Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Zeus vs Wolf?


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya 🌹...



...♣️.....♣️...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...♣️.....♣️...


Asline menatap dari jauh sebuah bangunan yang terlihat begitu suram dengan aura mencekam disekelilingnya.


Gadis itu kini berada di area belakang Resident Zeus,bahkan dari jarak jauh saja menara bangunan yang nampak kuno itu masih bisa terlihat.


Itu seperti sebuah kastil kuno!.


Terlebih untuk sampai disana harus melewati hutan yang begitu gelap penuh ranjau dan juga suara-suara hewan penghuni hutan,lebih menegangkan lagi terutama yang gadis itu rasakan dengan sepanjang perjalanan adalah suara lolongan serigala,geraman harimau bahkan auman singa!.


Sebenarnya tempat apa ini?!.


Tapi......


Entah rasa takut gadis itu seakan sirna kala lengan kekar seorang pria dengan wajah tampan serta senyum teduh kini menarik pinggang kecilnya,keduanya tidak menaiki mobil atau kendaraan apapun untuk mulai menapaki jalanan setapak yang membawa mereka melewati hutan.



"Kamu takut?" Suara dominan nan berat terdengar memecah kesunyian.


Asline mendongak,menatap mata beriris kelam itu dengan diam.


Gadis itu diam,mencoba percaya sepenuhnya meski ia tak tau alasan apa hingga pria tampan berkuasa itu sampai membawanya ketempat menyeramkan seperti ini!.


Menggeleng dan asline semakin merapatkan tubuhnya pada sosok Zeus yang kini tersenyum dan membelai pucuk kepala asline dengan lembut.


"Kenapa bawa aku kesini?" Asline mencoba memecah kesunyian kala pria itu justru berhenti melangkah dan terus mengusap rambutnya dengan santai.


"Kenapa? hm.....apa harus aku jawab ? apa hadiah yang akanku dapatkan?" Asline mendengus,menatap kesal kala senyum main-main justru diberikan pria tampan itu atas pertanyaannya.


Rayga terkekeh samar,mencubit pipi mulus gadis itu dengan gemas.Mengapa ia bisa jatuh hati pada gadis dingin dan introvert seperti putri Santanu ini? pesona apa yang sudah membuat dirinya terjerat?.


Rayga menyugar rambut hitam lebatnya kebelakang,menatap wajah cantik asline dengan putus asa.


Dirinya sudah jatuh!....


Seorang tiran, diktator,masokis seperti dirinya benar-benar sudah jatuh!.


Rayga sadar,bahkan sejak pertama kali melihat Asline.Adaa sesuatu yang dimiliki mendiang ibunya,Liora.Sesuatu yang juga dimiliki oleh asline,sesuatu yang telah menarik dirinya untuk jatuh dan memerintahkan dirinya untuk memanjakan gadis itu hingga ke tulang!.


"Dear....aku membenci semua yang telah menyakiti dirimu! aku membenci semua sampai ke akar,kamu harus tau apa konsekuensi dari rasa benciku! Dear.......seorang ratu harus bisa memberi pelajaran berharga pada rakyatnya! rakyat jelata yang tidak tau diri harus diberikan hadiah yang setimpal bukan? Asline....aku akan mengajarimu bagaimana menjadi ratu yang sesungguhnya!" Rayga berucap dengan senyum jenaka,namun siapapun akan menyadari bahwa.


Setiap ucapan dari CEO Wiguna itu bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh!.


Pria ini sedang memberi peringatan pertama!.


Asline diam,menatap lurus ke depan dengan tatapan yang rumit.


"Tuan muda Wigu-"


"Sutttt...Kamu memanggilku apa? dear...kau memanggil Wiguna seakan yang ada dihadapan dirimu sekarang adalah ayahku..atau bahkan kakekku! panggil aku dengan namaku....apakah harus selalu kupaksa dulu agar kamu mengerti? panggil namaku!" Rayga menatap wajah cantik asline dengan tajam,gadis itu tersentak dengan debaran jantung menggila.


"Ra.. Rayganta...." Asline menunduk,wajahnya terasa panas saat rasa geli terasa menggaruk hatinya kala nama pria itu terucap dibibir ranumnya.


"Rayga sayang....Rayganta terlalu panjang dan hatiku tidak cukup kuat mendengar suara merdu dari bibirmu..." Asline membeku,mengapa pria tiran ini sekarang cosplay jadi tukang gombal? mana kena telak lagi!.


Asline meringis, bulu kuduknya seakan berdiri mendengar suara serak nan berat pria itu.


Pesona Rayga terlalu kuat untuk di tolak!.


Keduanya terus berjalan dengan asline yang semakin menunduk dengan sumpah serapah kala Rayga terus saja menggodanya dengan ucapan maupun tindakan!.


Kurang ajar.......


Apakah pria itu tidak cukup membuat jantungnya hampir sekarat karena terlalu keras berdetak?!.


Rayga tertawa renyah, menggenggam telapak tangan halus yang terasa pas digenggamnya.


Asline baru tersadar saat mereka akhirnya melewati sebuah gerbang dengan besi yang mulai berkarat.


"Rayga...tempat apa ini?" Asline jujur,dirinya kini merasakan gugup kala aroma amis terasa begitu pekat begitu kakinya melangkah memasuki halaman dari kastil tua yang dirinya lihat dari jauh tadi.


"Ini tempat dimana masa kecil kuhabiskan bersama para saudaraku,kami menyebut ini sebagai......" Rayga mendekatkan bibirnya kearah telinga imut berhias anting diamond yang mempercantik sosok indah asline.


Gadis itu mengigil hebat kala nafas hangat yang membawa wangi mint segar menyapu hampir separuh wajahnya.


"Taman bermain ...." Rayga berbisik dan mengigit daun telinga sensitif asline.


Benar-benar gadis imut yang memabukkan!.


Rayga hampir saja lepas kendali kala melihat daun telinga imut berhias diamond biru samudra itu memerah lucu.

__ADS_1


Astaga....


Rayga bisa gila!.


Asline sendiri sudah meremang dengan kaki yang hampir tumbang jika saja tubuh kokoh itu tidak merangkul pinggangnya.


Astaga....


Iblis penggoda ini!....


Asline seketika tidak tau apakah harus tertawa atau menangis!.


Jika para wanita diluar sana tau kepribadian sosok Zeus itu saat bersama nya,sudah dipastikan mereka akan menjerit iri!.


Cup.....


"Jangan melamun dear...atau makhluk penunggu tempat ini akan,memakanmu!" Kata terakhir terdengar sedikit ambigu,namun asline yang sedang linglung tidak menyadarinya.


Yah....


Ciuman kilat yang mendarat di sudut bibirnya sukses membuat Asline mematung.


Hingga pria itu bisa dengan leluasa membawa dirinya semakin memasuki area kastil tua.


Hingga kini,terlihat jelaslah rupa sebenarnya dari bangunan yang sedari awal memancing rasa keingintahuan asline.



"Wah.....sungguh tidak disangka!" Asline berjalan dan Rayga dengan senang hati melepas rangkulan dari tubuh gadisnya.


Membiarkan asline melihat sekitar dengan leluasa.


"Ini seperti rumah kastil abad pertengahan! Rayga bagaimana bisa ada tempat seperti ini ditengah hutan?!" Asline berseru riang.


Ketakutan dan rasa bak roler coster yang sedari tadi menghujam hatinya kini berganti europhoria akan rasa keingintahuan yang tinggi .


Aroma anyir darah saat melewati gerbang masuk menghilang,kini yang tercium hanya aroma dari embun dan daun basah!.


Menyejukkan....


"Tempat ini dibangun kakekku....tempat para tuan muda di clan kami dilatih dengan bakat dan minat yang kami inginkan" Rayga menjelaskan dengan sabar, menyelipkan rambut yang menutupi wajah cantik asline.


Gadisnya terlihat sangat bersemangat,namun apa yang ia lihat nanti entah apakah semangatnya akan tetap sama?.


Rayga tak ambil pusing!.


"Mau masuk?" Rayga bertanya lembut,mengusap kening asline yang lembab oleh embun,udara lembab dari hutan.


Dengan perasaan berdebar,Asline membiarkan sekali lagi telapak tangannya digenggam lembut oleh sosok tampan pujaan berjuta wanita di Eropa itu.


Kaki panjang nan kokoh pria itu menapak,mulai mendekati sebuah pintu kayu bercat hitam dengan lambang elang bersayap emas disana.


Kreeettt.....


Daun pintu terbuka,pria itu berdiri dengan wajah datar sementara asline.Gadis itu terperangah kala pintu besar yang nampak terbuat dari kayu mahoni itu terbuka sendiri!.


"Dear.... perhatikan langkahmu,setiap ubin di lantai pertama hampir semua adalah jebakan,jika kamu salah melangkah maka kamu akan jatuh dan berakhir menjadi santapan para aligator di bawah sana...." Rayga berucap jenaka,berkedip nakal.


Iblis mesum ini!....


Mengapa kata-katanya sangat tidak sesuai dengan ekspresi datar di wajahnya itu?!.


Asline mencibir jengkel.


Rayga menggeleng geli,mulai berjalan langkah demi langkah,dan asline setia mengikuti dari belakang.


Akhirnya keduanya telah melewati lobby utama kastil,dan kini menaiki tangga dan sampailah kesebuah lorong dengan lilin yang menerangi setiap sudut meski cahaya yang dihasilkan tak cukup menerangi lantai yang kini ditapaki asline.



Kebingungan dan rasa penasaran sudah memenuhi fikirkan gadis itu, sebenarnya akan dibawa kemana dirinya?


Grrrrrr......


"ASTAGA!!" Reflek,Asline terjatuh dengan rasa terkejut luar biasa.


Didepan mereka,berdiri seekor serigala besar berbulu putih dengan mata merah menyala.


"Wolfy! Jangan coba-coba...." Rayga menatap tajam serigala jantan berbulu putih itu,wolfy.Hewan buas itu seketika berdiri patuh dengan ekor yang berkibas murung.


"Wo... Wolfy?" Asline mencicit tak percaya,mengapa serigala yang beberapa detik lalu terlihat begitu buas dan mengeram padanya kini seketika bak seekor anj*ng jinak yang manis?!.


Asline menggeleng syok.


Wolfy,serigala jantan itu menatap intens kala tuan-nya terlihat membantu gadis asing itu berdiri dengan lembut.


Manik serigala jantan itu berkilat dengan binar .


Wushhhh...


Brukhhh


AAAAAA.....


Asline memekik,serigala besar berbulu putih itu tiba-tiba menerjang dengan cepat dan kini.


Mengapa wajahnya dijilati?.


Asline terdiam linglung!.


Rayga mendengus dingin,serigala jantan ini rupanya licik juga!.


"Lihat tuan...aku akan menjadi kesayangan betina ini....dan kamu tidak akan bisa menindas ku lagi!"


Rayga mendengus saat mengerti dengan jelas sorot mata dari hewan kesayangannya itu.


Wolfy,serigala besar itu mendusel manja kala tangan lentik asline mengelus kepalanya dengan antusias.


"Wah...serigala ini ternyata sangat manis! dia jinak sekali......" Asline berseru riang,mengusap gemas wajah Wolfy yang kini melempar senyum mengejek kearah Rayga yang melihatnya tajam.


Duakhhh...

__ADS_1


"RAYGA!!!!"


Asline memekik kala rayga dengan kejam menendang tubuh serigala itu hingga terjungkal cukup jauh.


"Apa?! kau berani protes,Wolfy? pergi jaga gerbang...kau dihukum!' Tanpa perduli wajah protes Asline,Rayga memelototi Wolfy yang kini menatapnya tak terima.


Grrrrrr.....


Mengeram protes namun serigala itu akhirnya menunduk takut.


Siapa yang berani kala Zeus tiran itu sudah mengeluarkan aura bengisnya!.


Bahkan serigala sekalipun akan memilih mundur.


Menatap asline dengan telinga turun serta mata bulat yang berkaca-kaca.


Asline menatap iba hewan manis itu,Rayga sangat keterlaluan!.


Rayga menatap wajah protes Asline dengan acuh tak acuh.


Sialan...


Dia tak akan mengalah bahkan oleh hewan sekalipun.


Perhatikan asline hanya untuknya,dan siapapun yang mencoba mencuri hal itu harus pergi!.


"Wolfy...jika kau tak mau pergi...akan kukirim kau bermain bersama Lion!' Smirk Rayga menatap Wolfy yang kini melolong pedih.


Asline menggeleng tak habis fikir.


"Rayga...biarkan Wolfy ikut bersamaku! aku tak akan berbicara lagi denganmu jika kamu usir bolu putihku!!" Sentak asline yang bahkan sudah menandai serigala putih itu dengan nama panggilan kesayangan.


"Hei..apa-apaan dengan bolu putihku?! dia Wolfy! dan serigala itu adalah jantan! kamu tidak bisa memberi dia nama khusus! " Balas Rayga sengit.


Hei....


Dirinya saja tidak pernah mendapat panggilan manis dari gadis itu,lalu keberanian dari mana serigala sialan itu mendapat berkat dari gadisnya.


Rayga tak terima!.


Enak saja dia kalah star oleh serigala miliknya sendiri!.


"Tidak mau tau... bolu putihku,aku tidak mau memanggilnya Wolfy!!" Keras kepala asline.


Wolfy, serigala jantan besar berbulu putih lebat itu hanya diam menatap jengah pasangan akward dihadapannya itu.


"Fine! kamu boleh panggil dia bola...atau apapun itu..." Akhirnya rayga mengalah.


"Bolu Rayga....bukan bola!" Kesal Asline menatap wajah tak ikhlas pria berwajah tampan itu.


"Bolu apa coba?..aneh kamu dear....." Desah Rayga frustasi sendiri.


"Bolu...bola bulu.bukankah dia manis? lihat bulu saljunya itu!" Asline menatap binar serigala jantan itu,dan rayga akhirnya hanya bisa melempar tatapan tajam penuh intimidasi pada Wolfy yang kini sibuk menunduk takut.


Apa lagi salahnya?...


Dirinya hanyalah seekor hewan!...


Wolfy pundung dengan telinga terkulai lemas.


Aslin mendekat mengusap wajah srigala gagah itu dengan lembut.


"Mulai sekarang akan kupanggil kamu bolu,dan hanya aku yang boleh memanggil begitu,kalau suka mengangguk,kalau tidak gelengan kepala" Asline memekik kala serigala itu sibuk mengangguk bahkan tak berani menatap sosok iblis yang kini sudah bersiap menelan dirinya.


Wolfy yang malang.....


Bisakah berganti majikan?.


Asline yang sibuk mengusap bahagia bulu putih lembut yang menutupi sosok gagah serigala itu,tanpa tau bahwa ada iblis yang tengah melempar tatapan bak belati kearah srigala malang itu!.


Poor wolf.....


...........🍁.............


Asline berdiri mematung dibalik sebuah pintu dengan kaca yang ada diatasnya ,menatap pada sosok yang terlihat begitu menyedihkan didalam ruangan sana.


Sebuah ruangan dengan satu meja,kursi juga bola lampu remang ditengah ruangan.


Masalah besarnya bukankah kondisi ruangan.


Namun kondisi sosok yang begitu asline kenali.


"Dear....masuklah dan perintahkan dia memberikan hakmu!" Rayga mengelus pipi halus asline,tatapannya mengunci manik indah gadis itu.


Asline terdiam,melangkah kala pintu terbuka oleh dua sosok pria tampan yang berdiri membukakan pintu.


"Kau yakin membiarkan dia masuk sendiri bos?" Pria tampan dengan jas medis serta kaca mata bening bertanya jenaka.


"Dia bahkan tidak berfikir dua kali menembak Dante...lalu apa masalahnya?" Jawab Rayga acuh.


Kini mereka,ketiga pria tampan itu berada di sebuah ruangan tepat disamping ruangan dimana Asline berada.


Dimana dinding ruangan itu di pasangan dengan kaca tebal dua sisi.


Mereka bisa melihat apa yang terjadi diruangan Asline,namun asline tak mampu melihat apapun selain dinding bata berlumut .


Asline berjalan perlahan,Wolfy mengikuti gadis itu tepat dibelakang tanpa suara.


Srigala itu sudah diberi tugas menjaga sang calon ratu Be.


"KAU....KELUARKAN AKU DARI SINI!! DASAR KAU JA*ANG SIALAN!!"Grizela meraung tanpa menyadari kehadiran seekor serigala besar yang berdiri di dekat pintu dengan keempat kakinya.


Asline terkekeh renyah,meraih satu-satunya kursi yang ada didalam ruangan itu.


Menatap sosok yang terduduk dilantai dengan tubuh terhias beberapa luka cambuk!.


"Grizela....apa yang harus kukatakan? apakah aku harus katakan......senang berjumpa denganmu?" Asline tersenyum jenaka,namun sorot dingin dimatanya cukup membuat tubuh grizela mengigil dan sosok tampan dibalik layar menyeringai puas.


"thats my girl.....!"


...🍁...

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2