Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
set it all free


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya...



...🍃...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🍃...


Helaan nafas penuh kekesalan terdengar ditengah hiruk pikuk pekerja yang sibuk dalam urusan mereka masing-masing,mengurus mansion besar itu tentunya.


Archana berjalan dengan bibir mengerucut kesal kala tak mendapati satupun anggota keluarganya disetiap sudut mansion besar mereka.


"Pst....paman bodyguard! sini..sini..archa mau tanya!!" Gadis berikat rambut ponytail itu memanggil seorang penjaga yang tengah berpatroli dengan antusias.


Pria muda dengan kemeja hitam lengkap dengan earpeace yang terpasang ditelinganya itu menoleh, tersenyum sopan kala mendapati nona muda-nya tengah memanggil dirinya.


"Ya nona archa..anda butuh sesuatu nona?" Penjaga seusia kakak ketiganya itu menyahut sopan.


Archana mendengus,gadis manis itu melotot tajam kala mendengar kata panggilan dari sang penjaga.


"Ish!! Kakak bodyguard sudah berapa kali archa kasih tau sama kakak dan semua kakak pekerja disini itu jangan panggil archa pakai nona!! panggil archa saja! masa lupa?!" Gerutu putri bungsu Arkansas itu dengan manik melotot tajam,sungguh. Bukan menyeramkan layaknya anggota clan Wiguna yang lain saat mereka tengah marah,namun jatuhnya ekspresi marah gadis itu justru terlihat imut.


"Maaf nona..tapi memanggil langsung itu tidak sopan! anda adalah putri tuan kami,jadi sudah sepantasnya kami memanggil anda dengan nona sebelum nama anda" Ujar bodyguard itu ramah.


"Tidak mau tau! awas panggil lagi,archa nangis dan adukan sama Daddy!" Gadis itu mengancam sengit, bodyguard muda itu menunduk dengan bibir berkedut menahan tawa.


Sungguh menggemaskan!..


Betapa beruntungnya pasangan gadis itu dimasa depan.Sudah manis,baik hati juga sangat sopan!.


Tidak seperti gadis dari keluarga kaya lainya.


"Baiklah archa..tadi archa memanggil saya untuk apa?" Ucap bodyguard itu pasrah.


Archana mengangguk puas setelah tak mendengar kata nona lagi.


" Lihat keluarga archa yang lain tidak? Daddy archa mana?" Gadis itu bertanya dengan tatapan mata bulat polosnya.


Pria penjaga itu menunduk tak mampu menahan serangan imut dari wajah polos putri tuan-nya itu.


"Khem...Nyonya besar bersama nyonya kayra pergi bersama kepala koki untuk mengecek persediaan dapur gudang..Tuan besar bersama tuan Arkansas dan tuan Arion beserta para tuan muda ada di vila bagian timur menerima tamu.Kalau nyonya muda asline bersama nona Victoria sepertinya tengah jalan ke taman belakang danau!" Jelas pria itu memberitahu.


Archana mengangguk kesal,ternyata dia sendirian ditinggalkan disini!.


"Ya sudah..kakak penjaga kerja lagi sana,archa mau lihat Daddy! awas saja archa akan marahi mereka semua karena melupakan gadis cantik ini!!" Dumel gadis itu berapi-api,wajah marahnya yang memerah sungguh manis tak manusiawi.


Tes....


Penjaga muda itu tersentak kala merasakan cairan hangat turun dari hidungnya.


Sial...


Mimisan ternyata!..


Pria itu tanpa pamit langsung berbalik pergi tak ingin keadaan nya dilihat oleh sang nona.


Bisa malu!..


"Eh? kakak penjaga malah pergi tidak pamit lagi sama archa! " Menggeleng miris,archana berjalan cepat menjurus berlari kearah vila belakang.


Vila timur.....


..........🍃...........


Victoria berdiri dengan kedua kaki melemas,Dyazel menghela nafas iba kala melihat jelas ketakutan besar dimata gadis itu.


Grephh..


Victoria menunduk kala melihat telapak tangannya digenggam erat oleh Asline.


"Jangan takut...mereka semua ada disana,menjagamu!" Ucap asline lembut.


"Mari Miss Victoria,tuan besar dan para tuan muda menunggu" Dyazel berbalik dan Victoria mengikuti dari belakang dengan wajah pucat pasi.


Asline berdiri ditengah jembatan itu sendiri,menatap dalam dengan sorot mata penuh harapan.


"Kamu akan baik-baik saja Ria.. Tuhan pasti menjagamu melalui tangan mereka,seperti tuhan menjaga diriku bersamanya..." Lirih asline menengadah menatap langit yang berhias awan putih lembut layaknya taburan kapas disana.

__ADS_1


.........🍃.........


Menunggu dalam kecanggungan yang mencekik.


Brakhhh..


"DADDY!!!!! KENAPA TINGGALKAN ARC-upssss..." Teriakan gadis manis itu seketika terhenti kala melihat tiga sosok asing di vila tamu keluarganya.


Raider menggeleng geli melihat tingkah sang adik yang terlihat lucu ditengah wajah malunya.


Raino terkekeh dengan manik melotot tajam Arshen atas ulah sang adik yang mendobrak pintu ruang tunggu dengan keras.


Bagaimana jika tangan adiknya itu sakit?.


Rayga menghela nafas berat,adiknya sungguh seperti sang ibu yang suka menerobos sembarangan,mengingat dulu juga saat sang ayah sedang meeting dan Liora datang dengan tergesa-gesa mendobrak pintu ruang meeting dengan wajah tanpa dosa.


Hanya untuk alasan agar Arkansas ,ayah mereka menemani ibu mereka itu untuk berbelanja!.


Kenangan manis yang sangat berarti begitu dalam!.


"Archa..ada apa sayang? sini duduk.." Panggil arkasas tak tega melihat wajah malu sang putri.


Kata-kata dari sang ayah sukses membuat archana melupakan rasa malunya.


Masa bodoh ada tamu!


Setidaknya melihat wajah-wajah tak bersahabat para kakaknya sudah membuat archana paham,para tamu ini tidak diterima!.


Jadi sopan dan rasa malu tidak diperlukan lagi bagi tamu yang tak diundang!.


"Daddy.. jalan-jalan ya ke timezone! atau ke Wonderland.. " Rengekan manis terdengar dari mulut mungil putri kesayangannya clan Wiguna itu.


Rion terkekeh geli melihat wajah memelas putri kesayangan mereka.


Arkansas melirik keempat putranya dengan senyum intens.


"Bukankah ada para kakakmu sayang...mengapa tidak ajak mereka saja?" Ucap Arkansas lembut tak memperdulikan wajah tercengang pasnagan paruh baya yang melihatnya horor.


Yah,tentu saja.


Diluar sana Arkansas terkenal sebagai pria kejam yang tak berhati!.


Tapi ini?..


Sangat lembut dan penuh kasih!.


"No Daddy no! Archa malas mengajak kakak pergi..mereka selalu bilang seperti ini.'Dek jangan yang itu,kemurahan!' atau ' Dek jangan beli makanan itu,minta saja nenek yang buatkan' Atau begini ' Dek jangan main disana,kotor terlalu ramai!' archa kesal Daddy!! semua tidak boleh! main sama daddy saja ya ke mall please..." Archana memandang wajah horor ketiga kakaknya yang mendengar ucapannya tidak terima.Raider,Raino juga Arshenio.


Rayga terkekeh samar,adiknya benar-benar lucu.


"Sama kakek atau papi saja mau? Daddy masih ada meeting online sebentar lagi sayang.." Ucap Arkansas membujuk sabar.


"Big no!! Kakek suka kambuh encoknya kalau archa ajak jalan jauh!" Tolak gadis itu keras.


Yah,meski memang benar.Tapi harga diri tentu saja kelemahannya dibicarakan didepan para putra juga cucu laki-lakinya kurang ajarnya.


Mengindahkan sang kakek,archana kembali berbicara.


"Kalau papi lebih parah Daddy! masa ya,waktu archana pilih baju papi selalu bilang tidak cocok! terus tau tidak ujung-ujung waktu archana tanya' Papi kenapa baju ini tidak cocok? kata desainernya ini cocok sekali untuk archa' Terus papi bilang begini dad ' lah..papi kira bajunya buat mami kayra kamu,istri papi' " Jelas archana dengan mimik wajah kesal menatap wajah kikuk Arion.


"Kan kesal dad!! archa kan mau beli baju hodie anak muda..masa papi bisa fikir baju itu untuk mami? benar kata mami..papi itu setengah gila!" lapor archana menatap miris wajah ayah keduanya itu.


Rion meringis ngilu,sakit kena mental seketika!.


"Hahahaha..papi kamu memang gila cupcake!" Tawa Arshenio mengikuti panggilan Rafendra untuk sang adik.


Hingga...


"Wah..putri anda sangat manis ya tuan arkansas? saya jadi ingin punya seorang putri lagi!"


Senyum para pria clan Wiguna itu luntur seketika kala mendengar ucapan dari mulut Patricia.


"Jelas archana manis..mommy archa saja cantik seperti bidadari!" Ucap gadis itu menatap wanita berprilaku anggun itu dengan tak suka.


Patricia tersenyum sangat manis.


"Sayang sekali mommy kamu sudah meninggal ya..dia tinggalkan kamu bersama Daddy juga kedua kakakmu.." Patricia berucap penuh iba,namun sorot mata dibalik sikap anggun dan tertata itu berbeda.


Ada kesenangan didalamnya.


"MOMMY ARCHA MASIH HIDUP!! DIA DISINI..DIHATI HIKS...HATI HUAAAA..DADDY WANITA ITU BICARA SEMBARANGAN TENTANG MOMMY!!" Tangis archana pecah seketika,salahkan Patricia yang kembali mengungkit hal sensitif dihati gadis remaja itu.


Manik Arkansas dan kedua putranya menggelap,Rion dan kedua putra kembarnya menyorot dingin dan sorot tajam Rafendra menjadi mengerikan.


"Maaf tuan semua..bukan..bukan maksud Patricia istrinya saya mengungkit hal sensitif ini...dia..dia..hanya turut menyesal untuk putri anda" Peter berucap cepat memecah kegelapan aura diruang itu.


Arkansas menepuk punggung sempit putrinya dengan sabar,menenangkan.


"Jaga bicara sembarangan saat kalian semua masih ingin berada disini hidup-hidup!" suara tajam nan berat penuh aura hitam Rayga terdengar mencekam.


"Baiklah..tolong maafkan Tante ya say-"


"No!! kamu bukan bibiku!!! jangan panggil archa sayang..kamu hanya orang asing!" Sentak archana masih dengan kemarahannya.


Patricia menatap intens wajah cantik gadis remaja itu,hatinya meraung meski wajahnya tetap tenang terjaga.


Dia harus menjaga image didepan gadis remaja ini!.


Tok..tok..tok.


"Tuan besar..nona Victoria disini!"

__ADS_1


Suara Dyazel menginterupsi.


"Masuk!" ucap Rafendra mempersilahkan.


Victoria berjalan masuk dengan wajah terlihat tak baik.


"Sayang !!!! Mama merindukanmu......" Patricia segera berdiri,bersiap ingin meraih tubuh gadis itu,namun...


Hening....


Victoria mundur dua langkah,Patricia berdiri dengan tangan terhenti di udara.


"Sayang....?" Patricia memerankan peran dengan begitu baik,wajah sendunya terlihat nyata.


Tapi Victoria tau pasti,tak pernah ada kasih sayang untuknya dari wanita paruh baya itu!.


Bahkan sejak dirinya diadobsi!.


"Vivi! begitu kamu membalas kasih sayang ibu angkatmu?! kemari dan sapa kedua orang tua kita dengan patuh!" Devano menatap tajam penuh peringatan,tubuh Victoria mengigil.


"Ria....aku disini,jangan lupakan itu!" Victoria mengangkat wajah,bertemu dengan senyum teduh Raino dan senyum samar para pria Wiguna yang lainya.


"Mereka para tuan muda Wiguna,mereka mampu ria,kau hanya harus percaya! " Sekelebat ucapan asline kembali teringat.


"Vivi..pulanglah sayang..mama dan papa sangat merindukan dirimu! bagaimana kamu bisa berbuat seperti ini dengan merekayasa kematianmu? meninggalkan kami yang sudah begitu sayang merawatmu sejak 12 tahun yang lalu?....sayang kami keluargamu nak!" Peter berucap dengan wajah menyendu.


Lihat...


Jika orang lain melihat keluarga ini,mereka pasti akan berfikir dirinya begitu beruntung dicintai penuh oleh keluarga angkatnya.


Namun..


Bohong...semua itu hanya kebohongan.


Dia memang diberi pendidikan terbaik,tapi itu semua adalah pendidikan dalam pelatihan menjadi pembunuh berlabel agent pemerintah.


Siang dan malam pelatihan neraka dirinya jalani,tubuhnya penuh bekas luka.Bahkan tangannya yang harusnya lembut layaknya gadis muda lainya begitu buruk dengan semua kapalan akibat semua senjata yang dirinya pakai berlatih selama 12 tahun menjadi putri angkat keluarga Alinston.


"Aku....aku mengikuti hatiku saat pertama kali kalian datang mengadopsi aku..aku tak sadar bahwa itu membawaku jatuh kedalam api!" Lirihan Victoria membaut suasana jatuh kembali dalam kegelapan,gelap yang menyakitkan.


"Vivi sayangku..apa maksudmu?" Masih bertahan,Patricia masih bertahan dalam perannya sebagai ibu yang baik.


Victoria mengangkat wajahnya,menatap wajah Patricia dan Peter yang berdiri tepat didepannya.


Mencoba meraihnya kembali.


" Terbakar,aku dihancurkan oleh keinginanku untuk memiliki satu keluarga lengkap yang bahagia!" Manik indah itu perlahan memerah,Raino bangkit.


Hati pria itu sakit melihat keadaan emosional gadisnya.


"Ria..." Panggil Raino berusaha menarik mundur Victoria,dia akan selesaikan untuk mengakhiri drama ini,tapi tidak.


Victoria menolak.


"Tidak Raino..biarkan aku bicara!" Ucap Victoria tegas,meski bahunya jelas sekali bergetar.


"Tuan Alinston. Aku mencoba..mencoba mencari secuil saja kasih sayang selama 12 tahun terkahir,tapi asap hitam mengaburkan hati dan mataku perlahan.Kasih sayang yang bagai fatamorgana,aku diburamkan,aku dibutakan! " Jerit Victoria sesak.


Patricia tersentak,gadis penurut itu membentak untuk pertama kali pada mereka?!.


"Vivi!! kami melakukan ini karena menyayangimu! kamu harus kuat menghadapi dunia seperti apa yang kami jalani!" Peter berucap penuh penekanan.


"Sayangi? aku mengambil semua bagian dari pendidikan menyiksa yang sama saja layaknya pelatihan militer garis keras!! aku hanya seorang gadis berusia 10 tahun saat itu...kau tau bagaimana aku membakar atau melukai setiap sisi kulitku dulu agar tetap sadar saat kalian datang berpatroli? melihat para tikus percobaan kalian?" Isak Victoria perlahan terdengar samar.


Rasa sakit itu begitu jelas terekam dalam ingatan.


Dulu,meski tengah malam sekalipun.


Saat pelatihan belum dikatakan berakhir,maka dia dan belasan orang lainya tidak boleh istirahat bahkan tertidur,tidak ingin mati.Victoria terpaksa melukai dirinya sendiri agar tetap sadar.


"VIVI!! BICARA APA KAMU INI?!!" Suara devano memecah keras.


"JANGAN MEMBENTAK CALON ISTRIKU!" Raino meraung murka.


Kedua pria muda itu benar-benar mengeluarkan genderang perang!.


Archana memeluk tubuh calon kakak iparnya itu dengan tangisan yang juga pecah seketika.


Kacau...


Panas....


Ruangan ber-AC tinggi itu seketika diselimuti aura panas membakar.


"Aku bicara apa? Tuan muda...kau tau setiap nyawaku hampir melayang..aku selalu katakan 'aku bisa lewati ini!' kulakukan apa saja demi bisa hidup dibawah kekejaman keluargamu!! kalian mengadopsi aku hanya untuk merancang ku menjadi alat kalian!!!" Jerit Victoria tak tahan lagi.


Lepaskan semua bebanya....


"Vivi.pulang!! kau semakin tidak tau diri!" Habis sudah kesabaran Devano.


Menggeleng gadis itu melepas pelukan archana lembut,berjalan dan menyusupkan tubuhnya diperlukan hangat Raino dan menatap tegas wajah gelap Devano.


"Victoria Grisham Alinston...aku memperingatkanmu!" Desis Devano tajam.


Raino menyergai,membalas pelukan sang kekasih dengan intens.


"Ini.....adalah ucapan selamat tinggal dari..."


...🍃...


...TBC...

__ADS_1



__ADS_2