Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Kaulah seluruh cinta


__ADS_3

...Jangan lupa tinggalkan jejak ya 🌹...



...🥀...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🥀...


Sepenggal lirik BCl..Reader bisa dengarkan sembari baca chapter ini...


...🍃...


...Manakala hati...


...Menggeliat mengusik renungan...


...Mengulang kenangan...


...Saat cinta menemui cinta...


...Suara semalam...


...Dan siang seakan berlagu...


...Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku...


...Saat aku tak lagi disisimu...


...Kutunggu kau di keabadian...


...Aku tak pernah pergi...


...Selalu ada di hatimu...


...Kau tak pernah jauh...


...Selalu ada di dalam hatiku...


...Sukmaku berteriak...


...Menegaskan kucinta padamu...


...Terimakasih pada maha cinta menyatukan kita...


...Saat aku tak lagi disisimu...


...Kutunggu kau di keabadian...


...Cinta kita melukiskan sejarah...


...Menggelarkan cerita penuh suka cita...


...Sehingga siapapun insan Tuhan...


...Pasti tau cinta kita sejati...


Langkah kaki yang terlihat bak menanggung begitu banyak beban.


Langkah kaki itu,menapaki sebuah jembatan kayu yang terhubung langsung ketengah danau.


Pria dengan kemeja hitam itu terkekeh getir,air mata mengalir membasahi wajahnya yang perlahan meninggalkan waktu terbaiknya.


"Aku datang lagi sayang...." berucap dengan senyum lembut berderai pilu.


Arkansas,menatap meja panjang yang terhias lilin juga karangan bunga dikanan dan kiri sebuah figure besar seorang wanita cantik yang telah lama berpulang dan meninggalkan dirinya juga ketiga buah hati mereka, anak-anak yang kini sudah bertumbuh besar tanpa ia sadari.


Sebuah bunga mawar merah ditangannya terulur, diletakkan didepan bingkai foto wanita pertama dan terakhirnya.


Menyalakan lilin-lilin itu dan membiarkan keheningan malam menemaninya.


Arkansas terduduk diatas permadani putih dan menatap bingkai foto istrinya dengan senyum pedih.


"Putri kita akan pergi Liora......dia akan meninggalkan aku jika bersama pria itu.....aku harus apa?" Arkansas menunduk meremat kemeja dadanya terasa pedih,sakit bak rajam menusuk jantung!.


"Mommy benar,Archa...archa perlahan beranjak dewasa...aku..aku tak mungkin selamanya menahan putri kita dengan kasih sayangku.Tapi bagaimana? aku tak siap ditinggalkan versi dirimu saat remaja dulu Liora! Archana adalah cerminan dirimu... bagaimana aku akan hidup jika dia pergi dan menikah suatu hari nanti? " Terduduk dengan tawa pedih,menatap foto istrinya yang tengah tersenyum lembut.



"Haruskan aku biarkan archa pergi? tapi mengapa harus bersama putra mahkota itu? dia akan pergi meninggalkan aku,ayahnya ini begitu kakinya menapaki lantai dingin istana! katakan Liora....katakan apa aku harus membunuh pria itu? biarkan Archana tetap bersama keluarga kita selamanya? dia tidak perlu menikah,benar bukan? aku dan putra-putra kita lebih dari mampu menopang hidupnya bahkan saat nanti aku mati! Liora....aku benar kan? aku tidak pernah menikah bahkan setelah kamu pergi...aku bisa merawat anak-anak kita! jadi atas dasar apa pria itu datang dan mencoba mencuri putriku? hahaha... biarkan aku membuat pria manapun membayar mahal jika ingin mendekati putri kita!" Arkansas,pria itu tertawa dengan dingin,meraih satu botol wine yang selalu ada di sana,tersimpan disebuah kulkas mini disisi lain pondok.


Hingga...


Degggg..


Arkansas,yang hampir meneguk wine dengan separuh akal sehatnya itu tertegun.


Menutup mata.


"Kau datang sayang? dimana?" Arkansas bangkit dengan senyum lebar,melupakan sejenak rasa gundahnya sebagai seorang ayah yang dilema atas kedewasaan putrinya.


Berlari hingga maniknya menangkap sisi jembatan.



Angin malam menerbangkan selendang putih itu.

__ADS_1


"Jangan lakukan itu Kansas....biarkan putri kita bahagia.....namun ada pengorbanan yang akan dilakukan Brixton untuk itu....Kansas...jangan menangis suamiku....jalan mereka sudah tertulis dengan segala suka dan duka hingga kamu dapat melihat dimasa depan,bahwa cinta yang datang untuk anak-anak kita adalah cinta sejati...Kansas.....aku akan selalu berada dihati setiap keturunan kita.Memdoakan mereka dengan seluruh imanku, berbahagia dalam hidup ini suamiku....aku cinta kalian..." Arkansas terpaku,Roh Liora tersenyum dengan wajah yang dikelilingi sinar yang begitu terang dan hangat.


Cup....


Arkansas akhirnya sadar saat sebuah kecupan lembut mendarat di bibirnya dengan hembusan angin beraroma mawar yang perlahan menghilangkan sosok Liora.


Pergi bersama hembusan angin.


"Jika itu permintaan dirimu...aku akan mencoba membiarkan waktu menjawab semua risauku" Tersenyum samar,kelegaan hati perlahan membuatnya tenang.


Keputusan yang benar saat risau datang dan ia pergi menemui bayang sang istri,Liora tidak pernah pergi meninggalkan dirinya!.


Raga memang telah binasa,namun jiwa mereka akan tetap terikat selamanya.


.........


Angin saat fajar perlahan mulai menampakkan sinar,surya yang sediki demi sedikit mulai mengintip dari balik awan.


Sosok cantik dengan balutan sweater rajut perlahan menapakkan jejak kaki putihnya ditanah taman yang lembab.


Kaki putih nan jenjang itu melangkah tanpa alas kaki..


Asline,wanita cantik itu perlahan pulih dari jejak medis besar pada luka-lukanya.


"Huft...kuharap tidak ada masalah besar yang akan mempengaruhi hubby....wajahnya tampak begitu lelah saat kembali semalam dari mansion utama..." Asline,bergumam lirih sembari memetik setangkai bunga tulip yang mekar sempurna ditaman belakang vila.


Membawa bunga yang basah oleh embun itu kearah hidungnya,mengirup sembari menutup mata dengan tenang.


Keheningan ini....


Degggg...


"Kenapa tidak membangunkan aku hm? kenapa jalan-jalan sepagi ini? bahkan tidak pakai alas kaki? nakal sekali....." Asline tersenyum geli saat suara penuh kemalasan dan kemanjaan mengalun disertai hawa panas di tengkuknya.


Sosok tampan itu memeluk tubuhnya dari belakang dengan dagu yang bertumpu pada bahu kecilnya.


"Rayga.....kamu berat,jangan tumpukan berat tubuhmu padaku!" Meski merujuk,wajah cantik itu merona pekat saat tubuhnya dibawa bergerak ke kanan dan kiri dengan pose nakal.


Rayga,pria dengan tubuh atas hanya tertutup kemeja piyama yang tipis dengan kancing terbuka seluruhnya itu terkekeh rendah.


Otot perutnya yang kencang dengan dada bidang yang kokoh menekan punggung belakang asline dengan pose yang begitu intens.


"Rayga lepaskan aku...." Asline jengkel,panas tubuh pria tampan itu mulai merambat melalui punggung hingga kakinya perlahan bergetar.


Siapa yang bisa menahan godaan Zeus tampan ini?!.


"Tidak..."Rayga dengan jahil mengigit kulit leher jenjang nan putih itu dengan gigitan kecil main-main.


Tubuh asline meremang.


"Lepaskan aku......." Asline merengek dengan kedua kaki merapat kala merasakan sebuah benda tumpul menusuk patas pahanya dari belakang.


Putus asa dan ngeri melanda!.


Sial rudal besar itu mengapa bangun tanpa di minta?!.


Happphh..


"Aaaa...what are you doing?!" Pekik aslien saat tubuhnya diangkat dan digendong ala pengantin.


"Diam dan duduk disini jangan melangkah kemanapun! jangan lari-lari apa lagi mencoba trik rubah denganku!" ucap Rayga diktator.


Asline mendengus tajam,memangnya dia anak-anak yang harus dimarahi agar tidak berlarian sembarangan?!.


Dan apa ini,trik rubah?.


Dasar laki-laki sinting!.


"Jangan tatap aku dengan mata kucing itu! atau aku akan membuatmu menjerit disini hingga para pekerja akan datang menonton!" Rayga memperingatkan dengan tajam,tanpa asline sadari kedua telinga pria tampan itu memerah sukses.


Siapa makhluk jantan didunia ini akan tahan jika melihat penampilan istri kecilnya kini?.


Wajah putih susu itu menatapnya garang!.


Mata bulat grey itu membola dengan sengit! sungguh bukanya takut,Rayga justru jatuh ingin menerkam makhluk cantik dihadapannya ini!.


Sabar....


Tahan.....


"Kau...dasar gengster ca*ul!!! aku akan memukulmu!!" Raung asline sembari menggulung lengan piyamanya yang setipis kelopak bunga itu.


Rayga terkekeh rendah.


"Gangster? aku leader mafia sayang....kamu ingin memukulku? baiklah pukul aku dengan ciuman..." Rayga melempar senyum penuh provokasi,asline bergidik dan mundur saat tubuh bak titan itu mendekat dan kini mengurungnya diatara dua lengan kokoh itu.


"Jadi diam dan jangan memancing naga dibawah sana...tunggu aku"


Cup....


Asline melotot horor saat ciuman dengan ******n nakal mendarat di bibirnya.


Rayga akhirnya pergi dengan tawa puas.


"Dasar...dasar iblis ca..cab*l!...Ya Tuhan mengapa kau beri aku suami seperti dia? dia gila...dan seorang predator!!!" Asline meratap,namun tak dipungkiri wajah cantik itu semakin merona bak kepiting rebus!.


Bibirnya sedikit membengkak dengan warna merah mudah yang mekar bak kelopak mawar.


Disisi lain....


Rayga tertawa rendah,menatap Imanuel yang menatapnya dari balik pintu dengan senyum geli.


"Apa yang kau lihat? cepat buat sarapan dan bawa ke taman! jangan buat istriku menunggu!" Rayga memasuki dapur,para maid yang bekerja mundur dengan patuh.



Wajah-wajah merona terlihat dari para maid wanita yang nampak mencuri pandang pada sang tuan muda.


Betapa tampan dan gagah nya!.


"Tuan Rayga...apa yang anda butuhkan biarkan para maid yang menyiapkan.." Imanuel bertanya saat sang tuan meraih sebuah baskom cukup besar dan membawanya kearah wastafel.


"Urus urusanmu sendiri,jangan buat aku berkata dua kali..." Ucap Rayga kembali ke mode bos sombong yang arogan tanpa senyum ramah diwajahnya.


Yah,hanya asline yang mampu membuat wajah pangeran es itu sendiri ber-ekspresi.


Rayga memanaskan air,setelah air panas.


Wadah yang semula telah diisi setengah air dingin kemudian ditambah dengan air panas hingga suhu air teras pas.

__ADS_1


Membuka sebuah laci dari jejeran laci penghias rak dapur.


Dua buah handuk putih diraihnya, setelah meraih wadah akhirnya pria berwajah es itu keluar meninggalkan dapur.


Helaan nafas kelegaan pecah seketika.


"Bekerja dibawah tuan muda tak lebih dari bekerja disamping sosok harimau!"


"Yah..aku bahkan tak berani bernafas hingga bersuara! menakutkan sekali...."


"Nyonya muda asline sangat hebat! dia berhasil membuat jinak harimau itu.."


"Hati-hati kata-kata mu! jika tuan muda dengar habis kau !"


"Diam-diam lihat butler Imanuel menatap kita.."


Imanuel berdecak,dasar para kaum perempuan!.


.........


Rayga terkekeh melihat sosok cantik yang tinggal sebentar itu kini sudah terlelap di sofa pergola taman.



"Ditinggal sebentar sudah tidur? lucu sekali rubah kecil ini...."


Rayga menjawil gemas hidung kecil nan mancung itu.


Pria tampan itu berjongkok dan menatap lamat wajah terlelap istirnya.


Mengusap pipi putih itu dengan sayang dan mengecup keningnya lembut.


"Kenapa bangun begitu pagi kalau kamu masih mengantuk seperti ini amour? tidurpun seperti kucing kecil yang malas!" Rayga terkekeh dan meraih kaki asline dengan lembut.


Handuk kecil itu telah terendam air hangat kemudian disapukan dengan lembut menyeka noda tanah yang menghiasi telapak kaki indah sang istri.


Kaki asline begitu kecil,putih juga halus.


ujung-ujung kukunya yang kecil terhias cat kuku berwarna merah muda bak kelopak sakura.


Rayga menatap kedua kaki jenjang yang sudah ia basuh dengan handuk hangat.


Asline melenguh dalam tidurnya .


Menatap kaki kecil nan imut dengan warna merah muda itu ,Rayga tak kuasa menahan gejolak bak pesta kembang api bergejolak diperutnya.


Asline yang merasa aneh mulai menyusutkan kaki.


Namun telapak tangan besar Rayga menahannya hingga usapan heli itu membangunkan aslien dari tidurnya .


Aslien terduduk dengan telapak kaki yang tergenggam oleh suaminya.


Tersentak, asline menatap linglung tangan kokoh yang mengusap kaki hingga betisnya.


"Adakah sepasang kaki yang lebih cantik dari kaki istriku?"


Cuphh....


Blushhhh.....


Dengan wajah syok,aslien terdiam tanpa kata saat bibir hangat itu mengecup punggung kakinya.


Hawa panas nafas Rayga seakan membakar seluruh tubuhnya mulai dari mata kaki hingga ke ubun-ubun!.


"RAYGA!! KAMU JANGAN LAKUKAN ITU!" Asline yang telah sadar sepenuhnya meraung kaget.


Menarik kedua kakinya dari tangan kokoh itu.


Rayga menatap wajah tertekan itu dengan senyum manis,menarik kembali kaki jenjang nan cantik itu dengan senyum main-main.


"Kenapa tidak boleh? kakimu adalah kaki tercantik juga imut yang pernah aku lihat....bahkan para model kelas dunia sekalipun dia secantik setitik ujung kukumu! Kulitmu yang putih terasa bak nektar bunga..." Rayga membalas santai,memasangkan sepasang sandal bulu kelinci dikedua kaki jenjang aslien.


"Mengapa..mengapa kami jadi terdengar seperti Maxim?! perayu itu!" Aslien mengelak dari tatapan panas suaminya,mengapa jadi seperti ini?!.


"Darimana kamu sebut aku mirip si penebar janji manis itu?" Rayga tersenyum nakal,memainkan rambut panjang istrinya dengan tatapan dalam.


"Sama! kamu merayuku terus sepanjang wak-"


Cupppppphhh...


Asline yang bersiap meraung terbungkam.


Sudut bibir pria tampan itu tertarik ditengah ciuman panasnya yang menuntut .


Nafas aslien hampir putus saat berusaha mengimbangi kegagahan sang jantan.


Hingga....


"Khem....tuan muda...." Imanuel dengan wajah memerah malu terpaksa menginterupsi.


Tubuh butler muda itu panas dingin,udara tiba-tiba terasa dingin membeku!.


Sial.....!


Siapapun tolong selamatkan butler malang itu!.


Tatapan bak hujan es tajam menghunus dirinya.


Aslien tanpa sadar melempar dirin tenggelam dalam tubuh besar suaminya!.


Malu!...


Sungguh dirinya malu! Dibawah tatapan panas dan tercengang para pekerja yang mulai terlihat berakhitifitas!.


Hampir saja dirinya dimakan sebagai santapan sarapan oleh iblis Zeus itu!.


Rayga memeluk tubuh istrinya dengan tatapan tajam pada semua pekerja yang kini berdiri mematung menatap kearah pergola.


Wajah panas si cantik tenggelam di dadanya yang bidang .


"Kalian semua mau mati? beraninya kalian menatap istriku!!" Rayga meraung dengan suara rendah kala mendapati para pekerja pria semua menatap sosok istrinya yang hanya terbalut piyama tipis hampir tembus pandang!.


Para pekerja itu dengan getir segera mundur dan pergi secepat kilat setelah menunduk penuh ketakutan.


Rayga menyeringai puas,betapa pintar para bawahannya!.


Sudahlah,selama majikan mereka bahagia semua akan sepadan saat tak ada kepala yang akan terpisah!.


Yah,semudah itu....

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2