alex benar-benar jengkel akan mulut lemas putranya itu.


Sudah tau dirinya itu duda ditinggal mati!.


Anak kurang ajar itu justru menabur garam diatas lukanya!.


"Axel! jangan seperti itu pada papa!" Amber mencubit geram perut sixpack sang suami.


Sungguh,meski umur sudah tak lagi muda.Namun tubuh suaminya dan para saudara pria itu benar-benar tak kalah dari pria berusia 25-30 tahun!.


Benar-benar atletis terjaga!.


Axel mencibir melihat wajah ponggah ayahnya yang dibela oleh istrinya itu.


"Dasar tua Bangka! " Batin Axel kurang ajar.


"Khem..papa tidak perlu cemas masalah ini,kami sudah mengurusnya dan para keamanan interpol itu tidak akan mengganggu hari papa lagi!" Ucap raider dengan mantap,penuh kesungguhan.


"Yah...terserah kalian saja!" Axel berucap malas.


"Tapi........." semua mata segera teralih pada sosok yang baru saja berucap.

__ADS_1


Gadis dengan cardigan coklat lembut itu terlihat gugup bahkan telapak tangannya mendingin.


Grephh...


Menganggkat wajah kala sebuah telapak tangan besar nan hangat menggenggam erat tangan dinginnya.


"Ada-apa babe? bicara saja.." Raino tersenyum lembut menatap wajah cantik yang terlihat begitu gugup dari calon istrinya.


"Sebenarnya...obat itu...yang..." Victoria mengigit bibir bawahnya gusar,ketakutan melanda.


Hingga.


"Ria? bicaralah..papa menunggumu,biar bagaimanapun jika kamu tau sesuatu.Bicaralah karena ini menyangkut calon istri putra papa!" Axel berucap sabar, kebijaksanaan terpancar dari binar mata pria paruh baya itu.


Semua mata para tetua keluarga besar clan Wiguna dan Lumiro itu menatap kearah gadis cantik sedikit tomboy itu.


Victoria menghela nafas.


Tatapan menguatkan Raino serta tatapan dalam para tetua keluarga besar itu !.


"Obat itu sebenarnya....."


Raino melirik raider yang terlihat tenang.


Yah,kedua kembar R itu sudah tau.


Hanya saja mereka ingin mendengar langsung apa yang Victoria ingin katakan dan apa yang gadis itu ketahui.


Sesungguhnya, Raino terdiam memikirkan nasib alarik setelah nanti para ibu mereka mengetahui apa yang telah terjadi di malam panas yang baru saja berlalu.


........🍃........


Tubuh ramping itu terlihat bergerak tidak menentu dengan rintihan penuh kesakitan.


Para suster bahkan sudah mengikat kaki dan tangan gadis itu dengan kain disetiap sisi ranjang.


"Arkhhh..hiks..!!" Jerit gadis itu dengan tangisan putus asa.


Brakhhh..


Pintu rawat inap terbuka.


Seorang dokter masuk dengan wajah gusar.


"Apa yang kalian lakukan?! harusnya kalian suntikan dia dengan serum A3 saat dia bangun! bodoh kalian semua!!' Emosi dokter itu yang ditanggapi ngeri para suster dan dokter disana.


"Dokter..apa..apa...yang terjadi pada putriku?!" Sosok wanita paruh baya masuk dengan wajah memerah panik menyerang.


"Operasi itu berakhir sia-sia! tubuh nona Tifani menolak jantung yang baru saja kami transplantasi padanya! jantung itu cocok awalnya,namun melihat dari gelagat..justru tubuh putri nyonya yang menolak! kita harus mengganti dengan donor awal... tapi..dimana gadis kecil yang dulu kalian bawa kemari..10 tahun yang lalu?! hanya dia..jika keluarga Alinston menginginkan nona Tifani selamat..maka bawa gadis itu lagi!" Sang dokter berucap penuh penekanan.


Nyonya Alinston,atau..


Patricia Alinston.


Wanita itu mengepal kedua tangannya erat.


Kilat dingin bergemuruh dimatanya yang berhiaskan eyeshadow coklat madu.


"Berapa lama waktu yang tersisa?" Patricia berucap mencoba tenang.


Peter,pria paruh baya yang baru saja tiba itu menatap interaksi istri juga dokter pribadi mereka itu dengan manik berkilat dingin kala mendengar penjelasan sang dokter.


" Tidak lebih dari 2 Minggu...bawa gadis itu cepat atau nona Tifani tidak akan bisa bertahan hingga tahun baru tiba!"


Peter berbalik,mendial ponselnya dengan cepat .


"Bagaimana Dev?"


"Aku sudah bersama dengan dia..kami akan terbagi aku akan bergerak besok.. Tifani?"


Peter terdiam,melirik putrinya dengan sorot mata penuh kasih.


"Lupakan obsesimu Dev! adikmu harus selamat! bukankah kau yang membawa Victoria memasuki keluarga kita? maka biarkan dia menyelesaikan tugasnya...menjadi...." Senyum Peter terbit bengis.


"Jantung baru adikmu!"


"Jika aku tidak bisa dapatkan dia..maka..biarkan jantungnya berada ditubuh Tifani..bukankah tak masalah jika pada akhirnya aku akan menikahi adikku itu ,nanti!"


Hahahaha..


Peter tertawa keras mendengar suara penekanan terakhir Devano.


Yah, hubungan keluarga mereka memang rumit.


Sebuah rahasia dibalik rahasia.


Keluarga yang bahkan tak masalah menikahi seseorang dengan garis yang sama!.


Pernikahan sedarah!.


Mungkin?!.


...TBC...


Huaaaaa..generasi tiga Wiguna dengan konflik yang berjalan berat!.


Mampukah para eagle menjaga ratu mereka? akan ada perang berdarah,kematian dan juga cinta, persahabatan, persaudaraan juga kesetiaan yang abadi.


Nikmati cerita ini...


Beri El vote,Lika dan komen sepanjang jalan kenangan kita dari seri Wiguna pertama sampai ketiga!.


See you guys..


Hope you enjoy 🌹


See you again 🍃

__ADS_1


__ADS_2