
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote,like dan komen...
...Happy reading and keep health...
...🍃...
Padang rumput yang terlihat begitu luas.
Pohon-pohon jeruk berbuat lebat dengan warna orange yang begitu cerah.
Arkansas,pria itu membuka matanya duduk perlahan beralas rumput hijau yang selembut permadani.
"Sudah bangun...."
Deggg..
Dengan gerakan cepat,Arkansas menoleh pada sisi kiri tubuhnya.
"L..Liora...!" Bibir itu gemetar dengan perasaan berdebar yang membuncah.
Liora,sosok cantik itu tersenyum mendekat dan merendahkan diri demi membelai wajah suaminya yang masih terduduk.
"Rindu......?" Liora berucap dengan suara lembut bak harmoni penenang yang begitu dirindukan.Arkansas mengangguk dan berdiri dengan gerakan kilat.
Merengkuh tubuh itu didalam pelukannya.
"Istriku....istirku...." Liora tersenyum,memeluk punggung tegak yang telah bergetar dengan suara tangis teredam.
Liora menarik tubuh Arkansas,membawa suaminya itu berkeliling.
Arkansas mengikuti,kekaguman segera datang saat maniknya berpendar menatap tempat dimana Liora membawanya.
Begitu banyak pohon buah,dengan berbagai jenis nampak ranum juga berukuran lebih besar dari buah-buahan pada umumnya.
Jeruk sebesar buah kelapa...!
Apel sebesar semangka..!
Dan masih banyak lagi nampak berwarna cerah bak bertabur bubuk emas!.
Tempat apa ini?!.
Air terjun yang beraroma seperti coklat,juga kebun bunga yang terus bergerak seperti menari mengikuti irama angin.
Hingga...
Deggg...
Langkah Liora terhenti,telunjuk wanita baya cantik itu terarah pada tiga ekor bayi harimau kecil dengan dua berwarna orange terang dan satu berwarna putih bak kepingan salju.
Ketiga bayi harimau itu bermain riang dibawah sebuah pohon jeruk yang begitu lebat dengan buahnya yang ranum.
"Liora......?" Arkansas tersadar dari keterpakuan atas tiga harimau kecil itu saat sebuah tangan lentik mengusap pipinya.
"Dengan tiga anak harimau ini...keluarga kita akan terus dilimpahi berkat...saat Tuhan menaikan kita begitu tinggi...jagalah prinsip kebajikan sayang..... anak-anak harimau ini akan menjadi permata dimasa depan....tapi. ditengah masa keemasan...tetap akan ada badai.....maka dari itu...waspadalah Kansas....jaga keturunan kita.....musuh dari musuh tengah diam untuk saat ini...tapi ...badai tengah terbentuk..." Liora berucap tegas,wajahnya penuh keseriusan dan Arkansas mengerti,istirnya tengah memberi peringatan.
Tersentak saat merasa celana bagian bawahnya tertarik.
Deggg...
Begitu menunduk,seekor bayi harimau kecil dengan mata bulat polos.
Bulu seputih salju dengan garis hitam menghiasi cantik.Cakar lembut itu tengah menggesek celananya dan entah bagaimana? Bak sebuah panah melesat tepat di jantungnya.
Bukan perasaan sakit! namun seperti panah yang membawa rasa cinta, perlindungan juga kasih sayang yang begitu besar.
Dua harimau kecil berwarna orange berdiri diam,seakan mengawasi pergerakan Arkansas.
Arkansas,pria baya itu menunduk,meraih bayi harimau kecil putih itu dengan tangan gemetar dan senyum lebar.
Sebuah kelopak bunga tulip tersemat dengan sulur melingkari salah satu kaki harimau kecil itu.
"Dia manis bukan? dia bayi harimau berjenis perempuan...sayangi dia Kansas...." Liora berucap lembut sembari menggendong salah satu bayi harimau orange yang terlihat lebih kecil dari harimau orange satunya lagi.
Sementara bayi harimau yang paling besar mengusap wajahnya dengan cakar puas, melihat dua saudaranya bahagia dalam gendongan kedua manusia itu.
Manik Arkansas dan bayi harimau putih itu bertemu, cakar-cakar kecil itu menyentuh wajahnya.
Senyum Arkansas terbit lebar,entah apa artinya.
"Hah......" Berkedip cepat,terbangun setelah melewati mimpi yang begitu penuh arti.
Arkansas menunduk,menatap kedua tangannya.
Lembit bulu bayi harimau putih kecil itu terasa begitu nyata.
__ADS_1
Senyumnya terbit.
"Liora...terima kasih!" Arkansas berucap penuh terima kasih.
Apapun makna dari mimpi ini,dirinya tau.
Kebun dengan dipenuhi buah dan bunga segar menandakan keberkahan ekonomi keluarganya.
Air terjun beraroma semanis coklat menandakan kebaikan untuk keluarganya akan selalu mengalir bak air terjun yang terus bergerak menuju lautan.
Dan tiga ekor bayi harimau.
Anggota keluarga baru akan segera tiba!.
..........
Gelisah melanda tidur lelapnya, Asline.Wanita cantik itu terus bergerak hingga sosok gagah yang berbaring disampingnya mulai membuka mata.
Rayga terduduk,menatap istrinya cemas.
"Dear...hei...bangun amour...!" Panik melanda Zeus saat wajah istirnya nampak lembab oleh keringat.
Ughh..
Asline terbangun,mual kembali datang menyerang.
Dengan tergesa-gesa,dibawah gerak reflek rayga membantu istirnya turun dari ranjang menuju wastafel kamar mereka.
Huekkkk.....
Rayga memijit tengkuk istirnya getir.
Asline terus memuntahkan isi perutnya,namun tak ada yang keluar selain air lambung!.
Rayga dengan sabar membantu istirnya berkumur,ini masih pukul 1 malam dan kantuknya sirna begitu saja saat melihat betapa tersiksa istrinya.
"Hiks.....hubby perut aku begah....kepalanya pusing....." Rayga memeluk tubuh istrinya,menopang sosok lemah yang bahkan berdiri pun tak kuat.
"Sini aku pijat ya..jangan menangis nanti pusingnya bertambah....."
Dengan lembut,rayga mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ala pengantin kembali ketempat tidur.
Meletakkan tubuh indah itu hati-hati,bak lapisan kaca rapuh yang akan hancur jika ia salah bergerak.
Setelah asline terbaring nyaman.
Rayga segera bergerak meraih termos air panas,menuang air panas kesebuah wadah besar dan memberi air dingin hingga konsistensi air terasa hangat.
Dengan handuk lembut ,rayga mengusap wajah istrinya.
Setelah selesai,menyingkap pakaian asline dan mengusap handuk hangat itu dibagian perut.
Rayga menatap perut rata itu yang kini terlihat menonjol.
Handuk ia singkirkan,kini membuka tutup sebuah botol minyak kayu putih.
Asline menutup mata saat perutnya dipijat lembut dengan kayu putih yang perlahan membawa kehangatan,mengurangi efek mual yang ia rasa.
Namun kening halus itu masih mengeryit dalam,pertanda rasa mual yang masih ada.
"Anak-anak Daddy...yah..Daddy belum tau kalian ada berapa didalam perut mommy...tapi Daddy katakan! jangan nakal,jangan buat mommy susah! atau saat keluar nanti Daddy janji...kalian akan Daddy beri hukuman! tidak boleh bertemu mommy kalian..mau?!" Rayga menyeringai puas saat melihat reaksi istirnya.
Wajah cantik itu perlahan tenang.
"Bayi yang patuh.... bagus!" Rayga mengusap lembut perut asline,rupanya bayinya sadar bahwa ayah mereka bukan orang yang sabar!.
Melihat istrinya sudah terlelap damai,rayga ikut berbaring dan memeluk tubuh istirnya begitu lembut penuh kehati-hatian.
Asline merasa nyaman,mendusel semakin dalam pada dada bidang nan hangat suaminya.
"Tidur dear.. tidurlah anak-anak Daddy jangan ganggu lagi mommy ya.." Rayga berbisik lembut senyum asline terbit indah dengan dengkuran halus yang mulai terdengar.
..........
Pagi tiba,mobil Alphard putih itu perlahan memasuki area halaman rumah sakit besar nomor satu di kota London.
Healthy Hospital.
"Pelan-pelan dear...tunggu aku bukakan pintu mobil dulu,kamu jangan bergerak !" Rayga segera melepas sealbelt,morio duduk dikursi pengemudi sembari menatap geli interaksi sang bos besar yang entah bagaimana sudah mulai berubah dari yang awalnya harimau ganas penguasa kini bak kucing jantan yang patuh?!.
Benar-benar sulit dipercaya!.
Rayga bergerak cepat,memutar body belakang mobil dan membuka pintu samping istrinya berada.
Asline tersenyum lucu,lihatlah wajah tegang pria tampan ini!.
Seakan asline hendak turun berperang bukanya pergi pemeriksaan kandungan!.
"Hati-hati dear...lihat pijakannya!" Rayga menyeru gemas melihat istirnya yang terus menatapnya bukanya melihat kebawah dimana kaki ingin berpijak.
__ADS_1
Tukshhh...
"Amour...?!" Rayha memicing saat wanitanya ini justru menyentil bibirnya.
"Jangan ribut ih...kamu dari tadi mengoceh terus!. jangan ini..jangan itu...sakit tau telinga aku!" Asline yang sudah dipegang baik oleh rayga mendumel, pria tampan itu menghela nafas sabar.
"Ia..ia...aku ini belajar jadi suami siaga dear....aku tak mau kamu sampai lecet! bagaimana kalau salah satu bayi ini ada anak perempuan ku? kalau yang laki-laki biar saja...."
Tukshhh..
"Dear...!!" Rayga merenggut jengkel,istrinya ini lama-lama suka main kekerasan!.
Sebentar cubit pinggangnya!.
Sebentar lagi jewar telinganya!.
Lalu tak lama menyentil bibirnya!.
Harga diri tenggelam seketika, untung cinta buta!.
"Kamu ya.... laki-laki atau perempuan harus adil..jangan bias! semua anak kita harus sama kasih sayangnya..." Asline mulai memberi kultum,rayga ingin menguap namun tak berani membuat ibu hamil ini marah!.
Anak laki-laki itu selimut militer...
Dari masih menjadi janin harus kuat!.
Sedang anak perempuan,mereka adalah mantel bulu lembut yang harus diperlakukan hati-hati!.
Apalagi anak perempuan garis keturunan clan Wiguna! .
Tidak boleh ada kesalahan sedikitpun!.
"Dengar tidak hubby?! awas saja kamu kalau nanti lahir anak-anak kita laki-laki dan berani kamu aniaya! aku lempar bantalmu biar tidur diluar!" ancam asline pada wajah tampan yang terlihat pasrah itu.
"Iya..iya...terserah kamu sajalah..." Rayga pasrah.
Asline tersenyum puas.
Keduanya memasuki lobby.
"Lihat..lihat...tampan sekali pria itu!"
" Eh bukanya itu CEO muda Wiguna Coorporation? ternyata benar ya rumor yang mengatakan dia adalah pria yang sangat rupawan!"
"Itu istrinya bukan? iri sekali..."
"Sudah diam atau keamanan akan melempar kalian keluar...ribut sekali..."
"Heh..terserah kami..mulut kami hanya suster saja berlagak!"
Asline mendengus kesal,menatap wajah tampan yang acuh sekitar itu.
"Kenapa? lihat aku seperti itu...?" Rayga menepuk hidung mancung istirnya dengan jari gemas.
"Tidak ada..." Jawab asline membuang wajah .
Rayga mengeryit.
Salahnya apa?.
..........
" Bagus...sangat bagus...kandungan sehat meski perkembangan sedikit lambat pada janin ketiga..S-"
"APA?!" asline tersentak kaget,dokter wanita baya itu mengelus dada sabar.
Wajah aslinya menegang diliputi perasaan haru campur aduk.
"Iya..Mrs Alzeus mengandung tiga jabang bayi...tapi... perkembangan janin ketiga terlihat lambat...juga lemah....ini tidak baik Mr dan Mrs Alzeus..." Dokter baya bername tag Amanda Sanches itu menatap pasangan suami istri pemegang saham terbesar rumah sakit itu dengan senyum nanar .
Rayga merengkuh tubuh gemetar istrinya.
"Apa saran anda?" Rayga bertanya dengan wajah dingin, perasaannya berkecamuk namun sebagai suami dan laki-laki.
Tenang....
Dirinya harus tenang agar istrinya tidak tertekan.
Dokter Amanda kembali membaca file hasil pemeriksaan kandungan asline.
"Mrs Alzeus..mulai saat ini sampai melewati bulan ke 7...jaga pola makan...jangan banyak beraktivitas berat..lakukan Yoga...dan minumlah vitamin penguat janin...dan untuk hubungan suami dan istri..tunggu hingga lewat tiga bulan... setelah itu Mr Alzeus bisa membuka,tapi ingat...lakukan dengan lembut jangan kasar dan beri jeda!" Amanda menjelaskan dengan sabar saat melihat wajah gelisah rayga.
"Nah..untuk mengetahui jenis bayinya.. USG bisa dilakukan saat usia kandungan memasuki 4 bulan..yah,kehamilan ini cukup istimewa dibanding kasus biasanya...saya ingat kasus medis Mrs Alzeus yang ditangani oleh kepala rumah sakit...Dr Gabriel dan Dr Gion! itu operasi besar kalau tidak salah ingat! maka dari itu...jaga kesehatan anda mulai kini Mrs Alzeus"
Dengan hati berkecamuk,rayga membawa istrinya keluar dari ruang pemeriksaan dokter kandungan.
"Line apapun yang terjadi aku ada bersamamu...apapun dan bagaimanapun anak kita nanti...kita rawat bersama-sama ya.."
Asline mengangguk lemas,bisikan penuh kasih sayang dan pengertian ini cukup membuat hatinya sedikit lega.
__ADS_1
.....TBC.....