Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Sweet call


__ADS_3

...Vote,like dan bagikan ya 🌹...



...♣️.....♣️...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...♣️.....♣️...


Hembusan angin malam,membawa kesegaran wangi bunga mawar yang terlihat sepanjang mata memandang.


Asline,gadis cantik dengan piayama tipis itu berdiri di balkon kamarnya,menatap hamparan bunga mawar yang menghiasi taman depan pekarangan vila tua gradian.


Tersenyum lembut kala mengingat bagaimana semua mawar itu bisa berada di sana menggantikan jejeran bunga tulip yang ditanam atas perintah Lucinda begitu ibunya tiada.


Yah,tuan muda Alzeus.


Pria tiran itu menghancurkan satu taman penuh tulip dengan sebuah buldoser,meratakan bunga-bunga malang itu dan memerintahkan para pekerja taman untuk menanam bunga mawar dengan berbagai jenis dari seluruh dunia hanya untuk dirinya.


Senyum manis asline terbit dengan indahnya.


Manik yang biasanya hampa penuh dendam itu kini terlukis kembali kehidupan baru yang di penuhi akan harapan dan cinta.


"Rayga...seberapa jauh kamu bisa membuatku terus seperti ini? perasaan bahagia yang bahkan membuatku lupa akan dunia?" Asline berucap dengan perasaan penuh binar berbintang.


Bahagia....


Inikah yang dinamakan bahagia karena cinta?.


Yah,asline menyukai dan begitu menghargai perasaan ini!.


Meraih jaket pasangan piyamanya yang sama saja tipisnya.


Namun asline tak ambil pusing,lagipula ini sudah tengah malam dan semua orang telah kembali ke kamar mereka masing-masing termasuk para pekerja.


Salahnya saja yang entah mengapa tidak bisa tidur,meski waktu telah menunjukkan pukul 1 malam.


Berjalan keluar dan menuruni tangga.


Melewati dapur,ruang keluarga dan ruang tamu.


Asline membuka pintu,dan maniknya langsung disuguhi keindahan taman disinari cahaya sang rembulan.



Menghabiskan waktu berjalan-jalan sejenak mungkin bisa membantu membuatnya tidur!.


Hanya dengan sebuah buku novel dan ponselnya,asline berjalan menuju gazebo yang dibangunkan Rayga juga untukmu.


Benar...hampir semua bagian taman depan ini adalah hasil dari pekerjaan sang tiran Alzeus,bahkan taman itu selesai dalam waktu satu hari!.


Yah,siapa yang berani membantahnya jika sudah bertitah?.


Layaknya seorang kaisar yang duduk agung memerintah para abdi ya!.


Asline terkekeh geli,dirinya tak menyangka akan mendapatkan cinta dan kasih sayang dari pria tiran pemaksa seperti itu!.


Bahkan asline merasa iba melihat wajah horor nan tertekan para pekerja, benar-benar arogant!.


Tapi,pria arogan inilah yang sudah membuat kehampaan dalam dirinya terisi kembali.



Duduk disalah satu kursi sofa lembut dan mulai membuka novelnya.


"Hm.. apakah dia sudah tidur? atau..apakah Rayga masih lembur?" Asline menutup buku novelnya dengan tertekan.


Wajah tampan Rayga terbayang disetiap lembar kertas yang ia baca!.


Senyum jahilnya,senyum teduhnya, seringainya bahkan tawa juga amarahnya!.


Asline tak bisa menghentikan untuk memikirkan segala hal juga setiap perubahan ekspresi wajah pria berparas tampan itu!.


Asline melempar buku novelnya ke sofa lain,mengusap wajahnya jengkel dan menangkupkan wajahnya di atas meja!.


Dirinya tak bisa tidur!!...


Rayga seakan mengirim mantra untuk menganggu hatinya!.


Meraih ponselnya.


Asline ingin mendengar suara pria itu,hanya untuk mengobati rasa frustasinya!.


Mungkinkah ini rindu?.


Jari lentiknya mengulir kontak dari sang Zeus.


My Hero...


Asline terkekeh geli,pria itu bahkan mengetik sendiri nama kontaknya di ponselnya.


Pria yang begitu lucu dengan segala kelakuan cintanya yang terlihat buta!.


"Tapi.. bagaimana jika kini dia sudah tidur? bagaimana jika telfonku menganggu waktu istirahatnya?" Asline bermonolog gusar.


Wushhhh..

__ADS_1


Angin malam menyapu tubuhnya.


Asline mengigil,andai dia mengganti jaket piyama tipis ini dengan sebuah hodie!.


Akhirnya mengirim pesan adalah pilihan terakhir,lebih baik karena saat pagi datang, pesannya pasti dibaca!.


Bibir ranum itu menarik senyum yang begitu indah,ini sudah tengah malam!.


Mengirim pesan kerinduan tidak masalah bukan?.


Lagipula pria itu tidak akan membacanya dan asline bisa menghapus pesan itu nanti.


Yang penting...


Rasa rindunya terobati dengan sederet pesan manis!.


Dan yang paling penting,pesan itu tidak akan dibaca malam ini dan dirinya bisa mengirim pesan lain besok pagi,setidaknya kata-kata rindunya tersalurkan.


Tanpa pria itu tau!


Biarkan dia sendiri yang mengetahui pesan kerinduan itu,sebelum besok akan terganti oleh pesan formal.


Yah...


Sesekali menjadi nakal dan menggoda tidak masalah bukan?.


From : Asline


To : My Hero


Calon suamiku yang tampan....


Aku tidak bisa tidur...


Aku rindu padamu...


Aku sangat...dan sangat merindukan dirimu..


Rayga...


Aku rindu...


I Miss you..


send..


BRUKHHH...


Asline menghempas tubuhnya pada sandaran sofa,memekik tertahan dengan wajah semerah buah tomat matang!.


Gadis itu berdiri,mengusak rambutnya dengan hati berdebar kencang.


Bahkan ia tak sadar,pesannya telah dibaca!.


Asline mulai merasa mengantuk, pesan yang dirinya kirim pada tiran itu ternyata menjadi obat yang ampuh membuatnya ingin terlelap mimpi.


Namun....


Time stand still


Beauty and all she is..


Ponselnya berbunyi.


Dan ini....


My Hero calling.....


Damn it!!...


Asline berdiri tercengang,wajahnya pias dan apa yang sebenarnya telah ia lakukan?!.


Rayga langsung menelpon kurang dari 5 menit setelah pesan terkirim!.


Asline mematung,jantungnya berdebar dengan rona merah pekat segera menyebar dari leher hingga daun telinganya yang lucu.


"Why baby?... tidak mengantuk?" Suara lembut nan maskulin mengalun dari sebrang.


Dibawah sinar rembulan,wangi semerbak taman kebun mawar dan suasana malam yang tenang.


Kini semua terasa ambigu saat suara serak nan jantan itu bak menggaruk hatinya!.


Tubuhnya seakan terbakar dan kakinya melemas.


"I..iya..kamu..kamu membaca pesanku?" Gugup Asline kala suara nafas berat dari sana mengelitik hatinya.


Sialan...


Ingin rasanya asline menenggelamkan dirinya di samudra terdalam!.


Pasti kini pria itu tengah tertawa atas kelakuan anehnya!.


"Kamu...belum tidur?" Asline bertanya mengalihkan pembicaraan atas pesan gilanya.


"Hm...Aku sedang ada konfrensi Vidio dengan klien dari New York,baru saja berlalu dan pesanmu masuk" Rayga menjawab dengan nada suara yang terdengar mengejek ambigu.


Asline mengigit bibir bawahnya menahan tangis.


Sial...


Dia malu!


Tapi apa ini?.


Konfrensi ditengah malam?.


"Kenapa melakukan penggilan pekerjaan ditengah malam seperti ini? Jika aku berada di Manor,aku akan mengurungmu di kamar untuk tidur! malam bukan waktunya bekerja.Apa yang dilakukan Alarik dan Raider hingga membiarkanmu terjaga dan berada di kantor sepanjang malam?!" Asline tak bisa menahan mulutmu untuk tidak menggerutu, bayangan saja ini sudah memasuki pukul 2 lewat 20 menit.


Hening....


Terjadi keheningan sesaat saat suara gadis itu berhenti terdengar.


Hahaha......


Degggg...


Asline dibuat kembali tercengang.


Suara tawa renyah nan serak ambigu terdengar mengalun.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka...baby..kau sudah berfikir untuk tidur denganku?"


Degggg...


Tubuh Asline menegang dengan manik membola horor.


Apa dia salah bicara?.


Atau pria tampan itu yang salah mengartikannya.


Berdehem kikuk,wajahnya merengut kesal.


"Jangan tertawa! dan jangan menggodaku!! seriuslah sedikit Rayga...ini hampir pukul 3 waktumu untuk tidur terbuang sia-sia!" Kesal Asline merasa dipermainkan disetiap kata-katanya!.


Rayga disana,ruang kerja manor...


Tersenyum geli,meraih jaket kulit serta kunci mobilnya.


Berjalan keluar dari ruang kerjanya dengan langkah cepat.


" Tapi aku tidak bisa tidur juga baby...pekerjaan kulakukan untuk mengurangi rasa rinduku padamu..aku ingin memelukmu..tidur dengan tubuh polos membelit satu sama lain..."


Asline meremang, sialan pria frontal ini!!


Dan gadis itu menyesali setiap kata maupun pesan yang ia kirim.


Semua terasa menjadi jebakan untuk dirinya sendiri.


Asline kini berada di pintu masuk vila,suara grasak-grusuk terdengar dari seberang.


Kening mulus gadis itu mengeryit.


"Rayga..kamu baru akan pulang dari kantor? astaga!!" Pekik Asline tak habis fikir.


Dia tak tau saja bahwa sebenarnya Rayga tidak berada di kantor namun di Manor!.


"Mengemudi perlahan...tapi, apakah kamu tidak pulang bersama Alarik?jika mengemudi sendiri,jaga keselamatan.Udara malam akan membuat jalanan sedikit basah oleh embun,baiklah aku tutup tidak akan menganggu perjalanan mu, hati-hati" Asline menguap samar,berjalan menapaki tangga menuju lantai dua kamarnya.


"Sudah mengantuk? " Rayga bertanya lembut,deru suara mobil melaju cepat terdengar namun asline sudah malas berfikir.


"Hm...beberapa hari berada di Manor..rasanya aku sulit tidur dikamarku sendiri" Asline tanpa sadar merengek dengan sedikit nada centil.


Rayha mengeram samar.


Asline..


Meraih sebuah guling berbentuk ulat bulu berwarna biru langit.


"Hoam..aku mulai mengantuk...sepertinya aku memang hanya bisa memeluk tuan Wormy..." Asline berucap setengah sadar.


Benar..


Suara Rayga terbukti ampuh membuatnya bak terbuai lagu pengantar tirdur.


"Tuan Wormy? who is ?!" Rayga bertanya dengan tajam.


Asline terkekeh samar.


"Bye...my Hero" Asline segera melemparkan kata perpisahan,matanya sudah memberat namun sebelum menggeser icon merah.


"Baby..aku dibawah balkon kamarmu! buka balkonya sayang..."


Degggg


What the hell!!!...


Manik Asline seketika terang rasa kantuknya hilang!...


Dengan langkah cepat nan tergesa-gesa,gadis itu turun dari ranjang dan berlari ke arah balkon.


Asline menatap lampu sorot mobil sport mewah yang terparkir tepat di depan gerbang vila.


Dan manik bergerak kebawah balkon kamarnya.


Degggg...


Maniknya membolat,tersentak kaget!.


"Rayga!! kamu..kamu bagaimana bisa?!!" seru asline dengan panik.


Rayga,pria tampan dengan kemeja dilapis jaket kulit hitam itu menyerigai licik.


"Baby...aku datang agar kita bisa tidur bersama,menghabiskan malam berdua dengan saling membelit..." Rayha menyerigai licik,alunan suara berat nan jenaka penuh ambiguitas membuat bulu kuduk asline meremang.


Apa ini?!..


Dia...


Benar-benar melesat bak angin dan kini berdiri dengan tatapan jahil menatap dirinya dari bawah!.


"Perlu aku memanjat balkonnya,atau kamu bukakan aku pintu masuk ? baby...aku kedinginan dan butuh pelukanmu.." Rayga berucap dramtis,menatap wajah linglung gadisnya dengan kilatan geli dimatanya yang tajam.


Aslin menggeleng lemah,kepalanya berdenyut dan jantungnya berdebar keras.


"Baby i'm waiting...kamu bahkan sudah memakai piyama yang begitu berani untuk melihatku? so hot..." Asline kembali sadar dari kebingungan dirinya.


Menunduk dan melihat pakaiannya.


Damn it!!..


Asline mengikat tali piyamanya dan menatap tajam pria yang kini tertawa renyah.


"MESUM!!"


pekik Asline menahan malunya.


"I'm!" balas Rayga santai.


Tanpa menunggu asline selesai dengan kekesalan,rayga berjalan masuk kedalam vila dengan kunci cadangan miliknya.


"Time to punismant baby..you make my junior up!!" Rayga menyerigai dalam berjalan menaiki tangga ditengah ketidak sadaran gadisnya yang sibuk mengutuk sendiri.


...🍁...


...TBC...


Mungkin El beberapa hari kedepan gak up dulu..


Hiks..El kebanjiran😧

__ADS_1


Tolong doakan El ya supaya bisa cepat bersihkan rumah El yang terkenang air lumpur...



__ADS_2