
...Vote,like dan komentar ya 🌹...
...♣️.....♣️...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...♣️.....♣️...
...Jika semua raja memiliki ratu mereka...
...Tahta yang abadi akan terasa lebih bermakna...
...Mereka akan menulis takdir bersama...
...Untuk semua ratu yang berjuang sendiri...
...Saat sang raja belum menjemputnya...
...Darling,kau tidak akan sendiri terlalu lama...
...Tak bisa hidup tanpanya...
...Walau kau ingin...
...Tertawa saat kau merasa itu terdengar lucu...
...Ratu tak hidup tanpa rajanya...
...Bisa kau rasakan tubuhmu bergetar...
...Tunjukan pada mereka bagaimana ratu sejati bertahta...
...Begitu nafas api saling membelit...
...Mereka tak akan bisa berhenti...
...Tak bisa ditundukan...
...Ratu yang terlihat tanpa pedang...
...Tak masalah...
...Karena sang raja adalah pedangnya...
...Lukai dia...
...Maka sang raja akan menebas...
...Jangan bermain-main...
.........♣️..........
Bip......
Pintu besar bercat hitam berlambang elang itu terbuka, asline.
Gadis cantik itu perlahan melangkahkan kaki jenjangnya masuk,beberapa langkah dirinya menatap sebuah tangga hitam dengan pembatas terbuat dari kaca,gadis itu menghela nafas.
Mengapa kamar pria mesum nan jahil itu begitu luas? sungguh melelahkan!.
Shhhhhhh....
Asline tersentak,gadis itu membeku kala mendengar erangan kesakitan seseorang yang terdengar jelas dari atas.
Dengan cepat,gadis itu menaiki tangga.
Kaki jenjangnya berlari melewati sebuah ruangan minimalis yang penuh dengan alat-alat kebugaran.
Semua didominasi warna serba hitam,nafas gadis itu memburu dan maniknya akhirnya berhasil menatap seseorang yang begitu membuat rasa cemasnya memuncak.
Diatas ranjang dengan manik terpejam serta nafas memburu,pria yang biasanya selalu nampak gagah dan juga penuh vitalitas bak singa jantan yang memimpin seluruh kelompok, kini terbaring dengan wajah memerah serta pakaian yang telah basah penuh keringat.
Pupil gadis itu bergetar,bibirnya terasa kelu dan hatinya terasa sakit akan apa yang ia lihat.
Kemana pria bak kaisar agung itu pergi? didepanya hanya terlihat pria lemah dengan tubuh mengigil.
Gadis itu mendekat dengan perlahan,kakinya gemetar dan manik indahnya memerah.
"Ra...Rayga...." Asline memanggil lirih,pria tampan itu tak menyahut,hanya terpejam dengan alis mengeryit seakan menahan rasa sakit yang teramat sangat.
Asline menggeleng lemah,mendekat dan mengusap kening Rayga yang basah oleh keringat.
Gadis itu mengigit bibirnya yang terus bergetar.
Dengan cepat menyingkap selimut,suhu tubuh pria itu dingin namun keringatnya begitu banyak.
Asline berperang dalam hatinya.
Pakaian Rayganta harus segera diganti atau pria tampan itu akan masuk angin.
__ADS_1
Tapi terlalu lama jika harus kembali turun kelantai satu dan memanggil para maid,sementara pukul 7 semua pekerja manor selain para penjaga akan kembali ke vila belakang untuk beristirahat.
Semua itu karena Rayga menyukai keheningan,hingga pria itu menetapkan waktu untuk para pekerja di manor besar.
Ini sudah pukul 7.30,siapa yang akan ada di bawah untuk ia meminta tolong?.
Dengan meyakinkan diri akan situasi darurat,Asline berlari kearah kamar mandi.
Mencari handuk penyeka wajah dan sebuah wadah.
Memutar pengatur suhu air dan mengisi sebuah wadah kosong yang dirinya dapat dari sebuah kotak kecil berisi persediaan peralatan mandi pria itu,wadah yang cukup kecil untuk merendam handuk dengan air hangat.
Gadis itu kini berdiri didepan ranjang king size setelah persiapan kompres telah ia selesaikan.
"Maaf....maafkan aku Rayga...aku...aku tidak bermaksud apa-apa,jangan marah padaku nanti ya..." Asline meneguk salivanya gugup,perlahan membuka kancing demi kancing yang berada di piyama tidur sang Zeus.
Glek.....
Blushhhh.....
Seketika wajah cantik gadis itu terasa panas,seluruh tubuhnya seakan terbakar oleh bara api yang memompa jantung!.
"Ya Tuhan...mataku sudah tidak suci lagi! berapa banyak roti sobek ini?!! " Asline gemetar hebat saat suhu sedingin balok es di tubuh Rayga sukses mengantarkan kejut listrik begitu kulit mereka bersentuhan.
Telapak tangan gadis cantik itu terus gemetar kala kancing demi kancing piyama hitam berbahan sutra itu perlahan terlepas.
Tanpa asline sadar,terlalu fokus menatap pahatan tubuh jantan itu,asline tak menyadari akan manik tajam yang terbuka dan menatap dirinya dengan seringai geli menahan ha*rat dan gai*ah.
Setelah piyama hitam itu terlepas dari tubuh bak pahatan para dewa itu,kini asline mengelap keringat yang membasahi tubuh maskulin Rayga dengan handuk hangat lembut,begitu lembut hingga pria yang sedari awal berpura-pura itu harus mengeraskan rahangnya kala pusaka dibawah tubuhnya berkedut hebat oleh sentuhan lembut dari jemari lentik itu.
"Damn it!! ini hanya sentuhan yang bahkan terhalang oleh sebuah handuk! dan kau sudah tidak sabar untuk bangun?! damn you Little R!!" Pria yang berusaha tetap menjaga nafasnya itu tetap teratur memaki,memaki jengkel kala celana piyamanya perlahan terasa sesak.
Jangan.....
Jangan sampai gadis cantiknya menoleh kebawah dan melihat celana bawahnya itu perlahan naik,menggembung!
Double kill........
Bisa mati dia!...
Rayga tak ingin kehilangan muka dihadapan rasa cemas gadisnya.
Asline terus berkutat dengan handuk hangat ditangannya.
Memeras dan terus menyeka tubuh sang zeus yang begitu sempurna.
Tiada pria lainnya selama hidupnya yang memiliki bentuk tubuh kokoh dan sejantan putra mahkota Wiguna itu!.
Bahkan Sagara!
Kakaknya yang sangat menyukai gym.
"Sekarang aku harus menyeka wajahmu Rayga...aku akan mengganti airnya dulu dengan yang baru!" Asline menarik selimut tanpa memakaikan atasan kembali di tubuh Rayga,akan dirinya pakaikan setelah urusan menyekanya selesai dia lakukan,asline harus cepat.
Klik....
Suara pintu kamar mandi terbuka terdengar,dan pria yang terbaring itu akhirnya menghela nafas lega.
Ia menatap nanar kearah pusaka bawahnya yang telah sukses berdiri!.
Ia tak bisa terus berpura-pura tidur lagi,dirinya tak ingin dramanya terbongkar sia-sia!.
Menunggu,biarlah menunggu sebentar lagi.
Rayga menarik hingga batas pinggang selimutnya yang tersingkap oleh ulahnya,menaruh dua buah bantal guling dikedua sisi tubuhnya,memastikan reaksi juniornya tidak kentara.
"DASAR SIAL!" umpat Rayga kala merasakan rasa sakit menyiksa di area bawahnya.
Klik....
Dengan cepat manik tajam itu kembali terpejam rapat kala suara pintu kembali terdengar.
"Mengapa rasanya aku sangat mengelikan?! mengapa aku berprilaku aneh begini?! ya Tuhan ini semua terasa gila!" Batin Rayga miris,jangan sampai ayahnya Hades tua itu tau kelakukan gila dirinya,atau Hades itu akan tertawa dengan penuh hinaan.
Sialan!....
Perlahan wajah tegang yang tersembunyi dibalik tidur lelap itu rileks,sentuhan lembut yang dilakukan asline saat mengusap wajahnya terasa begitu menyenangkan.
Asline dalam diam terus menyeka keringat di wajah tampan yang terlihat pucat itu,entah sakit apa yang dirasakan oleh sosok yang tidur dalam ketenangan itu.
Tenang? andai saja asline tau betapa ketar-ketir jiwa predator Rayga saat ini.
Bangkit berdiri,asline berjalan memasuki walk in closet .
Kembali gadis cantik itu menggeleng horor.
"I..ini sebuah toko pakaian?! astaga demi Tuhan pria itu sangat mengerikan!!" Monolog Asline meringis melihat sebuah ruangan besar lagi,ruangan berisi segala jenis pakaian pria jahitan tangan.
Semua jas formal,informal bahkan pakaian santai untuk segala musim.Semua dibuat khusus dengan berbagai merek terkenal disetiapnya.
Sepatu,jam tangan,dasi juga sebuah lemari besi yang terkunci dengan sebuah monitor kecil didepanya.
Apa isi lemari ini? bahkan perlu sandi untuk membukanya.
Asline mengangkat bahu acuh,meraih sebuah kaos hitam polos dan berlalu keluar tanpa mau menjelajah lebih jauh.
Asline keluar,dengan perlahan memakaikan kaos hitam yang diambilnya dari walk in closet pada tubuh kekar Rayga.
Seringai pria itu tertarik samar tanpa asline sadari.
"Hah....memakaikan baju padamu saja aku sudah kelelahan begini! sebenarnya berapa berat tubuhmu itu,Rayga?! aduh... pinggangku sakit ......" Asline menghela nafas, berdiri tegak dan menaikan selimut kembali untuk menutupi tubuh Rayga,agar pria itu tetap hangat .
Menyeka keringat di kening,asline benar-benar merasa tenaganya terkuras habis.
"Sebaiknya kau kurangi dosamu Rayga... lihat,kau berat sekali! tubuh kecilku tidak akan sanggup mengangkat bahkan satu lenganmu lagi....kau harus membayar tenagaku nanti mahal! hahaha..kurasa aku mulai gila bicara pada orang yang tidur! asline...asline....kau memang gila,salahkan saja pria tampan ini tidak bangun-bangun! eh...." Asline menepuk bibirnya sendiri saat sadar atas racauan tidak jelasnya.
Tampan? bisa-bisa pria itu akan besar kepala dan menggodanya lagi jika mendengar gumamannya.
Asline meringis geli.
Gadis itu merapikan selimut yang menutupi tubuh jantan Rayga,berbalik dan berjalan keluar untuk membuat sesuatu yang bisa dimakan pria itu dimalam yang semakin larut.
Langkah kaki jenjang itu perlahan menjauh,dan manik tajam itu akhirnya terbuka kembali.
Rayga terkekeh,mengusap wajahnya dimana sentuhan jemari lentik itu masih terasa disetiapnya bagian dari kulitnya.
Berdehem kikuk kala wajahnya terasa panas,pria itu tersenyum penuh arti.
__ADS_1
Oh......
Ratunya yang cantik!....
Menyingkap selimut dan kakinya perlahan berjalan hendak melihat apa yang dilakukan asline ,gadisnya.
Sementara itu......
Dapur manor......
"Hm.... akan kulihat dulu apa yang bisa aku masak?" Asline berjalan menuju sebuah lemari pendingin dengan dua pintu.
Membuka dan kembali menggeleng takjub.
Kepala pelayan dimanor Zeus ini benar-benar teliti!.
Semua bahan berkualitas tinggi dan juga lengkap.
Asline meraih dada ayah, brokoli dan beberapa jenis bahan segar lain yang ia bisa olah.
Malam ini asline akan membuat bubur ayam dan beberapa menu pendukung lainya.
Gadis itu sibuk dengan urusannya sendiri tanpa tau seorang wanita berusia 50 tahun yang berjalan mendekat.
"Nona asline...? anda sedang apa malam-malam begini didapur? jika nona ingin sesuatu anda bisa pakai telpon interkom di lantai empat untuk memanggil maid datang! oh ia... bagaimana tuan muda?" Luci,wanita tua itu bertanya dengan wajah penuh binar.
Asline mengeryit, ekspresi bibi tua ini sangat mudah berubah!.
Awalnya kaget,cemas dan kini senyum di wajah tua itu terlihat penuh arti.
Ada apa?.
Asline pusing sendiri.
"Tidak bibi Luci,saya hanya ingin membuat bubur untuk Rayga...apa tidak apa saya memasak malam-malam seperti ini disini?" Asline bertanya kikuk,bukan apa-apa.
Hanya saja ini bukanlah rumahnya,dan sangat tidak sopan rasanya harus mengacau dapur orang lain malam-malam seperti ini,meski semua dirinya lakukan demi isi perut tuan rumah itu sendir.
"Aduh.. nona asline ini bicara apa?! boleh...kenapa masih bertanya lagi? bukankah tuan muda Rayga sudah mengatakan semua yang ada di manor ini adalah milik nona asline juga! nona bisa lakukan apapun disini,jadi jangan buat lawaklah dengan wanita tua ini nona....masaklah apa yang ingin nona buat,kalau begitu saya pamit ya nona" Luci melirik bayangan hitam lewat ekor matanya , wanita tua itu tau harus cepat menyingkir sebelum terkena masalah.
"Baiklah bibi...selamat malam" Asline melambai ramah kala wanita tua itu perlahan beranjak pergi .
Asline menyadari,sudah terlalu larut juga untuk membiarkan wanita tua itu membantu dirinya hanya untuk sekedar hidangan sederhana.
Sementara pria yang berdiri dengan tubuh bersandar di dinding dan kedua tangan bersidekap itu tersenyum simpul,tak menyangka ternyata nona muda kaya seperti asline benar-benar bisa memasak!.
Gadisnya memang penuh kejutan.
Sebelumnya memang sangat sulit dipercaya bahwa semua makanan yang masuk kedalam perut para saudaranya itu adalah benar-benar masakan dari tangan asline sendiri,hingga malam ini dirinya melihat sendiri bagaimana jemari lentik itu begitu piawai mengerakkan pisau memotong ayam,daging dan beberapa buah juga sayur.
Tak ada raut kesulitan,wajah serius gadis itu benar-benar menggoda!.
Rayga menjilat bibirnya yang terasa kering saat gadis itu melepas sweeter-nya dan hanya menyisakan kaos putih pas body.
Leher jenjangnya bercahaya dibawah sentuhan hangat lampu Cristal yang menerangi seluruh area dapur.
Glek......
"Sepertinya aku memang lapar! hahaha..tapi lapar ku tidak akan terpuaskan hanya dengan makan asline....aku ingin..... memakanmu!" Rayga menyeringai licik,wajah tampan itu benar-benar membawa bencana!.
Meraup wajahnya gusar,Rayga merasa perlahan kendali dirinya retak!.
"Eh? Rayga....kamu...kamu bangun sejak kapan?!" Asline berdiri didepan Kitchen set dan menatap wajah tampan itu panik.
Rayga tersenyum jahil,menatap kearah dimana manik Asline terpaku.
Benar,Rayga hanya memakai kaos santai yang mencetak jelas otot tubuhnya.
"Kenapa? bukankah tubuhku sangat jantan dear? Kau bahkan menyentuhnya sangat lamat seakan menikmati..." Suara jahil pria itu terdengar menjengkelkan.
Asline yang semula berwajah cemas dan linglung akhirnya mendengus jengkel.
Sakit pun mulut pria itu masih saja lemas!.
Berjalan mendekat dengan seringai jahil.
Wushhhh..
Degggg..
Asline tersentak kala angin beraroma mint segar menerpa wajahnya.
Manik indah itu membola kala menatap wajah tampan Rayga yang kini begitu dekat kala pria itu berdiri,mensejajarkan wajah mereka!.
"Kau..kau mau apa?! menjauh!!" Asline tersentak kaget,Rayga terkekeh geli dan mencubit pipi mulus merona itu dengan gemas.
"Jangan melamun sayang....kamu mau masak? memang tau?....." Pria itu menggoda dengan ejekan remeh yang begitu menjengkelkan ditelinga berhias anting kecil permata itu.
Bibir merekah asline mengerucut jengkel.
"Lalu,kamu fikir masakan siapa yang dilahap habis para saudara kelaparamu itu?!! aku....aku tau yang memasak semuanya!! jangan remehkan aku ya!" kesal asline
Rayga terkekeh geli,menyugar rambut panjang gadisnya dengan hati menghangat.
" Masak yang enak ya sayang...hubby-mu akan menunggu hasil dari calon istriku ini!"
Cup.....
Asline terdiam mematung,maniknya membola dan bibirnya terbuka sempurna.
Baru saja,baru saja keningnya dikecup dan pria itu menyebut Hubby?
Damn it....
Jantungnya mau meloncat!....
Kyaaaa......
"RAYGA GILA........JANGAN CIUM AKU PERGI SANA!!"
BWAHAHAHAHAH...
Dan dimalam yang sunyi itu,hanya terdengar suara amukan asline dan tawa pecah penuh kemenangan dari sang Zeus.
...♣️...
...TBC...
__ADS_1
Kerjaan bertumpuk dan El lelah... tolong vote yang banyak ya 🌹