
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote,like dan komen...
...✍️ Happy reading and keep spirit ✍️...
Seorang gadis kecil dengan wajah yang begitu menggemaskan,kecil mungil dengan pipi bulat yang merona merah.
Umurnya sudah genap lima tahun,namun dengan perawakan tubuh yang begitu kecil dan mungil seperti balita manis berusia 3 tahun!.
Berdiri didepan sebuah jendela,jendela yang bahkan terlalu tinggi untuk tubuhnya yang terbilang mungil.Meski untuk anak-anak bertumbuh normal tinggi jendela ini masihlah wajar,namun untuk dirinya ?.
Gadis kecil itu dengan gaun putih,topi rajut yang terbuat dari jerami dan seikat bunga yang ia peluk.
"Z lindu mommy...lindu Daddy dan kakak-kakak Z cemua....tapi dicini kacian unda Alchana...kalau Z tinggal..ayah Blixton alang pulang dan kakak Albian cedang pelgi....z lindu mommy.."
Zia,benar.
Gadis kecil mungil nan manis itu adalah artyzia.
Putri bungsu sosok Zeus.
Sudah satu tahun gadis kecil ini dibawa Arkansas untuk tinggal bersama archana dan Brixton.
Itu semua dilakukan untuk membujuk agar para kera nakal itu mau bersabar untuk terus mengikuti pelatihan dan yah,siapa yang mengira archana akan terjerat pesona malaikat kecil Rayga itu hingga menunda terus kembalinya Zia?.
Tentu saja semua awalnya terlihat pelik kala Rayga sendiri tak setuju meski itu untuk adik kesayangannya sendiri.
Namun atas bujuk manis asline,Rayga akhirnya pasrah hanya untuk 6 bulan! tapi,6 bulan berubah menjadi 1 tahun!.
Dan archana sendiri masih betah merawat balita lucu ini tanpa berniat untuk membawa kembali si kecil pada sang kakak yang sudah pasti akan marah besar!.
Yah,archana sudah cinta mati pada sosok mungil itu .
"Baby z...kenapa berdiri tidak pakai alas kaki sayang? masuk ya..bunda ada buat cookies coklat untuk baby z loh...." Archana datang dengan senyum keibuannya.
Andai dia bisa mengandung lagi!.
Namun karena rencana jahat keluarga ratu Catherine,archana.
Sebulan setelah melahirkan Arbian, dirinya mengalami keracunan hebat.
Sehingga Diego dan Gabriel harus mengangkat rahim adik mereka itu dan mencuci bersih lambungnya.
Racun itu merusak lambung dan mengikis dinding rahim sehingga akan berakibat fatal jika archana kembali hamil di masa depan.
Maka dari itu,membawa artyzia sementara waktu dilakukan juga untuk mengobati sedikit lara dihati archana prihal tak mungkin lagi memiliki anak selain Arbian.
Dan untuk keluarga Catherine,tentu saja semua sudah dilenyapkan habis oleh Arkansas dan Brixton! .
Zia menatap kearah sang bunda.
"Unda....ata Dy....endak oleh maam klat anyak nti gigi z lusak..." Balita manis itu menatap archana dengan wajah polosnya,mendengar nasihat dari si kecil.
Archana tertawa renyah.
Sungguh manis sekali putri kakaknya ini,yah tentu saja sudah jadi putrinya juga !.
"Hahahaha...ia..baby z benar! ya sudah makan cookies nya nanti saja ya setelah sarapan besok mau? baby z duduk diruang tv tunggu ayah Rixton dulu boleh?" Archana berucap gemas sembari mencuri kecupan manis di pipi tembem itu bertubi-tubi.
Zia memgerjap penuh binar.
__ADS_1
"Yah lixton ulang,nda? cekalang?! yeiiiii!!" Archana kembali dibuat tertawa oleh tingkah menggemaskan si kecil Zia,bahkan para maid dan penjaga memekik tertahan akan kelucuan putri Zeus ini.
"Iya sayang..ayah Brixton pulang,nanti sore ayah sampai dan Zia bisa minta oleh-oleh dari ayah!" Ucap archana tertawa renyah.
Archana meletakkan Zia dikursi khusus balita diruang tamu.
Menghidupkan televisi dan memutar tayangan favorit si kecil yang kebetulan sedang ditayangkan kembali.
Charlie and Chocolate factory.
Archana meninggalkan Zia dengan sebotol susu stroberi didalam dot miliknya juga sepiring abon ayam kesukaan balita manis itu.
Yah,Zia memang lebih suka mengemil abon dari pada kue-kue!.
Takut sakit gigi katanya!.
Hingga...
"Ayah pulang!!! baby Z....." Brixton tertawa melihat Zia yang segera melempar asal dot yang sedang ia nikmati dan menerjang dengan kedua kaki pendek nan mungilnya kearah tubuh Brixton.
Hup.....
"YAH....." Zia memekik riang, Brixton kembali tertawa gemas.
Sungguh indah memiliki anak perempuan!.
Beruntung sekali Zeus tiran itu!.
"Baby z rindu ayah pasti....!?"
Artyzia mengerjap kedua mata bulatnya,kemudian menatap wajah tampan ayahnya itu dan menggeleng polos.
"Lah?" Brixton menatap tak percaya.
"Terus kenapa tadi teriak terus berlari peluk ayah kalau tidak rindu?" tanya pria dewasa tampan itu heran sendiri.
Dan seketika Brixton kena mental!.
Dengan polosnya gadis itu berucap yang sukses mematahkan hati bersemangat seorang Brixton.
"Hiks... princess...taukah bahwa princess sudah membuat ayah sedih? tega sekali ayah sudah pulang dari jauh bukanya dirindukan...ini malah tanya oleh-oleh! sakit hati ayah tau.....?" Dengan dramatis Brixton menangis dengan wajah memelas,akting tepatnya.
Zia memgerjap dengan manik yang mulai berkaca-kaca.
"Yah jangan nangis...Zia nti ikut nangis uga hiks..HUAAAAAAA unda!!"
Nah....
Pecah sudah tangis balita manis itu.
Sungguh,Zia kecil tak akan sanggup melihat satupun dari anggota keluarganya bersedih.
Ujung-ujungnya balita manis itu akan menangis juga bahkan hingga demam!.
Dan inilah yang dihindari semua keluarganya.
Kini Brixton meneguk Saliva-nya ngeri.
Melihat sebuah pisau dapur yang dibawa istrinya yang segera keluar dari dapur begitu mendengar tangis putri manis mereka.
"Ayah!! sudah berapa kali bunda bilang! Jangan buat princess menangis! astaga kamu ini...." archana melepas apron yang ia kenakan lalu merebut Zia dari gendongan suaminya.
"Aduh maaf bunda...habis Zia makin lucu dan imut kalau sudah menangis begitu...." ucap Brixton berdalih.
Tapi benar juga memang!.
__ADS_1
"Kalau Kak Rayga dan Daddy Kansas tau...habis ayah sama mereka!" Sembur archana gemas sendiri atas kelakuan out of caracter suaminya.
"Ya jangan sampai tau juga,bunda cantik!" Gemas Brixton sembari mengecup kening istrinya.
"Ayah ini...!" Archana mengalah frustasi.
Zia sibuk menyedot empeng yang tergantung dilehernya begitu tubuhnya diambil alih sang bunda,menatap interaksi kedua orang dewasa itu dengan helaan nafas bak orang dewasa penuh beban fikiran,hal itu sukses membuat tawa seorang anak laki-laki berusia 6 tahun yang baru saja masuk dengan kopernya tergelak.
"TATA ALBIAN!!!"
Dan anak laki-laki berwajah tampan dengan surai pirang itu tersenyum lebar.
...........
Sebuah vila,terletak di pinggiran sebuah desa kecil wilayah Texas.
Vila yang terbuat dari bambu dengan 5 kamar tidur sederhana dengan dua buah kasur ukuran mini dan sebuah lemari.
Hanya itu....
Tempat dimana para pewaris muda generasi ke empat Wiguna tinggal semalam 5 tahun .
"Aduh....punggungku sakit sekali....opa Kansas memang raja tiran! hiks.....memar pasti!" Maiden.
Putra tunggal Maxim itu menangis dramatis sembari mengangkat kaos hitamnya setelah terlebih dulu rompi anti peluru telah ia tanggalkan.
Benar! Punggungnya biru dengan lingkaran mulai menghitam.
"Kau punggung...lihat perut juga kakiku! semua memar dan bengkak!" Tunjuk Rexion pada pergelangan kakinya yang membengkak.
"Sudahlah...kalian protes terus tidak berguna jug-"
Brakhhhh...
Segera,ucapan altair terhenti begitu pintu masuk vila terbuka kencang dengan sesosok anak laki-laki berusia 5 tahun yang masuk dengan penampilan menyedihkan.
Pakaian penuh bercak darah dan sebuah pedang berukuran kecil yang terseret diatas lantai.
"Wow..wow...wow....arezian! santai kau bisa menghancurkan pintu itu! " Pekik Shino horor.
Arezian mendengus malas dan berlalu menuju sofa tunggal panjang.
Terlalu lelah untuk berjalan memasuki kamarnya.
Brukhhhh..
Tubuhnya terhempas keatas sofa,para saudaranya terbelalak melihat adik mereka itu justru langsung tertidur dengan pulasnya tanpa sadar tempat!.
Sofa berwarna coklat itu segera ternoda oleh lumpur dan darah dari pakaian Arez .
"Gila memang anak ini!" Sembur Rain akan kelakuan arezian.
Para kakaknya segera bersiap membersihkan diri,hari sudah beranjak petang,mereka harus segera beristirahat demi tugas neraka besok.
Namun...
"KAU MONSTER JELEK KEMBALIKAN MOMMYKU...."
Para anak laki-laki itu berjengkit kaget,mengelus dada sembari menatap sengit wajah santai yang rupanya masih terlelap dengan mengigau itu.
"Setan!" Umpat Rexion atas kelakuan arezian.
"Jantungku bro!!!" Maiden mengelus dadanya yang terasa benar debaran jantungnya.
"Sabar...." Ucap Danzuar sembari tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
...TBC...
.........