
...Vote,like dan komentar ya...
Maaf ya guys..musim hujan sekarang kampung El kebanjiran terus..jadi pasti mati lampu dan sibuk pindahkan barang-barang,jadi El minta maaf up jadi jarang soalnya rumah El salah satu yang kena banjir... apa-apa saja susah,harap maklum ya....
...🍃...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🍃...
Sibuk.....
Dihalaman layaknya landasan sebuah bandara.
Berjejer empat buah mobil mewah berwarna putih dengan sebutan private jet disana.
Itulah yang kini menggambarkan suasana mansion besar clan terbesar nomor 2 di Eropa ini setelah royal famili.
Benar,Clan Wiguna!.
Mobil-mobil jep hitam mewah berderet sepanjang pintu masuk diikuti dihalaman dua buah helikopter telah terparkir apik tak jauh dimana posisi jet itu berada.
Yah, mobil-mobil itu akan digunakan para tim elit untuk mengantarkan langsung undangan pernikahan dari sang Zeus kepada para pimpinan dan taipan kaya seluruh Eropa,bahkan dunia! dengan dipimpin oleh empat buah mobil berwarna putih itu.
Audi akan dikendarai oleh acela, Bentley akan dikendarai oleh raider ,Mersedes akan dikendarai oleh Arshenio,dan sebuah Lamborghini oleh Raino.
Sementara alarik bersama sang ayah Axel, bertugas mengosongkan jalan yang akan dilalui para pembawa undangan itu.
"Ingat..berikan langsung undangan ini pada tujuannya,jangan lupakan itu!" Rafendra berucap pada raino salah satu yang akan memimpin tim ekspedisi perjalanan undangan sang taipan Zeus ke seluruh negara bagian Eropa.
Bukan apa-apa,hanya saja jika tidak diperingatkan.Raino ini akan membuat ulah entah apa yang akan membuat darah tinggi.
" Tentu saja kakek! aku masih sayang dengan nyawaku,bahkan di mata iblis itu undangan ini lebih berharga dari kepalaku saudaranya sendiri!" Cibir Raino kesal.
Panas telinganya dibombardir terus-menerus oleh para nenek, ibu,ayah bahkan para saudaranya yang seenak jidat mereka menakuti dirinya akan harga satu saja undangan yang akan dirinya bawa!.
Memang keluarga laknat!.
"Buat apa kamu merajuk raino..sana,cepat jalan! undangan itu tidak akan bergerak sendiri!!" Nah ini lagi satu.
Mulut panas ibunya benar-benar tidak ada lembut-lembutnya.
Bukanya mengatakan kalimat baik seperti.
"Hati-hati dijalan ya no.. semangat!" Nah ini dia yang ingin Raino dengar,benar Angel yang baru saja memberinya semangat.
"Bunda Angel memang malaikat nya No..tidak seperti itu...berasa anak tiri.." Raino menyindir ibunya kayra yang terlihat tidak perduli dan sibuk menyuapi archana dengan sepiring apel yang begitu antusias melihat dua buah peti kayu besar berisi undangan pernikahan kakak sulungnya!.
Yah,peti terbuat dari kayu jati dengan ukiran clan Wiguna yang berisi ribuan undangan khusus untuk para pengusaha maupun tokoh penting Eropa.
"Kak Raino cerewet sekali ihhh...nanti undangan kakak tidak sampai-sampai!" Acha menggerutu dan Raino hanya bisa mengelus dada sabar.
Sudah jadi kurir express...
Tidak dihargai.....
Dibully...
Dan kini diceramahi pula!....
Nasib....nasib....
Anggi menggeleng lucu melihat kelakuan cucu-cucunya.
"Ryu...apa box undangan di helikopter sudah naik semua?" Arkansas bertanya pada Ryu yang sudah bersiap dengan Max sebagai co-pilot.
"Sudah dad! masing-masing heli membawa 10 undangan eksklusif sudah siap dengan jalur kami" Ryu melapor.
"Rayga,kamu dan papa kamu James akan membawa jet ke Amerika.Kalian harus menjemput keluarga kakak dari ibu kalian langsung!" Anggi berucap menatap lembut cucunya yang kini wajahnya terlihat bersinar tanpa awan gelap lagi.
__ADS_1
"Dan Arshenio,kamu harus memastikan undangan untuk royal famili sampai tanpa kerusakan !" Peringatan tegas arshenio dengar dari Anggi.
Jendral muda itu hanya bisa mengangguk pasrah.
Mana bisa dia membantah meski dirinya enggan menginjakkan kaki di istana itu.
"Woah...papa Matthew akan datang bersama keluarganya nek?! asik.....archa bisa main sama kakak Madean juga kak Miley!!" archa memekik kala mendengar nama dari kakak mendiang ibunya.
Mathew Anderson!.
Arkansas mendengus kesal mendengar antusias putrinya akan kedatangan kakak dari mendiang istrinya.
Bukan apa-apa! hanya saja Mathew itu saat datang hanya akan memonopoli putrinya!.
Dirinya sebagai ayah kandung merasa terduakan!...
Arkansas sang hades cemburu!...
"Dad..wajahmu tolong dikondisikan..." arshenio menyindir sang ayah dengan ekspresi ingin muntah.
"Apa? ini wajah Daddy,bukan wajahmu! sibuk sekali kau ini.." Sarkas Arkansas jengkel.
Arshenio menggeleng miris.
Sungguh jika menyangkut adiknya,ayah maupun saudaranya yang lain akan berubah layaknya manusia out of caracter.
Disisi lain, rafendra sibuk memberi tugas masing-masing orang.
Beruntung masing-masing cucunya kini handal disetiap jenis alat transportasi apapun.
Benar,tidak seperti dulu masa rafendra atau Arkansas memimpin organisasi.
Jika dijaman Rafendra maka Thomas yang mengurusi semua sistem transportasi mulai dari mobil sampai jet dan helikopter.Dan di jaman Arkansas ada James yang mengatur transportasi.
Maka..
Kini semua para generasi setelah keduanya harus mampu mengendarai segala jenis kendaraan.
Baik darat,laut maupun udara.
Di generasi Rayga,pria muda itu menekankan semau saudaranya harus mampu membawa jenis kendaraan apapun,tanpa terkecuali.
"Siapa yang membawa heli kedua?" Arkansas bertanya kala ryu telah menaiki tangga helikopter.
Pria muda putra dari ryuiji itu menoleh.
"Xain dan Cristian dad! alarik sudah mengatur arah posisi kami mengudara!" Lapor Ryu tegas.
Arkansas mengangguk puas.
Mobil-mobil hitam dengan lambang elang emas itu perlahan keluar dari pelataran mansion,beriringan memenuhi jalanan dan mulai melewati ibukota.
........🍃........
Deru nafas memburu terdengar mengisi keheningan sebuah ruangan yang dipenuhi aroma sp*rma dan pakaian yang berceceran dimana-mana.
Wanita dengan lingeria merah darah itu terduduk,menatap sebuah televisi yang kini menampilkan sebuah berita yang sukses membuat darahnya mendidih.
"Selamat pagi pemirsa kabar gembira datang dari clan pebisnis besar di London,kabar gembira! tuan besar rafendra telah menyebarkan undangan pernikahan untuk cucu sulungnya..pernikahan ini dikabarkan akan dilaksanakan secara tertutup dengan daftar tamu undangan berisi deretan perwakikan para pengusaha juga para tokoh berpengaruh di seluruh Eropa.Demikian kabar dari dunia global kami mengabarka-"
Prankk..
Televisi besar di kamar hotel itu mati seketika kala sebuah asbak terbuat dari kaca tebal menghantam bagian layarnya.
Dan kegaduhan itu membuat seorang pria paruh baya dengan perut sedikit buncit terbangun dari tidurnya.
"Zela.. ada-apa? mengapa pagi-pagi kau begitu ribut?!" Pria itu bangkit dengan melilitkan selimut di bawah tubuhnya.
Grizela berbalik,menatap wajah pria mesum itu.Pria yang menjadi investor-nya dalam sebuah drama televisi terbarunya.
Debutnya sebagai artis segera dimulai begitu pita suaranya dirusak parah oleh dua dokter gila Blood Eagle, tentu saja atas perintah Zeus pemimpin mereka.
Dan itu semua dibayar mahal dengan harus melayani setiap investor yang bersedia menyuntikan dana.
Dari satu ranjang ke ranjang lainya!.
Hidup Grizela telah berbalik hancur!
Dibalik profesi sebagai publik figure,malam akan membalik dunianya sebagai wanita pemuas naf*u para pria yang umurnya saja setara ayahnya sendiri!.
Bahkan Grizela harus menanggung semua sendiri,tanpa diketahui oleh siapapun keluarganya selain lucinda!.
Dante bahkan Jonathan tidak tau dan tak akan pernah boleh tau!.
"Tidak apa Mr Edo..hanya ada seekor kecoak yang terbang dilayar televisi tadi,dan aku tidak sengaja merusaknya...." Grizela tersenyum manja,penuh kepalsuan.
"Kemari...aku belum puas semalam!" Pria itu menyeringai dengan tatapan lapar menatap tubuh menerawang Grizela yang tersenyum dengan kuku yang menancap di telapak tangannya tanpa sepengetahuan pelanggan jasanya itu.
Dan yah,kembali Grizela harus memuaskan hasrat liar pria paruh baya itu.Menjerit dan mende*ah dibawah perlakuan kasar yang diterima setiap jengkal tubuhnya.
Salah....
Menyesal?...
Tidak!...
Tentu saja tidak,gaya hidup glamor yang terbaik Grizela jalani seumur hidupnya memaksanya menjual diri demi meraup pundi-pundi uang,semenjak semua saham diambil alih oleh asline lewat kekejaman sosok Rayga,begitu sedikit yang tersisa hingga bahkan untuk memuaskan kebutuhan perawatan kecantikan lucinda ibunya saja tak cukup!.
__ADS_1
" Asline...ini semua karena dirimu!! jika kau tidak merusak kehidupanku maka aku tak perlu repot melayani pria tua dengan perut buncit mereka!! asline...kau bahagia dengan Rayga yang menikahimu,tapi tunggu saja....aku akan rebut semua itu darimu!!"
Batin Grizela membara,sentakan pada area sensitifnya membuatnya kehilangan akal,sakit yang dirinya rasakan semalam berganti buai hingga membuatnya kembali melayang,bertindak layaknya wanita murahan sejati!.
........🍃.........
Sementara itu.
Dukhhhh....
Jonathan terduduk dengan lemas.
Diruang keluarga,duduk seluruh anggota keluarga lengkap dengan kakek,nenek juga keluarga pamannya.
Ditengah mereka,ada sebuab meja dengan satu buah undangan yang terlihat begitu elegan.
"Ada-apa dengan reaksimu? kau layaknya melihat sebuah bencana! menyesal bukan? " Renata sang nenek berucap sarkas.
Benar...
Undangan itu adalah undangan pernikahan Rayga bersama mantan calon cucu menantu mereka.
Renata bahagia atas itu,namun semua sudah terjadi,asline pantas mendapat pria yang lebih baik dari cucu bodohnya!.
Semua menatap undangan yang diantar khusus oleh cucu kedua clan Wiguna,Raider beberapa waktu yang lalu.
"Kakek bahagia...asline..meski tidak jadi cucu menantu kita..tapi dia akhirnya mendapatkan pria baik yang begitu mencintainya!" Ferdinand berucap dengan senyum tulus.
Bryan menghela nafas panjang,dan menatap wajah putranya dalam.
Menyesal...
Entahlah?...
Tapi dilihat dari sisi manapun,asline benar layaknya sebuah berlian murni dibanding Grizela yang entah mengapa kini Bryan merasa perempuan itu tidak lebih dari seseorang yang memiliki begitu banyak wajah!.
Hidup ditengah hukuman atas dicabutnya hak ahli waris oleh ayahnya Ferdinand, Bryan akhirnya menyadari.Sesuatu yang ditampilkan baik tidak selalu berisi hal baik.
Begitupun keadaan keluarganya kini.
Namun bryan tak bisa berbuat apapun kala Jonathan putranya sudah termakan ego juga kebodohan,mungkin?.
"Aku tidak akan hadir!" Jonathan berucap tanpa menatap anggota keluarganya yang lain.
Chintya, sang ibu terdiam menatap undangan elegant yang beberapa bagian terukir dengan tinta emas,wanita paruh baya itu merasakan gejolak rasa takut mengingat siapa yang kini akan bersanding dengan mantan tunangan putranya itu.
Sosok yang begitu kuat menancapkan cakarnya di kancah dunia global.
"Suaramu tidak dibutuhkan disini,kakek sudah putuskan.Semua harus hadir meski kalian sekarat diatas ranjang sekalipun!" putus Ferdinand dengan senyum puas menatap wajah Jonathan yang terlihat putus asa meski pria itu tetap terlihat tenang,namun sorot mata sendunya tidak berbohong.
Menyesal...
Yah,ada setitik penyesalan akan kandasnya hubungan masa kecil mereka !.
Tatapan permusuhan asline benar-benar melukai ego-nya!.
"Ingat ini....tidak ada alasan apapun untuk tidak hadir! semua harus memberi selamat pada cucu perempuan-ku, asline! " Ferdinand memutuskan sepihak,tegas dan tak perduli apapun.
"Ayah! asline itu hanya gadis tidak punya etika! dia bahkan bukan cucu ayah,mengapa ayah begitu baik padanya yang bahkan sudah membuat calon bayi Jonathan tiada?! " Chintya berdiri,berucap dengan intonasi tinggi pada ayah mertuanya itu.
Ferdinand mendengus dan melenggang tak perduli.
"Ayah...."
Chintya memanggil dengan kemarahannya.
Renata mencibir dan berdiri mengikuti kepergian suaminya itu.
"Harusnya kalian bersyukur diberikan calon menantu seperti asline dulu,dia gadis baik yang begitu kuat ditengah kemalangan kedua orang tuanya.Tapi kalian dengan seenak hati memutuskan ikrar kedua keluarga dan justru memilih artis dengan berjuta scandal itu...sangat bodohnya!" Pria paruh baya yang terlihat seusia Bryan ayah Jonathan menghardik sarkas.
Dia adalah kakak dari Jonathan,putra pertama Ferdinand.
Jonathan terdiam tak perduli suasana panas keluarga nya kini,hatinya tanpa ia sadari sakit kala melihat gambaran foto prawedding dimana di undangan itu,wajah asline terlihat begitu bahagia didalam pelukan sosok Rayga!.
...( Gambar pemanis )...
Dengan latar menara Eiffel sebagai pemanis,keduanya memang terlihat begitu serasi.
"Kenapa? kenapa rasanya sakit sekali?! bukankah aku sudah menerima Grizela? lalu mengapa rasanya melihat asline bersama pria lain begitu sakit....aku tidak suka rasa ini...sakit sekali...." Batin Jonathan menatap nanar sosok bergaun soft pink itu.
Dia yang sudah menjadi penyebab kematian calon bayinya...
Dia yang sudah menjadi kemalangan keluarganya...
Namun....
Jonathan meski berkata benci...
Namun dirinua tak bisa berbohong,cinta ini masih ada.
Berjalan sejalan dengan rasa bencinya...
Apa yang harus dirinya lakukan?!..
__ADS_1
...🍃...
...TBC...