Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
take this moment


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya...


Nah sebelum baca part ini..


El mau rekomendasikan lagu dari Westlife buat pengiring.


Evergreen..


Cari di YouTube ya..dan baca sambil dengarkan lagunya.



...♣️.....♣️...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...♣️.....♣️...


Ricuh!....


Ditengah langit senja yang perlahan mengambil tempatnya,taman indah yang terang benderang dipenuhi lampu yang berpijar indah.


Hanya satu kata yang menggambarkan suasana sebuah taman yang kini telah tertata begitu indah disertai dekorasi romantis diempat penjuru mata angin.


"APA MOMMY SURUH KALIAN MAKAN DULU KUE-KUE ITU?!! BERSIAP.........INI CALON CUCU MANTU MOM SUDAH DI SAMBUT SHURA DI DEPAN! KENAPA KALIAN ANAK-ANAK NAKAL JUSTRU SANTAI DUDUK DISINI!!" Anggi meraung kesal melihat cucu-cucu laki-lakinya justru sibuk sendiri.


Ada yang mencoba kue satu ke kue yang lain,ada yang duduk bergosip dan ada juga yang asik saling suap-menyuap dengan kekasihnya.


Wanita tua itu naik darah seketika.


"BENAR APA KATA NENEK KALIAN! CEPAT LIHAT APAKAH MUSIC SOUND SISTEM NYA SUDAH BENAR! KENAPA KALIAN MALAH DUDUK BERGOSIP DISITU SEPERTI IBU-IBU?!!"Kayra tak kalah jengkel.


Wanita paruh baya cantik itu melotot dengan nafas memburu menatap wajah bergidik putra-putranya.


"Astaga mi... nenek! calm down... everything will be alright! jangan marah-marah keriputnya nanti bertambah!" Ucap Raino mencoba menenangkan kedua wanita kesayangannya itu.


Namun sayang,bukannya tenang.


Wanita paruh baya itu justru terlihat semakin terbakar amarah.


Mendelik....


"ADUH...NEK..MI..SAKIT...... AMPUN YANG MULIA.....LEPASKAN TELINGA HAMBA WAHAI PERMAISURI KAYRA!! HEI..RION LIHAT ISTRIMU...." pekik Raino tidak tau diri.


Rion mendelik sinis.


"Tarik putus saja telinga anak kurang ajar itu sayang....papi dukung,nanti kita buat anak lagi yang lucu! Raino ini dimusnahkan saja!" Kayra mengangguk mendengar ucapan tak berakhlak suaminya.


Raino melotot horor,melirik Victoria yang duduk santai menonton drama komedi keluarganya.


Inilah devinisi calon istri tidak berakhlak!.


Suami menderita di tonton saja! bukan di tolong!.


"Pi..mulutnya sekata-kata pi....mi..ampun mi malu Raino sama calon istri Raino!! tega benar mami sama anak sendiri..." Melas Raino melihat sudut bibir Victoria yang tertarik mengejek.


Jatuh sudah harga dirinya!..


"Biar..biar victoria tau pria macam apa kamu! saudaranya sedang gugup mau melamar kamu malah enak-enakan bergosip dengan kaum setanmu itu!!" Sembur kayra menunjukkan Gion juga Maxim yang juga duduk disana,yah.Maxim yang baru tiba langsung duduk bergabung membentuk tiga serangkai Lambe turah dipojok taman.


Sungguh kayra tak habis fikir dengan putra satunya ini!.


Gion mengelus dada sabar terkena lahar panas mulut sang ibu.


Daisy mengangguk setuju.


"Dengar itu Gion! jadi saudara itu harus kompak! jangan kamu asik membentuk pasukan lambe-mu! coba lihat saudaramu sudah ketemu belahan jiwa mereka! nah kamu kapan?!!!" Sembur Daisy sarkas menatap wajah nelangsa Gion putranya itu sinis.


"Yang penting Gion tampan ma! calon nanti saja sekarang itu tak penting!" Ucap dokter muda itu tak mau kalah.


"Tampan tidak laku! buat apa? kamu mau tunggu rambut papa dan mama memutih dulu baru bawa calon mantu? kapan kami nimang cucu coba?! " Gabriel menjawab sang putra sinis.


Spechless..


Gion bungkam,mengelus dada menatap kedua orang tuanya miris.


Nasib...nasib..


BWAHAHAHAHAH


"Rasanya apa Gion? coklat...stroberi atau nano-nano?!" Maxim terbahak nista.


Gion mendelik sinis.


"Kenapa kamu tertawa Max?! tak sadar diri!!" Nah kan,Jessy menyahuti tawa kebahagiaan sang putra dengan lahar gunung merapi dari mulut wasabi-nya.


Maxim terdiam,menghela nafas kesal.


Ibunya ini sebenarnya punya dendam apa padanya? perasaan tidak bisa melihat dirinya senang sedikit sudah di sembur saja!.


"Apa lihat-lihat istriku?! cari istri sana jangan taunya berkumpul dengan sembarang wanita saja kamu.." Sembur Marsel menarik tubuh istrinya menjauhi putranya max yang kini menatap mereka horor.


"Papa cemburu juga kira-kira! max lihat mama juga karena mama terlalu cerewet! " Balas Maxim yang langsung bangkit berlari menjauh sebelum topan beliung Jessi menghantam telinganya.


"MAX...ANAK KURANG AJAR!! BERANI YA KAMU SAMA MAMA!!" Nah kan,untung dirinya sudah berlari jauh.


Selamatlah telinga pria itu.


Anggi memijit pelipisnya pening melihat kelakuan absurd para cucu juga menantunya!


Zoya menepuk pundak saudara iparnya itu dengan wajah menahan tawa.


"Sabar adik ipar vel..." Kikik Zoya geli.


Anggi mengangguk frustasi.


"Semua..tenang dan dengar kakek!!"


Seketika kericuhan hening kala sang tuan besar Wiguna, Rafendra berdiri diatas panggung dan menatap tajam para cucu-cucunya.


"Bagus..." Rafendra menyerigai puas melihat kepatuhan para cucunya.


Bahkan para menantunya sudah duduk diam disamping suami mereka masing-masing.


"5 minutes again.. ready to start!!"


Rafendra berucap tegas,turun dengan penuh wibawa.


Bimo,Alex,lingga,Jeremi,Marvel,Xavier.


Para tetua clan besar itu berdiri meski beberapa diantara mereka telah sendiri ditinggalkan.


Yah.


Kala istri telah dipanggil oleh sang pencipta.


Taphhh...taphhh


Suara langkah kaki terdengar.


Sepasang ayah dan putranya.


Arkansas berjalan merangkul telapak tangan putrinya yang terlihat manis dengan dressnya.


Dibelakang ayah dan putrinya itu berjalan Arshenio dengan tenang.


Dan dibelakang ketiganya.


Rayganta Alzeus,pria tampan dengan kemeja putih dibalut jas hitam elegan dengan dua kancing kemeja yang terbuka dua.


Pria muda yang begitu tampan dengan kharisma yang begitu mematikan!.


Wajah tampannya begitu datar,seakan ini bukan hari istimewanya.

__ADS_1


Namun siapa saja yang menyelami manik tajam itu akan tau,pria sehebat itu tengah ditelan rasa gugupnya.


.........🔱..........


Degggg...


Asline....


Gadis cantik itu terdiam,berdiri kaku dengan manik bergetar berkaca-kaca.


Gerbang taman megah the secret of Angels itu perlahan terbuka,taburan kelopak mawar putih berjatuhan menyambut kedatangannya.



...( Abaikan langit,anggap saja malam )...


Masuk,perlahan melangkahkan kakinya ke dalam dengan bunga mawar yang dihias melengkung.


Dapat ia lihat begitu banyak orang berdiri menatap kearahnya.


Pakaian mereka begitu indah.


Mereka...


Para keluarga besar taipan kaya seluruh London!.


Relasi clan besar Wiguna!.


Hamparan bunga dari seluruh dunia menyapa dirinya.



...( Abaikan langit )...


Manik indah itu memerah,hidungnya terasa masam dan jantungnya berdegup kencang.


"Ini...apa....?" Lirih asline dengan tubuh bergetar akan europhoria hebat ini.


Kakinya menapak maniknya menatap seluruh wajah yang kini menatapnya lembut penuh kehangatan.


"Welcome calon cucu menantu nenek.." Asline tersentak,sosok wanita tua berwajah hangat nan lembut menatapnya.


Menarik tubuhnya semakin memasuki area taman lebih dalam.


"Nyonya..?" Asline bahkan tak mampu berkata-kata mendapatkan semua kejutan ini.


"Nenek Veleri,kamu bisa memanggilku nenek sayang...ikut nenek ya...." Anggi menarik tangan gadis cantik itu dengan lembut.


Begitu memasuki tengah taman,alunan musik begitu lembut mengalun.


Dan suara yang mengiringi melodi ini sangat dikenali olehnya,asline mengenal suara kaku itu.


Suara dingin yang berusaha menyatu dengan melodi.


Disana...


Manik Asline bergetar kala melihat siapa yang kini berdiri diatas panggung.


Tuan muda Rayganta!.


Dibelakang pria itu duduk raider dengan piano dibalik permainan lembut penuh penghayatan.


Gitar elektrik,Xain sang ceo Delta Time magazine memainkan alat musik itu.


Drummer,Ryuga sang ceo Hara Speed.


Asline tak mampu berkata-kata,lidahnya kelu tubuhnya bahkan mengigil akan sekumpulan CEO tampan yang kini mengiringi kekasihnya.


Sang Zeus!.


...Eyes...


...Tatapan matamu...


...Like a sunrise...


...Layaknya sinar mentari...


...Like a rainfall down my soul...


...Seperti rintik hujan merasuki jiwaku...


...And I wonder...


...Dan aku bertanya-tanya...


...Aku bertanya-tanya mengapa kau melihatku begitu?...


...What you're thinking...


...Apa yang kami fikirkan?...


...What's behind...


...Apa yang dibalik tatapan itu?...


...Don't tell me...


...But it fells like love...


Suara serak nan begitu berat mengalun begitu hangat penuh cinta.


Mata tajam sosok tampan itu begitu lurus menatap tepat manik grey yang kini terlihat memerah.


Rayga tersenyum teduh,berjalan menuruni panggung yang dibuat tim dekor keluarganya.


Maniknya tak sedetikpun melepas sosok cantik itu.


...I'm gonna take this moment...


...Tak akan kusiakan kesempatan...


...And make it last forever...


...Dan akan kejaga saat ini...


...i'm gonna give my heart away...


...Akan kupastikan hatiku...


...And pray we'll stay together...


...Dan berdoa kita selalu bersama...


...Cause you're the one good reason...


...karena kaulah satu alasan baikku...


...You're the only girl that i need...


...Kaulah satu-satunya gadis yang aku butuhkan...


...Cause you're more beautiful than i have ever seen...


...Karena kau lebih cantik dari semua gadis yang pernah kulihat...


...I'm gonna take this night...


...Takkan kusiakan malam ini...


...And make it Evergreen...


...Dan akan kuabadikan...


Perlahan rayga telah turun,berdiri menatap wajah cantik calon istrinya dengan lembut,manik membingkai wajah berpahat sempurna itu benar-benar menggetarkan hati rapuh itu.


Asline kini menangis.


Tangisan haru biru,bukan hanya dirinya.


Namun para ibu juga para gadis di taman itu menangis akan keromantisan dari sosok Zeus yang terkenal kokoh bak gunung Everest!.


...Touch...


...Sentuhanmu...


...Like a angel...


...Seperti bidadari...


...Like velvet to my skin...


...seperti beludru menyentuh kulitku...


...And I wonder...

__ADS_1


...I wonder why you wanna stay the night...


...What you're dreaming...


...What behind...


...Don't tell me but it fells like love...


...I'm gonna take this moment...


...And make it last forever...


...i'm gonna give my heart away...


...And pray we'll stay together...


...Cause you're the one good reason...


...You're the only girl that i need...


...Cause you're more beautiful than i have ever seen...


...I'm gonna take this night...


...And make it Evergreen...


Rayga berjalan mendekat,keduanya berdiri saling menatap dalam keheningan yang begitu manis.


Kini Raino yang mengambil tempatnya,lagu yang mengalun dengan tatapan yang kini terarah pada Victoria yang menatap pria itu malu.


Bahkan semua orang terdiam,membiarkan musik mengalun lembut menjadi latar dari sang Zeus yang kini menemukan dewi-nya.


.


"Katakan padaku,bisakah kamu rasakan bagaimana jantungku berdetak cepat? getaran dihatiku ini?" Rayga tersenyum lembut,meraih tangan halus gadisnya dan membawanya merasakan jantungnya yang kini berdebar kencang.


Asline tergugu,maniknya bergetar memerah .


Dapat ia rasakan.


Jantung yang orang lain katakan berdinding lapisan es tebal sang Zeus,kini jantung itu berdetak cepat dibawah sentuhan tangannya.



Manik tajam itu menatapnya.


Asline menengadah dan Rayga menunduk.


"Katakan aku kayak berlutut dibawah cintamu? aku tahu akan ada saat dimana,kedua hati kita akan mengerti satu sama lain,tinggal letakkan semua bebanmu dibahuku, genggam erat tanganku!" Rayga merasakan kini,apa yang dulu ayah juga kakeknya rasakan.


Jatuh bahkan begitu dalam layakanya pemujaan yang membuat rasionalitas seorang pria benar-benar buta!.


Dia merasakannya.


Perasan indah yang tak pernah ia duga akan ia rasakan juga.


Ibunya benar!.


Cinta adalah kekuatan yang indah.


"Biarkan kita lalui waktu seumur hidup untuk saling berbagi suka dan duka,aku akan selalu ada! dear...ini sumpahku,percayalah padaku.Apapun yang orang lain katakan! Jika suatu hari nanti kamu bertanya,apakah aku tulus dan bersungguh-sungguh? Maka tidak perlu menunggu bibirku berucap.Akan kuberikan seluruh hidupku sebagai bukti atas cinta ini!" Rayga terdiam,mengusap air mata dari manik indah itu.


Asline menangis dalam kebahagiaan yang tiba-tiba menyapa bak cahaya yang menembus gelapnya malam.


"Aku telah siap dear..siap melalui waktu seumur hidupku,untuk melengkapi dirimu meski aku tau kamu akan sulit menerima dan percaya ini! asline... percayalah padaku.Kata-kata ini tulus dari hatiku,tidak ada pengkhianatan! Seumur hidup aku akan mencintaimu tidak akan meninggalkan dirimu meski aku harus menjadi arwah sekalipun! Asline....." Rayga berlutut dengan satu kaki menopang tubuh.


Merogoh saku jas Armani-nya.


Dan kini terlihatlah jelas sebuah kotak hitam beludru yang begitu indah.


Klik...


Asline terperangah,maniknya membola memerah menahan tangis yang ingin kembali pecah.


Kotak beludru dengan sebuah cincin emas bertahta batu berlian yang begitu indah.



Sederhana terukir namun elegan dengan kotak bertuliskan Benedict jewelry.


Yah, perhiasan yang ditempa di sebuah perusahaan perancang perhiasan ternama di Amerika.


Benedict Anderson Jewelry.


Perusahaan kakak mendiang ibu sang Zeus.


Mathew Anderson.


" Terimalah aku mendampingi dirimu disetiap langkahmu..menemani setiap perjalanan hidupmu.Dear..mari bangun bahtera kapal cinta kita berdua,mulai hari ini dan selamanya..izinkan aku menyematkan namaku dibalik namamu... Asline Alfarezha Gradian....Will you marry me?" Seakan pasokan udara menipis,Asline menatap sosok bak dewa agung yang tengah berlutut dihadapannya,menatap seluruh keluarga Clan kedua terbesar di Britania raya itu dengan wajah memerah haru.


Senyum para wanita keluarga itu,manik tegas para pria keluarga itu..


Dan...


Degggg...


Sagara disana,para sahabatnya yang tersenyum bahagia untuknya.


"Terima takdirmu sayang..."


Degggg..


Suara itu....


Asline melihat bayangan tak asing ditengah padang bunga itu.


Ayah juga ibunya!.


Itu suara mereka!.


Dan....


Satu sosok wanita muda cantik yang asline tak tau siapa, tersenyum lembut menatap semua orang dengan gaun putih bak seorang pengantin.


" Yes...yes..hiks...i Will!!"


"WUHU....."Pekikak para anggota be dan inti mereka terdengar memenuhi taman itu.


Rayga mengangguk hatinya pecah oleh rasa bahagia yang begitu besar.


Grephhh...


"AKHHH..Rayga turunkan aku!!" Asline terpekik saat tubuhnya dibawa terbang berputar dengan cepat oleh pria yang kini tersenyum begitu lebar.


"Terima kasih dear... terimakasih menerima pria seperti diriku!" Rayga menurunkan tubuh asline dan memeluk erat tubuh indah itu dengan begitu hangat .


Asline menutup mata mengangguk meresapi kehangatan maskulin itu.


Pekikan terdengar dimana-mana,tangis haru para wanita keluarga besar itu,dan senyum puas para pria mereka.


"Selamat big bro...!" Maxim berucap heboh.


"Yuhu... Victoria kita akan menyusul segera!!" Heboh Raino berlari turun dari panggung namun dihadiahi tatapan jijik gadis itu.


Victoria malu akan tingkah absurd pria yang sayangnya begitu tampan itu!.


"Thanks brother..setelahmu aku bisa menyusul!" Raider merangkul raels yang tersipu.


Ryu bahkan tak sungkan mengecup bibir Rubi yang sudah salah tingkah sendiri.


Sedang disisi sang fotografer,Alarik merangkul Aira yang tersipu meski wajah cantik itu terlihat datar.


Benar-benar riuh haru biru.


Hingga...


"HUAAA...Daddy kue brownies panggang nenek habis...Shura kembalikan jatah kak Archa!!"


Nah kan...


Sudahlah...


Anggi memijit pelipisnya pening,kue satu meja penuh itu habis dalam waktu 20 menit saja!.


Kue yang harusnya bisa untuk satu batalyon penuh pasukan, habis hanya oleh dua bungsu ajaib itu.


Lihat...


Jas putih shura telah penuh noda coklat diikuti pipi putih Archana yang sudah ternoda noda cream hingga mengotori dress gadis itu.


Tolong berikan Anggi lebih kesabaran.


...🌠...


...TBC...

__ADS_1


Tolong doanya untuk para saudara kita yang terdampak gunung Semeru...semoga diberi ketabahan dan kekuatan hati dari Allah...


Amiin.......


__ADS_2