
...Vote,like dan komentar ya ❣️...
.......☕.......
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
.......☕.......
James menatap para keponakan laki-lakinya malas,belum juga dia mengisi perutnya sudah dihadapi oleh tatapan mata menusuk dari para pria muda itu.
Lalu apa kabar nanti dengan reaksi para saudaranya?.
James memijit keningnya pusing.
"Paman? kenapa maid baru ini sangat lancang dengan duduk di kursi tamu keluarga kita? ayolah paman.... sepertinya para pekerja di vilamu ini terlalu bebas!!" Mulut lemas Diego menyembur laharnya dengan kekehan Maxim dan Gion di belakang putra dari Dexter itu.
Yah,kini James menatap para keponakan tampannya yang masuk satu persatu setelah Raider dan Raino yang tiba lebih dulu untuk makan malam.
"Dia bukan maid Diego....dia tamu bibimu" James menjawab lelah.
"Tunggu!! bukannya itu pakaian yang kau beli di Jepang Ryu,itu yang rancangan musim master tanabi! heh...kenapa kau pakai pakaian adik kami?!!" Gio menunjuk pakaian yang dipakai oleh Salsa.
Deg......
Gadis itu menunduk gelisah.
Benar,saat siang tadi kala orang dari binatu datang mengantarkan pakaian yang sudah dicuci.Salsa melihat pakaian mewah dengan berlian dikerahnya itu dengan penuh minat.
Tanpa bertanya ia diam-diam membawa masuk pakaian itu saat kepala pelayan mengecek pakaian bersih yang masuk.
Dan yah,gadis itu berhasil memakainya malam ini tanpa tau milik siapa itu.
James menatap cepat lebih teliti,benar.Karena banyaknya pakaian keponakan cantiknya itu disini,James maupun Freya mana bisa mengingat semua dengan jelas.
Lagipula tak pernah ada masalah dengan semua pakaian yang selama ini disimpan Archa saat menginap.
Ryuga mencibir,pria tampan berdarah Jepang itu terkekeh sinis.
"Sejak kapan ada pencuri di rumah paman? lepaskan pakaian adikku!!" Ryu berucap dingin penuh penekanan.
Salsa yang duduk di sofa ruang tamu menunduk sambil memilin ujung roknya dengan gelisah,sumpah serapah sudah ia layangan untuk dua pria tampan yang tak ia sangka begitu berlidah tajam.
"Kaka-"
"SIAPA KAKAKMU?! MAU KUROBEK MULUTMU ITU HAH?!!" Amuk Ryu memotong sadis ucapan terbata dari salsa.Gadis itu tersentak mengigil.
Empat pria tampan yang berdiri di sisi meja ruang tamu itu seakan tengah menghakiminya.
Salsa mencubit pahanya hingga air mata tanpa diminta turun dengan derasnya,ia harus bisa terlihat menyedihkan jika tidak maka semua tumpukan harta yang kini berada ditangannya akan lenyap!.
"Ada-apa?"
Deggggg....
Semua menoleh kearah pintu masuk.
Disana.
Arkansas masuk dengan Rayganta berjalan disampingnya dan Alarik yang berjalan dibelakang pria paruh baya itu sembari sibuk dengan gadget-nya.
Salsa berbalik dan jantungnya berdebar kencang menatap sosok pria muda yang berjalan masuk dengan wajah tanpa emosinya.
"Hah...biasalah brother, anak-anak nakal ini selalu buat keributan! sudahlah mari kita duduk makanan sebentar lagi siap" James menjawab lemah.
"Kau kenapa seperti orang mau mati saja James?! tidak masalah juga,aku dengan senang hati menyiapkan peti!" Kelakar Axel yang baru saja tiba setelah Alarik putranya masuk.
"Mulutmu?!! sejak kapan kau jadi Lambe turah?" Kesal James dibalas kekehan geli Axel.
"Mana yang lain papi?" Tanya Maxim yang sudah mencomot satu buah apel merah diatas meja.
"Sibuk!" Balas mantan dewa IT itu santai .
Maxim mengangguk dan kembali duduk disamping Gion yang sudah menghidupkan televisi besar diruang tamu.
"Archa?" Arkansas menatap James penuh selidik.
"Ck... tenanglah,bukannya kuculik juga putrimu itu! diatas tunggu masih bersiap bersama istriku" Balas James yang sudah ikut menonton bersama para generasi muda keluarganya.
Salsa mengepalkan kedua tangannya,tidak ada satupun yang menganggap keberadaanya.
Rayganta melirik dan salsa dengan lebar tersenyum manis.
__ADS_1
"Sial!! pria itu sangat tampan,tapi sangat acuh sekali!! tidak masalah pelan-pelan akan kubuat mereka menyayangi diriku!!" Batin Salsa saat Rayga hanya melirik dengan dingin lalu berbalik.
Hingga...
"DADDY....KAKAK!!!"
Deg....
Salsa menatap kearah tangga lantai dua.
Maniknya bergetar kala melihat sosok putri keluarga ini.
Dan,senyum lembut para pria tampan itu!.
Draphhh....draphhh...drapph..
"Archa jangan lari dek!!"
"kecil, hati-hati!!"
"Archa nanti jatuh"
"Pelan-pelan dek,nanti terpeleset!"
Para pria muda itu sudah ketar-ketir saat kaki mungil adik mereka itu berlari menuruni tangga spiral di rumah James itu.
"Archa!!" Suara geraman Arkansas terdengar membuat bulu kuduk berdiri.
"Aaaaaa.......Daddy!!!!!" Archana yang terkejut mendengar geraman marah sang ayah,hingga tanpa sadar kakinya terselip di pertengahan tangga.
Bersiap untuk jatuh.
Namun...
HAPHHHHH.....
"KAKAK!!" Archana memekik kala tubuhnya berhasil ditangkap oleh sang kakak sulung.
Rayganta berlari cepat saat melihat adiknya yang tampak limbung.
Beruntung ia cepat hingga berhasil menarik tubuh adiknya agar tak jatuh menggelinding.
Tukhhh...
"Awww..sakit" Gadis mungil itu mengerucut lucu kala keningnya disentil cukup keras oleh sang kakak.
"Nakal hm!!" Arkansas mendesah lega,berjalan cepat meraih tubuh mungil putrinya.
"Jangan lari-lari apa lagi di tangga sayang..kaki kamu itu pendek,nanti kalau jatuh masuk rumah sakit menangis...." Suara kecemasan disertai terselip ejekan jahil terdengar dari bibir tipis pria paruh baya itu.
"IHHHH...Archa tidak pendek ya Daddy!! hanya kurang tinggi!!" Dumel gadis manis itu tak terima.
"Yee..sama saja kali,pendek ya pendek saja" Ejekan dari mulut Raino terdengar dari atas tangga.
"Ihhh...Archa bilang tidak pendek ya tidak!! HUAAAAA......mami Kayra hiks...mau mami Kayra!!" Nah kan,Arkansas mendesah panjang.
Kayra berjalan cepat meraih tubuh putri kecil keluarga besar Wiguna itu.
Beruntung dirinya tiba saat gadis manis itu merajuk.
"Sudah..masa sudah besar masih merajuk? itu lihat... kakak-kakakmu tambah senang mengejek!!" Rayu Kayra dengan menunjuk wajah shock para pria muda itu.
Kapan mereka mengejek adiknya? yah,selain Maxim dan Raino tentunya.
Salsa melihat semua drama manis itu dengan perasaan campur aduk.
Dirinya tak pernah merasakan semua rasa kasih sayang memiliki keluarga sejak dirinya menginjak usia 8 tahun yang lalu.
"Semuanya mari makan malam sudah siap!!" Panggilan keras Freya terdengar dari ruang makan.
Diruang makan,semua telah duduk di kursi masing-masing dengan Arkansas yang duduk di kursi kepala keluarga.
"Sayang mami mau makan pakai apa?" Kayra meraih piring putri kecil mereka,Freya sibuk melayani anak serta suaminya kala pelayan dilarang masuk jika para keluarga telah berkumpul.
Jadi para istri yang akan melayani para pria di dalam keluarga ini.
Baik anak maupun suami serta ipar mereka.
"Tunggu mami!" Archana menghentikan langkah Kayra yang hendak memberi nasi di piring Archana.
Gadis itu meraih piring sang ayah,Arkansas mengeryit melihat apa yang hendak dilakukan putri bungsunya itu.
"Daddy....biarkan Archana yang ambilkan makan untuk Daddy ya,mulai hari ini Archa akan ambilkan makan untuk Daddy...maaf ya Archa selalu buat Daddy cemas,Mommy sudah pergi dan hanya tinggal Archa anak perempuan di clan Wiguna,Archana sayang Daddy yang berjuang membesarkan Archa dan kakak seorang diri,menjadi single parent tanpa seorang istri itu berat! maafkan Archa yang sudah terlambat menyadari beban Daddy!!" Gadis itu menunduk menangis dalam diam sembari meraih lauk kesukaan sang ayah.
Perkataan serta hinaan istri politikus itu siang tadi sungguh membekas dihatinya.
Dirinya begitu hancur tanpa kehadiran sang ibu, lalu bagaimana dengan kedua saudaranya dan ayahnya?.
Benar, Archana yakin ayahnya adalah yang paling hancur saat ibu mereka pergi .
Liora.
Satu nama berjuta kenangan indah.
Archana berjanji akan menjadi putri yang benar-benar menyayangi dan membuat ayahnya itu tersenyum selama sisa usia pria paruh baya itu.
Tes......
Air mata Kayra dan Freya jatuh.
Acella menangis dengan Alarik yang menepuk punggung saudari kembarnya penuh haru.
Rayganta tersenyum,meski maniknya memerah namun ia bahagia melihat adiknya kini telah sedikit berfikiran dewasa.
Meski ia tau,adiknya akan tetap menjadi peri kecil keluarganya.
__ADS_1
"Aduh...hiks.....bawang bombay-nya belum masak!!" Tangis Maxim entah ia ini tengah apa? masih saja bisa membuat lelucon kala situasi haru biru seperti ini.
Entah bagaimana Marcel itu mendidik putra satu-satunya itu?.
Arkansas meraih tubuh putrinya dan memeluk gadis kecilnya itu penuh kasih sayang.
"Apapun yang Archa lakukan dan fikirkan dimasa depan,Daddy akan sangat bersyukur telah dikaruniai putri baik hati dan penyayang seperti kamu princess,terima kasih telah menjadi gadis kecil kesayangan Daddy dan hadiah terakhir dari mommy" Arkansas mengusap pipi memerah nan sembab putrinya dengan lembut,meraih tisue yang di serahkan oleh Rayganta putranya dan mengusap setiap air mata yang jatuh dari manik indah putrinya.
"Hiks...mau makan kenapa harus menangis dulu coba? mami sesak nafas ini!!" Kayra menyembur dengan isak tangisnya yang dibalas dengusan malas kedua putra serta ratapan suaminya.
Arion benar-benar tak pernah menyangka memiliki istri se-absurd Kayra .
Untung cinta!.
Salsa mencengkram sendok makan dengan wajah sedih drama.
Harusnya dirinya yang menerima kasih sayang keluarga ini? gadis itu sudah terlalu lama merasakan kenyamanan ini dan bukankah adil jika sedikit berbagi.
"Jaga matamu!"
Deg.....
Salsa menoleh kearah pria yang ia lihat pertama kali siang tadi.
"Jadi? siapa gadis yang kamu bawa duduk bersama kita ini Freya?" Kayra bertanya sembari bertopang dagu menatap menyelidik gadis yang menatapnya dengan senyum manis.
Entah? Kayra merasa sedikit tidak nyaman saja dengan gadis baru ini.
Para pria tidak ikut campur,mereka lebih memilih makan sembari mendengarkan dengan tenang.
Arkansas maupun Rayganta masa bodoh,kedua pria beda generasi itu sibuk menyuapi peri kecil mereka.
Yah, Rayganta duduk tepat di samping sang adik.
"Dia Salsabila Amanda kak,dia adalah gadis yang menolongku saat pulang berbelanja dari para preman,dia akan tinggal disini sementara waktu sebagai tamuku.Untuk kedepannya aku dan suamiku akan berunding dulu,tidak apakan kak,kakak ipar?" Freya menatap Kayra dan wajah Arkansas dengan cemas.
"Kau tidak berencana mengadopsi bukan Freya? kau tau peraturan keluarga kami" Rion menatap wajah istri James itu dengan tegas.
Freya tersenyum dan mengangguk dengan pasti.
"Bagus...selain Acela dan Archana,tidak ada putri lain dari darah lain yang bisa masuk! Selain darah keluarga kita.Wiguna,Houston,Lucius,Smith,Limiro,Alfa, Wishnutama.Hanya darah dari keluarga semua yang kusebut bisa diterima!" Arkansas menegaskan dengan wajah datar.
Salsa mengepalkan kedua tangannya menahan amarah,ternyata sulit juga memasuki keluarga besar ini!.
"Eh....? Hallo...namaku Archana,kamu pasti gadis yang sudah menolong mama Freya ya? terimakasih sudah menolong mama kami...dan selamat datang mari jadi teman Archa!!" Gadis manis putri Wiguna itu menoleh kearah samping kursi Freya dimana salsa duduk.
Salsa tersenyum manis,saat mata tajam para dewa tampan itu tengah berpusat pada dirinya.
"Hallo...salam kenal Archana,aku Salsabila Amanda,kamu bisa pangg-"
"Sudah sayang...makan jangan bicara terus "Rayganta memutus ucapan salsa dengan segera membawa satu sendok nasi kearah mulut kecil sang adik.
Salsa malu,ia menunduk dan menggepalkan kedua tangannya dibawah meja dengan getir.
"Ihhh..kakak tidak baik tau memotong ucapan orang lain! ingat pesan mommy dulu saat kita masih kecil,jadilah pendengar yang baik!!" Gadis itu menasehati sang kakak dengan mulut masih penuh dengan makanan, Rayganta terkekeh melihat pipi adiknya itu menggembung seperti tupai.
"Telan dulu sayang baru bicara...." Kekeh Arkansas sembari mengelap sudut bibir putrinya yang terlihat jelas terluka disana.
Mengeram,beruntung para tikus itu sudah dieksekusi oleh para putranya.
Dan makan malam dilanjutkan dengan suasana yang harmonis,hangat dan ceria kala Archana dengan kepolosannya menjawab kejahilan para kakak serta ibunya.
Sementara disatu sisi,Salsa hanya bisa melempar senyum palsu menutupi rasa tidak enak dihatinya.
.......☕........
Suara hentakan kaki yang keras terdengar di lorong kediaman Gradian,Dante memasuki rumah besar itu dengan manik mata memerah.
Dante memasuki rumah mewah klasik itu menuju sebuah kamar yang bisa dikatakan hampir menyamai besarnya kamar utama.
Brakhhhh....
Dante membuka pintu dengan kasar.
Menatap sosok yang duduk santai menikmati buah anggur dengan sepasang headset putih ditelinga.
SLASHHHHH...
Asline membuka mata dan mengangkat wajahnya melihat seseorang yang begitu berani menyambar dan melepas paksa headset ditelinganya.
"APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN?!! MENGAPA BISA PUSAT HOTEL DIPINDAH KE NEGARA INI?!! MENGAPA RAPAT DEWAN BISA DIADAKAN MENDADAK?!! MENGAPA KAU MENGACAU?!!!!!" Raung Dante begitu melihat Asline menatapnya balik.
Selama hampir sepekan ia dirumah sakit mengurus putrinya,Dante benar-benar tidak menyangka akan semua kekacauan yang bisa disebabkan oleh putri dari Santanu itu.
Gadis pengangguran yang ia sangka tak memiliki otak yang hanya tau memberontak ini ternyata diam-diam menusuk mereka dari belakang!.
"Apa memangnya? aku hanya melakukan tugasku sebagai ahli waris,dan yah...saat tuan Lodiger kembali dari seatle,kasus warisan ini akan segera diselesaikan tuntas!!" Asline bersidekap dada dan menatap wajah geram Dante dengan senyum penuh arti.
Deggggg...
Dante mematung,meremas belakang lehernya dengan wajah pias.
Darah tingginya naik!.
"Bersiaplah...kali ini aku akan merebut posisi direktur utama di Universal Gradian Hotel" Asline tersenyum manis,senyum menghina yang benar-benar cantik.
Prankkkkkk....
"GADIS SIALAN!! KAU FIKIR BISA MENYINGKIRKANKU KALA AKULAH YANG SUDAH BEKERJA KERAS SELAMA BERTAHUN-TAHUN MENGGANTIKAN TUA BANGKA GRADIAN SERTA AYAHMU YANG NAIF ITU?!! KAU AKAN HABIS ASLINE!! AKU AKAN MELENYAPKANMU SUATU SAAT NANTI!!" Dante menendang gucci antik di ujung sofa santai kamar Asline,meraung dengan kilatan kebencian disana.
"Aku menanti!" Balas Asline santai sembari memakan sebutir anggur dengan seringai liciknya.
Blam....
Pintu tertutup dengan kepergian Dante yang murka.
__ADS_1
"Aku sudah terlalu terbiasa menghadapi rencana jahatmu tuan Alfarezho,dan kau bukanlah keluarga Gradian lagi!" Gumam Asline menatap sebuah map coklat yang baru saja dikirim pamannya Willie.
...TBC...