
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote,like dan komen...
...🍃 Happy reading and keep health 🍃...
Z industri....
Ditengah bayangan hiruk pikuk kesibukan ibu kota,semua terlihat jelas di balik kaca tebal ruang kantor tertinggi di perusahaan yang terkenal sebagai sumbernya segala jenis senjata api yang begitu terkenal di seluruh dunia.
Pria itu,tubuhnya yang tinggi berbalut kemeja hitam dengan celana kain hitam senanda yang dibuat khusus jahitan tangan.
Rayga menatap jengah lalu-lalang manusia yang terlihat seperti semut dari balik jendela ruangannya.
Rayga,sosoknya berdiri tegak dengan secangkir kopi ditangannya,semenjak menikah dan menjadi seorang ayah.
Tidak ada lagi wine dan sejenisnya yang masuk kedalam tubuhnya!.
Dirinya memiliki keluarga kecil yang harus dijaga dan penting untuk selalu tetap sehat dan bugar!.
Sinar mentari pagi menghujani tubuhnya yang tinggi,sang dominan yang akan membuat siapapun merasa segan dan tanpa sadar akan menunduk patuh akan setiap titahnya .
Wajahnya tak meninggalkan seulas senyum,hanya garis lurus yang menemani pancaran maniknya yang tajam.
Dibelakangnya,disofa tamu ruangannya.
Duduk Raider,Raino,Ryu juga Alarik .
Sementara sisanya sudah sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
"Jadi bagaimana?" Suara Ryu memecah keheningan.
"Kudengar dari Black yang kini mengambil alih tugas utama Morio,Zantos mendatangi mansion utama dan masih tertahan di gerbang awal oleh black! Itu laporan ku yang pertama!"
Alarik memperlihatkan Vidio pengawasan yang kini terlihat jelas lewat layar proyektor yang sedang berjalan.
Disana,lima buah mobil Jeep Wrangler dan sebuah Pajero hitam disertai sekitar 10 buah motor trail terhenti di depan gerbang mansion utama.
Meski kalah jumlah, terlihat tidak ada wajah ketakutan dari para penjaga gerbang Wiguna
...........
"Kau tidak dengar?! bos kami ingin menemui tuan besar kalian! cepat buka gerbang ini!!"
Seorang pria dengan wajah hindi berucap sarkas,tidak ada kesabaran didalam setiap ucapanya.
Black,pria berdarah Inggris asli itu berdiri,tenang juga santai.
Sungguh,jika begini saja pria itu takut? maka bukan dianggat sebagai kepala keamanan utama Wiguna,dirinya sudah lama ditembak mati oleh tuan besar Arkansas!.
Black,pria muda tampan dengan anting salip ditelinga kiri dan tato elang dileher bagian kanannya.
__ADS_1
Tersenyum santai menghitung para tamu tak diundang ini.
"Jeep...5...20...10 trail...20 dan Pajero,3 dengan satu orang paruh baya yang terlihat seperti bos mereka! 43 tidak termasuk bosnya...10 orang tim ku... masing-masing dari kami bisa menumbangkan 10 orang petarung kelas jalanan dan paling banyak 5 petarung sekelas agen ataupun assassin! tidak sebanding ....tapi otak lebih main dari otot! well..... sebaiknya white harus cepat!"
Black membatin dengan segala perhitungan.
Bersidekap dada dan menguap malas.
"Kau fikir tuan kami seorang pedagang pasar yang bisa kalian temui sesuka hati? berkacalah....jika kalian tidak sadar,biar kuberi tahu! para pengemis yang meminta izin menemui tuan kami bahkan harus menunggu berhari-hari untuk bisa bertatap muka! itupun jika suasana hati tuan kami sedang bagus,jika tidak bahkan jika kau merangkak dari kuburan sekalipun,kau tak akan bisa menemui tuan kami tanpa izin darinya!" ucap black jenaka..
"KAU...!"
Trankkkk....
Wushhhh...
Sebuah short gun dan sebuah samurai panjang saling beradu.
Black meletakkan ujung samurainya kearah leher pria dengan wajah hindi itu, sementara pria itu mengarahkan ujung pistolnya kearah kepala black.
Tegang.......
"Beraninya kau mengatai dan menyamai kami pengemis!!!!! lihat bagaimana saat kepalamu kuledakkan?!" Seru pria Hindi itu bengis.
Black terkekeh.
Diikuti decakan malas rekan satu timnya .
"Kau ingin meledakkan kepala ku? mari lihat,tajam samurai ini yang lebih cepat memisah kepalamu atau pelurumu padaku?" Black menatap dingin, dengan senyum jenaka menekan bilah samurai itu hingga darah segar perlahan merembes dari leher pria Hindi itu.
"ANSOL..CUKUP!" Segera suara Zantos terdengar mengancam.
Ansol,pria berdarah Hindi itu mundur dengan tak rela.
Tatapannya begitu bengis pada sosok pria muda kapten penjaga keamanan utama Wiguna.
Black berdecih,meraih sapu tangan dari sakunya dan mengelap bilah samurainya.
Ini adalah hadiah dari tuan besar Stevano!.
Ryuiji,ayah dari ketua tim delta mereka,Ryuga.
Jadi, bagaimana black tidak begitu berhati-hati dalam memperlakukan samurainya?.
Ansol menggertakan gigi,melihat bagaimana samurai itu disemprotkan desinfektan sebelum kembali ke sarung pelindungnya!.
"Aku Zantos pemimpin kartel Hall of death dari Rusia! kemari ada sedikit urusan untuk itu,laporkan saja pada tuan-mu! " Zantos menatap wajah tampan penjaga gerbang Wiguna itu sengit.
Black tertawa,diikuti oleh teman-temannya.
"Hahaha..hei pak tua! kau ingin bertamu atau ingin mengajak berperang?! bertamu kau bawa pengawal bersenjata begini? hahaha..jika kami percaya,itu artinya kami bodoh !" Seorang berpakaian hitam dengan pin penjaga di belakang black berseru main-main.
"TIDAK BISAKAH KAU DAN KALIAN SEMAU TIDAK BANYAK BICARA DAN LAKUKAN SAJA PERINTAH BOS KAMI?!!" seorang diatas motor trail berseru emosi.
__ADS_1
Kembali...
Suara tawa renyah pecah dari sekumpulan pria muda berparas tampan itu.
Para anggota terbaik delta dan beta dengan skill petarung yang hampir setara para wakil ketua mereka.
Dipilih oleh Arkansas langsung demi menjaga tempat dimana keluarganya berkumpul.
Para anggota dengan kesetiaan tinggi!.
Para anak buah Zantos mengepalkan kedua tangannya erat,tidak terima atas betapa para penjaga ini menganggap remeh mereka!.
"Apa yang kau katakan? menuruti perintah bos kalian? hei...apa bosmu atau tuan kami yang membayar gaji kami? stupid person!" Kembali,rekan black membalas penuh provokasi.
Pria dengan kulit eksotis dengan anting elang disatu sisi telinganya.
"BEDEBAH!!"
Dorrrr...
Trankkkk!!
Peluru itu hampir mengenai si pria berkulit eksotis,namun samurai black berhasil menangkis laju peluru itu hingga terpental .
Si pria berkulit eksotis mengelus dada sabar.
"*Wong EDAN!! Aku meh mati! edan...metu saka bebrayan iki sing hati-hati! Go*lok*!"
Maki pria berkulit eksotis itu,yah satu-satunya penjaga yang berasal dari Indonesia,daerah Jawa tepatnya.
Pria dulu yang menjadi anggota Dark Eagle tepatnya,masa Rayga dan para inti remaja dulu.
Begitu setia hingga memilih mengikuti sang pemimpin menetap di London dan akhirnya,menjadi bagian dari Blood Eagle.
Para rekan pria berkulit eksotis itu menepuk jidat mereka miris.
"Rakha..mereka tidak akan paham apa yang kau katakan! jangan pakai bahasamu disini dodol!" Ucap rekan rakha yang lainnya itu jengkel.
"Oh iya...lupa hehehe.. lanjut..." Rakha menaikan kedua jempolnya dengan senyum polos.
Plak!!..
"Hilang wibawa kita jika orang-orang yang mengisi keanggotaan BE sepertimu! sinting..."Nanar Black setelah memukul kepala rakha frustasi.
Rakha mengelus kepalanya yang baru saja terkena tamparan sayang dari ketuanya itu..
"Aku waras aku mengalah..." Ucap pria itu dramatis.
Yah, kelakuan para penjaga muda itu sukses membuat Zantos naik pitam!.
Terabaikan dan itu oleh orang-orang yang statusnya hanya bawahan?!.
Dorrrr.....
__ADS_1
.....TBC.....
I'm so tried